Beranda blog Halaman 254

Telkomsel dan WeTV Kolaborasi, Berikan Akses Langganan Gratis

0

Telset.id – Telkomsel menggandeng platform streaming WeTV untuk menghadirkan akses langganan gratis selama 30 hari bagi pelanggan yang membeli kartu perdana SIMPATI #TerbaikUntukmu. Paket ini dibanderol Rp35.000 melalui aplikasi MyTelkomsel dan mencakup kuota internet 3GB, 30 menit telepon, serta 30 SMS ke semua operator.

Pelanggan dapat memilih WeTV sebagai salah satu dari enam kategori keuntungan tambahan setelah aktivasi kartu. Kategori lain meliputi SIMPATI GameOn, Musik, Pintar, Aman, dan Belanja. Inisiatif ini memperluas kerja sama sebelumnya antara Telkomsel dan WeTV dalam menyediakan hiburan digital terjangkau.

Cara Klaim Akses WeTV

Berikut langkah-langkah untuk menikmati layanan WeTV melalui paket SIMPATI Nonton:

  1. Buka tautan dari SMS atau akses menu “Pilih Keuntunganmu” di MyTelkomsel, lalu pilih WeTV.
  2. Klik “Beli Paket” dan “Bayar” hingga muncul notifikasi “Transaksi Berhasil”.
  3. Login ke aplikasi WeTV menggunakan nomor Telkomsel untuk mulai menonton.

Komitmen Menghadirkan Hiburan Berkualitas

Lesley Simpson, Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, menyatakan, “Kolaborasi ini mempertegas komitmen kami dalam menyediakan layanan hiburan digital yang inklusif dan terjangkau.” Sementara Febriamy Hutapea, Country Head WeTV, menambahkan, “Kami ingin memudahkan masyarakat menikmati konten premium Asia, termasuk drama lokal dan Tiongkok.”

Sebagai apresiasi, Telkomsel dan WeTV menggelar meet and greet dengan boy group Thailand, Next1de, di Bandung pada 12 Juli 2025. Acara ini dihadiri 300 pelanggan penerima benefit WeTV.

Informasi lebih lanjut tentang paket SIMPATI #TerbaikUntukmu dapat diakses di telkomsel.com/SIMPATI atau aplikasi MyTelkomsel. Telkomsel juga menawarkan beragam pilihan paket lainnya, seperti BundlingMAX Samsung Galaxy A06 5G dan IndiHome JITU 1.

Realme 15 5G Resmi Bocor: Layar 144Hz dan Baterai 7.000mAh Siap Guncang Pasar

Telset.id – Realme kembali mempersiapkan kejutan untuk pasar smartphone di India. Setelah beberapa waktu lalu mengonfirmasi kehadiran Realme 15 Pro 5G, kini giliran varian standarnya, Realme 15 5G, yang resmi mengungkap spesifikasinya melalui laman microsite resmi. Apa saja yang ditawarkan ponsel ini?

Realme 15 5G akan diluncurkan bersamaan dengan saudaranya, Realme 15 Pro 5G, pada 24 Juli mendatang. Meski belum diumumkan secara resmi, informasi yang terpampang di situs Realme India sudah cukup memberikan gambaran jelas tentang apa yang bisa diharapkan dari ponsel ini.

Layar Curved dengan Refresh Rate 144Hz

Salah satu fitur unggulan Realme 15 5G adalah layarnya yang mengusung teknologi canggih. Ponsel ini dibekali layar curved dengan refresh rate mencapai 144Hz – angka yang cukup impresif untuk segmen mid-range. Tak hanya itu, Realme mengklaim layar ini mampu mencapai kecerahan puncak hingga 6.500 nits, angka yang bahkan mengalahkan beberapa flagship premium di pasaran.

Tampilan layar Realme 15 5G dengan refresh rate 144Hz

Dari segi responsivitas, Realme 15 5G menawarkan touch sampling rate 2.500Hz yang menjamin pengalaman gaming yang lebih mulus. Perlindungan Gorilla Glass dan sertifikasi IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air menjadi nilai tambah yang jarang ditemui di segmen harganya.

Desain Tipis dengan Baterai Raksasa

Yang mengejutkan, meski membawa baterai berkapasitas besar 7.000mAh, Realme berhasil mempertahankan ketebalan bodi hanya 7.66mm. Kombinasi ini termasuk langka di pasar smartphone saat ini, di mana biasanya baterai besar berarti bodi yang lebih tebal.

Realme 15 5G akan hadir dalam tiga pilihan warna: Silk Pink, Velvet Green, dan Flowing Silver. Pilihan warna ini terlihat ditujukan untuk menarik berbagai segmen pasar, dari yang menyukai kesan elegan hingga yang lebih berani.

Desain tipis Realme 15 5G dengan baterai 7.000mAh

Kamera Ganda 50MP dengan Fitur AI Canggih

Di sektor fotografi, Realme 15 5G mengandalkan konfigurasi kamera ganda dengan sensor utama 50MP. Yang menarik, ponsel ini dilengkapi dengan Plus Light, sebuah LED flash RGB yang bisa memberikan efek pencahayaan kreatif.

Realme juga membekali ponsel ini dengan berbagai fitur AI untuk fotografi, termasuk AI Edit Genie untuk pengeditan otomatis, AI Party Mode untuk foto grup yang lebih baik, dan AI Magic Glow 2.0 untuk pengaturan pencahayaan yang lebih presisi.

Sistem kamera Realme 15 5G dengan dual 50MP

Dari segi performa, Realme 15 5G akan ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7300 Plus. Sayangnya, belum ada penjelasan resmi tentang perbedaan antara varian Plus ini dengan Dimensity 7300 biasa. Namun, kombinasi chipset ini dengan baterai besar dan layar high refresh rate menjanjikan pengalaman penggunaan yang mulus, terutama untuk gaming.

Sementara menunggu peluncuran resmi Realme 15 5G, Realme baru saja meluncurkan Realme C71 di India sebagai ponsel entry-level 4G. Ponsel ini dibekali chipset Unisoc T7250, bodi tahan banting MIL-STD-810H, dan baterai 6.300mAh dengan harga mulai Rp7.699 (~$90).

Dengan spesifikasi yang diungkapkan ini, Realme 15 5G tampaknya siap bersaing ketat di segmen mid-range. Pertanyaan besarnya sekarang adalah berapa harga yang akan ditawarkan Realme untuk paket spesifikasi menarik ini? Jawabannya akan terungkap pada 24 Juli mendatang.

Untuk update terbaru seputar Realme 15 5G dan produk teknologi lainnya, pastikan Anda mengunjungi halaman berita kami secara rutin.

iPhone 17 Air Bakal Gantikan iPhone Plus dengan Desain Super Tipis

Telset.id – Apple dikabarkan sedang bersiap untuk menghadirkan perubahan besar dalam lini iPhone mereka. Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa iPhone Plus akan digantikan oleh iPhone 17 Air, sebuah model yang disebut-sebut akan menjadi yang tertipis dalam sejarah Apple. Dengan ketebalan hanya 5,4 mm, iPhone 17 Air siap bersaing dengan Samsung Galaxy S25 Edge dalam hal desain ramping.

Namun, jangan salah sangka. Ketipisan bukan satu-satunya keunggulan yang ditawarkan. Apple tampaknya belajar dari pengalaman pahit “Bendgate” di era iPhone 6 Plus, di mana bodi smartphone mudah melengkung ketika ditaruh di saku. Kali ini, mereka memastikan iPhone 17 Air tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Material Premium untuk Ketahanan Maksimal

Menurut laporan terbaru, iPhone 17 Air akan menjadi satu-satunya model dalam seri iPhone 17 yang menggunakan bingkai titanium. Keputusan ini sangat masuk akal mengingat ketipisannya yang ekstrem. Titanium, yang sebelumnya digunakan di iPhone 15 Pro, terbukti lebih ringan dan kuat dibandingkan aluminium. Dengan material ini, Apple berharap dapat menghindari masalah durabilitas sekaligus mempertahankan bobot yang ringan—hanya sekitar 16 gram, hampir setara dengan Galaxy S25 Edge.

Uniknya, Apple dikabarkan akan menggunakan paduan titanium yang dicampur dengan aluminium untuk menyeimbangkan kekuatan dan bobot. Ini adalah langkah cerdas untuk memastikan iPhone 17 Air tetap kokoh meski dengan desain ultra-tipis. Seperti yang pernah kami bahas dalam artikel sebelumnya, iPhone 17 Air memang memiliki kompromi besar, tetapi material premium ini bisa menjadi solusi.

Warna yang Lebih Sobar, Performa yang Tetap Mumpulan

Jika Anda mengharapkan pilihan warna yang mencolok seperti di seri Pro, mungkin Anda akan sedikit kecewa. Kabarnya, iPhone 17 Air akan mempertahankan warna-warna yang lebih kalem dan elegan. Namun, jangan khawatir, performanya tetap dijamin premium. Dengan layar 6,7 inci seperti yang pernah kami bahas di artikel ini, pengalaman multimedia akan tetap memukau.

Sayangnya, informasi lebih lanjut masih sangat terbatas. Namun, satu hal yang pasti: Apple sedang berusaha menciptakan smartphone yang tidak hanya tipis, tetapi juga tangguh. Jika bocoran ini akurat, iPhone 17 Air bisa menjadi salah satu inovasi terbesar Apple dalam beberapa tahun terakhir.

Jadi, apakah Anda tertarik dengan iPhone 17 Air? Atau justru lebih memilih model Pro dengan fitur tambahan? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!

Nothing Phone 3 Bikin Heboh, CEO Carl Pei Buka Suara Soal Kontroversi

Telset.id – Nothing Phone 3 telah menjadi buah bibir sejak peluncurannya awal bulan ini. Dengan desain berani dan spesifikasi mid-premium, ponsel ini memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar teknologi. Kini, CEO Nothing Carl Pei menjawab langsung reaksi beragam tersebut dalam video YouTube terbarunya.

Pei merespons umpan balik dari para kreator teknologi ternama seperti MKBHD dan Mrwhosetheboss, mengakui baik pujian maupun kritik yang diterima. Ponsel seharga $799 ini, yang ditenagai Snapdragon 8s Gen 4 Qualcomm, menuai kritik karena desain asimetrisnya dan ketiadaan hardware flagship. Namun Pei tetap membela produknya: “Kami merancang sesuatu yang kami banggakan. Beberapa orang menyukainya, beberapa tidak – dan itu wajar.”

Pertahanan atas Desain Kontroversial

Salah satu poin utama perdebatan adalah Glyph Matrix baru – layar belakang resolusi rendah berbentuk lingkaran yang menggantikan LED Glyph khas model sebelumnya. Meski beberapa pengulas mempertanyakan fungsionalitasnya, Pei membela keputusan ini. Ia berargumen bahwa biaya pengembangan software yang semakin murah bisa membuka jalan bagi ekosistem “Glyph Toys” yang berkembang, meski komunitas developer Nothing masih lebih kecil dibanding Android atau iOS.

Kekuatan di Balik Performa

Performanya juga menjadi sorotan. Banyak pengulas mencatat bahwa Snapdragon 8s Gen 4 tertinggal jauh dari Snapdragon 8 Elite dalam benchmark. Pei membantah dengan menyatakan chip tersebut cukup kuat untuk kebanyakan pengguna, menambahkan bahwa pengalaman keseluruhan – berkat Nothing OS 3.5 – yang lebih penting.

Ponsel ini menawarkan layar OLED LTPO 1.5K 120Hz di depan dan setup kamera triple 50MP dengan zoom periskop 3x di belakang. Namun, tetap saja tidak bisa menyaingi flagship lain di kisaran harganya seperti Galaxy S25 atau iPhone 16.

Memang, Nothing masih pemain baru di industri smartphone – dan menguasai software imaging bukanlah hal yang bisa dicapai dalam semalam. Tapi bagi konsumen yang mengharapkan fitur flagship lengkap, Nothing Phone 3 mungkin akan mengecewakan.

Masalahnya bukan pada Phone 3 itu sendiri, melainkan positioning-nya sebagai “flagship”. Kini ponsel ini dibandingkan dengan flagship sejati dari raksasa teknologi yang memiliki anggaran R&D besar dan bertahun-tahun penyempurnaan.

Dalam industri yang didominasi oleh pemain mapan, Nothing terus berusaha menancapkan taringnya dengan pendekatan berbeda. Apakah strategi ini akan berhasil dalam jangka panjang? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, kehadiran Phone 3 telah berhasil memicu diskusi menarik tentang apa yang sebenarnya dicari konsumen dari sebuah smartphone flagship.

Google Umumkan Pixel 10 Rilis Agustus, Hadapi iPhone 17 Lebih Awal

Telset.id – Google resmi mengubah strategi. Tahun ini, raksasa teknologi itu akan meluncurkan seri Pixel 10 lebih cepat dari biasanya—tepatnya pada 20 Agustus 2025. Langkah ini menandai pergeseran besar dari tradisi sebelumnya, di mana Google selalu mengumumkan ponsel Pixel baru di Oktober, sebulan setelah Apple memamerkan iPhone terbaru.

Bukan hanya jadwal yang berubah. Google juga memindahkan lokasi acara Made by Google 2025 dari Mountain View, California ke New York City. Di sana, sejumlah media terpilih akan diundang untuk sesi hands-on langsung dengan perangkat baru. Acara ini akan disiarkan langsung di YouTube mulai pukul 10:00 AM PT (1:00 PM ET), memberi kesempatan pada penggemar teknologi di seluruh dunia untuk menyaksikan momen penting ini.

Pixel 10 dan Tensor G5: Pertaruhan Baru Google

Seri Pixel 10 dipastikan menjadi bintang utama acara. Menurut informasi yang beredar, lini produk ini akan mencakup Pixel 10, Pixel 10 Pro, Pixel 10 Pro XL, dan Pixel 10 Pro Fold. Yang menarik, Google dikabarkan mempertahankan desain yang mirip dengan generasi sebelumnya, tetapi dengan peningkatan signifikan di sektor perangkat lunak dan kecerdasan buatan (AI).

Salah satu sorotan terbesar adalah chipset Tensor G5. Untuk pertama kalinya, Google beralih dari Samsung ke TSMC sebagai mitra produksi. Perubahan ini diharapkan membawa lonjakan performa dan efisiensi daya. Namun, pertanyaan besar masih menganga: bisakah Tensor G5 menyaingi A19 Pro milik Apple atau Snapdragon 8 Elite untuk Galaxy?

Pixel Watch 4 dan Perangkat Lainnya

Selain ponsel, Google juga akan memperkenalkan Pixel Watch 4. Meski detailnya masih minim, jam tangan pintar ini diperkirakan akan membawa peningkatan di sektor kesehatan dan kebugaran, serta integrasi yang lebih dalam dengan ekosistem Pixel.

Undangan resmi Google juga menyebutkan “Pixel phones, watches, buds, dan lebih banyak lagi.” Ini mengindikasikan kemungkinan hadirnya perangkat baru di luar ekspektasi. Apakah Google akan menghadirkan kejutan? Kita tunggu saja.

Dengan langkah agresif ini, Google jelas ingin merebut momentum sebelum Apple mengumumkan iPhone 17. Pertanyaannya: apakah strategi ini akan berhasil? Bagaimana pendapat Anda? Sampaikan di kolom komentar.

Intel Siap Hadapi TSMC dengan Event Besar di Arizona

Telset.id – Intel mungkin sedang dalam masa sulit, tetapi perusahaan ini tidak berniat menyerah begitu saja. Menurut laporan terbaru, raksasa chip ini akan menggelar acara besar di Arizona, yang kemungkinan menjadi panggung peluncuran prosesor Panther Lake dan pembaruan strategi bisnis foundry mereka.

Di bawah kepemimpinan CEO baru, Lip-Bu Tan, Intel tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran di berbagai departemen. Langkah ini diambil untuk mengurangi kerugian operasional, termasuk melalui pemutusan hubungan kerja. Meskipun posisi Intel masih jauh di bawah pesaing seperti TSMC, mereka tetap bertekad untuk bertahan dan bersaing.

Berdasarkan laporan DigiTimes, Intel akan mengadakan “Intel Technology Tour” di Phoenix, Arizona. Ini menjadi pertama kalinya perusahaan menggelar acara sebesar ini di kawasan tersebut. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan—Arizona kini berkembang menjadi pusat teknologi chip, dengan kehadiran kuat dari TSMC. Dengan menggelar acara di sini, Intel menunjukkan komitmennya untuk memperkuat rantai pasokan dan bersaing langsung di jantung industri.

Intel Panther Lake CPU generasi terbaru

Panther Lake dan Clearwater Forest Jadi Sorotan Utama

Acara ini diperkirakan akan menjadi ajang pengumuman resmi prosesor Panther Lake (PTL), yang dijadwalkan rilis akhir tahun ini. Panther Lake akan menjadi lini pertama yang menggunakan proses 18A Intel, sebuah terobosan yang diharapkan bisa mengembalikan kejayaan perusahaan di pasar chip. Selain itu, Intel juga dikabarkan akan memperkenalkan prosesor server Xeon “Clearwater Forest”, yang ditargetkan untuk segmen data center.

Strategi ini sejalan dengan upaya Intel untuk merebut kembali pangsa pasar yang sempat hilang. Seperti dilaporkan sebelumnya dalam artikel Telset, teknologi 18A menjadi kunci kebangkitan Intel Foundry di tengah persaingan ketat dengan TSMC dan Samsung.

Transformasi Intel di Bawah Lip-Bu Tan

Sejak resmi menjabat pada Maret 2025, Lip-Bu Tan telah membawa perubahan signifikan di Intel. Salah satunya adalah fokus pada bisnis inti, termasuk keputusan untuk menghentikan pengembangan Glass Substrate demi efisiensi sumber daya. Langkah ini menunjukkan keseriusan Intel dalam menghadapi tantangan di industri semikonduktor.

Acara di Arizona nantinya tidak hanya sekadar peluncuran produk, tetapi juga menjadi penanda babak baru Intel. Dengan Panther Lake dan Clearwater Forest, perusahaan berharap bisa membuktikan bahwa mereka masih menjadi pemain utama di industri chip—baik untuk konsumen maupun data center.

Jadi, apakah Intel benar-benar bisa bangkit? Jawabannya mungkin akan terlihat jelas setelah acara besar mereka di Arizona. Satu hal yang pasti: pertarungan melawan TSMC dan pesaing lainnya baru saja dimulai.

NVIDIA H20 Dibuka Lagi untuk China: Strategi AS Hadapi Ancaman Huawei

0

Telset.id – Larangan ekspor chip AI NVIDIA ke China akhirnya mulai dilonggarkan. Tapi jangan salah, keputusan ini bukan sekadar soal bisnis semata. Bocoran terbaru dari AI czar David Sacks mengungkap alasan tersembunyi di balik kebijakan AS: menghadapi pesatnya kemajuan Huawei di pasar AI China.

CEO NVIDIA Jensen Huang baru-baru ini mengonfirmasi bahwa chip H20 akan kembali tersedia di China setelah penyesuaian aturan ekspor AS. Namun menurut Sacks dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg Business, ada narasi geopolitik yang jauh lebih kompleks di balik layar. “Anda tidak ingin memberi Huawei monopoli pasar China begitu saja,” ujarnya. “Dengan H20, kami bisa bersaing merebut porsi pasar meski dengan chip yang tidak terlalu canggih.”

NVIDIA H20 AI Chip dan Peta Persaingan Teknologi AS-China

Perang Dingin Teknologi yang Makin Panas

Sacks membeberkan kekhawatiran AS terhadap solusi CloudMatrix Huawei yang disebut mampu menyaingi NVIDIA. “Alternatif China adalah ancaman nyata bagi dominasi AI Amerika,” tegasnya. Analisis ini sejalan dengan laporan sebelumnya tentang pabrik chip canggih Huawei di Shenzhen yang sengaja dibangun untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat.

Yang menarik, Sacks mendukung argumen Huang bahwa pembatasan ekspor justru kontraproduktif. “Jika AS tidak menawarkan chipnya, China akan mengambil alih,” katanya. Pandangan ini terbukti mempengaruhi kebijakan Trump administration, seperti terlihat dalam kasus modifikasi performa H20 untuk memenuhi regulasi.

Domino Effect di Pasar Global

Pelonggaran aturan H20 hanyalah puncak gunung es. Sacks juga mengadvokasi akses chip AI AS untuk negara-negara Teluk, memperingatkan potensi pengulangan skenario sektor telekomunikasi dimana China mendominasi. “Kehilangan pasar GCC sama dengan memberi China pijakan strategis,” ucapnya.

Di China sendiri, penyedia layanan cloud kini menunjukkan minat kembali ke teknologi AS, meski Huawei gencar berekspansi. Namun seperti diungkap dalam analisis keterlambatan proyek AI DeepSeek, ketergantungan pada chip NVIDIA masih menjadi masalah struktural.

Pertanyaannya sekarang: apakah strategi “memberi sedikit untuk mempertahankan banyak” ini akan berhasil? Atau justru menjadi bumerang dengan mempercepat kemandirian teknologi China? Jawabannya mungkin baru terlihat dalam beberapa tahun ke depan, tapi satu hal pasti – perang chip ini baru babak pertamanya.

ATSI: Tak Ada Pelanggaran dan Kerugian Negara Jika Kuota Data Hangus

Telset.id – Polemik kuota data internet yang hangus karena masa berlaku habis kembali mencuat di masyarakat. Banyak yang belum paham bahwa mekanisme ini sebenarnya telah diatur dalam regulasi resmi dan tidak merugikan negara. Lantas, bagaimana penjelasan resmi dari asosiasi telekomunikasi?

Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), dalam diskusi Selular Business Forum (SBF) menegaskan bahwa mekanisme kuota hangus ini sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No 5 Tahun 2021. “Pada pasal 74 ayat 2 secara eksplisit menyatakan bahwa deposit prabayar memiliki batas waktu penggunaan,” jelas Marwan.

Dasar Hukum yang Jelas

Menurut Marwan, regulasi ini menjadi dasar hukum bagi operator untuk menerapkan masa berlaku pada layanan prabayar. Ketentuan ini juga sejalan dengan prinsip transparansi dalam UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999. “Operator telah memberikan informasi lengkap mulai dari syarat dan ketentuan, masa aktif, hingga detail harga dan kuota,” tambahnya.

Poin penting yang ditekankan Marwan adalah bahwa semua ketentuan ini telah disampaikan secara transparan kepada konsumen sejak awal. Pelanggan bisa memilih paket sesuai kebutuhan dengan pengetahuan penuh tentang masa berlakunya. Hal ini sekaligus menjawab tuduhan bahwa praktik kuota hangus merugikan konsumen.

Tidak Ada Kerugian Negara

Marwan juga membantah anggapan bahwa sisa kuota yang hangus merugikan negara. “Paket data yang dijual sudah termasuk PPN dan setelah pembayaran akan dibukukan sebagai pendapatan perusahaan yang dikenakan PNBP dan disetor ke negara,” jelasnya.

Dia memberikan analogi menarik: penyelenggara ISP juga berlangganan bandwidth ke NAP dengan batas waktu bulanan. “Jika tidak dipakai habis dalam 1 bulan juga akan hangus. Jadi anggapan sisa kuota merugikan negara tidak terbukti,” tegas Marwan.

Pendapat ini diperkuat oleh Ahmad Alamsyah Saragih, Pakar Kebijakan Publik, yang menegaskan bahwa justru perusahaan telekomunikasi membayarkan pajak hasil PPN dari penjualan kuota internet kepada negara. “Jika ada subsidi dari pemerintah baru ada kerugian negara,” ujarnya.

Edukasi untuk Konsumen

Meski mekanisme ini legal, David M. L. Tobing dari Komunitas Konsumen Indonesia menyarankan perlunya edukasi lebih intensif kepada konsumen. “Perusahaan telekomunikasi bisa lebih proaktif mengingatkan pelanggan ketika kuota mereka masih banyak tapi masa aktifnya tinggal sebentar,” sarannya.

David memberi contoh notifikasi melalui pesan singkat: “Jika kuota data bapak/ibu masih banyak, segeralah gunakan untuk hal produktif.” Menurutnya, sosialisasi seperti ini akan meningkatkan pemahaman masyarakat tanpa perlu mengubah regulasi yang ada.

Agung Harsoyo, Pengamat Telekomunikasi ITB, menambahkan bahwa harga internet di Indonesia justru semakin murah meski biaya infrastruktur sangat tinggi. “Ini menunjukkan bahwa pelanggan sebenarnya yang diuntungkan,” katanya.

Praktik serupa ternyata juga berlaku di banyak negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura. NTT Docomo di Jepang misalnya, tidak memberikan rollover kuota sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme kuota hangus memang menjadi standar industri telekomunikasi global.

Denny Setiawan dari Kemkomdigi mengakui bahwa sistem ini memberikan manfaat lebih besar kepada pelanggan. “Komdigi akan mendorong operator lebih transparan sebagai win-win solution,” pungkasnya.

Solusi Kuota Data Tersisa: Cara Bijak Manfaatkan Sisa Kuota Sebelum Hangus

Telset.id – Pernahkah Anda menyadari kuota internet Anda masih tersisa banyak, tapi masa aktifnya tinggal hitungan hari? Daripada membiarkannya hangus, ada beberapa solusi cerdas yang bisa Anda lakukan untuk memanfaatkan sisa kuota tersebut secara optimal.

Polemik kuota data yang hangus karena masa berlaku habis memang kerap menjadi perbincangan. Seperti yang dijelaskan dalam artikel sebelumnya di Kuota Data Hangus: Tak Ada Pelanggaran Regulasi dan Kerugian Negara, mekanisme ini sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo No 5 Tahun 2021. Namun, alih-alih berdebat tentang regulasi, mari fokus pada solusi praktis yang bisa Anda terapkan.

1. Gunakan untuk Aktivitas Produktif

Sisa kuota yang masih banyak bisa dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, seperti:

  • Mengunduh materi belajar atau e-book
  • Menyelesaikan pekerjaan online yang tertunda
  • Mengikuti webinar atau kursus online
  • Mencadangkan file penting ke cloud storage

Seperti disarankan David M. L. Tobing dari Komunitas Konsumen Indonesia, operator sebaiknya mengingatkan pelanggan melalui pesan singkat ketika kuota mereka masih banyak namun masa aktifnya hampir habis. Ini bisa menjadi trigger bagi pengguna untuk segera memanfaatkan kuota tersebut.

2. Pilih Operator dengan Fitur Rollover

Beberapa operator seperti IM3 Ooredoo sudah menawarkan fitur data rollover yang memungkinkan sisa kuota tidak hangus dan bisa digunakan di bulan berikutnya. Seperti dilaporkan Telset.id sebelumnya, ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi pengguna yang sering memiliki sisa kuota.

Namun perlu diingat, seperti dijelaskan Agung Harsoyo dari ITB dalam artikel Kuota Internet Hangus: Pakar ITB Jelaskan Prinsip Layanan Prabayar, sistem prabayar memang memiliki karakteristik masa berlaku terbatas karena keterbatasan bandwidth yang harus dibeli operator setiap bulannya.

3. Berbagi Kuota dengan Keluarga atau Teman

Banyak operator kini menyediakan fitur berbagi kuota. Daripada membiarkan kuota Anda hangus, Anda bisa:

  • Membagikan ke anggota keluarga
  • Memberikannya kepada teman yang membutuhkan
  • Menggunakan fitur hotspot untuk perangkat lain

Solusi ini tidak hanya mencegah kuota hangus, tetapi juga membantu orang lain yang mungkin sedang membutuhkan akses internet. Beberapa operator bahkan memungkinkan pembelian paket data secara fleksibel melalui metode seperti scan QR code, seperti yang dijelaskan dalam artikel Pelanggan Telkomsel Bisa Beli Paket Data via Scan QR Code, Begini Caranya.

Dengan berbagai solusi di atas, Anda tidak perlu lagi khawatir kuota internet Anda terbuang percuma. Yang terpenting adalah memahami mekanisme kuota data dan memanfaatkannya secara bijak sesuai kebutuhan.

Kuota Data Hangus: Tak Ada Pelanggaran Regulasi dan Kerugian Negara

Telset.id – Polemik kuota data internet yang hangus karena masa berlaku habis terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak yang belum paham bahwa mekanisme ini sebenarnya telah diatur dalam regulasi resmi dan tidak merugikan negara. Lantas, bagaimana penjelasan lengkapnya?

Dalam diskusi Selular Business Forum (SBF) bertajuk “Mekanisme Kuota Data Hangus, Apakah Melanggar Regulasi dan Merugikan Konsumen?”, para ahli telekomunikasi dan regulator sepakat bahwa kebijakan ini sudah sesuai aturan. Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI, menegaskan bahwa operator seluler berpedoman pada Peraturan Menteri Kominfo No 5 Tahun 2021, khususnya Pasal 74 Ayat 2, yang menyatakan deposit prabayar memiliki batas waktu penggunaan.

Regulasi Jelas, Transparansi Diutamakan

Marwan menjelaskan, operator telah memberikan informasi lengkap terkait syarat dan ketentuan kuota data, termasuk masa aktif, harga, dan jumlah kuota. “Ini sejalan dengan prinsip transparansi dalam UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999,” ujarnya. Artinya, pelanggan sebenarnya sudah diberi tahu sejak awal tentang masa berlaku kuota mereka.

Agung Harsoyo, Pengamat Telekomunikasi dari ITB, menambahkan bahwa infrastruktur telekomunikasi di Indonesia membutuhkan biaya besar. “Internet kini menjadi kebutuhan pokok, tapi harganya justru semakin murah. Padahal, membangun jaringan di negara kepulauan seperti Indonesia tidaklah mudah,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme kuota hangus juga membantu menjaga keberlanjutan industri.

Tidak Ada Kerugian Negara

Marwan menegaskan bahwa sisa kuota yang hangus tidak merugikan negara. “Paket data sudah termasuk PPN dan PNBP yang disetor ke kas negara,” katanya. Ahmad Alamsyah Saragih, Pakar Kebijakan Publik, menambahkan bahwa kerugian negara hanya terjadi jika ada subsidi. “Justru operator membayar pajak dari penjualan kuota,” ujarnya.

Di sisi lain, beberapa operator seperti IM3 Ooredoo telah menerapkan data rollover untuk memberikan fleksibilitas lebih kepada pelanggan. Namun, kebijakan ini tetap memiliki batasan tertentu.

Edukasi untuk Konsumen

David M. L. Tobing, Ketua Komunitas Konsumen Indonesia, menekankan pentingnya edukasi. “Operator perlu lebih aktif memberi tahu pelanggan jika kuota mereka hampir habis,” ujarnya. Ia juga menyarankan penggunaan pesan singkat untuk mengingatkan pelanggan memanfaatkan sisa kuota.

Denny Setiawan dari Kementerian Komunikasi dan Digital mengatakan, mekanisme serupa juga berlaku di negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura. “Kami akan mendorong operator lebih transparan sebagai win-win solution,” pungkasnya.

Realme Note 70 dan Note 70T Muncul dengan Spesifikasi Berbeda

0

Telset.id – Realme dikabarkan sedang mempersiapkan dua varian baru dari seri Note, yaitu Realme Note 70 dan Note 70T. Namun, informasi yang beredar menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua model ini, mulai dari chipset hingga resolusi layar.

Kebingungan muncul setelah sebuah retailer asal Lithuania mencantumkan Realme Note 70T dengan kode model RMX5313 di situsnya. Namun, Google Play Console (GPC) justru menampilkan perangkat dengan kode yang sama, tetapi dengan nama “Realme Note 70” (tanpa “T”) dan spesifikasi yang berbeda.

Menurut GPC, Realme Note 70 menggunakan chipset Unisoc UMS9230, yang diduga merupakan rebrand dari Tiger T606. Ponsel ini dibekali RAM 4GB dan menjalankan Android 15. Layarnya memiliki resolusi 720p+, berbeda dengan bocoran sebelumnya tentang Realme Note 70T yang disebutkan menggunakan Unisoc T7250 dan layar OLED 6,74 inci beresolusi 1080p+.

Perbedaan Spesifikasi yang Mencolok

Kode model RMX5313IN pada GPC mengindikasikan bahwa Realme Note 70 ditujukan untuk pasar India. Namun, perbedaan chipset dan layar antara Note 70 dan Note 70T terlalu besar untuk disebut sebagai varian regional biasa.

Sebuah hasil tes Geekbench untuk RMX5313 juga mengonfirmasi penggunaan chipset UMS9230, memperkuat dugaan bahwa retailer Lithuania mungkin keliru dalam mencantumkan kode model untuk Realme Note 70T.

Implikasi untuk Pasar

Jika kedua model ini benar-benar berbeda, Realme mungkin sedang menyiapkan strategi segmentasi pasar yang lebih jelas. Note 70 dengan spesifikasi lebih rendah bisa ditargetkan untuk pasar entry-level, sementara Note 70T menawarkan performa lebih tinggi.

Realme belum memberikan konfirmasi resmi terkait kedua model ini. Namun, kemunculan informasi di GPC dan Geekbench biasanya menjadi pertanda bahwa peluncuran sudah dekat. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk Realme terbaru, simak juga Realme 13 Pro Series 5G yang baru saja debut di Indonesia.

Sementara itu, Realme juga dikabarkan sedang mengembangkan seri GT 7 Pro dengan baterai besar. Simak informasinya di artikel terkait.

Kemkomdigi Minta Operator Seluler Lebih Transparan Soal Kuota Internet

0

Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) meminta operator seluler (opsel) untuk memberikan deskripsi produk yang lebih transparan kepada pelanggan. Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan kebingungan dan mispersepsi terkait layanan kuota internet.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Denny Setiawan, menekankan pentingnya transparansi informasi terutama terkait batas volume kuota internet. “Kami mengharapkan penyelenggara layanan telekomunikasi memberikan deskripsi produk yang transparan, tidak membingungkan dan tidak menyesatkan,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2025).

Denny menjelaskan, transparansi harus mencakup pembagian kuota berdasarkan area, waktu, dan akses untuk aplikasi tertentu. Selain itu, operator juga perlu menjelaskan dengan jelas tentang batas waktu paket data dan perlakuan terhadap sisa kuota yang tidak terpakai.

Edukasi Pelanggan dan Fitur Tambahan

Kemkomdigi juga mendorong operator untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada pelanggan tentang fitur-fitur yang ditawarkan. “Mungkin edukasi ini perlu pakai influencer karena biasanya anak-anak generasi Z tidak membaca teks,” tambah Denny.

Beberapa fitur yang perlu dijelaskan meliputi transfer kuota, roll over (akumulasi kuota), dan kontrol pulsa. Tujuannya agar pelanggan tidak dikenakan tarif reguler ketika kuota internet atau masa berlaku paket telah habis.

Dorongan untuk Layanan Roll Over

Kemkomdigi mendorong operator untuk menyediakan paket data dengan fitur roll over, di mana sisa kuota tidak terpakai dapat digunakan di periode berikutnya. “Sistem kuota ini sebenarnya memberi manfaat kepada masyarakat. Jadi, Kemkomdigi mendorong operator lebih transparan,” ucap Denny.

Namun, layanan roll over tetap harus disesuaikan dengan kemampuan operator dalam menyediakan kapasitas dan strategi bisnisnya. Operator dapat membatasi jumlah roll over berdasarkan volume (dalam GB) atau memiliki masa berlaku tertentu.

Kebijakan ini bertujuan mempermudah operator mempersiapkan kapasitas dan menghindari network congestion yang bisa merugikan pelanggan. Seperti diketahui, beberapa operator seperti XL dan Telkomsel telah menawarkan berbagai pilihan paket internet dengan fitur menarik.

Denny juga menyarankan operator untuk melakukan pemetaan pelanggan lebih akurat. Dengan demikian, pelanggan bisa mendapatkan rekomendasi paket data yang sesuai kebutuhan mereka. Teknologi jaringan yang lebih canggih seperti 4,5G Pro juga diharapkan bisa mendukung layanan yang lebih baik.

Kebijakan transparansi ini diharapkan bisa mengurangi keluhan pelanggan terkait kuota internet yang sering menjadi perdebatan, terutama soal kuota yang hangus sebelum sempat digunakan.