Beranda blog Halaman 3107

Perangi Hoax, Facebook Lancarkan “Operasi Informasi”

0

Telset.id, Jakarta – Usaha salah satu sosial media terbesar di dunia, Facebook untuk memerangi berita hoax terus dilaksanakan. Kali ini mereka menargetkan penertiban berita yang mengkampanyekan berita terkoordinasi yang bertujuan menggiring opini masyarakat dengan melancarkan operasi informasi. Apa maksudnya?

Melihat hal tersebut, seperti dilansir dari laman CNET, Facebook merasa bertanggung jawab untuk mengembalikan keamanan komunitas mereka. Oleh karena itu, mereka meluncurkan sebuah operasi yang diberi nama ‘operasi informasi’.

“Kami akan memperluas fokus keamanan kami dari serangan biasa, seperti malware, peretasan, spam dan penipuan, agar juga mengikutsertakan penyalahgunaan platform seperti usaha untuk memanipulasi masyarakat,” ujar pihak Facebook.

Kini pihak Facebook sendang mengawasi 3 komponen utama dalam kampanye operasi informasi. Ketiga komponen tersebut diantaranya pengumpulan data yang jelas, pembuatan konten dan manipulasi akun untuk memperkuat opini.

Lebih lanjut mereka menjelaskan, proses tersebut termasuk mencuri dan mengekspos informasi yang bersifat pribadi, menyebarkan berita, baik asli maupun palsu melalui akun palsu dan mengkoordinasi akun palsu untuk memanipulasi diskusi politik yang menyebabkan pendapat tertentu dapat diperkuat sementara pendapat lain diperlemah.

Selain itu pihak Facebook menyatakan, pembelajaran mesin ini membantu mereka untuk menemukan berita palsu dengan melihat pola penggunaan. Contohnya seperti pengunggahan konten yang sama lebih dari satu kali

Sosial media tersebut mengatakan, pembelajaran mesin membantu mereka menemukan dan menghapuskan lebih dari 30 ribu akun palsu di Prancis. [NC/HBS]

4 Situs Operator Seluler yang Pernah Dikerjai Peretas

0

Telset.id, Jakarta – Selama dua hari terakhir ini masyarakat Indonesia digegerkan dengan peretasan dua situs operator seluler Indonesia, yakni Telkomsel dan Indosat Ooredoo. Selain kedua operator tersebut, sebelumnya hacker juga pernah beberapa kali menyerang situs milik operator seluler dunia lainnya, dengan “pesan” yang berbeda-beda.

Seperti diketahui, pada Jumat (28/4/2017) lalu situs utama Telkomsel “dikerjai” peretas, dimana sang peretas melakukan ‘curhat’ dengan melakukan deface. Mereka mengeluhkan mahalnya tarif Internet yang dipatok oleh pihak Telkomsel.

Sehari setelahnya, Indosat pun terkena serangan yang sama. Namun beruntung, situs yang di deface oleh para peretas bukan situs utama dari Indosat. Oleh karena itu, pihak Indosat tidak terlalu kalang kabut saat dikerjai oleh peretas.

Ternyata, selain kedua operator tersebut, ada empat operator seluler dunia yang ternyata pernah dikerjai oleh para peretas. Penasaran bukan operator mana saja yang pernah dikerjai para peretas? Nah, silahkan simak empat operator seluler yang pernah dikerjai para peretas, seperti yang telah kami himpun dari berbagai sumber berikut ini:

Mulai dari Vodafone dan OI>>>>

Duo Galaxy S8 Kembali Bermasalah Restart Sendiri

0

Telset.id, Jakarta – Samsung nampaknya masih belum bisa lepas dari berbagai masalah. Yang terbaru, sejumlah pengguna Galaxy S8 dan S8+ kembali melaporkan adanya masalah baru yang menjengkelkan. Kedua ponsel flagship terbaru Samsung itu disebutkan sering restart sendiri.

Setelah dilaporkan mengalami layar kemerahaan dan perangkat pengisian nirkabel yang tidak berfungsi dengan normal, kali ini penggunanya mengeluhkan perangkatnya melakukan restart dengan sendirinya.

[Baca juga: Layar Galaxy S8 Kemerahan, Samsung Segera Keluarkan Patch]

Dikutip dari laman Andoird Authority, dalam sebuah forum komunitas Samsung Amerika, beberapa orang mengeluhkan perangkat mereka, baik Galaxy S8 dan S8+ mengalami restart secara tiba-tiba.

“Saya baru saja memiliki Galaxy S8 selama lima hari. Selama 10 jam setelahnya, ponsel ini tiba-tiba restart dengan sendirinya sebanyak tujuh kali. Sungguh menjengkelkan,” tulis seorang pengguna yang mendapat ratusan komentar balasan.

Hingga saat ini, pihak Samsung sendiri belum memberikan konfirmasi apapun. Mereka mungkin akan melakukan penyelidikan terhadap masalah tersebut dan akan memberikan solusi secepatnya.

Sedangkan untuk masalah lainnya, saat ini pihak Samsung sudah mengeluarkan pembaharuan untuk mengatasi layar Galaxy S8 dan S8+ yang kemerahan. [NC/HBS]

LG Segera Luncurkan G6 Versi Mini!

0

Telset.id, Jakarta – Baru-baru ini LG baru meluncurkan ponsel teranyar mereka, yakni LG G6. Ponsel dengan konfigurasi dua kamera ini menjadi sorotan saat diluncurkan di berbagai negara di dunia.

Namun seperti dilansir dari laman Technobufallo, perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini nampaknya memiliki rencana lain terhadap ponsel tersebut. Mereka dikabarkan akan mengeluarkan versi mini dari G6 yang akan diberi nama G6 Mini.

Ponsel ini sendiri akan memiliki layar sebesar 5,4 inci saja. Jika dibandingkan dengan versi normalnya yang sebesar 5,7 inci, seharusnya ponsel ini tidak akan memiliki perbedaan yang signifikan di tangan pengguna.

Untuk spesifikasi sendiri, nampaknya pihak LG tidak akan memangkas spesifikasi seperti beberapa produk penyandang nama ‘mini’ sebelumnya. LG akan tetap menyematkan spesifikasi yang sama di G6 mini tersebut, mungkin termasuk konfigurasi dua kamera belakang.

Diduga, peluncuran produk ini sendiri untuk memberikan penggunanya pilihan, baik dari segi harga maupun ukuran. Hal ini dikarenakan masih banyak pennggunanya yang memilih unuk menggunakan layar berukuran sedang.

Namun untuk daerah penjualan sendiri, pihak LG nampaknya hanya akan memilih negara tertentu saja. Mereka tidak akan menjualnya di pasar Amerika dan negara maju lainnya dan mungkin akan memilih daerah berkembang untuk menjual ponsel tersebut. [NC/HBS]

Ini Dia Ponsel 4G Terkecil di Dunia

0

Telset.id, Jakarta – Jika produsen ponsel pintar lainnya berlomba-lomba menyajikan ponsel dengan layar lebar, maka perusahaan bernama Unihertz malah mencoba membuat ponsel 4G terkecil di dunia.

Seperti dikutip dari laman Business insider, ponsel yang diberi nama Jelly ini hanya memiliki ukuran layar sebesar 2,45 inci saja. Sungguh ukuran yang sangat mungil!

Untuk spesifikasi sendiri, ponsel ini ditanami MediaTek 6737M berkecepatan 1,1 GHz Quad-core dengan RAM sebesar 1GB. Untuk penyimpanan sendiri, mereka hanya menyematkan memori sebesar 8GB saja.

Di sisi jaringan, ponsel ini sudah mendukung jaringan 4G LTE dengan konfigurasi dual-SIM. Ponsel yang menjalankan sistem operasi Android Nougat ini juga memiliki baterai sebesar 950 mAh, slot microSD, serta dua depan belakang masing-masing 2MP dan 5MP.

Jelly sendiri akan dijual secara perdana pada laman Kickstarter pada 30 April mendatang. Untuk harga sendiri, mereka hanya akan mematok Jelly seharga US$ 70 atau sekitar Rp 1,1 juta saja. [NC/HBS]

Penjualan Perdana Mi 6 Ludes Dalam Hitungan Detik

0

Telset.id, Jakarta – Xiaomi baru saja melakukan penjualan perdana Mi 6 beberapa waktu yang lalu. Akibat antusiasme masyarakat Tiongkok yang tinggi, produk tersebut dikabarkan ludes hanya dalam hitungan detik saja.

Dikutip dari laman Gizmochina, penjualan perdana ini sendiri dilakukan secara online. Selain menjual di web resmi mereka yakni Mi Home dan Xiaomi Mall, Xiaomi menjual produk mereka di beberapa situs e-commerce setempat, seperti Jingdong, Tesco, dan Suning.

Pada penjualan kali ini sendiri, Xiaomi baru menawarkan satu varian warna dari Mi 6 saja, yakni Mi 6 berwarna hitam. Namun para pembeli dapat memilih dua opsi dari ponsel ini, yakni tipe RAM 6GB + penyimpanan 64GB atau tipe RAM 6GB + penyimpanan 128GB.

Kedua tipe ponsel ini sendiri dibanderol dengan harga yang cukup murah. Untuk tipe 6GB + 64GB dibanderol seharga US$ 360 atau sekitar Rp 4,8 juta dan untuk tipe 6GB + 128GB dibanderol seharga US$ 420 atau setara dengan Rp5,6 juta.

Meskpiun sudah ludes, perusahaan asal Tiongkok ini menegaskan bahwa pada Jumat (5/5/2017) pekan depan, pihaknya akan kembali menjual produk tersebut. Namun hingga saat ini, masih belum ada konfirmasi apakah produk ini akan secara resmi masuk ke Indonesia atau tidak.

Xiaomi Mi 6 sendiri memiliki spesifikasi yang sangat mumpuni. Ponsel ini memiliki prosesor Octa-core 2.45 GHz dengan chipset Snapdragon 835 dan memiliki kemampuan kamera ganda di bagian belakang. [NC/HBS]

Saingi Google, Apple Uji Coba Mobil Tanpa Pengemudi?

1

Telset.id, Jakarta – Persaingan dua raksasa teknologi asal Amerika, yakni Google dan Apple semakin memanas. Hal ini ditunjukkan dengan mulai diuji cobanya mobil tanpa pengemudi milik Apple di wilayah Silicon Valley beberapa waktu yang lalu.

Dikutip dari laman Ubergizmo, kabar ini mencuat setelah seorang netizen berhasil menangkap gambar sebuah kendaraan Lexus RX450h SUV berwarna putih yang dilengkapi oleh berbagai sensor diatasnya.

Cotohnya saja di bagian atas dari kendaraan tersebut disematkan unit Velodyne LiDAR. Unit ini merupakan perangkat keras yang biasa dipakai sebagai sensor husus bagi kendaraan tanpa pengemudi.

Selain itu terlihat juga mobil tersebut dipasangi berbagai kamera di setiap sudut kendaraan, yang berfungsi sebagai ‘mata’ penglihatan kendaraan tersebut secara 360 derajat. Tentunya di depan dan belakang mobil ini juga dipasangi sensor khusus.

Namun hingga saat ini, pihak Apple belum memberikan konfirmasi resmi terkait dengan rumor tersebut. Mereka masih bungkam setiap kali ditanyakan mengenai perkembangan mobil tanpa awak.

Perlu diketahui, Apple sendiri sebenarnya sudah mengantongi izin untuk melakukan percobaan kendaraan tanpa pengemudi di wilayah Silicon Valley. Izin yang dikeluarkan oleh California Department of Motor Vehicles juga menyebutkan jenis kendaraan berupa Lexus RX450h SUV. [NC/HBS]

Donald Trump akan Sambangi Foxconn, Ada Apa?

0

Telset.id, Jakarta – Sebagian besar produksi dari perangkat Apple diproduksi oleh rekanan mereka asal Taiwan, Foxconn. Namun rupanya, keputusan ini acap kali di kritik oleh presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menginginkan produksi perusahaan tersebut ada di Amerika.

Oleh karena itu, Trump dikabarkan akan menemui presiden direktur dari Foxconn, Terry Gou  dalam waktu dekat ini. Namun, ada apa?

Dikutip dari laman 9to5mac, ternyata kunjungan Trump yang dimediasi oleh Presiden Direktur SoftBank Group, Masayoshi Son dirumorkan akan membahas soal kemungkinan akuisisi unit bisnis chip memori NAND milik Toshiba.

Selama ini Apple dan Foxconn merupakan dua perusahaan yang paling berambisi untuk mencaplok NAND. Pemerintah Amerika ingin memastikan akuisisi tersebut tidak akan membahayakan keamanan nasional negara mereka.

Perlu diketahui, unit bisnis NAND Toshiba sendiri memiliki kaitan dengan Westinghouse yang merupakan unit pengembangan nuklir Amerika di bawah naungan Toshiba. Unit ini sendiri memiliki teknologi reaktor berstandar militer.

Akan tetapi, kabar ini belum dikonfirmasi oleh pihak manapun. Lalu apakah nantinya Trump akan membahas mengenai potensi bisnis Apple? Yah, siapa yang tahu. [NC/HBS]

Giliran Subdomain Situs Indosat Ooredoo ‘Diusilin’ Hacker

0

Telset.id, Jakarta – Rupanya serangan hacker belum selesai. Setelah situs Telkomsel kemarin dibuat tumbang, kini giliran subdomain situs Indosat Ooredoo yang menjadi sasaran keusilan hacker.

Kabar diretasnya subdomain situs Indosat Ooredoo diketahui setelah muncul screenshot di lini masa pada Sabtu (29/4) pagi. Berbeda dengan peretas situs Telkomsel yang tak menyebutkan identitasnya, hacker yang meretas situs Indosat Ooredoo ini mengaku sebagai Cepz Decoded.

Dalam aksinya ini, sang hacker juga meninggalkan pesan kepada pihak Indosat. Namun pesan yang dituliskan kali ini terlihat lebih “sopan”, dan hanya seperti ingin menasihati operator seluler milik Group Ooredoo dari Qatar itu.

“Ngerasain kan gimana kena hack? Tetap ganteng aja min, ra usah saling sindir, sesama provider saling support ae. Tanpa kalian kita bisa apa? Tanpa internet, langsung merana, kasian joblo yang kesepian, yakan yakan,” tulis hacker bernama Cepz Decoded.

Peretasan ini dilakukan sejak Jumat (28/4) malam, namun baru diketahui publik pada Sabtu pagi ini. Dan dari pantauan Tim Telset.id, pada Sabtu siang, subdomain situs Indosat Ooredoo yang diretas sudah dapat diakses kembali.

[Baca juga: Benarkah Tarif Internet Telkomsel Mahal?]

Namun sepertinya situs Indosat ini masih belum sepenuhnya pulih, karena masih lambat saat coba dinavigasi. Selain itu, saat coba untuk di search via Google, makan kita akan mendapati tulisan “Hacked by Cepz Decoded” untuk situs arena.indosatoredoo.com.

Sebelumnya, situs Telkomsel menjadi sasaran serangan hacker. Situs operator terbesar di Indonesia sempat lumpuh cukup lama. Sang hacker juga meninggalkan pesan kepada Telkomsel soal tarif Internet yang dituding kemahalan.

[Baca juga: Situs Diretas, Telkomsel Minta Maaf]

Yang menarik, kesialan yang menimpa Telkomsel itu justru dimanfatkan dua operator lainnya, yaitu XL Axiata dan Indosat untuk menyindir Telkomsel via Twitter. Dalam cuitannya, kedua operator ini seakan membenarkan tarif internet Telkomsel mahal, dan meminta pengguna memakai layanan Internet mereka yang diklaim “lebih murah”.

“Untuk user operator tarif mahal. Sabar ini ujian. Dari XL dengan tarif bersahabat, YouTube tanpa Kuota setiap saat,” tulis akun @MyXL.

Tak mau kalah, pihak Indosat juga mencuitkan sindirannya via Twitter:

“Ada keramaian apa pagi ini? Bayar Kuota mahal? IM3 Ooredoo sih ngasih banyak kuota ga pakai mahal. Terbukti!,” cuit akun @IM3OoredooJBTK.

[Baca juga: Ini Perbandingan Tarif Internet Operator di Indonesia]

Kedua cuitan ini sempat memancing keramaian di lini masa. Alih-alih mendapat dukungan, kedua operator ini justru dibully oleh para netizen, karena menganggap layanan mereka lebih buruh dari Telkomsel. Tak heran, kini sang hacker memberikan “teguran” pada Indosat. [HBS]

 

Advan Gelar Super Selling G1 di Tiga Kota Besar

0

Telset.id, Jakarta – Antrean panjang di tiga kota besar, Jakarta, Bandung dan  Surabaya untuk mendapatkan Advan G1. Antrean tersebut terdiri dari mereka yang sudah melakukan pre -order dari tanggal 17-20 April 2017.

Ellen Angerani, GM Sales Advan mengungkapkan, ribuan unit yang disediakan khusus untuk masa pre-order  yang dimulai dari tanggal 17 sampai 20 April 2017 di tiga kota tersebut ludes dipesan konsumen. Selanjutnya, konsumen secara serentak melakukan pengambilan unit produk pada tanggal 28 April 2017.

Untuk pengambilan unit Advan G1 di Jakarta dipusatkan di ITC Roxy Mas. Tampak  antrean panjang di booth Advan. Hal yang sama terjadi di kota Bandung, tepatnya di Bandung  Electronic Center (BEC). Di kota ini, konsumen  berjubel antre. Begitupun di WTC Galeria  Surabaya,  konsumen sudah berdatangan sejak  siang, padahal pengambilan unit Advan G1 baru dimulai sore hari, sekitar jam 18.00 wib.

Menurut Ellen Angerani, besarnya animo masyarakat terhadap Advan G1 semakin mengukuhkan Advan sebagai brand nasional yang memiliki produk berkualitas tinggi dan sanggup bersaing dengan brand global. Pihaknya melakukan sistem quality control yang begitu ketat saat proses pembuatannya agar bisa memuaskan konsumen Tanah Air.

Selain itu, Ellen melihat ada faktor lain yang mendorong tingginya respon konsumen yang melakukan pre order Advan G1. Pertama, Advan G1 memiliki kualitas kamera yang mumpuni dengan penggunaan lensa Largan yang telah terkenal handal karena dipercaya oleh beberapa brand besar.

Selain itu,  Advan G1 menggunakan sistem operasi unik IDOS (Indonesia Operating System) versi IDOS 6.12 dengan basis Android Marshmallow 6.0. IDOS memiliki fitur security dengan keunggulan unik yaitu enskripsi data yang dapat memberikan kemanan saat bertransaksi online menggunakan smartphone serta fitur panduan muslim yang menampilkan Alquran, Asmaul Husna, Petunjuk arah kiblat, Restaurant Halal, sehingga hal ini memang khusus dirancang berdasarkan kebutuhan dan kebiasaan orang Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih dengan antusiasme yang begitu besar dari masyarakat Indonesia untuk memiliki Advan G1. Smartphone ini memang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di mana sejak tahap pengembangannya sudah melibatkan konsumen,” kata Ellen Angerani, GM Sales Advan. (MS)

iPhone Masa Depan Bisa Isi Baterai via WiFi?

0

Telset.id, Jakarta – Teknologi yang terus berkembang pesat telah menghadirkan inovasi yang dulunya seperti tak terbayangkan menjadi kenyataan, salah satunya adalah teknologi pengisian baterai. Jika sekarang kita telah melihat teknologi wireless charging sudah banyak diimplementasikan pada perangkat smartphone, maka nanti mungkin kita akan melihat orang isi baterai via WiFi atau seluler.

Teknologi ini telah mulai dirintis oleh raksasa teknologi Apple, yang diketahui telah mematenkan teknologi yang mampu melakukan pengisian baterai pada berbagai perangkat lewat beragam gelombang radio, termasuk jaringan seluler dan WiFi dan gelombang milimeter.

Untuk pengisian via jaringan seluler disebutkan antara 700 MHz dan 2700 MHz, sedangkan WiFi antara 2,4GHz dan 5GHz, sedangkan untuk gelombang milimeter antara 10GHz dan 400GHz.

Dalam penjelasan pada paten yang berjudul “Sistem komunikasi dan teknologi pengisian nirkabel dengan antenna berfrekuensi ganda”, disebutkan bahwa teknologi ini bisa memungkinkan perangkat memanfaatkan antena pemancar untuk menentukan lokasi fisik perangkat lain. Dengan begitu akan fokus pada sinyal di area tersebut untuk meningkatkan kecepatan proses pengisian baterai.

Selain pita antena yang lebih umum, paten juga secara khusus menyebutkan daya pemancar melalui panjang gelombang 60 GHz yang digunakan oleh standar WiGig 802.11ad.

Pilihan standar itu dianggap yang paling masuk akal, karena WiGig adalah standar formal yang paling mendekati untuk diimplementasikan dalam perangkat hardware daripada solusi gelombang milimeter lainnya.

Meski terlihat sangat menarik, namun harap diingat bahwa ini baru hanya sebatas paten aplikasi yang didaftarkan Apple. Jadi terlalu dini jika kita sudah beranggapan bahwa iPhone kedepan akan menggunakan teknologi pengisian baterai yang tanpa harus menancapkan charger ke colokan di dinding atau menaruhnya di wireless charging pad.

Tapi seperti yang telah kami katakan di atas, bahwa teknologi yang terus berkembang pesat telah menghadirkan inovasi yang dulunya seperti tak terbayangkan menjadi kenyataan. Jadi bukan tak mungkin Apple akan benar-benar menerapkannya pada iPhone di masa depan. [HBS]

 

 

4 Alternatif Software Komputer Gratis yang Layak Dicoba

1

Telset.id, Jakarta – Merakit sebuah komputer atau membeli sebuah laptop baru terkadang membutuhkan dana yang sangat besar. Maka tak jarang banyak orang kehabisan uang untuk membeli piranti lunak atau software komputer untuk menunjang pekerjaan atau sekedar menjadi sarana hiburan.

Contohnya saja software pengolah tulisan seperti Microsoft Office atau pengolah gambar sekelas Adobe Photoshop. Kedua aplikasi tersebut mengharuskan Anda untuk merogoh kocek yang cukup dalam untuk memilikinya.

Selain itu, ada juga beberapa aplikasi lainnya yang bersifat gratis atau sudah terpasang terlebih dahulu di perangkat Anda. Misalnya ada Google Chrome sebagai piranti lunak gratis yang populer atau windows media player sebagai pemutar media di perangkat kita.

Namun ternyata, ada alternatif lain yang memiliki fitur setara, bahkan lebih dan tidak berbayar alias gratis. Nah, biar tak penasaran, Tim Telset.id akan mengulasnya untuk Anda. Simak ulasannya.

Dimulai dari : Alternatif Pengolah Tulisan>>>