Beranda blog Halaman 34

Sinyal Anti-Badai! iQOO 15 Ultra Bawa 29 Antena Pintar untuk Gaming Tanpa Lag

0

Pernahkah Anda merasakan frustrasi mendalam ketika sedang asyik melakukan push rank, namun tiba-tiba karakter Anda berhenti bergerak karena sinyal yang tidak stabil? Dalam dunia mobile gaming yang kompetitif, satu milidetik bisa menjadi penentu antara kemenangan gemilang atau kekalahan yang memalukan. Seringkali, kita menyalahkan penyedia layanan internet atas masalah ini, padahal perangkat keras yang kita genggam juga memegang peranan vital dalam menangkap dan mengelola sinyal tersebut. Masalah klasik seperti “death grip”—di mana tangan kita secara tidak sengaja menutupi garis antena saat memegang ponsel secara horizontal—telah lama menjadi musuh tak kasat mata bagi para gamers.

Di tengah persaingan pasar smartphone yang kian sengit, spesifikasi prosesor dan kapasitas RAM seringkali menjadi sorotan utama. Namun, sebuah terobosan baru tampaknya akan mengubah cara kita memandang pentingnya konektivitas pada perangkat gaming. Evolusi teknologi kini tidak lagi hanya berkutat pada seberapa cepat grafis di-render, melainkan seberapa konsisten data dapat dikirim dan diterima tanpa hambatan. Stabilitas jaringan menjadi fondasi baru bagi pengalaman bermain game tingkat profesional, terutama dengan maraknya turnamen esports yang mengandalkan koneksi 5G.

iQOO, sebagai sub-brand yang konsisten menargetkan segmen performa tinggi, kembali membuat gebrakan yang cukup mengejutkan. Berdasarkan informasi terbaru, perangkat andalan mereka yang akan datang, iQOO 15 Ultra, diprediksi akan membawa solusi radikal untuk masalah konektivitas ini. Tidak tanggung-tanggung, perangkat ini dikabarkan akan menanamkan puluhan antena pintar di dalam bodinya untuk memastikan tidak ada celah bagi sinyal buruk. Langkah ini menjanjikan sebuah standar baru dalam industri smartphone gaming, di mana latensi rendah bukan lagi sekadar janji manis pemasaran, melainkan realitas teknis yang dapat diukur.

Revolusi 29 Antena Pintar

Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa iQOO 15 Ultra akan dilengkapi dengan total 29 antena pintar. Angka ini merupakan jumlah yang sangat masif untuk sebuah perangkat seluler, mengingat kebanyakan smartphone flagship saat ini umumnya hanya memiliki belasan antena. Penambahan jumlah antena ini bukan sekadar gimmick angka, melainkan sebuah strategi teknis untuk menciptakan cakupan sinyal 360 derajat yang sempurna di sekitar perangkat.

Dengan 29 antena yang tersebar di berbagai sisi bodi, iQOO 15 Ultra dirancang untuk mengatasi masalah pemblokiran sinyal secara fisik. Saat Anda bermain game dalam mode lanskap, posisi tangan Anda secara alami akan menutupi sebagian besar sisi bingkai ponsel. Pada ponsel konvensional, hal ini sering menyebabkan penurunan kekuatan sinyal secara drastis. Namun, dengan konfigurasi antena pintar ini, perangkat dapat secara otomatis mengalihkan penerimaan dan pengiriman data ke antena yang tidak tertutup oleh tangan, memastikan aliran data tetap lancar tanpa gangguan.

imagem_2026-01-31_200310110

Teknologi ini bekerja layaknya sebuah orkestra yang harmonis. Sistem akan terus memantau kualitas sinyal dari setiap antena secara real-time. Jika satu antena mengalami penurunan kinerja akibat interferensi atau halangan fisik, beban kerja akan langsung dialihkan ke antena lain yang memiliki jalur lebih bersih. Ini sangat krusial bagi Anda yang menginginkan performa maksimal, sejalan dengan tingginya Skor Performa yang diharapkan dari perangkat ini.

Dukungan Pita N79 5G: Kunci di Keramaian

Selain jumlah antena yang fantastis, iQOO 15 Ultra juga membawa fitur spesifik yang sering diabaikan oleh produsen lain: dukungan untuk pita frekuensi (band) N79 5G. Bagi pengguna awam, istilah ini mungkin terdengar sangat teknis, namun implikasinya sangat besar dalam skenario penggunaan nyata. Pita N79 adalah frekuensi 5G yang sering digunakan di area dengan kepadatan tinggi, seperti stadion, gedung konser, atau arena turnamen esports.

Pernahkah Anda berada di sebuah konser atau pertandingan bola dan mendapati sinyal ponsel Anda penuh tetapi internet tidak jalan sama sekali? Itu adalah tanda kemacetan jaringan. Dukungan N79 memungkinkan iQOO 15 Ultra untuk beroperasi di jalur “bebas hambatan” yang jarang didukung oleh ponsel standar. Ini memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan. Bayangkan Anda sedang menonton turnamen game besar dan ingin melakukan live streaming atau bahkan berpartisipasi dalam sesi mabar di lokasi; dukungan N79 akan memastikan koneksi Anda tetap stabil di tengah ribuan perangkat lain yang berebut sinyal di frekuensi umum.

iQOO 15 Ultra: The First Phone to Master Ray Tracing and 120fps Simultaneously

Kombinasi antara 29 antena dan dukungan N79 ini menegaskan posisi iQOO 15 Ultra sebagai perangkat yang tidak hanya mengandalkan tenaga pemrosesan mentah, tetapi juga infrastruktur komunikasi yang superior. Hal ini tentu akan melengkapi berbagai Fitur Gaming lainnya yang mungkin disematkan pada perangkat ini, menjadikannya mesin tempur yang lengkap.

Mengapa Stabilitas Lebih Penting dari Kecepatan?

Dalam narasi pemasaran teknologi, kita sering disuguhi angka kecepatan download yang fantastis. Namun, bagi seorang gamer, bandwidth besar bukanlah segalanya. Kunci utama kenyamanan bermain game online adalah latensi (ping) yang rendah dan jitter (variasi latensi) yang minimal. Kehadiran 29 antena pintar di iQOO 15 Ultra secara langsung menargetkan pengurangan jitter tersebut. Dengan memiliki banyak opsi jalur penerimaan sinyal, ponsel dapat meminimalisir paket data yang hilang (packet loss) yang sering menjadi penyebab utama karakter dalam game melakukan teleportasi tiba-tiba atau respons yang tertunda.

Sistem antena yang cerdas ini juga diprediksi akan bekerja sangat efisien dengan teknologi Wi-Fi terbaru. Seringkali, masalah konektivitas bukan hanya pada jaringan seluler, tetapi juga pada bagaimana ponsel menangkap sinyal Wi-Fi di rumah yang mungkin terhalang tembok. Cakupan 360 derajat memastikan bahwa dalam posisi apa pun Anda memegang ponsel—apakah itu sambil tiduran, duduk, atau berdiri—penerimaan sinyal akan tetap optimal. Ini adalah bentuk perhatian terhadap detail ergonomi digital yang sering dilupakan.

iQOO 15 Ultra To Launch in The Future With Focus in Gaming and Productivity

Tentu saja, teknologi canggih ini membutuhkan ruang fisik di dalam perangkat. Tantangan rekayasa untuk memuat 29 antena tanpa membuat ponsel menjadi terlalu tebal atau panas adalah prestasi tersendiri. Ini mungkin akan berpengaruh pada Desain Terbaru yang diusung iQOO, di mana penempatan komponen harus dihitung dengan presisi milimeter.

Integrasi Hardware dan Software

Keberadaan perangkat keras antena yang mumpuni tentu harus didukung oleh perangkat lunak yang cerdas. iQOO kemungkinan besar akan menanamkan algoritma AI khusus untuk mengelola perpindahan antar antena ini. Algoritma ini harus mampu memprediksi pergerakan tangan pengguna dan kondisi jaringan dalam hitungan mikro-detik. Tanpa manajemen software yang baik, perpindahan antena justru bisa menyebabkan putusnya koneksi sesaat yang fatal dalam game kompetitif.

Selain itu, efisiensi daya juga menjadi pertimbangan. Mengaktifkan dan memantau banyak antena sekaligus tentu membutuhkan energi. Namun, dengan teknologi modem modern dan manajemen daya yang baik, iQOO 15 Ultra diharapkan dapat menyeimbangkan performa sinyal dengan ketahanan baterai. Ini penting agar sesi gaming maraton Anda tidak terganggu oleh notifikasi baterai lemah, meskipun sistem komunikasi bekerja keras di latar belakang.

imagem_2026-01-31_194523073

Bagi Anda yang menantikan kehadiran perangkat ini, informasi mengenai Jadwal Rilis tentu menjadi hal yang paling ditunggu. Jika iQOO benar-benar berhasil mengimplementasikan sistem 29 antena ini dengan sempurna, maka iQOO 15 Ultra berpotensi menjadi standar emas baru untuk konektivitas mobile, memaksa kompetitor lain untuk berinovasi lebih jauh dari sekadar meningkatkan kecepatan prosesor.

Pada akhirnya, iQOO 15 Ultra tampaknya tidak hanya ingin menjadi ponsel yang “cepat”, tetapi juga ponsel yang “dapat diandalkan”. Dalam ekosistem digital yang semakin padat dan penuh gangguan sinyal, keandalan adalah kemewahan baru. Dengan 29 antena pintar dan dukungan N79, iQOO memberikan janji yang sangat menggoda: kebebasan bermain di mana saja, kapan saja, tanpa takut terputus dari dunia maya.

Huawei Nova 14i: Baterai Monster 7000mAh, Tapi Kok Pakai Chipset Jadul?

0

Dunia teknologi, khususnya industri smartphone, selalu bergerak dengan kecepatan cahaya. Setiap tahun, kita disuguhi inovasi prosesor yang lebih cepat, kamera yang lebih tajam, dan desain yang semakin futuristik. Namun, sesekali ada momen di mana sebuah raksasa teknologi melakukan langkah yang membuat kita semua berhenti sejenak dan bertanya-tanya. Di tengah hiruk-pikuk peluncuran perangkat flagship dengan kecerdasan buatan yang canggih di tahun 2026 ini, Huawei justru mengambil rute yang sangat tidak terduga di pasar Hong Kong. Sebuah langkah yang bisa dibilang berani, atau mungkin nekat, tergantung dari sisi mana Anda melihatnya.

Bayangkan Anda sedang mencari ponsel baru di tahun 2026. Ekspektasi Anda tentu setidaknya perangkat tersebut menggunakan teknologi yang relevan dengan zamannya. Namun, Huawei baru saja meluncurkan Nova 14i secara diam-diam di Hong Kong dengan spesifikasi yang memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat gawai. Ponsel ini hadir dengan sebuah paradoks yang mencolok: ia membawa baterai berkapasitas monster yang jarang ditemui di pasaran, namun diotaki oleh “jantung” yang usianya sudah mencapai setengah dekade lebih. Ini bukan sekadar peluncuran produk biasa; ini adalah studi kasus menarik tentang prioritas fitur dan target pasar.

Strategi Huawei kali ini seolah ingin menantang norma bahwa “baru selalu lebih baik”. Dengan menyematkan komponen yang sudah dianggap usang oleh standar industri saat ini, namun memadukannya dengan fitur ketahanan daya yang luar biasa, Huawei Nova 14i menempatkan dirinya dalam posisi yang unik. Apakah ini sebuah langkah efisiensi biaya yang ekstrem, atau justru sebuah kejeniusan dalam membaca kebutuhan segmen pengguna tertentu yang lelah dengan ponsel canggih namun boros baterai? Mari kita bedah lebih dalam apa yang sebenarnya ditawarkan oleh perangkat yang satu ini.

Mengapa Snapdragon 680 Masih Bertahan?

Keputusan Huawei untuk menggunakan Qualcomm Snapdragon 680 pada Nova 14i di tahun 2026 adalah topik yang paling hangat diperbincangkan. Chipset ini, yang arsitekturnya sudah berumur sekitar enam tahun, seolah menolak untuk punah. Bagi Anda yang mengikuti perkembangan teknologi, tentu ingat bahwa chipset ini pernah menjadi primadona di kelas menengah ke bawah beberapa tahun lalu. Banyak pabrikan yang menggunakannya karena keseimbangan efisiensi daya yang baik.

Secara teknis, Snapdragon 680 adalah prosesor 4G yang dibangun dengan fabrikasi 6nm. Pada masanya, ia dipuji karena irit daya. Namun, menggunakannya di era di mana aplikasi semakin berat dan jaringan 5G sudah menjadi standar, tentu menimbulkan pertanyaan besar soal performa. Huawei tampaknya bertaruh bahwa target pasar Nova 14i tidak peduli dengan skor benchmark AnTuTu atau kemampuan gaming berat. Mereka mengincar pengguna yang hanya butuh ponsel untuk komunikasi dasar, media sosial ringan, dan navigasi.

imagem_2026-01-31_193148887

Penggunaan chipset lawas ini mengingatkan kita pada beberapa perangkat populer di masa lalu. Misalnya, Oppo A78 4G juga pernah mengandalkan chipset ini untuk memberikan pengalaman penggunaan harian yang stabil. Kala itu, strategi ini berhasil karena harganya yang kompetitif. Namun, di tahun 2026, toleransi pengguna terhadap kelambatan aplikasi mungkin sudah semakin menipis. Meski demikian, bagi Huawei, ketersediaan stok chip ini dan harganya yang mungkin sudah sangat terjangkau bisa menjadi alasan logis untuk menekan biaya produksi serendah mungkin.

Selain itu, kita tidak bisa memungkiri bahwa Snapdragon 680 memiliki rekam jejak yang panjang. Keandalan termalnya cukup baik, artinya ponsel tidak mudah panas saat digunakan untuk tugas-tugas ringan. Ini adalah poin penting bagi pengguna di iklim tropis atau mereka yang bekerja di lapangan. Anda bisa melihat bagaimana Prosesor Andalan ini pernah merajai pasar entry-level karena alasan tersebut.

Baterai 7.000mAh: Nilai Jual Utama

Jika chipset adalah titik lemahnya, maka baterai adalah senjata utamanya. Huawei Nova 14i dibekali dengan baterai berkapasitas masif 7.000mAh. Angka ini jauh di atas standar industri saat ini yang rata-rata masih bermain di angka 5.000mAh. Dengan kapasitas sebesar ini, Huawei jelas menargetkan pengguna yang memiliki kecemasan tinggi terhadap indikator baterai lemah atau battery anxiety.

Kombinasi antara baterai 7.000mAh dengan prosesor Snapdragon 680 yang terkenal irit daya bisa menghasilkan daya tahan yang fenomenal. Secara teori, ponsel ini bisa bertahan hingga dua atau bahkan tiga hari dalam penggunaan normal tanpa perlu menyentuh stopkontak. Ini adalah fitur impian bagi pengemudi ojek online, kurir ekspedisi, atau pekerja lapangan yang tidak memiliki akses mudah ke sumber listrik sepanjang hari.

Namun, ada harga yang harus dibayar untuk kapasitas sebesar ini, yaitu bobot dan waktu pengisian daya. Meskipun Nova 14i mendukung pengisian daya, mengisi baterai 7.000mAh tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar jika teknologi fast charging yang disertakan tidak cukup tinggi. Sayangnya, dengan chipset lawas, dukungan terhadap teknologi pengisian daya super cepat terkini mungkin terbatas. Ini adalah kompromi yang harus diterima pengguna demi ketahanan nyala layar yang panjang.

Penting untuk dicatat bahwa strategi menonjolkan baterai besar dengan prosesor hemat daya bukan hal baru, namun eksekusi 7.000mAh masih tergolong langka. Biasanya, ponsel dengan baterai sebesar ini memiliki desain yang cukup tebal atau bulky. Huawei harus memutar otak agar Nova 14i tetap nyaman digenggam meskipun membawa “tangki bensin” yang sangat besar di dalamnya.

Layar dan Visual: Cukup untuk Hiburan?

Beralih ke sektor visual, Huawei Nova 14i dilaporkan hadir dengan layar yang cukup luas. Pengalaman visual menjadi kunci, terutama bagi mereka yang gemar menonton video streaming atau sekadar scrolling media sosial. Namun, dengan penggunaan Snapdragon 680, kita bisa memprediksi bahwa resolusi dan refresh rate yang ditawarkan mungkin tidak akan setinggi ponsel flagship. Kemungkinan besar, layar ini masih menggunakan panel LCD untuk menekan biaya.

Huawei Makes a Stunning Comeback to Top China’s Smartphone Market

Meski demikian, untuk kelas harganya, layar yang luas tetap menjadi daya tarik. Pengguna di segmen ini seringkali lebih memprioritaskan ukuran layar daripada akurasi warna tingkat tinggi atau kecerahan puncak yang menyilaukan mata. Asalkan konten terlihat jelas di bawah sinar matahari dan teks mudah dibaca, itu sudah lebih dari cukup. Kita bisa melihat perbandingan dengan Spesifikasi Redmi 10C yang juga bermain di ranah serupa dengan spesifikasi layar yang moderat.

Desain depan ponsel ini kemungkinan besar akan mengadopsi gaya modern dengan punch-hole atau poni minimalis, mengingat Huawei selalu berusaha menjaga estetika produknya tetap elegan meski di kelas entry-level. Bezel mungkin tidak setipis seri Pura atau Mate, tetapi harusnya masih dalam batas wajar yang enak dipandang mata.

Kamera dan Fotografi

Di sektor fotografi, Huawei tidak pernah main-main, bahkan untuk lini Nova sekalipun. Meskipun Nova 14i adalah varian yang lebih terjangkau, ekspektasi terhadap kualitas kameranya tetap ada. Namun, keterbatasan ISP (Image Signal Processor) pada Snapdragon 680 tentu menjadi pembatas kemampuan pemrosesan gambarnya. Jangan berharap kemampuan rekam video 4K atau fitur AI fotografi tingkat lanjut yang membutuhkan tenaga komputasi besar.

Kamera pada Nova 14i kemungkinan besar didesain untuk kebutuhan dokumentasi standar. Foto dokumen, pemandangan dengan cahaya cukup, atau foto potret sederhana. Tantangan terbesar akan muncul pada kondisi minim cahaya atau low light. Di sinilah biasanya perbedaan antara chipset kelas atas dan kelas lawas terlihat jelas dalam hal pengurangan noise dan detail gambar.

Bagi Anda yang pernah menggunakan Oppo A77s, Anda mungkin memiliki gambaran tentang apa yang bisa diharapkan dari kombinasi sensor menengah dan chipset Snapdragon 680. Hasilnya biasanya “cukup baik” untuk media sosial, namun bukan untuk dicetak dalam ukuran besar atau kebutuhan profesional.

Posisi di Pasar Hong Kong

Peluncuran di Hong Kong memberikan konteks yang menarik. Hong Kong adalah pasar yang matang dengan penetrasi smartphone yang sangat tinggi. Konsumen di sana terbiasa dengan teknologi terbaru. Menghadirkan Nova 14i di sana bisa diartikan sebagai upaya Huawei mengisi celah pasar second phone atau ponsel kedua. Banyak profesional di Hong Kong yang membutuhkan ponsel cadangan dengan baterai badak untuk tethering atau komunikasi kerja terpisah.

imagem_2026-01-31_184718260

Selain itu, faktor harga tentu menjadi penentu. Jika Huawei membanderol Nova 14i dengan harga yang sangat agresif, ponsel ini bisa menjadi pilihan menarik bagi orang tua, pelajar, atau sebagai perangkat operasional bisnis. Keberanian Huawei menggunakan komponen lama juga menunjukkan bahwa mereka percaya diri dengan kekuatan merek mereka. Mereka yakin bahwa konsumen akan tetap membeli produk Huawei karena kualitas rancang bangun dan ekosistemnya, terlepas dari spesifikasi di atas kertas.

Kita juga harus mengingat konteks geopolitik dan rantai pasokan. Kemampuan Huawei untuk terus memproduksi dan meluncurkan ponsel di tengah berbagai batasan adalah sebuah prestasi tersendiri. Nova 14i mungkin adalah manifestasi dari strategi bertahan dan optimalisasi sumber daya yang ada. Daripada membiarkan komponen lama menumpuk, mereka mengemasnya ulang menjadi produk yang memiliki Unique Selling Point (USP) yang jelas: ketahanan baterai.

Perbandingan dengan Kompetitor

Jika kita melihat lanskap kompetisi, Nova 14i akan berhadapan dengan banyak ponsel entry-level dari brand lain yang mungkin sudah menggunakan chipset 5G murah. Namun, jarang ada yang berani menawarkan baterai 7.000mAh. Kebanyakan kompetitor bermain aman di 5.000mAh dengan fast charging. Di sinilah Huawei mencoba membedakan diri. Mereka tidak mencoba memenangkan perlombaan kecepatan, tetapi memenangkan perlombaan ketahanan.

Sebagai perbandingan, lihatlah bagaimana vivo T1 memposisikan diri beberapa waktu lalu. Fokusnya adalah keseimbangan. Nova 14i membuang keseimbangan itu demi memprioritaskan satu fitur unggulan (baterai) sambil mengorbankan fitur lain (performa chipset). Ini adalah strategi niche yang berisiko namun bisa sangat menguntungkan jika tepat sasaran.

Apakah Anda tipe pengguna yang rela mengorbankan kecepatan membuka aplikasi demi tidak perlu membawa power bank? Jika ya, maka Nova 14i berbicara langsung kepada Anda. Namun jika Anda adalah tipe yang tidak sabaran saat menunggu loading game, ponsel ini jelas bukan untuk Anda.

Kesimpulan: Langkah Cerdas atau Putus Asa?

Melihat Huawei Nova 14i secara keseluruhan, kita melihat sebuah produk yang jujur dengan identitasnya. Ia tidak berpura-pura menjadi ponsel gaming atau ponsel kamera pro. Ia adalah “kuda beban” yang dirancang untuk bekerja keras dalam durasi lama. Penggunaan Snapdragon 680 yang berusia 6 tahun memang terdengar mengecewakan di telinga para tech enthusiast, namun bagi pengguna awam, nama chipset seringkali tidak lebih penting daripada pengalaman nyata sehari-hari.

Langkah Huawei meluncurkan perangkat ini di tahun 2026 mengajarkan kita bahwa inovasi tidak melulu soal kecepatan prosesor. Inovasi juga bisa berupa keberanian untuk meracik spesifikasi yang tidak lazim demi memenuhi kebutuhan spesifik. Baterai 7.000mAh adalah solusi nyata bagi masalah modern: ketergantungan kita pada colokan listrik. Meskipun “otak”-nya tua, “jantung”-nya sangat kuat.

Pada akhirnya, pasar yang akan menentukan nasib Nova 14i. Apakah konsumen Hong Kong akan menyambut hangat ponsel baterai badak ini, atau justru mengabaikannya karena dianggap teknologi usang? Satu hal yang pasti, Huawei sekali lagi membuktikan bahwa mereka selalu punya cara untuk tetap relevan dan menjadi bahan pembicaraan, apapun strategi yang mereka ambil.

Ganggu Banget! Ini Cara Blokir Nomor Asing Mention Anda di Status WhatsApp

0

Pernahkah Anda merasa terganggu saat notifikasi ponsel berbunyi, berharap itu pesan penting dari kerabat atau rekan kerja, namun ternyata hanya sebuah “mention” di Status WhatsApp dari nomor yang sama sekali tidak Anda kenal? Fenomena ini belakangan semakin marak terjadi. Para pengirim spam dan penipu digital terus mencari celah baru untuk menarik perhatian calon korbannya, dan fitur status kini menjadi target empuk mereka.

Di tengah evolusi platform perpesanan instan yang semakin canggih, privasi menjadi barang mahal yang harus dijaga ketat. WhatsApp, sebagai aplikasi pesan terpopuler di dunia, menyadari betul tantangan ini. Bukan rahasia lagi jika banyak pengguna merasa risih ketika profil mereka ditandai (tag) dalam promosi judi online, pinjaman ilegal, atau iklan produk antah berantah yang masuk melalui celah fitur status.

Kabar baiknya, Meta telah merespons keluhan ini dengan serius. Pembaruan terbaru yang digulirkan membawa angin segar bagi Anda yang mendambakan ketenangan digital. Kini, kendali penuh ada di tangan Anda untuk menentukan siapa saja yang boleh menyebut atau melakukan mention akun Anda dalam pembaruan status mereka. Langkah ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan sebuah benteng pertahanan baru bagi privasi pengguna.

Kendali Penuh di Tangan Pengguna

Fitur keamanan terbaru ini dirancang dengan filosofi user-centric, di mana kenyamanan pengguna menjadi prioritas utama. Sebelumnya, pengaturan privasi status lebih berfokus pada siapa yang bisa melihat status Anda. Namun, dengan pembaruan ini, WhatsApp memperluas cakupannya ke siapa yang bisa berinteraksi dengan Anda melalui fitur tersebut.

Mekanisme ini bekerja dengan membatasi akses interaksi. Jika sebelumnya nomor asing yang menyimpan kontak Anda (meskipun Anda tidak menyimpannya) bisa dengan leluasa melakukan tagging, kini celah tersebut telah ditutup rapat. Ini adalah bagian dari rangkaian Fitur Terbaru yang terus dikembangkan Meta untuk memastikan ekosistem perpesanan yang lebih sehat dan aman.

WhatsApp’s New Feature Lets You Control Status Resharing

Penting untuk dipahami bahwa fitur ini tidak menghilangkan kemampuan mention sepenuhnya, melainkan memberikannya filter cerdas. Anda tetap bisa menikmati interaksi seru dengan teman-teman dekat, namun di saat yang sama menutup pintu bagi gangguan eksternal yang tidak diinginkan. Keseimbangan inilah yang coba ditawarkan oleh pengembang aplikasi dalam pembaruan kali ini.

Mengapa Fitur Ini Sangat Krusial?

Mungkin sebagian dari Anda bertanya, seberapa pentingkah membatasi mention di status? Jawabannya: sangat krusial. Dalam lanskap keamanan siber modern, interaksi sekecil apa pun bisa menjadi pintu masuk bagi ancaman yang lebih besar. Spam mention seringkali menjadi taktik awal social engineering untuk memancing rasa penasaran pengguna agar mengklik tautan berbahaya.

Selain itu, aspek psikologis juga bermain peran. Notifikasi yang terus-menerus dari orang tak dikenal dapat memicu kelelahan digital atau digital fatigue. Dengan membatasi akses ini, Anda secara efektif mengurangi “kebisingan” yang tidak perlu di ponsel Anda. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk meningkatkan Keamanan Data pengguna dari berbagai potensi serangan yang memanfaatkan celah aplikasi.

imagem_2026-01-31_200310110

Analisis mendalam menunjukkan bahwa pengguna yang mengaktifkan pembatasan privasi cenderung memiliki pengalaman penggunaan aplikasi yang lebih positif. Mereka terhindar dari paparan konten negatif dan potensi penipuan yang seringkali bersembunyi di balik status WhatsApp yang terlihat tidak berbahaya.

Panduan Langkah demi Langkah

Bagi Anda yang sudah tidak sabar untuk mengaktifkan fitur ini, prosesnya sangatlah mudah dan intuitif. WhatsApp telah menempatkan pengaturan ini di lokasi yang mudah dijangkau tanpa perlu menggali menu terlalu dalam. Berikut adalah panduan komprehensif untuk mengamankan akun Anda dari mention liar:

  1. Buka Aplikasi WhatsApp: Pastikan Anda telah menggunakan versi terbaru dari aplikasi WhatsApp. Pembaruan fitur biasanya digulirkan secara bertahap, jadi cek toko aplikasi Anda terlebih dahulu.
  2. Masuk ke Pengaturan (Settings): Ketuk ikon titik tiga di pojok kanan atas (untuk Android) atau tab Pengaturan di bawah (untuk iOS).
  3. Pilih Menu Privasi (Privacy): Di sini tersimpan semua kontrol keamanan akun Anda.
  4. Navigasi ke Status: Cari opsi yang bertuliskan ‘Status’.
  5. Atur ‘Mentions’: Anda akan menemukan opsi baru khusus untuk pengaturan mention.

imagem_2026-01-31_193148887

Di dalam menu tersebut, Anda akan dihadapkan pada beberapa pilihan. Opsi yang paling direkomendasikan untuk privasi maksimal adalah mengubah setelan dari “Everyone” (Semua Orang) menjadi “My Contacts” (Kontak Saya). Dengan memilih opsi ini, hanya nomor yang sudah Anda simpan di buku telepon yang memiliki privilese untuk menyebut Anda dalam status mereka.

Integrasi dengan Ekosistem Meta

Langkah WhatsApp memperketat privasi status ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah bagian dari strategi besar Meta dalam mengintegrasikan kenyamanan pengguna di seluruh platform mereka. Seperti yang kita tahu, kemampuan Cross-Posting antar aplikasi Meta semakin mulus, sehingga standar privasi pun harus diseragamkan.

Jika satu pintu (seperti Instagram atau Facebook) sudah memiliki filter ketat terhadap interaksi orang asing, maka WhatsApp sebagai aplikasi yang lebih personal wajib memiliki standar yang setara atau bahkan lebih tinggi. Pengaturan mention di status ini menjadi bukti bahwa batas antara ruang publik dan ruang privat digital semakin dipertegas oleh penyedia layanan.

imagem_2026-01-31_195014877

Fitur ini juga sangat relevan bagi Anda yang aktif dalam berbagai komunitas. Seringkali, fitur Mention Grup digunakan secara berlebihan oleh anggota yang tidak terlalu dekat. Dengan membatasi siapa yang bisa melakukan mention secara personal, Anda bisa tetap aktif di grup tanpa harus terganggu oleh notifikasi status yang tidak relevan secara personal.

Tips Tambahan Menjaga Ketenangan Digital

Selain mengatur privasi mention status, ada beberapa langkah lain yang bisa Anda ambil untuk memastikan WhatsApp Anda tetap menjadi alat komunikasi yang efektif, bukan sumber gangguan. Salah satunya adalah manajemen grup. Tidak jarang kita dimasukkan ke dalam grup yang sangat aktif namun kurang relevan.

Untuk kasus seperti itu, fitur Mute Grup adalah sahabat terbaik Anda. Kombinasi antara mematikan notifikasi grup yang berisik dan memblokir mention status dari orang asing akan memberikan ketenangan yang signifikan. Anda tidak perlu keluar dari grup (yang mungkin dianggap tidak sopan), namun tetap memiliki kendali atas atensi Anda.

ChatGPT Image Feb 1, 2026, 03_11_33 AM

Penerapan pengaturan ini mungkin tampak sederhana, namun dampaknya terhadap kualitas hidup digital Anda sangat besar. Di era di mana perhatian kita terus-menerus diperebutkan oleh algoritma dan notifikasi, kemampuan untuk berkata “tidak” pada gangguan—termasuk mention dari nomor asing—adalah sebuah kemewahan yang kini bisa Anda nikmati secara gratis.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera ambil ponsel Anda, masuk ke pengaturan, dan pastikan hanya orang-orang terdekat yang bisa menyapa Anda lewat status. Privasi Anda adalah prioritas, dan dengan fitur baru ini, WhatsApp telah memberikan kunci gemboknya kepada Anda.

Google Ungkap Data Perangkat yang Jalankan Android 16, Berapa Banyak?

0

Telset.id – Google baru saja memperbarui data distribusi sistem operasi mobile mereka, memberikan gambaran terkini mengenai lanskap adopsi Android di seluruh dunia. Sorotan utama tertuju pada kemunculan data mengenai berapa banyak perangkat yang sudah menjalankan Android 16, sistem operasi terbaru yang saat ini masih dalam fase pengembangan awal namun sudah mulai disebar ke berbagai perangkat mitra.

Langkah transparansi ini dilakukan Google melalui pembaruan berkala pada Android Studio, alat yang digunakan para pengembang aplikasi untuk memantau pangsa pasar versi OS. Data ini krusial bagi ekosistem, mengingat fragmentasi versi Android seringkali menjadi tantangan tersendiri dibandingkan dengan ekosistem tertutup milik kompetitor.

Meskipun Android 16 belum dirilis secara stabil untuk publik luas, kehadirannya dalam grafik distribusi menandakan bahwa proses adopsi di tingkat pengembang dan mitra manufaktur (OEM) berjalan cukup agresif. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Google tampaknya mempercepat siklus rilis untuk memastikan kompatibilitas yang lebih baik saat peluncuran resmi nanti.

Perangkat yang tercatat menjalankan Android 16 saat ini mayoritas adalah unit yang terdaftar dalam program Developer Preview dan Beta. Namun, menariknya, data ini juga mencakup perangkat dari mitra OEM yang telah mengonfirmasi pembaruan lebih awal. Salah satu yang paling menonjol adalah persiapan untuk perangkat lipat terbaru, di mana Motorola Razr 2025 diproyeksikan menjadi salah satu yang pertama mengadopsi fitur-fitur canggih dari OS ini.

Penting untuk dicatat bahwa angka adopsi Android 16 saat ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan versi stabil seperti Android 14 atau Android 15. Hal ini wajar mengingat statusnya yang belum final. Namun, masuknya Android 16 ke dalam radar data Google menunjukkan bahwa basis pengguna awal—terdiri dari pengembang dan early adopter—sudah cukup signifikan untuk dihitung secara statistik.

Selain perangkat lipat, segmen flagship standar juga berkontribusi pada angka distribusi awal ini. Beberapa pabrikan asal Tiongkok terlihat sangat proaktif dalam menguji coba sistem operasi ini. Sebagai contoh, bocoran terbaru mengindikasikan bahwa Vivo X200T akan hadir dengan integrasi mendalam terhadap fitur-fitur baru Android 16, yang tentunya akan mendongkrak angka adopsi saat perangkat tersebut dirilis ke pasar.

Google sendiri menggunakan data ini untuk mendorong pengembang agar segera mengoptimalkan aplikasi mereka. Dengan munculnya Android 16 di grafik distribusi, pesan yang tersirat jelas: OS ini nyata dan akan segera menjadi standar baru. Fitur-fitur seperti manajemen daya yang lebih baik dan API baru untuk kecerdasan buatan (AI) menjadi daya tarik utama.

Tidak hanya ponsel mainstream, segmen ponsel gaming dan lifestyle juga turut serta dalam gelombang awal ini. Pengguna antusias yang memiliki perangkat seperti ROG Phone 9 FE juga mulai mendapatkan akses ke fitur-fitur uji coba, yang secara langsung berkontribusi pada data yang diungkap oleh Google tersebut.

Data distribusi ini juga menyoroti pergeseran strategi Google yang lebih inklusif terhadap mitra perangkat keras. Jika sebelumnya pembaruan awal didominasi eksklusif oleh seri Pixel, kini merek lain seperti Motorola dengan seri lipatnya, Razr 60 Ultra, mendapatkan prioritas yang hampir setara dalam hal akses pengembangan perangkat lunak.

Secara keseluruhan, pengungkapan jumlah perangkat yang menjalankan Android 16 ini memberikan sinyal positif bagi kesehatan ekosistem Android. Meskipun angka persisnya masih berfluktuasi seiring dengan bertambahnya perangkat yang masuk ke program beta, tren kenaikan ini menjanjikan transisi yang lebih mulus ketika versi stabil diluncurkan nanti. Bagi pengguna, ini berarti waktu tunggu untuk mendapatkan OS terbaru mungkin akan lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sam Altman Akui OpenAI Kurangi Rekrutmen, Klaim AI Bikin Deflasi

0

Telset.id – CEO OpenAI, Sam Altman, secara terbuka mengakui bahwa perusahaannya kini mulai “menginjak rem” dalam hal penambahan karyawan baru. Dalam sebuah pertemuan town hall yang disiarkan langsung baru-baru ini, Altman mengungkapkan rencana untuk memperlambat laju rekrutmen secara dramatis seiring dengan kondisi keuangan perusahaan yang terus membakar miliaran dolar setiap kuartalnya. Ironisnya, pengakuan ini muncul bersamaan dengan ambisi OpenAI yang berkomitmen menggelontorkan dana lebih dari USD 1 triliun untuk membangun pusat data raksasa, sebuah pertaruhan besar di tengah fundamental bisnis yang dinilai masih tertinggal.

Pernyataan Altman ini menyoroti kontradiksi tajam dalam strategi OpenAI saat ini. Di satu sisi, perusahaan menghadapi realitas finansial yang menuntut efisiensi ketat, namun di sisi lain, mereka terus memompa narasi futuristik mengenai dominasi AI. Di tengah ketidakpastian ini, Altman tetap mempertahankan sikap optimisnya—atau mungkin defensif—mengenai dampak teknologi buatannya terhadap ekonomi global di masa depan.

Ketika ditanya mengenai potensi kecerdasan buatan untuk menyelesaikan kesenjangan ekonomi yang telah berlangsung selama beberapa dekade, eksekutif teknologi tersebut berdalih bahwa AI akan memberikan dampak “deflasi masif.” Menurutnya, kemajuan dalam pekerjaan komputasi, robotika, dan sektor lainnya akan menciptakan tekanan deflasi yang signifikan, membuat biaya hidup menjadi jauh lebih murah.

Argumen ini didasarkan pada premis bahwa AI akan meningkatkan produktivitas individu secara drastis. Altman memprediksi bahwa pada akhir tahun ini, seseorang yang menghabiskan USD 1.000 untuk biaya inferensi—biaya operasional menjalankan AI—dapat menyelesaikan sebuah perangkat lunak dalam waktu singkat. Tugas semacam ini, menurut klaimnya, sebelumnya membutuhkan satu tim penuh dan waktu yang jauh lebih lama untuk diselesaikan.

Prediksi Altman mengenai “uang yang menjadi lebih berharga” akibat deflasi yang didorong AI bukanlah hal baru. Sebelumnya, dalam konferensi tertutup Morgan Stanley pada bulan Maret lalu, ia juga melontarkan klaim serupa. Narasi mengenai era “kelimpahan” (abundance)—di mana biaya hidup menurun drastis dan manusia bisa memilih untuk tidak bekerja—telah lama menjadi senjata para pemimpin teknologi, termasuk Elon Musk dari xAI, untuk memanaskan siklus hype AI.

Namun, janji manis tersebut terasa seperti mimpi di siang bolong jika disandingkan dengan realitas ekonomi saat ini. Faktanya, teknologi AI masih sangat jauh dari kemampuan meningkatkan efisiensi yang cukup signifikan untuk mengimbangi inflasi. Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) bahkan baru saja memutuskan untuk menahan suku bunga tetap stabil, mengutip kekhawatiran berkelanjutan atas inflasi yang masih “meningkat”.

Alih-alih menurunkan harga, kehadiran AI justru lebih sering dikaitkan dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mempersulit kelangsungan hidup pekerja. Data menunjukkan bahwa pengangguran jangka panjang telah mencapai titik tertinggi dalam empat tahun terakhir, sementara para pencari kerja kesulitan mendapatkan posisi baru. Biaya hidup, terutama di kota-kota besar AS, terus merangkak naik, berlawanan dengan janji “radikal murah” yang didengungkan Altman.

Skeptisisme terhadap klaim Altman semakin menguat dengan adanya temuan dari para peneliti yang menunjukkan bahwa AI, dalam bentuknya saat ini, sebagian besar gagal mendongkrak produktivitas secara nyata. Berbagai survei bahkan menemukan tren yang meresahkan: jumlah orang yang menggunakan AI di tempat kerja justru menurun. Hal ini bertolak belakang dengan janji Putus Kerja Sama yang sering digemborkan para pemimpin teknologi.

Banyak pekerja berpendapat bahwa teknologi ini pada dasarnya tidak berguna bagi mereka, meskipun atasan mereka bersikeras bahwa itu adalah teknologi revolusioner pendorong produktivitas. Bagi para kritikus, AI dianggap sebagai jalan buntu. Beberapa pihak bahkan berargumen bahwa OpenAI sendiri mungkin hanyalah sebuah “rumah kartu” yang rentan runtuh jika terjadi penarikan dana besar-besaran atau krisis kepercayaan.

Altman sendiri tampaknya tidak berhenti pada klaim ekonomi. Ia bahkan melangkah lebih jauh dengan berargumen bahwa AI dapat menyembuhkan kanker, menyelesaikan masalah perubahan iklim, dan meringankan kesulitan finansial melalui konsep “kesehatan ekstrem universal.” Senada dengan itu, Elon Musk pernah meramalkan masa depan tanpa kemiskinan di mana menabung tidak lagi diperlukan, sementara CEO Anthropic, Dario Amodei, berpendapat manusia akan bekerja jauh lebih sedikit berkat AI.

Ini adalah pertaruhan yang sangat besar. Altman dan rekan-rekannya di industri teknologi masih harus membuktikan banyak hal karena realitas terus tertinggal di belakang janji-janji muluk mereka. Bahkan, Altman sendiri terdengar tidak sepenuhnya yakin bahwa “kelimpahan mendadak” ini akan berdampak baik bagi rata-rata orang tanpa adanya regulasi yang tepat.

“Kelimpahan yang jauh lebih besar dan akses serta biaya yang jauh lebih rendah untuk dapat menciptakan hal-hal baru… Saya pikir itu harus menjadi kekuatan penyeimbang dalam masyarakat,” ujar Altman. Namun, ia juga memberikan peringatan serius: “Selama kita tidak mengacaukan kebijakan di sekitarnya secara besar-besaran, yang mana itu bisa saja terjadi.” Sebuah pengakuan risiko yang cukup jujur di tengah gelombang investasi Investasi AI global yang semakin dipertanyakan efektivitasnya.

XLSmart Gaspol Perluas Jaringan 5G ke 88 Kota Tahun Ini

0

Telset.id – XLSmart memastikan langkah agresif dalam ekspansi layanan generasi kelima mereka dengan target menyelimuti 88 kota di Indonesia sepanjang tahun 2026. Operator seluler yang identik dengan warna biru ini berencana menambah cakupan jaringan 5G secara signifikan di puluhan kota baru, melengkapi infrastruktur yang sudah tersedia saat ini.

Langkah strategis ini dikonfirmasi langsung oleh manajemen XLSmart sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan data berkecepatan tinggi yang terus melonjak. Ekspansi ini tidak hanya sekadar menambah titik sinyal, melainkan memastikan ketersediaan layanan yang merata bagi pelanggan.

Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, menjelaskan bahwa penambahan wilayah jangkauan ini merupakan proyek besar perusahaan di tahun ini. Dari total kota yang sudah terlayani saat ini, XLSmart akan terus memacu pembangunan infrastruktur hingga mencapai target total 88 kota.

“Sekarang total sudah 33 kota, tambah lagi 20 kota, yang pada akhirnya nanti akan menjadi 88 kota totalnya. Jadi, ini lumayan besar, ini juga komitmen kami untuk pelanggan untuk memenuhi kebutuhan 5G di 88 kota,” ujar Shurish saat ditemui di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Pernyataan ini menegaskan posisi XLSmart yang ingin memperkuat posisinya dalam kompetisi Jaringan 5G nasional. Meskipun rincian spesifik mengenai daftar kota baru yang akan diselimuti 5G belum diungkap secara detail, pola ekspansi operator ini biasanya menyasar wilayah dengan trafik data tinggi dan ekosistem perangkat yang sudah matang.

XLSmart akan semakin memperluas jangkauan sinyal 5G di 2026. Operator seluler yang identik warna biru ini menargetkan ada penambahan sebanyak 55 kota lagi di tahun ini.

Saat ini, layanan 5G XLSmart tercatat sudah dapat dinikmati di berbagai kota besar dan wilayah penyangga. Beberapa di antaranya meliputi Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, Medan, Banjarmasin, Binjai, Boyolali, Karanganyar, serta sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebelumnya, layanan ini juga telah hadir lebih dulu di destinasi utama seperti Bali, Semarang, dan Makassar.

Bukan Sekadar “Logo 5G” di Pojok Layar

Salah satu poin kritis yang ditekankan oleh manajemen XLSmart adalah kualitas cakupan. Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menegaskan bahwa ekspansi ke 88 kota ini bukan sekadar gimmick marketing dengan menempatkan satu atau dua BTS di sebuah kota agar bisa diklaim sebagai “Kota 5G”.

Rajeev menjanjikan cakupan yang menyeluruh (contiguous coverage), sehingga pengalaman pelanggan saat berpindah tempat tetap konsisten. Hal ini menjadi pembeda penting mengingat di awal implementasi 5G di Indonesia, banyak keluhan mengenai sinyal yang hilang timbul atau hanya tersedia di titik-titik tertentu (spotty).

“Dan, saya ingin menegaskan kembali, bukan hanya 88 kota. Di 88 kota akan ada cakupan 5G menyeluruh. Bukan berarti di sebut kota terdapat 1.000 lokasi dan hanya 5G di 200 lokasi. Ke mana pun pergi, ini akan menjadi cakupan menyeluruh dan ini belum terjadi di banyak negara,” tegas Rajeev.

Optimisme XLSmart untuk Bangun BTS 5G secara masif ini didasari oleh data pertumbuhan adopsi perangkat di masyarakat. Rajeev mengungkapkan estimasi bahwa penetrasi smartphone yang sudah mendukung teknologi 5G di Indonesia kini telah mencapai angka 15-18%. Angka ini dinilai sudah cukup signifikan untuk menjustifikasi investasi besar-besaran di sektor infrastruktur jaringan.

Dari sisi infrastruktur teknis, kekuatan jaringan XLSmart saat ini ditopang oleh lebih dari 209 ribu Base Transceiver Station (BTS). Mayoritas dari jumlah tersebut masih berupa BTS 4G yang menjadi tulang punggung layanan saat ini, namun porsi BTS 5G terus ditingkatkan. Selain itu, jaringan ini diperkuat oleh fiber optik yang membentang luas antar pulau, melayani lebih dari 79,6 juta pelanggan, termasuk pengguna layanan Internet Rumah.

Perluasan ini menjadi sinyal positif bagi percepatan transformasi digital di Indonesia, di mana ketersediaan internet berlatensi rendah dan berkecepatan tinggi menjadi syarat mutlak untuk adopsi teknologi masa depan.

XLSmart Perluas Jaringan 5G ke 33 Kota, Segini Harga Paketnya

0

Telset.id – XLSmart secara resmi memperluas jangkauan layanan XL Ultra 5G+ ke 33 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia pada Jumat (30/1/2026). Ekspansi ini menandai penerapan teknologi blanket coverage, yang menjanjikan konektivitas 5G yang merata di seluruh area kota, bukan lagi hanya terbatas pada titik-titik tertentu (spot).

Peluncuran layanan ini dilakukan secara serentak di dua kota besar, yakni Jakarta dan Surabaya. Langkah strategis di awal tahun 2026 ini mempertegas posisi XLSmart dalam kompetisi infrastruktur telekomunikasi nasional, di mana ketersediaan sinyal yang stabil dan merata menjadi tuntutan utama konsumen digital saat ini.

Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menyatakan bahwa XL Ultra 5G+ merupakan layanan 5G blanket pertama di Indonesia. Dalam klaimnya, pelanggan dijanjikan pengalaman internet yang mulus baik di dalam maupun luar ruangan tanpa perlu mengalami perpindahan jaringan yang mengganggu.

“Dengan blanket coverage ini, seluruh area kota dan kabupaten yang terjangkau akan full ter-cover oleh layanan 5G. Ini komitmen kami menghadirkan pengalaman konektivitas tanpa batas,” tegas Rajeev dalam acara peresmian tersebut.

XLSmart

Saat ini, sebaran wilayah yang sudah terjamah layanan Internet 5G dari XLSmart mencakup area strategis seperti Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, Medan, Banjarmasin, Binjai, Boyolali, dan Karanganyar. Selain itu, sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga telah masuk dalam daftar cakupan. Sebelumnya, layanan ini telah lebih dulu hadir melayani pengguna di Bali, Semarang, dan Makassar.

Dari sisi performa teknis, XL Ultra 5G+ menawarkan kecepatan internet hingga 500 Mbps dengan latensi rendah dan kapasitas jaringan yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Kualitas jaringan ini bahkan telah divalidasi oleh Ookla, yang menobatkan XLSmart sebagai The Fastest 5G Network in Indonesia untuk periode paruh kedua (2H) tahun 2025.

Salah satu poin krusial bagi pelanggan adalah kemudahan akses. Berbeda dengan migrasi 3G ke 4G yang mewajibkan penggantian kartu fisik, pelanggan XLSmart tidak perlu mengganti kartu SIM untuk menikmati layanan 5G ini, asalkan perangkat yang digunakan sudah mendukung teknologi 5G. Layanan ini juga dapat dinikmati tanpa harus membeli paket khusus, meskipun operator menyediakan opsi paket premium untuk pengalaman maksimal.

Bagi pengguna yang menginginkan performa jaringan tanpa kompromi, XLSmart merilis rincian harga paket khusus XL Ultra 5G+. Untuk pelanggan XL Prabayar, tersedia kuota mulai dari 150 GB hingga 500 GB dengan kecepatan hingga 500 Mbps. Paket ini juga menyertakan benefit gratis roaming di 9 negara serta bonus langganan Vidio Platinum dan Disney+. Pembelian Paket 5G ini dapat dilakukan langsung melalui aplikasi myXL.

Sementara itu, bagi pelanggan pascabayar atau XL PRIORITAS, tersedia Paket Unlimited Ultra 5G+ dengan harga berlangganan Rp 200.000 per bulan. Paket ini menawarkan akses data tanpa batasan kuota, sebuah penawaran yang cukup kompetitif mengingat Harga Internet berkecepatan tinggi di Indonesia yang semakin terjangkau.

XLSmart

Paket-paket tersebut sebenarnya sudah tersedia sejak 17 Desember 2025 dan dirancang untuk terhubung secara otomatis ke jaringan 5G begitu pelanggan memasuki area yang terjangkau. Hal ini meminimalisir pengaturan manual yang kerap membingungkan pengguna awam.

Sebagai bagian dari kampanye peluncuran dan pembuktian keandalan jaringan, XLSmart menggelar XL Ultraverse Festival, sebuah konser lintas kota yang diadakan serentak di Jakarta, Surabaya, dan Bali pada 31 Januari 2026. Konser ini memanfaatkan teknologi 5G untuk koneksi real-time antar kota, memamerkan kemampuan latensi rendah jaringan mereka.

Tak hanya itu, portal 5G publik juga dihadirkan di sejumlah kota agar masyarakat luas dapat menjajal langsung pengalaman 5G, mulai dari bermain game dengan latensi rendah hingga menikmati hiburan digital interaktif. Hingga saat ini, infrastruktur jaringan XLSmart telah didukung oleh lebih dari 209 ribu BTS dan melayani sekitar 79,6 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Telkomsel Simpati Tawarkan Kuota Internet Anti Hangus dan Paket Serbu

0

Telset.id – Telkomsel kembali menghadirkan inovasi layanan data seluler untuk menjawab keresahan pelanggan terkait masa aktif paket data. Operator pelat merah ini memperkenalkan mekanisme baru bagi pengguna Simpati, di mana sisa kuota internet tidak akan hangus di akhir masa aktif, melainkan dapat diakumulasikan. Langkah ini dibarengi dengan penyegaran pada lini produk Paket Serbu yang menawarkan opsi komunikasi hemat.

Isu mengenai kuota data yang terbuang percuma saat masa aktif berakhir telah lama menjadi perhatian pengguna layanan prabayar. Dalam skema terbaru ini, Telkomsel Simpati memungkinkan pelanggan untuk memperpanjang masa guna sisa kuota mereka, dengan syarat melakukan pembelian ulang atau perpanjangan paket sebelum masa aktif paket sebelumnya habis.

Mekanisme rollover atau akumulasi data ini menjadi nilai tambah signifikan di tengah persaingan industri telekomunikasi yang ketat. Pelanggan kini memiliki fleksibilitas lebih dalam mengelola Kuota Internet mereka tanpa rasa khawatir kehilangan data yang sudah dibeli.

Ilustrasi paket internet Telkomsel Simpati yang sisa kuota internet tak akan hangus.

Strategi ini dinilai sebagai langkah retensi pelanggan yang efektif. Dengan memastikan sisa kuota tetap dapat digunakan di bulan berikutnya, Telkomsel tidak hanya meningkatkan value for money bagi pengguna, tetapi juga mendorong loyalitas pelanggan prabayar yang mendominasi basis pengguna seluler di Indonesia.

Selain fitur anti hangus untuk data internet, Telkomsel juga kembali memperkuat penawarannya melalui Paket Serbu. Paket legendaris yang dikenal dengan tarif terjangkau ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan komunikasi harian, baik untuk layanan suara (voice) maupun data dalam durasi harian atau mingguan.

Kehadiran kembali dan pembaruan Paket Serbu ini memberikan alternatif bagi segmen pengguna yang membutuhkan layanan sachet dengan harga mikro. Hal ini menjadi opsi menarik jika dibandingkan dengan layanan pascabayar seperti Paket Halo+ yang menyasar segmen pengguna dengan kebutuhan kuota besar dan tagihan bulanan tetap.

Ilustrasi paket internet Serbu dari Telkomsel.

Peningkatan layanan pada kartu Simpati ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memperkuat infrastruktur dan layanan pelanggan. Sebelumnya, operator ini juga telah menyatakan kesiapannya dalam optimalisasi Jaringan Telkomsel untuk menghadapi lonjakan trafik pada momen-momen krusial di tahun mendatang.

Langkah Telkomsel memperbarui skema paket Simpati dan Serbu ini juga terjadi di tengah dinamika pasar internet murah yang sedang bergejolak. Sebagai perbandingan, beberapa penyedia layanan internet rakyat baru-baru ini melakukan penyesuaian harga yang signifikan, di mana opsi paket murah mulai menghilang dan menyisakan pilihan dengan harga yang lebih tinggi.

Bagi pelanggan yang ingin menikmati fitur akumulasi kuota ini, disarankan untuk selalu memantau masa aktif paket melalui aplikasi MyTelkomsel. Kunci dari fitur “anti hangus” ini terletak pada disiplin pengguna dalam melakukan perpanjangan paket tepat waktu sebelum masa berlaku paket sebelumnya berakhir sepenuhnya.

Kemkomdigi Dorong Pemanfaatan Agentic AI untuk Kebijakan Publik

0

Telset.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Ismail, menegaskan pentingnya teknologi Agentic Artificial Intelligence (Agentic AI) sebagai instrumen strategis negara dalam merumuskan kebijakan publik. Langkah ini dinilai krusial agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang lebih presisi, adaptif, dan berbasis data riil di tengah ekosistem digital yang bergerak cepat.

Dalam acara Governance Agentic AI yang berlangsung di Jakarta Pusat, Rabu (28/1), Ismail menyoroti ketimpangan informasi yang dialami pemerintah dibandingkan sektor swasta. Ia mengungkapkan bahwa penguasaan teknologi Agentic AI menjadi kunci agar negara mampu membaca pola hidup digital masyarakat secara akurat, sehingga kebijakan yang lahir tidak lagi meleset dari sasaran.

Mengatasi “Blind Spot” Data Pemerintah

Ismail memaparkan realitas ironis di mana seluruh aktivitas masyarakat modern—mulai dari percakapan di aplikasi pesan, pencarian informasi di mesin pencari, interaksi di media sosial, hingga transaksi di marketplace—terekam dengan sangat rinci oleh platform digital. Namun, pemerintah justru tidak memiliki akses atau kemampuan yang memadai untuk membaca sumber data raksasa tersebut secara utuh.

Ketidakmampuan membaca data ini berdampak langsung pada kualitas kebijakan publik. Ismail mencontohkan sektor pariwisata dan transportasi sebagai bidang yang sering kali kebijakannya tidak tepat sasaran karena kurangnya pemahaman terhadap pola pergerakan dan preferensi masyarakat yang sebenarnya sudah terekam secara digital.

Poin krusial yang ditekankan Ismail bukanlah soal kepemilikan data secara sepihak. Isu utamanya adalah aksesibilitas dan kemampuan negara untuk membaca pola tersebut secara agregat (kumpulan data) demi kepentingan publik. Pendekatan ini memungkinkan pemerintah mendapatkan insight mendalam tanpa harus melanggar privasi individu atau menabrak prinsip hukum yang berlaku, termasuk undang-undang perlindungan data pribadi.

Kedaulatan Digital dan Peluang Ekonomi

Selain fungsi tata kelola pemerintahan, adopsi Agentic AI juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Ismail mengingatkan bahaya jika Indonesia hanya memposisikan diri sebagai konsumen teknologi yang sekadar mengadopsi solusi “barang jadi” dari luar negeri. Sikap pasif ini akan menempatkan Indonesia terus-menerus di lapisan terbawah rantai nilai ekonomi digital global.

Banyak solusi kecerdasan buatan global membutuhkan penyesuaian spesifik dengan konteks lokal Indonesia, baik dari segi budaya, geografis, maupun perilaku ekonomi. Celah inilah yang menurut Ismail harus diisi oleh talenta digital dalam negeri. Pemanfaatan teknologi ini membuka peluang bagi anak bangsa untuk mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja bernilai tambah tinggi.

Hal ini sejalan dengan tren global di mana teknologi cerdas mulai diimplementasikan di berbagai bidang, termasuk sektor keuangan dan layanan publik lainnya, untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan.

Etika dan Batasan yang Jelas

Meski potensi manfaatnya sangat besar, Kemkomdigi menyadari risiko yang menyertai teknologi otonom ini. Ismail menekankan perlunya kerangka etika dan batasan yang jelas sejak tahap awal implementasi. Hal ini penting untuk memastikan pemanfaatan Agentic AI berjalan secara bertanggung jawab dan meminimalkan risiko penyalahgunaan.

Penerapan tata kelola yang ketat diperlukan agar teknologi ini benar-benar berfungsi sebagai alat bantu pengambil keputusan, bukan justru menciptakan masalah baru dalam ranah privasi atau bias algoritma. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap langkah adopsi teknologi ini tetap berada dalam koridor hukum dan etika yang berlaku.

Baterai 9000mAh! Redmi Turbo 5 Max Bikin Powerbank Anda Jadi Barang Antik

0

Pernahkah Anda merasa cemas luar biasa saat melihat indikator baterai ponsel berubah menjadi merah di tengah hari yang sibuk? Fenomena “low-battery anxiety” ini adalah masalah klasik yang dialami hampir semua pengguna smartphone modern. Di tengah perlombaan produsen ponsel yang sibuk menipiskan bodi perangkat, seringkali kapasitas baterai menjadi korban, memaksa kita untuk selalu membawa pengisi daya portabel atau power bank kemanapun kaki melangkah.

Namun, Xiaomi tampaknya mengambil pendekatan radikal untuk menjawab keresahan tersebut melalui lini produk terbarunya. Raksasa teknologi asal Tiongkok ini baru saja membuat gebrakan dengan memperkenalkan Redmi Turbo 5 Max, sebuah perangkat yang diposisikan sebagai “value focused flagship”. Tidak main-main, ponsel ini hadir dengan spesifikasi yang bisa membuat kompetitor di kelas harganya merasa terintimidasi, terutama pada sektor daya tahan yang ditawarkannya.

Redmi Turbo 5 Max bukan sekadar ponsel pintar biasa; ia adalah pernyataan tegas bahwa performa tinggi dan daya tahan baterai ekstrem bisa bersanding dalam satu paket yang estetis. Dengan membawa chipset anyar yang bertenaga dan desain yang segar, perangkat ini siap mengguncang pasar smartphone global. Mari kita bedah lebih dalam apa saja keunggulan yang ditawarkan oleh monster baterai terbaru dari Xiaomi ini.

Performa Buas dengan Dimensity 9500s

Berbicara mengenai dapur pacu, Redmi Turbo 5 Max tidak ingin dipandang sebelah mata. Ponsel ini menjadi salah satu yang pertama di dunia yang ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 9500s. Bagi Anda yang mengikuti perkembangan teknologi prosesor, chipset ini pada dasarnya adalah versi “cutdown” atau versi efisiensi dari flagship Dimensity 9500. Meskipun demikian, performanya diklaim setara dengan Dimensity 9400 yang merupakan chipset kelas atas generasi sebelumnya.

Kombinasi chipset ini menjanjikan efisiensi daya yang luar biasa tanpa mengorbankan kecepatan. Untuk mendukung aktivitas multitasking yang berat, Xiaomi membenamkan RAM LPDDR5X hingga kapasitas 16GB. Jenis RAM ini dikenal memiliki kecepatan baca-tulis data yang sangat tinggi, memastikan perpindahan antar aplikasi berjalan mulus tanpa hambatan. Tidak hanya itu, penyimpanan internalnya menggunakan teknologi UFS 5.1 dengan kapasitas hingga 512GB, memberikan ruang lega untuk ribuan foto, video, dan aplikasi berat.

Dengan spesifikasi tersebut, Redmi Turbo 5 Max dapat melahap game-game berat dengan grafis tinggi tanpa “berkeringat”. Pengalaman bermain game akan terasa lancar, dan produktivitas kerja pun tidak akan terganggu oleh lag yang menyebalkan. Ini adalah definisi sesungguhnya dari flagship murah yang tidak murahan, memberikan performa premium dengan harga yang jauh lebih masuk akal.

Revolusi Baterai 9000mAh

Fitur utama yang menjadi headline dan daya tarik terbesar dari perangkat ini tentu saja adalah kapasitas baterainya. Redmi Turbo 5 Max dibekali dengan baterai berkapasitas raksasa, yakni 9.000mAh. Angka ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah disematkan dalam sejarah ponsel Redmi. Bayangkan kebebasan yang Anda dapatkan; Anda bisa meninggalkan rumah di pagi hari tanpa perlu membawa kabel charger atau power bank yang berat.

Xiaomi mengklaim bahwa perangkat ini mampu bertahan hingga 11 jam 10 menit. Mengingat kapasitasnya yang masif, angka ini kemungkinan besar merujuk pada screen-on time (waktu layar menyala) dalam penggunaan intensif, bukan sekadar waktu siaga. Ini adalah lompatan besar dalam hal otonomi perangkat mobile. Menariknya, ponsel ini juga mendukung pengisian daya cepat 100W. Teknologi ini memastikan bahwa meskipun kapasitas baterainya sangat besar, waktu yang dibutuhkan untuk mengisinya kembali tidak akan memakan waktu seharian.

Lebih canggih lagi, Redmi Turbo 5 Max juga mendukung fitur wired reverse charging sebesar 27W. Artinya, ponsel ini bisa berfungi layaknya power bank untuk mengisi daya gadget Anda yang lain, seperti TWS, smartwatch, atau bahkan ponsel teman Anda yang kehabisan daya. Fitur ini sangat praktis bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi dan menggunakan banyak perangkat ekosistem nirkabel.

Desain Premium dan Layar Memukau

Meskipun membawa baterai monster, Xiaomi tetap memperhatikan aspek estetika. Redmi Turbo 5 Max hadir dengan desain yang ramping dan modern. Bingkainya terbuat dari material metalik CNC yang kokoh, memberikan kesan solid saat digenggam. Bagian belakangnya menggunakan panel fiberglass yang tidak hanya kuat tetapi juga memberikan tekstur unik. Salah satu elemen desain yang mencolok adalah adanya “double ring turbine light strip” di bagian belakang yang memberikan identitas futuristik pada ponsel ini.

Redmi Turbo 5 Max - Sunshine Orange-

Pilihan warna yang ditawarkan pun sangat beragam dan menarik. Tersedia opsi Shadow Black untuk tampilan elegan, Ocean Blue yang segar, Cloud White yang bersih, dan varian spesial Sunshine Orange. Varian oranye ini disebut-sebut terinspirasi oleh palet warna iPhone 17 Pro, memberikan sentuhan kemewahan tersendiri. Ketahanan fisik perangkat ini juga patut diacungi jempol berkat sertifikasi IP66/68/69/69K, yang menjamin ketahanan terhadap air dan debu dalam berbagai kondisi ekstrem.

Beralih ke sektor visual, mata Anda akan dimanjakan oleh layar OLED seluas 6,83 inci dengan resolusi 1.5K. Layar ini mendukung refresh rate 120Hz untuk animasi yang super mulus. Kecerahan puncaknya mencapai 3.500 nits, menjamin visibilitas yang sangat baik bahkan di bawah terik matahari langsung. Xiaomi juga menyematkan teknologi dimming canggih, yakni 3840Hz high-frequency PWM dimming dan DC dimming, untuk mengurangi kedipan layar dan mencegah kelelahan mata. Dukungan Dolby Vision semakin melengkapi pengalaman multimedia Anda dengan konten HDR yang kaya warna.

Kamera dan Fitur Pendukung

Di sektor fotografi, Redmi Turbo 5 Max tidak mengecewakan. Kamera utamanya menggunakan sensor Light Fusion 600 beresolusi 50MP dengan ukuran sensor 1/1.95 inci. Sensor ini dilengkapi dengan fitur stabilisasi ganda, yakni OIS (Optical Image Stabilization) dan EIS (Electronic Image Stabilization), yang sangat berguna untuk menghasilkan foto tajam dan video yang stabil. Kamera ini mampu merekam video hingga resolusi 4K pada 60fps, cocok bagi Anda yang gemar membuat konten vlog.

Kamera utama tersebut dipandingkan dengan lensa ultra wide angle 8MP untuk menangkap lanskap yang lebih luas. Meskipun konfigurasi kameranya mungkin tidak sekompleks flagship harga puluhan juta, kombinasi ini sudah sangat mumpuni untuk kebutuhan fotografi sehari-hari dan media sosial. Hasil jepretan dijamin memiliki detail yang baik dan reproduksi warna yang akurat berkat pemrosesan gambar dari chipset Dimensity yang canggih.

Ponsel ini berjalan di atas sistem operasi Android 16 dengan antarmuka terbaru HyperOS 3. Berbagai fitur konektivitas modern juga turut hadir, mulai dari WiFi 6, Bluetooth 5.4, NFC untuk pembayaran digital, hingga sensor inframerah khas Xiaomi yang bisa mengubah ponsel menjadi remote kontrol. Keamanan biometrik ditangani oleh pemindai sidik jari ultrasonik di dalam layar, yang dikenal lebih cepat dan akurat dibanding sensor optik biasa. Tak ketinggalan, speaker stereo hadir untuk memanjakan telinga Anda saat menonton film atau mendengarkan musik.

Redmi Turbo 5 Max saat ini sudah mulai dijual di pasar Tiongkok dengan harga yang sangat kompetitif. Varian terendah dengan konfigurasi 12GB + 256GB dibanderol sekitar 2499 Yuan (sekitar Rp 5,6 jutaan jika dikonversi langsung). Sementara varian tertingginya, 16GB + 512GB, dijual seharga 3099 Yuan (sekitar Rp 7 jutaan). Meskipun Xiaomi belum mengonfirmasi ketersediaan global, rumor menyebutkan bahwa lini Turbo ini mungkin akan debut di pasar internasional, termasuk India, di bawah branding POCO. Jika benar masuk ke Indonesia, ponsel ini jelas akan menjadi penantang serius di segmen flagship killer.

Redmi Note 15 Pro+ 5G: Ponsel 5 Jutaan Rasa Tank dengan Spesifikasi Flagship

0

Telset.id – Jika Anda berpikir smartphone kelas menengah di tahun 2026 hanya berkutat pada peningkatan megapiksel kamera atau sedikit polesan desain, bersiaplah untuk merevisi persepsi tersebut. Xiaomi baru saja melempar standar baru yang cukup gila ke pasar Indonesia lewat peluncuran REDMI Note 15 Pro+ 5G.

Hadir di rentang harga lima jutaan, perangkat ini tidak lagi sekadar menawarkan spesifikasi di atas kertas, melainkan durabilitas fisik yang biasanya hanya dimiliki oleh ponsel rugged khusus militer. Tren gaya hidup 2026 yang semakin outdoor-centric dijawab Xiaomi dengan teknologi yang mereka sebut REDMI TITAN Durability.

Bagi Anda yang gemar bertualang atau sekadar ceroboh sering menjatuhkan ponsel, kehadiran seri ini adalah angin segar. Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, menegaskan bahwa perangkat ini dirancang sebagai partner tangguh untuk segala kondisi tanpa kompromi. Lantas, seberapa “badak” ponsel ini dan apakah performanya sebanding dengan ketangguhannya?

Standar Baru Ketahanan Fisik

Satu hal yang langsung menarik perhatian adalah klaim ketahanannya. Xiaomi tidak main-main dengan menyematkan sertifikasi IP69K pada REDMI Note 15 Pro+ 5G. Bagi yang belum familier, ini adalah level di atas IP68 standar. Artinya, ponsel ini tidak hanya tahan rendaman air hingga kedalaman 2 meter selama 24 jam, tetapi juga tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dan temperatur ekstrem.

Ketangguhan ini didukung oleh struktur REDMI Titan Structure yang mengombinasikan motherboard berkekuatan tinggi dan rangka tengah yang kokoh. Layarnya dilindungi Corning Gorilla Glass Victus 2, sementara panel belakang varian Pro+ menggunakan fiberglass ultra-tangguh. Hasil uji laboratorium menunjukkan perangkat ini aman meski jatuh dari ketinggian 2,5 meter ke permukaan granit.

Ini tentu menjadi kabar baik bagi pengguna yang penasaran dengan uji ketahanan ekstrem yang sering dilakukan pada ponsel-ponsel premium. Xiaomi tampaknya ingin memastikan bahwa rasa aman pengguna adalah prioritas utama tanpa harus mengorbankan estetika desain yang tetap tipis di angka 7,35mm.

Baterai Revolusioner Silicon-Carbon

Di balik bodi yang ramping, tersimpan monster energi yang siap menemani aktivitas padat seharian. REDMI Note 15 Pro+ 5G mengadopsi teknologi baterai Silicon-Carbon (SiC) berkapasitas 6.500mAh. Penggunaan material SiC sebesar 10% memungkinkan kepadatan energi yang lebih tinggi tanpa membuat ponsel menjadi tebal dan berat.

Teknologi ini dipadukan dengan chip manajemen daya Xiaomi Surge yang diklaim mampu mempertahankan kesehatan baterai di atas 80% bahkan setelah 1.600 siklus pengisian daya—setara dengan penggunaan normal selama enam tahun. Dukungan 100W HyperCharge memastikan pengisian daya super cepat, sebuah fitur yang sangat krusial bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Menariknya, Xiaomi juga menyematkan fitur reverse charging 22,5W. Fitur ini memungkinkan ponsel Anda berfungsi sebagai power bank darurat untuk perangkat lain. Ini adalah sebuah lompatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, terutama jika Anda membandingkannya dengan baterai monster yang ada di kompetitor sekelasnya.

Kamera 200MP dan Performa AI

Sektor fotografi juga mendapat perhatian serius. Ponsel ini membawa debut global sensor HPE 200MP berukuran 1/1.4 inci. Sensor besar ini didukung oleh kemampuan in-sensor zoom 2x dan 4x, yang memungkinkan pengguna mendapatkan detail tajam layaknya menggunakan lensa telefoto optik.

Xiaomi mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) secara mendalam pada sistem kameranya. Fitur AI Creativity Assistant dan dukungan Google Gemini membuat proses editing dan pencarian informasi menjadi lebih intuitif. Anda bisa mengeksplorasi lima focal length berbeda dari satu lensa utama, mulai dari landscape lebar hingga foto close-up yang detail.

Untuk urusan dapur pacu, REDMI Note 15 Pro+ 5G ditenagai oleh Snapdragon 7s Gen 4. Chipset ini didinginkan oleh sistem Xiaomi IceLoop, yang diklaim memiliki efisiensi transfer panas tiga kali lipat lebih baik. Kombinasi ini menjamin performa gaming dan multitasking tetap stabil tanpa throttling yang mengganggu.

Bagi Anda yang mencari kamera 200MP dengan dukungan pemrosesan gambar kelas atas di harga menengah, varian ini sulit untuk diabaikan. Ditambah lagi, layar 1.5K CrystalRes AMOLED dengan kecerahan puncak 3.200 nits menjamin visual yang memanjakan mata di bawah terik matahari sekalipun.

Harga dan Ketersediaan

Xiaomi membanderol REDMI Note 15 Pro+ 5G dengan harga yang sangat kompetitif mengingat fitur yang ditawarkan. Untuk varian 8GB/256GB dijual mulai dari Rp5.999.000, sedangkan varian tertinggi 12GB/512GB dibanderol Rp6.799.000. Penjualan perdana dimulai pada 30 Januari 2026 dengan berbagai promo menarik di kanal offline maupun online.

Dengan kombinasi ketahanan fisik “badak”, baterai masif, dan performa kamera yang solid, REDMI Note 15 Pro+ 5G tampaknya siap menjadi standar baru smartphone mid-range di tahun ini. Apakah Anda siap beralih ke perangkat yang lebih tangguh?

Cuma 4 Jutaan! Redmi Turbo 5 Bawa Baterai 7.560mAh & Fitur Ala Flagship

0

Pernahkah Anda membayangkan sebuah smartphone yang memiliki tenaga kuda layaknya mobil balap, namun dengan ketahanan energi seperti pelari maraton, dan semua itu dibanderol dengan harga yang tidak membuat dompet menjerit? Xiaomi tampaknya mendengar keinginan para tech enthusiast yang mendambakan keseimbangan sempurna antara performa buas dan efisiensi daya yang luar biasa.

Baru-baru ini, raksasa teknologi tersebut menggelar acara peluncuran produk baru Redmi yang cukup menghebohkan pasar. Meskipun sorotan utama sempat tertuju pada varian “Max” yang lebih besar, kehadiran Redmi Turbo 5 versi standar justru mencuri perhatian dengan proposisi nilai yang sangat menarik. Ini bukan sekadar ponsel kelas menengah biasa, melainkan sebuah perangkat yang membawa spesifikasi “mewah” namun tetap mempertahankan label harga yang masuk akal.

Dengan membawa chipset anyar dari MediaTek dan kapasitas baterai yang jauh di atas rata-rata industri saat ini, ponsel ini siap menjadi standar baru di segmen performa. Sebelum Anda memutuskan untuk mengganti perangkat lama, mari kita bedah secara mendalam apa saja keunggulan yang ditawarkan oleh perangkat yang digadang-gadang sebagai calon raja baru di kelasnya ini.

Debut Perdana Dimensity 8500

Salah satu daya tarik utama dari Redmi Turbo 5 adalah dapur pacunya. Ponsel ini menjadi yang pertama mendebutkan chipset terbaru MediaTek, yakni Dimensity 8500. Dibangun di atas proses fabrikasi 4nm yang efisien, chipset ini dipadukan dengan memori LPDDR5 dan penyimpanan UFS 4.1 yang kencang. Kombinasi ini menjanjikan performa yang tidak hanya cepat, tetapi juga stabil untuk penggunaan jangka panjang.

Untuk memastikan performa tetap terjaga saat digunakan bermain game berat atau multitasking intens, Xiaomi menyematkan sistem pendingin canggih. Ponsel ini menggunakan sistem pendingin pompa dingin bersirkulasi tertutup es 3D (3D ice-sealed circulating cold pump), teknologi yang sama yang ditemukan pada jajaran ponsel flagship Xiaomi. Ini adalah bukti bahwa Chipset Kelas Atas butuh manajemen suhu yang serius.

Selain itu, terdapat fitur “Rampage Engine” baru yang berfungsi untuk melakukan penyetelan (tuning) yang lebih baik pada frekuensi CPU, GPU, dan bahkan DDR. Hasilnya adalah performa yang jauh lebih stabil selama penggunaan berat, meminimalkan frame drop atau lag yang mengganggu.

Revolusi Baterai 7.560mAh

Di sektor daya, Redmi Turbo 5 benar-benar tampil “menggila”. Xiaomi membenamkan baterai berkapasitas masif 7.560mAh ke dalam bodi ponsel ini. Kapasitas ini jauh melampaui standar kebanyakan ponsel masa kini yang masih berkutat di angka 5.000mAh. Dengan kapasitas sebesar ini, Anda bisa mengucapkan selamat tinggal pada kecemasan kehabisan baterai di tengah hari.

Menariknya, baterai besar tersebut didukung oleh teknologi pengisian daya yang juga ngebut. Ponsel ini mendukung pengisian kabel 100W dan pengisian nirkabel 27W. Ini adalah kombinasi Baterai Monster dan pengisian cepat yang sangat jarang ditemukan di rentang harga ini, memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Layar Super Terang dan Desain Tangguh

Beralih ke bagian depan, mata Anda akan dimanjakan oleh layar AMOLED 6,59 inci yang kualitasnya setara dengan flagship premium. Xiaomi menyebutnya sebagai “Super Sunlight Screen”, yang dibangun dengan material luminesen M10. Layar ini mampu mencapai kecerahan puncak hingga 3.500 nits, angka yang fantastis untuk penggunaan di luar ruangan di bawah terik matahari.

Redmi Turbo 5 Design

Secara desain, Redmi Turbo 5 tampil lebih rapi dan elegan dibandingkan model Turbo sebelumnya. Ponsel ini memiliki bingkai logam, bagian belakang kaca dengan modul kamera vertikal yang bersih, bezel tipis, dan sudut-sudut yang membulat besar. Tersedia dalam pilihan warna Shadow Black, Light Sea Green, dan Auspicious Cloud White.

Ketangguhan fisik juga menjadi prioritas. Ponsel ini dilengkapi perlindungan ingress yang sangat lengkap, meliputi sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan IP69K untuk ketahanan terhadap air dan debu. Ini berarti perangkat ini siap menghadapi berbagai kondisi lingkungan ekstrem tanpa masalah.

Kamera dan Konektivitas Cerdas

Meskipun diposisikan sebagai ponsel performa, sektor kamera tidak sepenuhnya diabaikan, meski bukan fokus utama. Di bagian belakang, terdapat kamera utama 50MP yang ditemani oleh lensa ultrawide 8MP. Sementara untuk kebutuhan swafoto, tersedia lensa 20MP di bagian depan. Konfigurasi ini cukup untuk kebutuhan media sosial sehari-hari, meskipun mungkin bukan yang terbaik bagi fotografer profesional.

Salah satu fitur menarik lainnya adalah peningkatan kompatibilitas dengan perangkat Apple. Redmi Turbo 5 mendukung transfer file dan berbagi notifikasi lintas platform, sebuah fitur yang sangat berguna bagi pengguna yang memiliki ekosistem gadget campuran. Selain itu, terdapat konektivitas nirkabel “level kilometer” yang menjanjikan jangkauan sinyal yang lebih luas dan stabil. Jika Anda penasaran dengan varian yang lebih gahar, Performa Monster dari saudaranya, Turbo 5 Max, mungkin juga menarik untuk disimak.

Harga dan Ketersediaan

Lantas, berapa harga yang harus dibayar untuk semua kecanggihan ini? Xiaomi menetapkan harga yang sangat kompetitif. Redmi Turbo 5 dibanderol mulai dari 1.999 yuan (sekitar Rp 4,3 juta) untuk model dasar 12/256GB, dan naik hingga 2.599 yuan (sekitar Rp 5,6 juta) untuk varian tertinggi.

Penjualan telah dimulai segera di Tiongkok daratan. Dengan kombinasi spesifikasi tinggi dan harga agresif, Redmi Turbo 5 tampaknya siap mengguncang pasar smartphone di awal tahun ini.