Cegah Pelecehan Seksual, Google Ubah Kebijakan Tempat Kerja

Telset.id, Jakarta  – Perusahaan induk Google, Alphabet, menyelesaikan gugatan pemegang saham yang menuduh menutupi “paket mewah” bagi para eksekutif yang dianggap bertanggung jawab atas pelecehan seksual.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset.id, Minggu (27/9/2020), Alphabet akan merombak kebijakan tempat kerja dan meningkatkan upaya keragaman dengan total dana mencapai USD 310 juta per dekade.

{Baca juga: Pendiri Google Mundur, Sundar Pichai Jadi CEO Alphabet}

Alphabet bakal merombak sistem dan melarang segala bentuk paket pesangon kepada para karyawan yang tunduk kepada penyelidikan yang tertunda untuk tindakan pelecehan seksual maupun balas dendam.

Alphabet akan pula membatasi upaya menutupi rahasia perusahaan saat menyelesaikan kasus pelecehan dan diskriminasi. Alphabaet juga bakal melarang percintaan di tempat kerja antara manajer dan bawahan.

Alphabet terkena serangkaian tuntutan hukum pemegang saham pada 2018 setelah The New York Times melaporkan bahwa dewan direksi telah menyetujui paket pesangon USD 90 juta untuk seorang mantan eksekutif.

Hal tersebut mengakibatkan aksi mogok kerja para karyawan secara global. Penyelesaian kasus ini terjadi hampir satu tahun setelah dewan Alphabet membentuk Komite Litigasi Khusus direktur independen tahun lalu.

Penyelidikan Alphabet mencakup perilaku David Drummond, pengacara perusahaan yang tetap bekerja bahkan setelah melakukan hubungan di luar nikah dengan seorang wanita yang bekerja untuknya diketahui publik.

{BaAlphabet Janji Tuntaskan Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual}

Alphabet mengatakan bahwa tuduhan pelecehan seksual terhadap eksekutif senior akan diselidiki oleh tim “respon cepat”. Mereka akan dilarang mengubah rencana penjualan saham ketika masih dalam proses penyelidikan.

Seperti diketahui, Google dihantam isu tak sedap soal pelecehan seksual yang dilakukan salah seorang petingginya. Google sendiri mengatakan bahwa mereka telah memecat 48 karyawan atas tuduhan pelecehan seksual selama dua tahun terakhir.

CEO Google, Sundar Pichai menyampaikan informasi ini sebagai tanggapan atas laporan New York Times yang menyebut bahwa perusahaannya telah“melindungi” mantan eksekutif Android yang dituduh melakukan pelanggaran seksual.

{Baca juga: Google Sudah Pecat 48 Karyawan Akibat Pelecehan Seksual}

Pichai mengatakan, melalui email bahwa ada 48 karyawan Google yang telah dipecat dan para mantan pekerja itu tidak menerima paket pesangon dari perusahaan.

The Times pada hari Kamis (25/10) lalu, melaporkan bahwa Andy Rubin yang bertanggung jawab atas perangkat lunak Android, diberhentikan karena tindak pelecahan seksual pada tahun 2014 dan masih menerima paket $ 90 juta dari perusahaan. [SN/HBS]

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0