Telset.id – Butuh waktu cukup lama untuk Huawei membawa ponsel kelas menengah terbaru mereka, Huawei Nova 7 ke Indonesia. Padahal, Huawei Nova 7 terbilang sebagai seri yang menarik dengan spesifikasi mumpuni, yang bahkan membuat kami tertarik untuk melakukan review ponsel ini secara lengkap.
Sekadar informasi, Huawei Nova 7 diluncurkan pada akhir April lalu. Tidak seperti seri Mate atau P terbaru, butuh beberapa bulan untuk mendatangkan ponsel terbaru Huawei ini ke Indonesia.
Smartphone ini sendiri dibanderol dengan harga Rp 6,8 jutaan. Mirip seri terdahulu, Huawei Nova 7 disematkan spesifikasi flagship, meski nyatanya ia masuk ke segmen kelas menengah.
Akan tetapi, berbeda dengan seri Nova 5T yang sudah beredar di Indonesia, smartphone ini diperkenalkan tanpa layanan GMS atau Google Mobile Service.
Huawei Nova 7 berjalan di sistem operasi Android terbaru berbasis HMS atau Huawei Mobile Service yang tentu saja menghadirkan pengalaman yang berbeda.
Nah, tentu Anda penasaran, seperti apa sih Huawei Nova 7 ini? Oleh karena itu, kami akan mengulasnya secara lengkap dalam review Huawei Nova 7 berikut ini.
Desain

Huawei Nova 7 tampil dengan desain bagian depan yang mainstream. Ponsel ini hadir dengan layar depan yang mengadopsi desain punch-hole atau lubang kamera yang diletakkan di sudut kiri atas layarnya.
Desain tersebut mirip dengan smartphone lain di kelas menengah ke atas, termasuk Huawei Nova 5T yang jadi seri pendahulunya. Ya, tak ada ubahan spesial atau signifikan pada desain Huawei Nova 7 dibandingkan seri sebelumnya.
Layarnya sendiri berukuran 6,53 inci dengan jenis OLED dan beresolusi maksimal Full HD+. Punya aspek rasio 20 : 9, layar Huawei Nova 7 tentu saja tampil memanjang dan cinematic.

Namun, karena tidak memiliki emblem Pro, layar ponsel ini tidak memiliki lengkungan di sisi krii dan kanannya. Tapi, Huawei tetap menjamin kualitas layar dari smartphone terbarunya ini.
Salah satu buktinya, layar Huawei Nova 7 sudah mendapatkan sertifikat dari TÜV Rheinland, sehingga dipastikan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada mata pengguna ketika menatapnya di berbagai kondisi.
Selain itu, layarnya pun sudah disematkan sensor sidik jari di dalamnya. Dan lagi, karena telah didukung sistem operasi terbaru, layar Huawei Nova 7 pun mendukung Always on Display dengan model yang berbeda-beda.
Satu yang sangat disayangkan dari layar Huawei Nova 7. Smartphone ini tidak mendukung refresh rate 90Hz apalagi 120Hz. Padahal, ponsel kelas menengah lain dengan harga lebih murah sudah mendukung itu.
Huawei Nova 7 tampil dengan body kaca dengan lapisan warna yang glossy. Ada dua opsi warna yang dihadirkan, yakni Space Silver dan Midsummer Purple.
Untuk Midsummer Purple, warna tersebut mirip dengan warna pada Huawei Nova 5T, makanya terlihat biasa saja menurut kami.
Warna berbeda dan menarik berdasarkan pandangan kami justru Space Silver. Warna ini memiliki efek gradasi dan cermin, apalagi ketika terkena pantulan cahaya yang pas.

Terkadang, muncul efek gradasi warna merah dan jingga. Malah, kerap tampil juga efek warna biru, ungu, dan hijau muda. Ibaratnya, warna ini adalah versi mejikuhibiniu – merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu dari Huawei.
Body tersebut dipercantik oleh dua hal yang cukup menarik perhatian. Pertama, adalah logo Nova terbaru, Dan kedua, adalah bentuk frame kamera yang berbeda dibandingkan seri Nova 5T.
Frame kamera Nova 7 kini tampil lebih besar, dengan seluruh kamera disatukan dalam satu ruang vertikal berwarna hitam pekat. Tepat di sebelahnya, terdapat LED Flash, serta logo “AI Quad Camera | 20x Zoom”.

Di bagian bawah, terdapat slot dual SIM tanpa dukungan microSD atau slot NM (Nano Memory). Kemudian ada USB-C, mikrofon, dan juga speaker. Huawei tak lagi menyandingkan slot SIM dengan lubang mikrofon berdampingan.
Pasalnya, sering kali terjadi pengguna memasukkan SIM ejector ke lubang mikrofon, bukannya ke lubang slot SIM. Hal itu tentu membuat mikrofon rentan akan kerusakkan.
Kemudian, ada tombol power dan volume di sisi kanan. Lalu, ada juga mikrofon di bagian atasnya, sedangkan di sisi kiri tidak terdapat apapun.
Secara overall, Huawei telah berhasil menghadirkan smartphone kelas menengah dengan kualitas desain yang bagus. Smartphone ini pun nyaman digenggam, memiliki build quality yang bagus, dan mempunyai tampang yang enak dilihat dan juga dipamerkan.
Spesifikasi

Review Huawei Nova 7 berlanjut ke segi spesifikasi dan performa. Membahas dapur pacunya terlebih dahulu, Huawei Nova 7 mengandalkan spesifikasi berupa Kirin 985 5G yang dirancang dengan proses fabrikasi 7nm.
Kirin 985 menjadi versi upgrade dari Kirin 980. Sekadar informasi, Kirin 980 merupakan prosesor flagship Huawei yang diperkenalkan hampir dua tahun lalu.
Oleh karenanya, tentu saja Kirin 985 lebih bertenaga dari Kirin 980. Tapi, apakah lebih baik dari Kirin 990? Well, kami pasti menjawabnya di bagian benchmark, tapi sebelum itu biarkan kami membahas spesifikasi lain dari Huawei Nova 7 terlebih dahulu.
{Baca juga: Spesifikasi Huawei Nova 7, Tanpa GMS}
Prosesor Kirin 985 5G dikombinasikan dengan RAM 8GB, storage 128GB, serta baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan dukungan fast charging 40W yang disertai dengan charger 40W juga.
Nah, untuk mengetahui performanya, kami menggunakan tiga aplikasi benchmark, yakni AnTuTu Benchmark versi 8, 3DMark, dan PCMark. AnTuTu Benchmark untuk mengetahui performa keseluruhan, 3DMark untuk mengetahui performa GPU, serta PCMark yang berguna untuk mengetahui performa smartphone saat digunakan multitasking.
Tak lupa, kami pun memanfaatkan aplikasi Battery Log untuk mencatat kecepatan charging dan daya tahan baterainya. Berikut penjelasannya.
AnTuTu Benchmark
Berdasarkan pengujian, Huawei Nova 7 memperoleh skor sebesar 413 ribuan. Skor ini terbilang sangat tinggi untuk sebuah smartphone kelas menengah.

Menurut menu compare di aplikasi AnTuTu Benchmark, skornya melampaui skor dari Samsung Galaxy S10 dengan SoC Exynos 9820, LG G8 ThinQ, dan tertinggal sedikit dari Samsung Galaxy S10+ dengan Exynos 9820.

3DMark
Ada dua pengujian di aplikasi ini. Di antaranya adalah, Sling Shot dan Sling Shot Extreme yang biasa digunakan untuk menjajal kemampuan smartphone dengan tolak ukur OpenGL ES 3.0 (Sling Shot) dan OpenGL ES 3.2 (Sling Shot Extreme).

Berdasarkan pengujian, Huawei Nova 7 memperoleh skor 6.102 poin untuk Sling Shot, kemudian 5.165 poin untuk Sling Shot Extreme OpenGL ES 3.1 dan 4.892 poin untuk pengujian Sling Shot Extreme Vulkan.
PCMark
Sekarang ke PCMark, sob. Huawei Nova 7 meraih skor tinggi, sekitar 9.979 poin. Itu artinya, ponsel ini sudah mumpuni untuk digunakan sehari-hari, seperti multitasking, chatting, editing foto maupun video, dan kegiatan normal lainnya.

Lantas, bagaimana ketika dibandingkan dengan prosesor Kirin 990 5G? Ketika dibandingkan, Huawei Nova 7 tertinggal sangat jauh. Prosesor Kirin 990 5G (dalam hal ini Huawei P40 Pro), memperoleh skor yang jauh lebih tinggi di ketiga benchmark.
Huawei P40 Pro masing-masing mencatatkan skor 505.241 poin (AnTuTU Benchmark), 6.640 poin (Sling Shot 3DMark), 6.054 poin (Sling Shot Extreme OpenGL ES 3.1), 5.642 poin (Sling Shot Extreme Vulkan), dan 11.401 (PCMark)
Itu menandakan bahwa prosesor ini mungkin lebih bertenaga dari Kirin 980, namun tidak jauh lebih baik dari Kirin 990.
Baterai
Huawei Nova 7 ditenagai oleh baterai berkapasitas 4,000 mAh dan sudah didukung oleh fast charging 40W. Wah gila sih, HP kelas menengah punya baterai besar plus dapat charger 40W dalam paket pembelian pula. Terus, bagaimana kinerja baterai dan kecepatan ngecasnya?
Berdasarkan catatan dari aplikasi Battery Log, proses charging dari 5% sampai 100% cukup membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam saja. Sob, HP kelas menengah mana yang bisa ngecas sampai penuh dalam waktu sejam?
Apabila dijabarkan, dalam waktu 30 menit, baterai Nova 7 sudah terisi 46%. Kemudian dalam waktu 45 menit, sudah terisi 70%. Kemudian dari 90%, kecepatan baterai cenderung menurun sampai baterai penuh.
Sementara untuk daya tahannya, kami melakukan dua pengujian terpisah saat review Huawei Nova 7. Pertama, kami menguji baterai Nova 7 menggunakan lewat fitur Work 2.0 Battery Life di aplikasi PCMark.
Melalui aplikasi tersebut, smartphone ini mencatatkan waktu 13 jam 23 menit dengan baterai tersisa 19%. Kedua, kami mengujinya dengan memutar video YouTube (melalui browser) dengan durasi yang lama, bermain game, chatting, dan aktivitas normal lainnya.

Aktivitas baterai pun dicatat di aplikasi Battery Log. Dari aplikasi, diketahui bahwa Huawei Nova 7 bisa bertahan kurang lebih 19 jam.

Dari dua pengujian tadi, bisa disimpulkan bahwa suksesor Huawei Nova 5T ini memiliki baterai yang awet dan bisa menemani aktivitas pengguna hampir seharian. Dan lagi, proses ngecasnya pun sangat cepat untuk sebuah smartphone kelas menengah.
Gaming
Untuk pengalaman gaming, kami puas dengan performa Huawei Nova 7 selama melakukan review. Meski tidak “mengiklankan” fitur gaming, tapi smartphone ini punya dua fitur yang bisa meningkatkan performanya secara signifikan, khususnya saat dipakai main game.
Fitur tersebut adalah Game Center dan Performance Mode. Game Center sendiri adalah “fitur tersembunyi”, karena Huawei tidak “memamerkannya” di App Drawer atau menu tersendiri.
Untuk mengakses fitur tersebut, masuk saja ke Settings dan Apps. Kemudian, masuk App Assistant, dan klik Game Center.

Fitur gaming ini sendiri terbilang apa adanya. Tidak ada pengaturan untuk memilih mode performa, tidak terdapat informasi yang menampilkan FPS counter, performa CPU dan GPU, sampai temperatur smartphone.
Namun, ada beberapa opsi yang bisa digunakan. Misalnya, Uninterrupted Gaming, Game Acceleration, Mistouch Prevention, Disable Knuckle Gestures, Screen Recording, sampai Peripheral Settings.
Sedangkan Performance Mode, juga disembunyikan Huawei. Fitur ini tidak terdapat pada Game Center, melainkan bisa diakses melalui menu Battery di pengaturan.

Lewat Performance Mode, performa Huaei Nova 7 dijamin lebih gahar dibandingkan sebelumnya. Tapi, satu catatan untuk Anda yang aktifkan fitur ini. Baterai akan lebih cepat habis ketika Performance Mode diaktifkan.
Sistem Operasi

Huawei Nova 7 sudah berjalan di sistem operasi EMUI 10.1 berbasis Android 10. MEmang, OS-nya sudah paling baru, tapi tetap saja berjalan tanpa GMS. Ketika melakukan review Huawei Nova 7 dan menjadikannya sebagai daily driver atau HP utama, kami sama sekali tidak melakukan inject GMS.
Saat pertama melakukan pengaturan, tidak ada opsi memasukkan Google Account. Hanya ada opsi untuk login menggunakan Huawei ID untuk lanjut ke proses pengaturan lainnya.
Begitu juga dengan opsi restore. Hanya bisa dilakukan antar sesama perangkat Huawei atau menggunakan aplikasi Phone Clone untuk bisa memindahkan aplikasi maupun data dari ponsel Android lain ke Nova 7.
Pengalaman kami ketika menggunakan smartphone berbasis Android AOSP + HMS masih sama, yakni belum terbiasa. Banyak sekali aplikasi yang biasa kami gunakan, tidak dapat terdapat di Huawei App Gallery.
Sekadar informasi, App Gallery adalah “Play Store” asli Huawei. App Gallery sebenarnya menghadirkan banyak sekali pilihan aplikasi populer, tapi tidak sebanyak Google Play Store.
Untung saja, ada fitur terbaru bernama Petal Search di EMUI 10.1. Fitur ini memungkinkan kami untuk install aplikasi apapun dan mendapatkan notifikasi update jika ada.
Tapi kekurangan dari Petal Search adalah, fitur ini menampilkan juga file. APK yang bisa diunduh dan di-install pada smartphone.

Download dan install file .APK tentu saja memberikan kerentanan keamanan pada ponsel. Siapa yang tahu, kalau situs yang menyediakan file tersebut sudah menyisipkan malware, adware, dan virus berbahaya. Betul kan?
Kami pun mencoba Petal Search untuk mengunduh dan memasang WhatsApp dan Line. Maklum, dua aplikasi itu sangat penting dan sering digunakan dalam keseharian.
WhatsApp dan Line benar-benar bisa terpasang dengan sempurna saat kami review Huawei Nova 7. Akan tetapi, ada beberapa fitur utama yang tidak bisa digunakan di sini.
Salah satunya, Restore & Backup. Pasalnya, fitur ini menggunakan layanan Google Drive, dan pastinya tidak akan bisa berjalan di EMUI 10.1 berbasis HMS.
Begitu juga dengan aplikasi penting lain, seperti Gojek. Kami sama sekali tidak bisa menjalankannya di sini. Sedangkan Grab, secara fungsional aplikasi ini bisa berjalan dengan baik. Tapi yang jadi persoalan, kami tidak dapat melihat peta dalam aplikasi.
Meski demikian, Huawei tetap berusaha untuk mengembangkan ekosistem App Gallery. Sudah banyak aplikasi populer di platform ini, seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, BCA Mobile, Vidio, Dana, KAI Access, My XL, Snapchat, TikTok, dan sebagainya.
Kamera

Review Huawei Nova 7 beralih ke sektor kamera. Smartphone ini membawa total lima kamera. Empat kamera di belakang, dan satu kamera yang diletakkan pada punch hole di sudut kiri atas layar.
Smartphone ini menggunakan kamera utama 64MP. Sebuah peningkatan signifikan dibanding Nova 5T yang dilengkapi dengan kamera 48MP saja. Huawei bahkan mengatakan bahwa sensor 64MP di Nova 7 merupakan sensor terbesar yang pernah mereka pakai saat ini.
Meski terdapat logo “20x Zoom”, namun Huawei Nova 7 tidak memiliki kamera telephoto dengan skema periskop. Hanya ada lensa tele 8MP dengan kemampuan 3x optical zoom dan 20x digital zoom.
Dikombinasikan juga dengan lensa ultrawide 8MP dan lensa makro 2MP. Sedangkan kamera selfienya masih menggunakan 32MP, sama dengan Huawei Nova 5T.
Kamera Utama
Secara default, kamera Huawei Nova 7 sebenarnya menangkap gambar di resolusi 16MP (4608 x 3456 piksel) Sebab, kamera ini menggunakan skema Quad Bayer atau Tetracell yang mengubah 4 piksel ke 1 piksel. Hitungannya, 64MP dibagi 4, menjadi 16MP.
Meski demikian, pengguna tetap bisa mengambil gambar di resolusi 64MP lewat opsi More, dan pilih High Res. Bagaimana hasilnya? Sejujurnya kami menyarankan untuk mengambil gambar di resolusi default saja.
Pasalnya, foto yang dihasilkan sudah dioleh sedemikian rupa oleh teknologi AI. Sementara mode 64MP, hasil foto benar-benar apa adanya. Tapi, untuk detail sama-sama bagus dan bisa dinikmati kok. Berikut beberapa hasil foto yang kami ambil selama review Huawei Nova 7:
Kamera Malam
Bukan Huawei namanya kalau tidak menyertakan mode malam atau Night Mode. Lewat fitur ini, pengambilan foto akan membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 detik.
Itu adalah proses pengambilan gambar beberapa kali, dan menggabungkannya menjadi satu foto malam yang berkualitas.
Sayang, Night Mode tidak dapat bekerja pada lensa ultrawide. Tapi sebagai gantinya, mode ini bisa aktif pada kamera depan.
Nah, di sini yang menarik. Night Mode di kamera depan punya cara pengambilan gambar yang berbeda. Ketika mode ini aktif, intensitas layar langsung naik dan terdapat warna putih terang di sekeliling interface kamera.

Tidak ada proses pengambilan gambar selama beberapa detik, karena foto langsung diambil secara cepat dan instant. Selain itu, foto pun diberikan sentuhan AI khas Huawei untuk meningkatkan kualitas detail dan warna, serta mengurangi noise pada foto. Berikut hasilnya:
Kamera Ultrawide
Huawei Nova 7 membawa lensa ultrawide dengan sensor 8MP, jauh lebih kecil dari Nova 5T yang dilengkapi sensor 16MP. Kamera ini mampu menangkap gambar yang luas dengan kualitas detail dan warna yang biasa saja.
Hasil fotonya tidak dramatis seperti kamera utama. Bahkan di beberapa scene, foto menunjukkan warna yang sedikit pucat, dan kerap kali over brightness.
Meski demikian, lensa ini punya keunggulan yang kami suka. Yup! Kamera ultrawide Huawei Nova 7 mampu menangkap foto wide tanpa adanya efek melengkung. Berikut hasilnya:
Kamera Telephoto
Lensa tele di Huawei Nova 7 menjadi pembeda dibandingkan seri sebelumnya. Kamera ini mampu mengambil gambar dengan kemampuan 3x optical zoom dan 20x digital zoom.
Akan tetapi, kamera ini tidak didukung OIS atau optical image stabilization, sehingga pengambilan gambar pun terkadang tidak stabil.
Berbicara soal kualitas yang dihasilkannya, foto yang ditangkap menggunakan perbesaran optik sampai 3 kali di Nova 7 memiliki kualitas ciamik. Kualitas warna dan detail dari foto tergolong bagus.
Kami tidak merekomendasikan untuk menggunakan perbesaran digital sampai 20 kali. Sebab, hasilnya bisa 180 derajat dibandingkan optical zoom.
Kami menyarankan, fitur ini digunakan untuk melihat objek dari jauh saja, bukan untuk memotret. Berikut beberapa hasil fotonya:
Kamera Makro
Kamera makro menjadi fitur standar pada sebuah smartphone kelas menengah. Menggunakan fitur ini, kami dapat mengabadikan objek lebih jelas dalam jarak yang lebih dekat.
Sistem kamera Huawei Nova 7 sendiri menyarankan untuk memotret objek di jarak optimal 4cm. Hasilnya, cukup bagus. Detail dan warna dari objek bunga maupun mainan yang kami tangkap terlihat dengan baik. Berikut hasilnya:
Kamera Depan
Kamera depan 32MP merupakan sesuatu yang wow menurut kami. Apalagi, kamera ini tidak melewati proses Tetracell atau Quad Bayer terlebih dahulu, sehingga hasil foto selfie punya resolusi real 32MP.
Selain itu, kamera ini pun sudah mendukung autofocus. Padahal biasanya, kamera depan pada smartphone menggunakan lensa fixed-focus. Terus, hasilnya bagaimana?
Mengambil foto selfie pakai Huawei Nova 7 merupakan kenikmatan tersendiri bagi kami. Hasilnya bagus dengan kontras dan warna yang pas. Meski menggunakan efek Beauty, tapi hasil foto tidak terlihat lebay atau berlebihan.
Semuanya masih terlihat natural. Pun demikian dengan latar belakang foto yang terlihat sangat baik. Awan, hamparan sawah, dan objek lainnya bisa ditangkap dan dituangkan dengan baik oleh sistem kamera Huawei Nova 7. Berikut hasil fotonya:
Video
Huawei Nova 7 hanya mampu merekam video di kualitas maksimal 4K @30fps, Full HD @30fps, dan HD @30fps. Kualitas ini pun berlaku untuk kamera depannya.
Khusus untuk kamera belakang, kestabilan saat mengambil video dibantu oleh adanya teknologi gyro-EIS. Meski tanpa bantuan OIS, kamera Huawei Nova 7 bisa merekam gambar dengan cukup stabil.
Ada fitur yang unik di sini, bernama Dual View. Fitur ini memungkinkan kita untuk merekam gambar di dua angle sekaligus.
Angle yang kami maksud adalah, tampilan normal yang ditangkap kamera utama dan tampilan yang sudah diperbesar, atau tampilan normal dari kamera utama dan tampilan dari kamera selfie. Berikut hasilnya:
Kesimpulan

Review Huawei Nova 7 kami akhiri dengan kesimpulan. Kami sangat mengapresiasi keberanian Huawei untuk terus merilis ponsel terbaiknya di Indonesia, meski tanpa layanan Google.
Layanan Google sendiri sudah sangat melekat di benak masyarakat Indonesia. Hampir semua aplikasi yang digunakan menggunakan layanan Google. Main game? Biasanya terhubung dengan Google Play Games. Butuh navigasi? Pastinya menggunakan Waze atau Google Maps sebagai solusi.
Chatting? Tentu saja butuh restore via Google Drive untuk mengembalikkan chat di perangkat sebelumnya. Kirim file pekerjaan? Pasti menggunakan layanan Gmail dengan segala keunggulannya.
Meski begitu, Huawei seolah enggan menyerah. Pabrikan ini terus berinovasi dengan mengembangkan HMS secara bertahap dan konsisten.
Agar layanan mereka makin banyak penggunanya, Huawei pun “mengambil risiko” dengan merilis produk terbaru tanpa layanan Google.
{Baca juga: Huawei Nova 7 Dijual Resmi di Indonesia, Harga Rp 6,8 Jutaan}
Kini, berbagai aplikasi populer sudah hadir di App Gallery. Kami pun berharap Huawei terus konsisten mengembangkan platform mereka, sehingga lebih banyak aplikasi populer yang sebelumnya hanya ada di Google Play Store, bisa digunakan di Huawei Nova 7 maupun ponsel lain berbasis HMS.
Huawei Nova 7 sendiri merupakan smartphone kelas menengah dengan spesifikasi mumpuni, bahkan bisa kami bilang ponsel menengah dengan “rasa flagship“.
Beragam teknologi baru dihadirkan di sini, seperti prosesor dengan dukungan 5G (meski Indonesia belum ada layanan 5G), desain yang bagus, kamera dengan sensor yang besar, dan tentu saja build quality yang baik.
Pertanyaannya, worth to buy kah? Dengan harga Rp 6,8 jutaan, Huawei Nova 7 pantas untuk dijadikan incaran, asalkan Anda sudah cukup sabar dan terbiasa menggunakan sistem operasi tanpa layanan Google. (MF/HBS)
Kelebihan
+ Build quality bagus
+ Layar lega dan berkualitas
+ Warna body, khususnya Space Silver punya karakter berbeda
+ Sertifikasi TUV Rheinland
+ Performa mantap dengan Kirin 985 5G
+ Fast charging 40W
+ Ada NFC
+ Baterai awet
+ App Gallery yang makin berkembang
+ Petal Search yang memudahkan install aplikasi
+ Kamera 64MP berkualitas
+ Night Mode aktif di kamera depan
+ Kamera ultrawide tidak hasilkan foto cekung
Kekurangan
– Ekosistem App Gallery masih belum banyak
– Penggunaan EMUI 10.1 Android 10 AOSP yang masih cukup merepotkan
– Masih banyak aplikasi populer yang belum mendukung HMS
– Tidak ada kejelasan keamanan ketika pengguna install .APK di Petal Search
– Video hanya maksimal @30 fps
TELSET RATING: 8/10
| Spesifikasi Huawei nova 7 | |
|---|---|
| Jaringan | |
| Technologi | GSM / CDMA / HSPA / LTE / 5G |
| 2G bands | GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2 |
| 3G bands | HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100 |
| 4G bands | 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 18, 19, 26, 34, 38, 39, 40, 41 |
| Speed | HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G |
| LAUNCH | |
| Announced | 2020, April 23 |
| Status | |
| BODI | |
| Dimensi | 160.6 x 74.3 x 8 mm (6.32 x 2.93 x 0.31 in) |
| Berat | 180 g (6.35 oz) |
| SIM | Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by) |
| Warna | Black, Red, Purple, Green, Blue |
| LAYAR | |
| Tipe | OLED capacitive touchscreen, 16M colors |
| Ukuran | 6.53 inches, 102.9 cm2 (~86.3% screen-to-body ratio) |
| Resolusi | 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~403 ppi density) |
| PLATFORM | |
| OS | Android 10.0; EMUI 10 with HMS (no Google Play Services) |
| Chipset | HiSilicon Kirin 985 5G (7 nm) |
| CPU | Octa-core (1×2.58 GHz Cortex-A76 & 3×2.40 GHz Cortex-A76 & 4×1.84 GHz Cortex-A55) |
| GPU | Mali-G77 (8-core) |
| MEMORY | |
| Card slot | No |
| RAM | 8 GB |
| Internal | 128GB 8GB RAM, 256GB 8GB RAM |
| Kamera Utama | |
| Sensor | 64 MP, f/1.8, 26mm (wide), PDAF 8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), PDAF, 3x optical zoom 8 MP, f/2.4, 17mm (ultrawide) 2 MP, f/2.4, (macro) |
| Fitur | LED flash, Panorama, HDR |
| Video | 2160p, 1080p, 720p@960fps, gyro-EIS |
| KAMERA SELFIE | |
| Sensor | 32 MP, f/2.2, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm |
| Fitur | HDR |
| Video | 2160p |
| KONEKTIVITAS | |
| WLAN | Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot |
| Bluetooth | 5.1, A2DP, LE |
| GPS | Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS, QZSS |
| NFC | Yes |
| Radio | |
| USB | 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go |
| FITUR | |
| Sensor | Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass |
| BATERAI | |
| Tipe | Li-Po, Non-removable Li-Po 4000 mAh battery |
| Size | 4000mAh |
| Harga | Rp 6.800.000 |



















