Beranda blog Halaman 274

Apple Tunda iPad Lipat, Fokus ke iPhone Lipat yang Lebih Siap

Telset.id – Jika Anda menantikan kehadiran iPad lipat dari Apple, bersiaplah untuk sedikit kecewa. Bocoran terbaru dari DigiTimes mengungkapkan bahwa raksasa teknologi asal Cupertino itu telah menghentikan sementara pengembangan perangkat tersebut. Alasan utamanya? Tantangan produksi yang rumit dan biaya tinggi yang mungkin sulit diterima pasar.

Padahal, sebelumnya Apple dikabarkan sedang menggarap perangkat layar lipat berukuran besar, yang oleh beberapa sumber disebut sebagai iPad lipat, sementara yang lain menyebutnya sebagai MacBook all-display. Namun, impian untuk memiliki perangkat ini dalam waktu dekat tampaknya harus ditunda. Menurut laporan tersebut, Apple menghadapi kesulitan teknis dalam menciptakan panel OLED lipat besar yang bebas dari crease (lipatan terlihat), terutama dengan standar kualitas tinggi yang selalu diusung perusahaan.

Selain masalah teknis, Apple juga dikabarkan khawatir dengan permintaan pasar yang terbatas untuk tablet lipat. Dengan harga yang diprediksi sangat tinggi, produk ini bisa sulit diposisikan di pasar yang lebih luas. Sebelumnya, perangkat ini dikabarkan akan memiliki layar OLED berukuran 18,8 hingga 20,2 inci dengan lipatan yang hampir tak terlihat dan rencana rilis antara 2026 hingga 2028. Namun, dengan pengembangan yang kini dihentikan sementara, timeline tersebut semakin tidak realistis.

iPhone Lipat Masuk Fase Prototipe

Sementara iPad lipat tertunda, kabar baik datang dari pengembangan iPhone lipat Apple. Menurut laporan yang sama, perangkat ini telah mencapai fase prototipe P1 pada Juni 2025 dan diperkirakan akan memasuki fase Engineering Verification Test (EVT) pada awal 2026. Bocoran menyebutkan bahwa iPhone lipat ini akan memiliki layar OLED 7,8 inci yang dipasok oleh Samsung, pemindai sidik jari Touch ID samping, serta rangka titanium alloy dengan engsel liquid metal untuk meningkatkan daya tahan.

Apple dikabarkan berambisi untuk menciptakan lipatan yang hampir tak terlihat, sebuah tantangan teknis yang belum sepenuhnya terpecahkan oleh pesaingnya. Jika semua berjalan sesuai rencana, iPhone lipat ini bisa meluncur pada September 2026 dengan kisaran harga $2.100 hingga $2.300—posisi premium yang konsisten dengan strategi harga Apple selama ini.

Lalu, mengapa Apple lebih memprioritaskan iPhone lipat ketimbang iPad lipat? Jawabannya mungkin terletak pada dinamika pasar. Seperti yang pernah kami bahas dalam artikel iPhone Lipat dan iPad/MacBook Hybrid Meluncur di 2026?, permintaan untuk smartphone lipat tumbuh lebih pesat dibandingkan tablet lipat. Selain itu, ukuran yang lebih kecil membuat tantangan teknis pada iPhone lipat lebih mudah diatasi.

Meski begitu, keputusan Apple ini bisa menjadi bumerang. Seperti diungkap dalam artikel Demi iPad Lipat, Apple Bakal “Tumbalkan” iPad Mini?, perusahaan tampaknya telah mengalokasikan sumber daya besar untuk pengembangan perangkat lipat. Jika iPad lipat benar-benar dibatalkan, investasi tersebut mungkin harus dialihkan sepenuhnya ke lini produk lain.

Jadi, apa langkah Apple selanjutnya? Dengan iPad lipat yang tertunda dan iPhone lipat yang masih dalam pengembangan, tampaknya perusahaan akan fokus menyempurnakan teknologi lipatannya terlebih dahulu. Seperti yang pernah kami singgung dalam Ssst.. Ada Kasak-kusuk Apple Siapkan iPad Lipat?, Apple dikenal tidak terburu-buru meluncurkan produk baru sebelum yakin akan kesempurnaannya. Mungkin, itulah yang sedang terjadi sekarang.

Bagi Anda yang sudah tidak sabar menantikan perangkat lipat Apple, bersabarlah. Jika rumor ini akurat, iPhone lipat mungkin akan menjadi produk pertama yang membawa teknologi ini ke ekosistem Apple. Dan seperti biasa, kualitas dan pengalaman pengguna yang mulus akan menjadi prioritas utama—meski harus menunggu lebih lama.

Samsung Galaxy Z Fold 7 Bocoran: Lebih Tipis dengan Kamera 200MP

Telset.id – Jika Anda mengira Samsung Galaxy Z Fold 6 sudah cukup tipis, bersiaplah terkejut. Bocoran terbaru dari tipster ternama Jukan Choi memperlihatkan Galaxy Z Fold 7 dalam warna biru elegan, dengan desain yang jauh lebih ramping dibanding pendahulunya. Seperti apa perubahan signifikan yang dibawa oleh foldable flagship terbaru Samsung ini?

Dari foto yang beredar, Galaxy Z Fold 7 terlihat sangat tipis, bahkan lebih ramping dari generasi sebelumnya. Meski belum mampu menggeser Honor Magic V5 sebagai foldable tertipis di dunia (dengan ketebalan 8.8mm saat tertutup), Z Fold 7 dikabarkan memiliki ketebalan sekitar 9mm—penurunan signifikan dari 12.1mm pada Fold 6. Bocoran ini juga memperlihatkan detail seperti speaker grille, slot SIM, lubang mikrofon, dan antena di bagian bawah perangkat.

Desain dan Kamera yang Lebih Mumpuni

Selain ketipisannya, foto yang bocor juga memperlihatkan tampilan depan dan belakang Galaxy Z Fold 7. Bagian depan masih tertutup film pelindung, sementara bagian belakang menampilkan warna biru baru serta konfigurasi kamera triple vertikal yang familiar. Namun, jangan terkecoh dengan desain yang mirip—kamera utama Z Fold 7 dikabarkan akan menggunakan sensor 200MP, didukung oleh lensa ultrawide 12MP dan telephoto 10MP dengan zoom 3x.

Perubahan lain yang cukup mengejutkan adalah kemungkinan ditinggalkannya kamera selfie di bawah layar. Samsung dikabarkan akan kembali menggunakan hole-punch camera untuk kamera depan, sebuah langkah yang mungkin mengecewakan beberapa penggemar teknologi UDC (Under-Display Camera).

Ditenagai Snapdragon 8 Elite dan Android 16

Di bawah kap, Galaxy Z Fold 7 diprediksi akan menggunakan chipset terbaru Qualcomm, Snapdragon 8 Elite, yang menjanjikan peningkatan performa dan efisiensi daya. Sistem operasinya kemungkinan besar adalah Android 16 dengan lapisan antarmuka One UI 8, membawa berbagai fitur baru yang dioptimalkan untuk perangkat foldable.

Samsung juga dikabarkan akan memperkenalkan konsep tri-fold yang telah lama diisukan dalam acara Galaxy Unpacked mendatang. Acara tersebut dijadwalkan pada 9 Juli di New York, di mana Z Fold 7 akan berbagi panggung dengan Galaxy Z Flip 7, Galaxy Watch 8, dan mungkin beberapa kejutan lainnya.

Jika bocoran ini akurat, Samsung Galaxy Z Fold 7 bisa menjadi salah satu foldable paling menarik tahun ini. Dengan desain yang lebih tipis, kamera 200MP, dan chipset terbaru, apakah Anda siap untuk upgrade?

Samsung Genjot Proses 2nm Generasi Ketiga, Targetkan Peningkatan Performa 30%

Telset.id – Kabar terbaru dari Samsung Foundry mengindikasikan strategi baru yang cukup mengejutkan. Alih-alih terburu-buru meluncurkan proses 1.4nm, raksasa Korea ini justru fokus menyempurnakan teknologi 2nm dengan peningkatan signifikan. Bocoran terbaru mengungkap, generasi ketiga proses 2nm mereka diklaim mampu meningkatkan performa hingga 30% dibanding pendahulunya.

Dalam forum SAFE untuk mitra Samsung pada 1 Juli lalu, perusahaan memperkenalkan proses 2nm generasi ketiga yang dikembangkan melalui teknik Optic Shrink pada node 2nm generasi kedua (SF2P). Menurut laporan ZDNet yang dikutip oleh tipster ternama @Jukanlosreve, proses baru bernama SF2P+ ini menawarkan peningkatan performa 20-30% dibanding teknologi sebelumnya.

Ilustrasi proses manufaktur chip 2nm Samsung

Strategi Baru: Stabilisasi Sebelum Lompatan

Penundaan proses 1.4nm ternyata bukan pertanda kekalahan. Seperti diungkapkan juru bicara Samsung, perusahaan lebih memilih konsolidasi dengan meningkatkan stabilitas produksi dan yield sebelum beralih ke node yang lebih kecil. “Target kami saat ini adalah mencapai yield 50% untuk chip 2nm dalam beberapa bulan ke depan,” jelas perwakilan tersebut.

Langkah ini sejalan dengan upaya Samsung Foundry dan divisi LSI yang sedang gencar mempersiapkan produksi massal prototipe Exynos 2600. Chipset flagship ini disebut-sebut akan mengadopsi teknologi 2nm dengan arsitektur GAA (Gate-All-Around). Sebelumnya, uji coba awal proses 2nm Samsung menunjukkan tingkat keberhasilan 30%, angka yang cukup menjanjikan untuk tahap pengembangan.

Persaingan Ketat dengan TSMC

Pergeseran strategi ini terjadi di tengah persaingan sengit dengan TSMC yang masih mendominasi pasar chip 3nm. Analis menilai, fokus pada penyempurnaan proses 2nm bisa menjadi senjata Samsung untuk mengejar ketertinggalan. Apalagi, kabarnya Qualcomm sedang mempertimbangkan memproduksi varian eksklusif Snapdragon 8 Elite Gen 2 untuk Galaxy S26 menggunakan proses 2nm Samsung dengan kode nama “Kaanapali S”.

Jika rencana ini berjalan mulus, bukan tidak mungkin kita akan melihat Galaxy S26 series menjadi produk pertama yang mengusung chip berteknologi 2nm. Persaingan semakin panas dengan kabar bahwa Google Pixel 11 juga diprediksi akan menggunakan chipset 2nm.

Meski perkembangan ini terlihat positif, para ahli masih menunggu bukti nyata ketika chip 2nm GAA pertama benar-benar terwujud. Bagaimana menurut Anda? Apakah strategi konsolidasi Samsung ini akan membuahkan hasil, atau justru membuat mereka semakin tertinggal di persaingan foundry global?

Intel Hentikan Pengembangan Glass Substrate, Fokus ke Bisnis Inti

0

Telset.id – Intel tampaknya sedang melakukan langkah-langkah besar untuk menyelamatkan bisnisnya. Setelah sebelumnya dikabarkan akan melakukan PHK besar-besaran, perusahaan teknologi asal AS ini kini memutuskan untuk menghentikan pengembangan glass substrate secara mandiri. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang digagas CEO baru, Lip-Bu Tan.

Glass substrate sebenarnya merupakan teknologi yang menjanjikan bagi Intel. Perusahaan ini bahkan sudah mengembangkan teknologi tersebut selama bertahun-tahun dan memiliki keunggulan dibandingkan kompetitor. Namun, demi efisiensi dan fokus pada bisnis inti seperti CPU dan manufaktur, Intel memilih untuk mengalihkan pengembangan glass substrate ke pihak ketiga.

Intel 18A Process Node Offers 25% Higher Frequency At ISO & 36% Lower Power At Same Frequency Versus Intel 3, Over 30% Density 1

Restrukturisasi Besar-Besaran di Divisi Foundry

Divisi foundry Intel memang sedang tidak dalam kondisi terbaik. Proses 18A yang sempat digadang-gadang sebagai solusi untuk bersaing dengan TSMC ternyata mengalami penundaan dan ketidakkonsistenan. Akibatnya, Intel memutuskan untuk mengurangi aktivitas di bisnis semikonduktor, termasuk menghentikan penjualan eksternal untuk proses 18A.

Meski begitu, Intel tetap akan menggunakan proses 18A untuk produk internal seperti Panther Lake dan Clearwater Forest. Namun, peluang proses ini untuk diadopsi oleh pasar eksternal semakin kecil. Seperti yang terjadi pada kebijakan efisiensi sebelumnya, Intel tampaknya lebih memilih fokus pada produk-produk yang benar-benar menguntungkan.

Masa Depan Intel Foundry yang Tidak Pasti

Dengan berbagai perubahan yang dilakukan, masa depan divisi foundry Intel masih menjadi tanda tanya. CEO Lip-Bu Tan memang sudah menyatakan bahwa perusahaan harus mengambil keputusan sulit untuk bertahan. Salah satunya adalah dengan memangkas proyek-proyek yang dianggap tidak menguntungkan, seperti pengembangan glass substrate secara mandiri.

Namun, Intel masih berharap bisa bersaing dengan TSMC melalui proses 14A. Hanya saja, proses ini membutuhkan volume eksternal yang besar agar benar-benar layak secara komersial. Jika tidak, bukan tidak mungkin Intel akan mengambil langkah lebih drastis, seperti yang dilakukan perusahaan lain dalam restrukturisasi bisnis teknologi.

Intel kini berada di persimpangan jalan. Keputusan-keputusan yang diambil dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan apakah perusahaan ini bisa bangkit atau justru semakin terpuruk.

AMD CEO Lisa Su Raih Gaji Rp 54 Miliar, Termasuk Bonus Saham Rp 540 Miliar

0

Telset.id – Jika Anda mengira gaji CEO teknologi hanya sebatas angka biasa, siap-siap terkejut dengan kompensasi yang diterima Lisa Su, CEO Advanced Micro Devices (AMD). Perusahaan baru saja mengungkap dalam laporan SEC bahwa Su akan menerima paket kompensasi senilai $34,3 juta (Rp 540 miliar) pada tahun ini, termasuk bonus saham yang nilainya 25 kali lipat dari gaji pokoknya.

Rinciannya? Gaji dasar Lisa Su tetap $1,32 juta (Rp 20,8 miliar), tetapi ia akan mendapatkan opsi saham senilai $33 juta (Rp 520 miliar) yang akan diberikan pada Agustus mendatang. Saham ini baru bisa dicairkan pada 2028, dengan syarat: performa AMD harus memenuhi target tertentu di bawah kepemimpinannya. Ini bukan sekadar bonus, melainkan bentuk kepercayaan investor terhadap strategi Su yang telah mengubah AMD dari underdog menjadi pesaing serius bagi Intel dan NVIDIA.

Lisa Su CEO AMD presentasi produk terbaru

Kinerja AMD di Bawah Kepemimpinan Lisa Su

Sejak Lisa Su mengambil alih AMD pada 2014, nilai saham perusahaan telah melonjak lebih dari 3.000%. Bulan Juni lalu saja, saham AMD naik 28% setelah analis mulai memprediksi dominasi perusahaan di pasar GPU dan komputasi AI. “AMD unik karena mampu bersaing di dua front sekaligus: CPU melawan Intel dan GPU melawan NVIDIA,” tulis laporan Morgan Stanley yang dikutip Telset.

Keberhasilan Su tidak lepas dari strategi agresif di segmen data center dan AI. Produk seperti Threadripper 9000 dengan 96 core dan kerja sama dengan TSMC untuk prosesor EPYC Venice 2nm menunjukkan ambisi besar AMD. Bahkan, kabarnya NVIDIA kesulitan memenuhi permintaan pasar sehingga beberapa pelanggan beralih ke solusi AMD.

Perbandingan dengan Rival di Industri

Meski angka $34,3 juta terkesan fantastis, kompensasi Lisa Su masih kalah dibandingkan CEO NVIDIA Jensen Huang yang gajinya mencapai $800 miliar per tahun. Namun, struktur pembayaran di AMD lebih berbasis kinerja—75% bonus saham Su tergantung pada capaian harga saham AMD hingga 2028. Artinya, tidak ada jaminan ia akan menerima seluruhnya.

Di internal AMD, Chief Technology Officer Mark Papermaster menerima $10 juta dalam opsi saham, sementara CFO Jean Hu mendapatkan $8,5 juta. “Ini menunjukkan betapa pentingnya tim eksekutif AMD dalam persaingan melawan Intel dan Arm,” kata seorang analis yang enggan disebutkan namanya.

Grafik pertumbuhan saham AMD 2024-2025

Pertanyaannya sekarang: apakah kompensasi sebesar ini sebanding dengan kontribusi Lisa Su? Jika melihat track record-nya, mungkin iya. Tapi pasar teknologi yang fluktuatif bisa saja mengubah segalanya dalam hitungan bulan. Bagaimana pendapat Anda?

AS Cabut Pembatasan Ekspor Software Chip ke China, Apa Dampaknya?

Telset.id – Dalam perkembangan terbaru yang mengejutkan, pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi mencabut persyaratan lisensi ekspor untuk perangkat lunak desain semikonduktor (EDA) ke perusahaan China. Keputusan ini diumumkan oleh Synopsys, salah satu penyedia utama EDA, melalui siaran pers kemarin. Pembatasan yang sebelumnya diberlakukan pada Mei lalu dianggap sebagai bagian dari tekanan AS dalam negosiasi perdagangan dengan China.

Langkah ini muncul tak lama setelah Presiden Donald Trump dan Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan China akhir bulan lalu. Departemen Perdagangan AS pun menarik kembali aturan yang sempat membatasi ekspor teknologi krusial ini. Padahal, sebelumnya, aturan tersebut dianggap sebagai senjata strategis AS untuk membatasi pengembangan industri chip China.

Latar Belakang Pembatasan Mei 2025

Pada 29 Mei 2025, Departemen Perdagangan AS mengeluarkan surat kepada perusahaan-perusahaan EDA terkemuka seperti Synopsys, Cadence, dan Siemens, yang mewajibkan mereka mendapatkan izin khusus untuk mengekspor produk ke China. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya AS untuk mempertahankan dominasi teknologi sekaligus memperkuat posisi tawar dalam perundingan perdagangan.

Perangkat lunak EDA sendiri merupakan tulang punggung industri semikonduktor global. Tanpanya, raksasa seperti NVIDIA, Intel, dan AMD tidak akan mampu merancang chip canggih mereka. AS, yang menguasai sebagian besar teknologi pendukung produksi chip, memang memiliki leverage kuat untuk membatasi akses negara lain, terutama yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional.

Dampak Langsung pada Perusahaan EDA

Ketika kabar pembatasan pertama kali beredar, CEO Synopsys sempat membantah menerima surat resmi dari pemerintah AS. Namun, tak lama kemudian, perusahaan menghentikan panduan keuangan mereka karena ketidakpastian dampak aturan baru ini. Cadence, pesaing utama Synopsys, juga mengakui pembatasan tersebut dalam pengajuan SEC mereka.

Kini, dengan pencabutan aturan tersebut, Synopsys menyatakan sedang berupaya memulihkan akses penuh ke pasar China. Namun, Cadence belum memberikan konfirmasi resmi mengenai hal ini. Pertanyaan besar kini adalah: apakah keputusan AS ini akan memperbaiki ketegangan perdagangan, atau justru membuka celah baru bagi China untuk mempercepat kemandirian teknologinya?

Seperti yang pernah kami laporkan sebelumnya dalam artikel Tarif AS Ancam Industri Chip Korea Selatan dan Taiwan, kebijakan AS seringkali memiliki efek domino yang luas. Pencabutan pembatasan EDA ini bisa menjadi angin segar bagi perusahaan China, tetapi juga memicu kekhawatiran di kalangan pengamat keamanan nasional AS.

Apalagi, seperti diungkap dalam Undang-Undang Chip AI terbaru AS, pemerintah tetap waspada terhadap potensi penyalahgunaan teknologi canggih oleh China. Lalu, apakah keputusan ini hanya bersifat sementara, atau menjadi tanda perubahan kebijakan yang lebih besar? Hanya waktu yang akan menjawab.

Telkomsel Raih Empat Penghargaan Internasional di TM Forum 2025

0

Telset.id – Telkomsel kembali mencatatkan prestasi internasional dengan meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang TM Forum Innovation Awards 2025 di Digital Transformation World (DTW) Copenhagen, Denmark. Penghargaan ini diberikan atas inovasi kolaboratif Telkomsel bersama mitra global dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk solusi jaringan dan layanan digital.

Keempat penghargaan yang diraih Telkomsel meliputi Outstanding Catalyst – Business Impact, Outstanding Catalyst – Use of TM Forum Assets, Outstanding Catalyst – Interactive Showcase, dan Outstanding Catalyst – Attendees’ Choice Award. Ajang ini diikuti lebih dari 800 perusahaan anggota TM Forum, termasuk 300 penyedia layanan komunikasi global.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, mengatakan, “Penghargaan ini membuktikan komitmen Telkomsel menghadirkan inovasi berbasis teknologi terkini, khususnya AI. Partisipasi kami dalam forum global selama tiga tahun terakhir mencerminkan dedikasi untuk menciptakan solusi digital future-ready.”

Proyek Kolaboratif Berbasis AI

Salah satu proyek yang meraih penghargaan adalah AI-Enhanced Digital Twins for Best NPS Network – Phase II. Inisiatif ini menggabungkan AI, digital-twin, dan big-data analytics untuk memprediksi kebutuhan kapasitas jaringan dan meningkatkan Net Promoter Score (NPS). Proyek ini dikembangkan bersama AIS, China Mobile, Entel, dan Vodafone Turkey.

Proyek lain yang mendapat pengakuan adalah GenAI Proactive Customer Care for 5G Monetization. Telkomsel bersama mitra seperti STC dan Huawei memanfaatkan Gen AI pada jaringan 5G untuk layanan pelanggan yang lebih personal dan real-time.

Konsistensi Prestasi Global

Pencapaian ini melanjutkan kesuksesan Telkomsel di ajang serupa pada 2024, di mana perusahaan meraih tiga penghargaan termasuk Best Moonshot Catalyst – Attendee’s Choice Award. Konsistensi ini memperkuat posisi Telkomsel sebagai inovator terdepan di industri telekomunikasi global.

Selain penghargaan utama, Telkomsel juga mendapat pengakuan sebagai Innovation Hub Pioneer Projects 2025 untuk proyek Intelligent Stability for Highly Autonomous Core Network, yang dikembangkan bersama Huawei dan STC. Proyek ini merintis jaringan inti berotonomi tinggi berbasis AI.

Indra menambahkan, “Melalui kolaborasi dengan mitra global, kami menunjukkan bagaimana AI dapat memangkas waktu respons, mengoptimalkan kapasitas jaringan, dan menciptakan peluang baru bagi pelanggan di Indonesia.”

Sebelumnya, Telkomsel juga telah meraih berbagai penghargaan internasional seperti PR Awards 2020 dan masuk dalam Top 5 GLOMO Awards 2025.

Informasi lebih lanjut tentang TM Forum’s Innovation Awards 2025 dapat diakses melalui situs resmi TM Forum.

Tecno Rilis Spark 40 Series dengan Helio G200 dan AMOLED 144Hz

0

Telset.id – Tecno secara resmi meluncurkan seri terbaru Spark 40, terdiri dari tiga varian: Spark 40, Spark 40 Pro, dan Spark 40 Pro+. Varian tertinggi, Spark 40 Pro+, menjadi ponsel pertama yang menggunakan chipset MediaTek Helio G200, dipadukan dengan layar AMOLED 144Hz dan baterai 5.200mAh.

Spark 40 Pro+ menawarkan spesifikasi unggulan, termasuk layar 6,78 inci beresolusi 1220p+ dengan refresh rate 144Hz dan proteksi IP64. Ponsel ini juga dilengkapi kamera utama 50MP, kamera selfie 13MP, serta dukungan pengisian daya nirkabel 30W. Harga resminya di Uganda adalah UGX 769.000 (sekitar $214).

Perbedaan Varian Spark 40 Series

Spark 40 Pro hadir dengan layar AMOLED datar 6,78 inci dan chipset Helio G100, sementara Spark 40 menggunakan layar IPS LCD 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz. Kedua varian ini tetap mengusung kamera 50MP dan baterai 5.200mAh dengan fast charging 45W.

Spark 40 Pro+ dan Pro sudah tersedia untuk pre-order di Uganda, sementara Spark 40 akan mulai dijual pada 7 Juli 2025. Varian Pro hadir dalam warna Ink Black, Moon Titanium, Lake Blue, dan Bamboo Green dengan harga UGX 679.000 ($189). Sementara itu, Spark 40 dasar dibanderol UGX 479.000 ($133).

Sebelumnya, Tecno juga telah memperkenalkan inovasi lain seperti Universal Tone untuk deteksi warna kulit dan kolaborasi dengan MediaTek dalam pengembangan teknologi AI.

Dengan kehadiran Spark 40 series, Tecno semakin memperkuat posisinya di pasar ponsel menengah dengan fitur unggulan seperti layar AMOLED berkinerja tinggi dan chipset gaming terbaru.

Infinix Hot 60i Resmi Dirilis dengan Baterai 5.160mAh dan Fast Charging 45W

0

Telset.id – Infinix secara resmi meluncurkan Hot 60i, smartphone terbaru dengan peningkatan signifikan pada kapasitas baterai dan kecepatan pengisian daya. Ponsel ini kini tersedia di Bangladesh dan Kenya, dengan harga mulai BDT 14.000 (sekitar Rp2,3 juta).

Hot 60i mengusung baterai berkapasitas 5.160mAh yang mendukung fast charging 45W, meningkat pesat dari pendahulunya yang hanya 18W. Infinix mengklaim ponsel ini bisa terisi dari 1% ke 50% dalam 24 menit. Baterainya juga dirancang tahan lama dengan siklus hidup hingga 1.800 kali pengisian atau sekitar 5 tahun pemakaian.

Infinix Hot 60i arrives with 45W fast charging, same Helio G81 chipset

Dari segi performa, Hot 60i masih menggunakan chipset Helio G81 Ultimate seperti seri sebelumnya. Ponsel ini hadir dengan RAM 4GB/6GB/8GB dan penyimpanan internal 128GB/256GB yang bisa diperluas via microSD hingga 1TB. Layar IPS LCD 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz kini lebih terang, mencapai 700 nits, meski resolusi tetap HD+ (720p+).

Infinix meningkatkan ketahanan fisik Hot 60i dengan sertifikasi IP64 (tahan debu dan cipratan air) serta desain yang diperkuat di empat sudutnya untuk bertahan dari jatuh dari ketinggian 1,5 meter. Bobotnya 188 gram dengan ketebalan hanya 7,7mm.

Infinix Hot 60i arrives with 45W fast charging, same Helio G81 chipset

Fitur unggulan lainnya termasuk Hard Gyro untuk kontrol gerak dalam game, UltraLink yang memungkinkan panggilan dan pesan tanpa sinyal seluler dalam radius 500 meter, serta NFC untuk berbagi data. Hot 60i juga dilengkapi IR blaster, jack audio 3,5mm, dan radio FM.

Di sektor kamera, ponsel ini membawa sensor utama 50MP dan kamera depan 8MP. Sistem operasinya adalah XOS 15 berbasis Android 15, dilengkapi tombol One-Tap AI untuk mengakses fitur kecerdasan buatan.

Infinix Hot 60i tersedia dalam enam pilihan warna: Titanium Silver, Sleek Black, Neon Red, Shadow Blue, Meadow Green, dan Soul Eye Purple. Untuk pasar Bangladesh, varian 6GB/128GB dijual BDT 14.000 (€98/$115), sedangkan 8GB/256GB seharga BDT 16.500 (€115/$135).

Infinix Hot 60i arrives with 45W fast charging, same Helio G81 chipset

Kehadiran Hot 60i memperkuat persaingan di segmen smartphone entry-level dengan fast charging. Sebelumnya, Samsung Galaxy S24 Ultra juga dikabarkan akan membawa peningkatan signifikan di sektor pengisian daya.

7 Cara Atasi Sinyal Lemah Agar Koneksi Tetap Stabil

0

Telset.id – Di era digital yang serba cepat, koneksi stabil menjadi kebutuhan primer. Namun, masalah sinyal lemah masih sering dialami pengguna ponsel, baik di perkotaan maupun pedesaan. Gangguan ini bisa muncul tiba-tiba, ditandai dengan panggilan terputus, internet lambat, atau pesan yang tertunda.

Menurut berbagai sumber, sinyal lemah bisa disebabkan oleh lokasi yang tidak terjangkau jaringan, cuaca ekstrem, atau masalah pada perangkat dan kartu SIM. Kabar baiknya, ada beberapa solusi praktis yang bisa dicoba sebelum memutuskan mengganti ponsel.

1. Berpindah Lokasi

Sinyal sering melemah di dalam ruangan tertutup. Cobalah berpindah ke area terbuka atau dekat jendela. Material bangunan seperti beton bisa menghalangi sinyal, sehingga berada di luar ruangan biasanya memperbaiki kualitas jaringan.

2. Periksa Pengaturan Jaringan

Pastikan ponsel menggunakan mode jaringan yang optimal. Untuk pengguna Android, buka Settings > SIM Cards & Mobile Networks, sedangkan pengguna iOS bisa mengecek di Cellular. Pilih jaringan 4G jika tersedia di area Anda.

3. Periksa Kartu SIM

Kartu SIM yang rusak atau longgar bisa memengaruhi sinyal. Coba lepas dan pasang kembali kartu SIM. Jika masalah berlanjut, hubungi operator untuk memeriksa atau mengganti kartu.

4. Restart Router Wi-Fi

Jika masalah terjadi pada Wi-Fi, coba matikan router selama 30 detik lalu nyalakan kembali. Cara ini sering kali efektif memperbaiki sinyal yang lemah. Untuk tips lebih lanjut, simak artikel tentang penguat sinyal Wi-Fi.

5. Gunakan Mode Pesawat

Aktifkan mode pesawat selama 5-10 detik, lalu nonaktifkan. Trik ini berfungsi seperti me-refresh koneksi jaringan.

6. Perbarui Sistem Operasi

Pembaruan sistem sering membawa perbaikan performa jaringan. Pastikan ponsel Anda menggunakan versi OS terbaru dengan mengecek di menu pengaturan.

7. Pilih Jaringan Secara Manual

Jika sinyal tetap bermasalah, coba pilih jaringan operator secara manual melalui pengaturan ponsel. Kadang, opsi ini memberikan koneksi lebih stabil dibanding mode otomatis.

Untuk pengguna yang sering bepergian, simak juga panduan menyimpan peta offline sebagai solusi alternatif saat sinyal lemah.

6 Penyebab Utama Sinyal Ponsel Hilang dan Cara Mengatasinya

0

Telset.id – Masalah sinyal ponsel yang hilang atau lemah seringkali mengganggu aktivitas digital pengguna. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, bahkan di area perkotaan dengan jaringan yang seharusnya stabil. Berikut enam penyebab utama sinyal ponsel hilang dan solusi praktis untuk mengatasinya.

Sinyal yang lemah atau hilang biasanya ditandai dengan kesulitan melakukan panggilan, koneksi internet lambat, atau pesan yang terlambat terkirim. Masalah ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari jarak dengan menara pemancar hingga gangguan pada perangkat itu sendiri.

1. Lokasi Terlalu Jauh dari Menara Pemancar

Salah satu penyebab paling umum adalah jarak yang terlalu jauh dari menara pemancar sinyal. Semakin jauh lokasi Anda dari menara, semakin lemah sinyal yang diterima. Kondisi ini sering terjadi di daerah terpencil atau dalam bangunan dengan dinding tebal.

2. Hambatan dari Lingkungan Sekitar

Bangunan tinggi, perbukitan, atau pegunungan dapat menghalangi atau memantulkan gelombang sinyal. Jika Anda berada di dalam ruangan dan mengalami sinyal buruk, cobalah berpindah ke dekat jendela atau keluar ke area terbuka.

3. Cuaca Buruk

Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras, badai petir, atau kabut tebal dapat memengaruhi kualitas sinyal. Meskipun bersifat sementara, cuaca buruk bisa membuat sinyal menjadi sangat lemah atau bahkan hilang sama sekali.

4. Gangguan pada Perangkat atau Kartu SIM

Kartu SIM yang sudah lama digunakan, rusak, atau tidak terbaca dengan baik bisa menjadi penyebab sinyal lemah. Selain itu, perangkat yang belum diperbarui sistemnya juga dapat memengaruhi kualitas sinyal.

5. Pengaturan Jaringan Tidak Tepat

Jika pengaturan jaringan diatur secara manual, misalnya hanya pada WCDMA, ponsel tidak bisa menangkap jaringan terbaik yang tersedia. Coba ubah pengaturan jaringan menjadi otomatis untuk memperbaiki koneksi.

6. Gangguan dari Sistem Operasi

Ponsel yang terlalu lama menyala tanpa dimatikan atau terlalu banyak aplikasi yang aktif bersamaan dapat menurunkan kinerja sistem dan memengaruhi koneksi sinyal. Restart ponsel secara berkala bisa membantu mengatasi masalah ini.

Untuk mengatasi sinyal yang hilang, pastikan perangkat Anda dalam kondisi baik dan selalu perbarui sistem operasi. Jika masalah berlanjut, pertimbangkan untuk menggunakan tips memperkuat sinyal HP atau memeriksa apakah perangkat Anda terkena dampak aturan IMEI yang berlaku.

6 Tips Aman Update Sistem Operasi Android Tanpa Risiko

0

Telset.id – Pembaruan sistem operasi (OS) Android bukan sekadar menawarkan fitur baru atau tampilan yang lebih segar, melainkan juga menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan dan performa perangkat. Namun, banyak pengguna masih ragu melakukan update karena khawatir kehilangan data atau mengalami kendala teknis. Berikut enam tips aman memperbarui OS Android tanpa risiko.

Menurut berbagai sumber, pembaruan sistem operasi secara berkala dapat meningkatkan stabilitas perangkat dan menutup celah keamanan yang rentan dieksploitasi. Seperti dijelaskan dalam artikel Pentingnya Update Sistem Operasi untuk Keamanan dan Performa Ponsel, pembaruan rutin juga memperpanjang usia pakai perangkat.

1. Cadangkan Data Penting

Langkah pertama sebelum memulai pembaruan adalah mencadangkan data penting seperti foto, video, atau dokumen ke layanan cloud atau perangkat penyimpanan eksternal. Hal ini mengantisipasi kehilangan data jika terjadi gangguan selama proses update.

2. Periksa Kapasitas Memori Internal

Pembaruan OS membutuhkan ruang penyimpanan yang cukup. Pastikan memori internal ponsel memiliki ruang kosong minimal 2-3 GB sebelum memulai proses. Jika perlu, hapus aplikasi atau file tidak penting.

3. Gunakan Koneksi Internet Stabil

Proses update memerlukan unduhan file berukuran besar. Pastikan terhubung ke jaringan Wi-Fi stabil untuk menghindari gangguan yang bisa menyebabkan pembaruan gagal atau korup.

4. Periksa Ketersediaan Pembaruan

Untuk mengecek update, buka menu Pengaturan > Tentang Telepon > Pembaruan Perangkat Lunak. Sistem akan menampilkan versi OS saat ini dan notifikasi jika ada pembaruan tersedia. Jika tidak muncul, perangkat mungkin sudah menggunakan versi terbaru.

5. Pastikan Baterai Cukup

Proses update bisa memakan waktu lama. Pastikan daya baterai minimal 50% atau sambungkan ke charger selama pembaruan berlangsung. Matikan ponsel jika daya di bawah 20% untuk menghindari risiko kerusakan sistem.

6. Hindari Menggunakan Ponsel Saat Update

Sebaiknya biarkan perangkat dalam keadaan idle selama proses pembaruan. Mengoperasikan ponsel saat update dapat memicu kesalahan sistem atau menyebabkan instalasi gagal.

Pembaruan OS seperti Android 16 yang akan datang juga membawa fitur keamanan tambahan, seperti Mode Proteksi Lanjut untuk perlindungan ekstra. Dengan menerapkan tips di atas, pengguna bisa memperbarui sistem operasi dengan aman dan optimal.