Alphabet Janji Tuntaskan Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual

Telset.id, Jakarta  – Perusahaan induk Google, Alphabet, akan melakukan penyelidikan tentang laporan pelecehan seksual dan keluhan pelanggaran lain yang melibatkan para pejabat eksekutif perusahaan.

Alphabet membentuk komite litigasi khusus setelah beberapa kelompok pemegang saham mengajukan tuntutan hukum yang menyatakan bahwa direktur perusahaan melanggar kewajiban fidusia.

{Baca juga: Google Bikin Alat untuk Mata-matai Karyawan?}

Para pemegang saham menyebut, direktur Google menutupi klaim pelecehan seksual terhadap dua mantan pejabat eksekutif selama lima tahun terakhir. Empat tuntutan hukum digabungkan pada Juni 2019.

Empat gugatan tersebut disampaikan ke Pengadilan Tinggi Santa Clara County di California, Amerika Serikat. Alphabet wajib menghadiri sidang guna menanggapi tuduhan itu pada 8 November 2019 mendatang.

Alphabet dan penggugat lantas memberi pernyataan dalam pengajuan pengadilan pada 18 Oktober 2019. Karena penyelidikan internal berakhir awal Desember 2019, mereka setuju mengubah jadwal tanggapan.

Seperti dikutip Telset.id dari Reuters, Kamis (7/11/2019), mereka memindahkan batas waktu tanggapan perusahaan menjadi 13 Desember 2019 sehingga akan mendapatkan temuan dari penyelidikan.

{Baca juga: Google Ketahuan Lacak Informasi Pengguna Lewat Web Tersembunyi}

CNBC pernah melaporkan mengenai penyelidikan pada Rabu (6/11/2019), menunjukkan bahwa subkomite independen dewan telah mempertahankan firma hukum anonim untuk membantu penyelidikan.

Penyelidikan juga meninjau kasus kepala petugas hukum Alphabet, David Drummond, yang dituduh berhubungan dengan beberapa karyawan. Drummond mengaku hanya berhubungan dengan satu karyawan.

Seperti diketahui, Google sedang dihantam isu tak sedap soal pelecehan seksual yang dilakukan salah seorang petingginya. Google sendiri mengatakan bahwa mereka telah memecat 48 karyawan atas tuduhan pelecehan seksual selama dua tahun terakhir.

CEO Google, Sundar Pichai menyampaikan informasi ini sebagai tanggapan atas laporan New York Times yang menyebut bahwa perusahaannya telah“melindungi” mantan eksekutif Android yang dituduh melakukan pelanggaran seksual.

{Baca juga: Google Sudah Pecat 48 Karyawan Akibat Pelecehan Seksual}

Pichai mengatakan, melalui email bahwa ada 48 karyawan Google yang telah dipecat dan para mantan pekerja itu tidak menerima paket pesangon dari perusahaan.

The Times pada hari Kamis (25/10) lalu, melaporkan bahwa Andy Rubin yang bertanggung jawab atas perangkat lunak Android, diberhentikan karena tindak pelecahan seksual pada tahun 2014 dan masih menerima paket $ 90 juta dari perusahaan. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

 

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0