Pendiri Google Mundur, Sundar Pichai Jadi CEO Alphabet

Pendiri Google CEO Alphabet Sundar Pichai

Telset.id, Jakarta – Dua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin resmi menyatakan mengundurkan diri sebagai CEO dan Presiden Alphabet, induk perusahaan Google. Untuk sementara, CEO Google Sundar Pichai pun akhirnya merangkap jabatan sebagai CEO Alphabet.

Dilansir Telset.id dari Asia One pada Kamis (05/12/2019), disebutkan bahwa Pichai akan rangkap jabatan karena menjadi CEO Google sekaligus CEO Alphabet.

Sedangkan posisi presiden Alphabet akan ditiadakan menyusul kepergian mundurnya Brin sebagai President Alphabet. Walaupun mereka berdua mundur, tetapi Larry dan Brin tetap menjadi pemegang saham di Alphabet.

{Baca juga: Trik Bikin Google Chrome Selalu Incognito Mode di Android}

“Mereka akan melanjutkan keterlibatan mereka sebagai salah satu pendiri, pemegang saham, dan anggota dewan direksi Alphabet,” tulis Alphabet.

Dua pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin menulis surat perpisahan kepada karyawan Alphabet. Mereka menyatakan bahwa tindakan untuk mundur sebagai Alphabet merupakan cara terbaik mereka untuk mendukung Alphabet dan Google.

“Kami belum pernah memegang peran manajemen ketika kami berpikir ada cara yang lebih baik untuk menjalankan perusahaan,” tulis mereka.

Pada surat tersebut mereka juga menulis bahwa Sundar Pichai adalah sosok yang tepat untuk memimpin Alphabet. Hal ini karena sifatnya yang rendah hati dan reputasinya dalam memimpin Google sejak tahun 2015.

“Membawa kerendahan hati dan hasrat mendalam untuk teknologi bagi pengguna, mitra, dan karyawan kami setiap hari. Tidak ada orang yang lebih baik untuk memimpin Google dan Alfabet ke masa depan,” tulis Larry dan Brin.

{Baca juga: Alphabet Janji Tuntaskan Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual}

Lawrence Edward Page atau Larry Page membangun Google bersama sahabatnya Sergey Brin pada 4 September 1998. Larry dan Brin mendirikan Google dari sebuah Garasi mobil di Menlo Park, California, Amerika Serikat. Tetapi secara perlahan Google terus berkembang dengan nilai valuasi yang diprediksi telah mencapai USD$ 1 Triliun. [NM/HBS]

Sumber: Asia One

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here