Review Samsung Galaxy A51: Upgrade Desain, Spek “Nanggung”

Kamera

Samsung memberikan 2 lensa baru pada Samsung Galaxy A51, apabila dilihat dari seri pendahulunya. Jadi, total smartphone ini punya lima lensa kamera, sob! 

Terdapat lensa utama 48MP Quad Bayer aperture f/2.0. Kemudian, lensa ultrawide 12MP. Lensa dengan aperture f/2.2 ini merupakan peningkatan dari lensa 8MP kepunyaan Galaxy A50s. 

Lalu, masih disisipkan lensa depth 5MP dengan aperture f/2.2, dan terakhir, Samsung memberikan lensa macro 5MP dengan aperture f/2.4. Lensa terakhir tentu saja memungkinkan pengguna untuk mengambil foto makro dari jarak dekat maksimal sekitar 4 sampai 5 cm. 

Review Samsung Galaxy A51

Pindah ke kamera depan. Meski sekarang ditempatkan pada punch hole, tapi sensor kamera selfie di A51 tetap 32MP Quad Bayer f/2.0, sama dengan Galaxy A50s. 

Nah, seluruh kamera ini sudah mendukung dua fitur utama, yakni Scene Optimizer berbasis Artificial Intelligence (AI) yang bisa mengenali berbagai skenario pengambilan foto, serta Auto HDR. Lalu, bagaimana kualitasnya? Berikut rinciannya.

Kamera Utama

Secara default, kamera 48MP milik Galaxy A51 memotret gambar di resolusi 12MP. Teknologi Quad Bayer “bermain” di sini, dengan memadatkan tangkapan 48MP menjadi 12MP. Hasilnya, tentu saja foto berkualitas dengan detail dan warna yang bagus nan tajam.

Pengguna tetap dapat mengambil gambar di resolusi 48MP dengan menggunakan mode 4:3H atau 3:4H. Akan tetapi, konsekuensinya adalah, file gambar akan jauh lebih besar, dan dynamic range pada foto tidak lebih baik dari mode 12MP. Tampilan warna pada foto cenderung pucat, tidak seperti mode 12MP.

Untuk urusan detail, sebenarnya hampir sama saja antara mode 12MP dan 48MP. Hasilnya masih cukup enak untuk dilihat, meski sudah kami perbesar gambarnya sekitar 50% menggunakan aplikasi Photoscape. Berikut beberapa hasil fotonya:

Hasil Lensa Utama (12MP)

Lensa Utama (12MP) Galaxy A51

Hasil Lensa Utama (48MP)

Lensa Utama (48MP) Galaxy A51

Hasil Lensa Utama (50% Zoom)

Lensa Utama (50% Zoom) Galaxy A51

Kamera Ultrawide

Kamera ultrawide pada A51 merupakan peningkatan yang bisa dibilang signifikan dari Galaxy A50s. Bila sebelumnya hanya 8MP saja, kini Samsung menyematkan lensa 12MP. 

Alhasil, gambar super lebar dengan detail, ketajaman warna, serta dynamic range yang lebih baik pun diberikan oleh lensa ini. Selain itu, kami pun berikan dua jempol bagi lensa ultrawide A51 karena mampu menangkap foto wide tanpa adanya efek melengkung, cukup sempurna intinya. Berikut beberapa hasil fotonya:

Lensa Ultrawide Galaxy A51

Night Mode

Pada awalnya, kami mengira kalau Samsung tidak menyertakan Night Mode pada Galaxy A51. Sebab, tidak ada opsi ini di tampilan utama kamera. Tapi ternyata, ketika mengulik lebih dalam, mode ini “bersembunyi” di bagian opsi More. 

Night Mode pada Galaxy A51 sendiri bisa menggunakan lensa utama ataupun ultrawide. Ketika mode ini diaktifkan, kedua lensa dengan otomatis akan menggunakan mode pengambilan gambar di 8MP atau 3264 x 2448 piksel.

Untuk hasil fotonya, foto malam yang ditangkap terbilang cukup tajam, asalkan kondisi pencahayaan pas atau tidak terlalu gelap. Lalu, Night Mode juga meningkatkan kualitas foto malam dengan mengurangi noise secara signifikan. Berikut hasil fotonya:

Night Mode Galaxy A51

Kamera Macro

Lensa makro merupakan penambahan baru yang diberikan Samsung pada Galaxy A51. Seperti lensa makro pada smartphone lainnya, kami dimungkinkan untuk menangkap objek dari jarak super dekat kurang lebih 3 – 5 cm.

{Baca juga: Menebak Inovasi Baru yang akan Hadir di Oppo Find X2}

Perlu diingat, lensa ini bertipe fixed-focus. Itu berarti saat pengambilan foto makro, tangan ketika menggenggam smartphone harus benar-benar stabil sambil mengukur jarak yang pas antara lensa dengan objek. Sebab jika tidak, foto makro malah terlihat jelek dengan blur di mana-mana. Berikut hasil fotonya:

Lensa Makro Galaxy A51

Kamera Depth

Lensa depth memungkinkan kami untuk mengambil foto portrait atau bokeh. Kami suka dengan kualitas foto bokeh hasil perpaduan lensa utama dengan lensa depth. Efek blur di background bisa dibilang rapi, meski ada beberapa “bocor” di beberapa titik. 

Yang menarik, kami bisa mengatur efek dan tingkatan blur setelah kami mengambil gambar bokeh via Live Focus. Memang, fitur ini menjadi pembeda di antara smartphone lain yang sejenis. Berikut hasilnya:

Lensa Depth Galaxy A51

Kamera Selfie

Kamera 32MP pada smartphone ini mengusung teknologi Quad Bayer, dan bisa mengambil gambar dengan dua mode, yakni mode biasa dan wide. Di sini lah yang menarik menurut kami.

Pasalnya, teknologi Quad Bayer pada kamera depan punya dua konversi yang berbeda di masing-masing mode pengambilan gambar. Ketika menggunakan mode biasa atau lensa normal, foto terlebih dahulu akan dikonversi atau dipadatkan menjadi resolusi 8MP dan di-upscale ke resolusi 12MP. 

Sementara saat menggunakan mode wide, foto tetap dikonversi ke resolusi 8MP. Hasil fotonya bagus dengan warna dan detail yang baik, meski tidak ada opsi HDR di sana. Di kamera depan juga diberikan beberapa filter serta pengaturan Beautify yang bisa digunakan. Berikut beberapa hasil fotonya:

Selfie Galaxy A51

Video

Kalau berbicara soal galaxy A50s, kami sangat suka dengan kemampuan gyro-EIS dan Super Steady-nya. Nah di Galaxy A51, tingkat kesukaan kami jauh lebih tinggi. 

Berbicara teknisnya terlebih dahulu. Ketika merekam dengan hanya memanfaatkan gyro-EIS, perekaman video akan menggunakan lensa utama. Tapi, saat Super Steady diaktifkan, lensa ultrawide yang digunakan, dengan hasil yang telah di-cropping.

Kami mencoba dua kali pengambilan video, tanpa Super Steady dan hanya menggunakan gyro-EIS, serta menggunakan kedua fitur secara bersamaan. Ketika mencoba merekam jalanan menggunakan motor (jangan ditiru ya, sob!) dengan menggunakan gyro-EIS, hasil videonya cukup stabil dan halus, meski ada sedikit “goyangan” pada beberapa saat. Berikut hasilnya:

gyro-EIS Galaxy A51

Sedangkan saat Super Steady dinyalakan, kami mengaku terperangah. Hasil videonya benar-benar stabil dan smooth, terasa seperti menggunakan smartphone dengan kamera yang didukung oleh OIS. 

Selain itu, meski hasil videonya hasil cropping dari lensa ultrawide, tapi kualitasnya terbilang sama dengan lensa utama. Ya, kami menyukai hasil video dari Galaxy A51. Berikut beberapa hasil videonya:

Super Steady Galaxy A51

Video Camera Test Samsung Galaxy A51:

Kesimpulan

Samsung memang seperti terinspirasi dengan strategi dari sejumlah brand asal China dalam hal merilis smartphone baru di kelas menengah. Ya, strategi yang kami maksud adalah menghadirkan smartphone menengah baru dengan peningkatan yang tidak banyak atau cenderung nanggung, tapi dibanderol dengan harga hampir sama dengan seri sebelumnya.

Begitulah Samsung Galaxy A51 apabila dibandingkan sang pendahulunya, Samsung Galaxy A50s. Smartphone seharga Rp 4,3 jutaan tersebut, menurut kami cuma memiliki peningkatan signifikan pada sektor desain dan kameranya.

Tapi kalau urusan spesifikasi, kami rasa tidak ada yang perbedaan atau peningkatan yang berarti. Tetap menggunakan prosesor Exynos 9611 (10nm), RAM 6GB, storage 128GB, bahkan sampai kapasitas baterai dan teknologi fast charging pun sama saja.

So ada dua kesimpulan dari review Samsung Galaxy A51 ini. Kesimpulan pertama, kami khususkan untuk pengguna Galaxy A50 atau A50s. 

Menurut penilaian kami, apabila Anda pengguna Galaxy A50 atau A50s dan membutuhkan penyegaran desain serta peningkatan kemampuan kamera yang bagus (apalagi sektor video), Anda mungkin bisa mempertimbangkan Galaxy A51. Tapi dengan satu catatan, Anda jangan melihat bagian spesifikasinya.

Kesimpulan kedua kami berikan untuk pengguna smartphone lainnya. Samsung Galaxy A51 menurut kami merupakan upgrade yang patut dipertimbangkan asalkan Samsung mempertimbangkan untuk sedikit menurunkan harganya antara Rp 3,5 jutaan sampai Rp 4 juta. 

Sebab, meski smartphone ini tampil dengan desain yang fresh serta original dan punya kemampuan kamera yang bagus, tapi rata-rata konsumen Indonesia masih mementingkan sektor harga dan spesifikasi. Tentu sering kita mendengar ucapan, seperti “Harga Rp 4,3 juta tapi speknya begitu? Mending…..”, dan ucapan lainnya kan?

Kami memang cukup menyayangkan keputusan Samsung yang masih kekeh memberikan Exynos 9611 pada Galaxy A51, berbeda dengan seri A71 contohnya, yang mendapatkan peningkatan signifikan pada sektor spesifikasi. Tapi tetap saja, semuanya tergantung dari keputusan Anda ya, sob!

Kelebihan:

+ Desain baru dan original

Layar berukuran besar, dengan bezel yang tipis

Ukurannya yang pas digenggam tangan

+ Frame kamera baru, dan bisa jadi trendsetter

Sudah berjalan di OneUI 2.0 Android 10

+ NFC

Baterai awet

Kamera berkualitas

+ Mode gyro-EIS dan Super Steady sangat bagus untuk smartphone di kelasnya

Kekurangan:

Masih menggunakan desain pewarnaan yang sama

Sensor sidik jari lambat, perlu ditingkatkan kemampuannya

Dapur pacu hampir sama dengan seri sebelumnya

– Mode gaming yang cenderung biasa saja

Telset Rating: 8.0/10

 

Nama Produk Samsung Galaxy A51
Layar Super AMOLED 6,5 Inci Full HD (2400 x 1080p)
SoC/Prosesor Exynos 9611 (10nm) Octa-core (4×2.3 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53)
RAM 6 GB
GPU Mali-G72 MP3
Internal Storage UFS 2.1 128GB bisa diperluas micro SD hingga 512 GB (dedicated slot)
Kamera Kamera Utama: 48 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF12 MP, f/2.2, 12mm (ultrawide) 5 MP, f/2.4, 25mm (wide), dedicated macro camera 5 MP, f/2.2, 1/5.0″, 1.12µm, depth sensor

Kamera Selfie: 32 MP, f/2.2, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm

Baterai 4.000 mAh
Charger Fast Charging 15W
Konektifitas Dual SIM (Nano), 4G, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, NFC
Sistem Operasi Android 10, One UI 2
Varian Warna Prism Crush Black, Prism Crush White, Prism Crush Blue
Harga Rp 4.399.000

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -