Beranda blog Halaman 212

Cara Mudah Aktifkan Microsoft PC Game Pass via Telkomsel, Mulai Rp63 Ribu

0

Telset.id – Ingin bermain ratusan game PC premium tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam? Kabar baik datang dari Telkomsel yang bekerja sama dengan Nuon dan Bango menghadirkan Microsoft PC Game Pass dengan harga terjangkau mulai Rp63.063 per bulan. Layanan ini bisa diaktifkan melalui IndiHome Add-On, memberikan akses ke koleksi game-game terbaik dari Xbox Game Studios, Bethesda, hingga Activision Blizzard.

Kolaborasi strategis ini memanfaatkan teknologi Digital Vending Machine® (DVM™) dari Bango untuk mempermudah proses aktivasi. Bagi 500 pelanggan pertama, tersedia promo spesial First-Month-Free yang berlaku mulai 14 Agustus 2025. Tertarik mencoba? Berikut panduan lengkap cara mengaktifkannya.

Langkah 1: Akses Laman IndiHome Add-On PC Game Pass

Pertama, pastikan Anda sudah terdaftar sebagai pelanggan IndiHome. Kunjungi laman khusus IndiHome Add-On PC Game Pass melalui browser di perangkat Anda. Di sini, Anda akan menemukan detail layanan, termasuk harga berlangganan dan daftar game yang tersedia.

Seperti dilansir dalam artikel sebelumnya, layanan ini menawarkan lebih dari 100 game premium, termasuk rilis hari pertama seperti Clair Obscur Expedition 33 dan Call of Duty terbaru. Anda juga mendapatkan keanggotaan EA Play dan bonus eksklusif dari Riot Games.

Langkah 2: Pilih Paket dan Lakukan Pembayaran

Setelah memastikan paket yang diinginkan, klik tombol berlangganan. Biaya Rp63.063/bulan (belum termasuk PPN) akan otomatis ditambahkan ke tagihan IndiHome Anda. Proses ini didukung oleh teknologi DVM™ Bango, yang menjamin keamanan transaksi.

Jika termasuk 500 pelanggan pertama, Anda berhak mendapatkan promo First-Month-Free. Pastikan untuk segera mengaktifkan layanan setelah pembelian agar tidak kehabisan kuota promo.

Langkah 3: Aktivasi via Aplikasi Xbox

Setelah transaksi berhasil, Anda akan menerima kode aktivasi melalui email atau SMS. Selanjutnya, buka aplikasi Xbox di PC Windows Anda, masuk dengan akun Microsoft, dan masukkan kode tersebut. Dalam hitungan menit, seluruh koleksi game siap dimainkan.

Menurut Aris Sudewo, CEO Nuon Digital Indonesia, kemudahan akses ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekosistem gaming nasional. “Kami ingin gamer Indonesia menikmati pengalaman bermain terbaik tanpa hambatan,” ujarnya.

Dengan langganan PC Game Pass, Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya pembelian game per judul. Cukup bayar sekali sebulan, dan ratusan game siap menemani waktu luang Anda. Tertarik mencoba?

Telkomsel, Nuon, dan Bango Hadirkan PC Game Pass Terjangkau untuk Gamer Indonesia

0

Telset.id – Jika Anda seorang gamer PC yang lelah mengeluarkan ratusan ribu rupiah untuk membeli game-game terbaru, kabar baik datang dari Telkomsel, Nuon, dan Bango. Kolaborasi strategis ketiganya menghadirkan Microsoft PC Game Pass dengan harga terjangkau mulai Rp63 ribu per bulan melalui IndiHome Add-On.

Layanan ini resmi diluncurkan pada 14 Agustus 2025 dan menawarkan akses ke ratusan game PC berkualitas, termasuk rilis hari pertama dari Xbox Game Studios, Bethesda Softworks, hingga Activision Blizzard. Yang menarik, 500 pelanggan pertama bisa menikmati promo First-Month-Free sebelum berlangganan dengan harga normal.

Revolusi Gaming Berlangganan di Indonesia

Di tengah maraknya tren gaming berlangganan global, kehadiran PC Game Pass di Indonesia melalui kolaborasi ini menjadi angin segar bagi para gamer. Lesley Simpson, VP Digital Lifestyle Telkomsel, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan digital lifestyle terlengkap. “Kami ingin membuka akses yang lebih terjangkau dan praktis ke pengalaman gaming berkualitas,” ujarnya.

Layanan ini tidak hanya menyediakan game-game blockbuster seperti Call of Duty dan Valorant, tetapi juga termasuk keanggotaan EA Play yang mencakup franchise ternama seperti FC 25 dan Battlefield. Pelanggan juga mendapatkan bonus eksklusif dari Riot Games setelah menautkan akun mereka ke Xbox Profile.

Teknologi Digital Vending Machine® untuk Kemudahan Akses

Kolaborasi ini memanfaatkan teknologi Digital Vending Machine® (DVM™) dari Bango yang memungkinkan proses aktivasi yang cepat, aman, dan mudah. Paul Larbey, CEO Bango, menjelaskan bahwa teknologi ini tidak hanya mempermudah pembelian tetapi juga memungkinkan berbagai promo dan diskon menarik bagi pelanggan.

Aris Sudewo, CEO Nuon Digital Indonesia, menambahkan bahwa pelanggan juga bisa membeli PC Game Pass melalui kanal distribusi milik Nuon, UPOINT.ID, dengan berbagai metode pembayaran digital. “Kerja sama ini semakin memperkuat peran Nuon dalam menghadirkan konten gim premium,” ujarnya.

Bagi yang tertarik, proses berlangganan cukup sederhana. Pelanggan hanya perlu mengakses laman IndiHome Add-On PC Game Pass dan mengaktifkan layanan seharga Rp63.063 per bulan (belum termasuk PPN). Biaya akan otomatis terakumulasi dalam tagihan IndiHome. Setelah transaksi, pelanggan akan mendapatkan kode aktivasi yang bisa dimasukkan pada aplikasi Xbox di Windows.

Masa Depan Gaming Berlangganan di Indonesia

Kehadiran PC Game Pass melalui kolaborasi ini menandai babak baru dalam ekosistem gaming Indonesia. Dengan harga yang terjangkau dan koleksi game yang terus diperbarui, layanan ini berpotensi mengubah kebiasaan gamers Indonesia dari model pembelian tradisional ke sistem berlangganan yang lebih praktis.

Seperti dilaporkan sebelumnya di Telset.id, Microsoft memang telah lama mempersiapkan ekspansi layanan gaming berlangganannya ke pasar Asia Tenggara. Kolaborasi dengan Telkomsel, Nuon, dan Bango ini menjadi bukti nyata komitmen mereka.

Untuk para gamer yang penasaran dengan kualitas game-game yang ditawarkan, Anda bisa mencoba promo First-Month-Free bagi 500 pelanggan pertama. Setelah login di aplikasi Xbox menggunakan akun yang sama, layanan akan otomatis diperpanjang dengan harga normal di bulan berikutnya.

Dengan hadirnya layanan ini, pertanyaan besarnya adalah: Akankah model gaming berlangganan seperti ini bisa menggeser dominasi model pembelian tradisional di Indonesia? Jawabannya mungkin akan kita lihat dalam beberapa bulan ke depan.

Bocoran Realme Neo 8: Chipset Anyar dan Baterai 8.000mAh Siap Guncang Pasar

0

Telset.id – Jika Anda mengira Realme Neo 7 dengan chipset Dimensity 9300 Plus dan baterai 7.000mAh sudah mentok, bersiaplah terkejut. Bocoran terbaru dari tipster ternama Digital Chat Station mengungkap spesifikasi menggiurkan Realme Neo 8 yang kabarnya akan meluncur Desember 2025.

Menurut unggahan Weibo yang dirilis DCS, Realme Neo 8 akan membawa lompatan signifikan di dua aspek krusial: tampilan dan kecepatan. Layar LTPS OLED beresolusi 1.5K akan dipasangkan dengan sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar – upgrade dari teknologi LTPO dan sensor optik pada pendahulunya.

Pertarungan Chipset Elite

Yang lebih menarik, Realme disebut sedang menguji dua calon chipset unggulan: Dimensity 9500e dan Snapdragon 8 Gen 5. Dimensity 9500e diklaim sebagai versi penyempurnaan Dimensity 9400 Plus, sementara Snapdragon 8 Gen 5 (kode SM8845) diprediksi meluncur September 2025 bersama Snapdragon 8 Elite 2.

Persaingan ketat ini mengingatkan pada Realme GT Neo 6 yang menggunakan Snapdragon 8s Gen 3. Realme tampaknya konsisten dengan strategi dual-chipset untuk menjangkau segmen berbeda.

Baterai Monster 8.000mAh

Jika bocoran akurat, Realme Neo 8 akan membawa baterai berkapasitas fantastis 8.000mAh – lompatan 1.000mAh dari seri sebelumnya. Angka ini bahkan mengungguli sebagian besar tablet entry-level. Kombinasi chipset efisien dan baterai besar bisa menjadikannya primadona gamer mobile.

Realme juga dikabarkan sedang mempersiapkan varian SE dengan Dimensity 8500 yang mungkin meluncur Januari 2026. Strategi ini mirip dengan Realme Neo7 SE yang menggunakan Dimensity 8400, menunjukkan konsistensi pola produk mereka.

Dengan spesifikasi mentah seperti ini, Realme Neo 8 berpotensi menggeser dominasi smartphone gaming premium. Namun pertanyaan besarnya: akankah Realme mempertahankan harga kompetitif seperti seri sebelumnya? Kita tunggu konfirmasi resminya.

Samsung One UI 8 Beta Kini Tersedia untuk Lebih Banyak Perangkat

0

Telset.id – Jika Anda pengguna setia Samsung dan sudah tidak sabar mencicipi fitur terbaru dari One UI 8, kabar baik datang dari raksasa teknologi asal Korea Selatan ini. Setelah lebih dari dua bulan eksklusif untuk seri Galaxy S25, Samsung akhirnya memperluas program beta One UI 8 ke lebih banyak perangkat, termasuk Galaxy S24, Galaxy Z Fold 6, dan Galaxy Z Flip 6. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum Anda bisa menikmati pembaruan ini.

Rilis beta One UI 8 ini menjadi angin segar bagi pengguna yang kecewa dengan peluncuran One UI 7 yang dinilai terlalu lambat. Menariknya, Samsung menjadi merek pertama yang merilis beta Android 16 dengan lapisan kustomisasinya sendiri. Seperti dilansir Telset.id sebelumnya, program beta ini awalnya hanya tersedia untuk Galaxy S25 series pada Mei lalu.

Daftar Perangkat yang Mendapat One UI 8 Beta

Berikut adalah daftar perangkat Samsung yang saat ini menerima pembaruan One UI 8 beta:

  • Galaxy S25
  • Galaxy S25+
  • Galaxy S25 Ultra
  • Galaxy S24
  • Galaxy S24+
  • Galaxy S24 Ultra
  • Galaxy Z Fold 6
  • Galaxy Z Flip 6

Namun, memiliki salah satu perangkat di atas saja tidak cukup. Anda juga harus berada di negara yang termasuk dalam daftar eligible. Untuk seri Galaxy S25, beta awalnya dirilis di AS, Inggris, Jerman, dan Korea Selatan, kemudian diperluas ke Polandia dan India. Sementara untuk perangkat lainnya, termasuk Galaxy S24 series, Galaxy Z Fold 6, dan Galaxy Z Flip 6, beta One UI 8 tersedia di empat wilayah: Korea, AS, Inggris, dan India.

Cara Bergabung dengan Program Beta One UI 8

Jika perangkat dan lokasi Anda memenuhi syarat, berikut langkah-langkah untuk bergabung dengan program beta:

  1. Buka aplikasi Samsung Members di ponsel Anda (unduh dari Galaxy Store jika belum terpasang).
  2. Cari banner One UI 8 beta dan ketuk.
  3. Ikuti petunjuk di layar untuk bergabung dengan program beta.
  4. Masuk ke Pengaturan > Pembaruan perangkat lunak > Unduh dan instal untuk mendapatkan pembaruan beta.

Pastikan perangkat Anda memiliki penyimpanan yang cukup dan baterai minimal 30% untuk proses instalasi yang lancar. Ingat, ini adalah perangkat lunak beta, jadi mungkin ada bug dan fitur yang belum sempurna.

Samsung juga telah mengumumkan rencana perluasan beta One UI 8 untuk September mendatang. Menurut pengumuman resmi, perusahaan akan merilis beta ke seri Galaxy S23, Galaxy Z Fold 5, Galaxy Z Flip 5, Galaxy A55 5G, Galaxy A54, Galaxy A36 5G, Galaxy A35 5G, dan Galaxy A54. Negara yang eligible tetap sama: Korea, AS, Inggris, dan India.

Dengan ekspansi ini, Samsung menunjukkan komitmennya untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pengguna, meskipun dalam bentuk beta. Bagi Anda yang penasaran dengan fitur-fitur baru One UI 8, sekaranglah saatnya untuk mencoba—asal cepat, karena slot beta terbatas!

HyperOS 3 Xiaomi Segera Rilis: Bocoran Fitur dan Daftar Perangkat yang Didukung

0

Telset.id – Jika Anda pengguna setia Xiaomi, bersiaplah untuk menyambut pembaruan besar: HyperOS 3. Upgrade software terbaru ini dikabarkan akan membawa segudang peningkatan, mulai dari antarmuka yang lebih intuitif hingga performa sistem yang lebih gesit. Kabar baiknya, HyperOS 3 akan berbasis Android 16 yang dirilis Google lebih awal dari jadwal biasanya. Apa saja yang bisa Anda harapkan?

Xiaomi belum mengumumkan tanggal rilis resmi HyperOS 3. Namun, bocoran terbaru dari tipster terpercaya asal Tiongkok, Digital Chat Station, mengindikasikan bahwa beta testing akan dimulai pada Agustus mendatang. Jika mengikuti pola sebelumnya, uji beta biasanya berlangsung beberapa minggu sebelum versi stabil dirilis. Artinya, Anda mungkin bisa menikmati HyperOS 3 berbasis Android 16 pada akhir September atau awal Oktober.

Daftar Perangkat yang Didukung HyperOS 3

Meski belum ada pengumuman resmi, daftar perangkat yang kemungkinan besar akan menerima HyperOS 3 sudah mulai terkuak. Berikut adalah perkiraan berdasarkan kebijakan update Xiaomi dan pola rilis sebelumnya:

  • Xiaomi Series: Xiaomi 15, Xiaomi 15 Pro, Xiaomi 15 Ultra, Xiaomi 14, Xiaomi 14 Pro, Xiaomi 14 Ultra, Xiaomi 13, Xiaomi 13 Pro, Xiaomi 13 Ultra, dan seri lainnya.
  • Redmi Series: Redmi Note 14, Redmi Note 14 Pro, Redmi Note 13, Redmi Note 13 Pro, Redmi K80, Redmi K70, dan varian lainnya.
  • POCO Series: Poco F7, Poco F6, Poco X7, Poco M7, dan beberapa model lainnya.

Perlu diingat, daftar ini masih bersifat spekulatif. Xiaomi mungkin akan mengumumkan daftar resmi mendekati rilis. Seperti dilaporkan sebelumnya, perusahaan tampaknya sedang mengalihkan fokus ke HyperOS 3 dengan menghentikan dukungan untuk beberapa perangkat lama.

Apa yang Baru di HyperOS 3?

HyperOS 3 dikabarkan akan membawa sejumlah peningkatan signifikan. Berikut beberapa fitur yang paling dinantikan:

  • Antarmuka yang Lebih Intuitif: Laporan menyebutkan adanya penyempurnaan UI dengan transisi yang lebih halus dan responsivitas sistem yang ditingkatkan.
  • Manajemen Sumber Daya yang Lebih Baik: HyperOS 3 diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan RAM dan CPU untuk performa yang lebih stabil.
  • Fitur Keamanan Unggulan: Integrasi Advanced Protection Mode dari Android 16 akan memberikan lapisan keamanan tambahan bagi perangkat Xiaomi.

Tak hanya itu, HyperOS 3 juga akan membawa fitur-fitur baru dari Android 16 seperti Live Updates yang lebih canggih dan pengelompokan notifikasi yang lebih terorganisir. Dengan semua peningkatan ini, apakah Xiaomi akan semakin mendekatkan diri ke jajaran raksasa software seperti Apple dan Samsung?

Menariknya, pembaruan ini datang di saat Xiaomi sedang berfokus pada pengembangan teknologi in-house. Mungkinkah HyperOS 3 menjadi bukti kemandirian Xiaomi dalam hal software?

Sementara menunggu pengumuman resmi, pastikan perangkat Anda termasuk dalam daftar yang didukung. Dan jangan lupa untuk terus mengikuti perkembangan terbaru seputar HyperOS 3 di Telset.id.

Perplexity AI Tawarkan $34,5 Miliar untuk Akuisisi Chrome dari Google

0

Telset.id – Dalam langkah berani yang bisa mengubah peta persaingan browser dunia, startup berbasis AI asal San Francisco, Perplexity AI, dikabarkan menawarkan $34,5 miliar tunai untuk mengakuisisi Chrome dari Google. Tawaran spektakuler ini muncul di tengah tekanan antitrust yang semakin menguat terhadap raksasa teknologi asal Mountain View tersebut.

Perplexity—yang baru saja meluncurkan browser berbasis AI bernama Comet—ternyata menyimpan ambisi lebih besar. Dengan valuasi $18 miliar dan dukungan modal ventura, perusahaan ini berani membuat penawaran yang bahkan membuat industri terbelalak. Uniknya, mereka berjanji akan mempertahankan Chromium sebagai open-source dan tetap menggunakan Google sebagai mesin pencari default—strategi yang jelas ditujukan untuk meredam kekhawatiran regulator.

Permainan Strategis di Tengah Badai Antitrust

Langkah Perplexity ini bukan tanpa alasan. Keputusan Departemen Kehakiman AS tahun 2024 yang memerintahkan Google untuk melepas Chrome menjadi momentum sempurna. “Ini seperti mengambil mahkota di saat sang raja sedang lemah,” ujar seorang analis yang enggan disebutkan namanya. Apalagi, sejumlah pemain lain seperti OpenAI dan Yahoo juga dikabarkan tertarik.

Dengan 3 miliar pengguna aktif, Chrome adalah aset strategis yang bisa mengubah peta persaingan AI. Sebelumnya, Perplexity sudah menunjukkan ketertarikannya pada platform besar dengan mencoba mengakuisisi operasi TikTok di AS—meski akhirnya gagal. Kini, dengan dana $1 miliar yang sudah dihimpun dan janji investasi tambahan $3 miliar untuk pengembangan Chrome, mereka tampak serius.

Google Bertahan, Masa Depan Browser Dipertaruhkan

Google sendiri belum berniat melepas Chrome. Mereka sedang mengajukan banding atas keputusan antitrust sambil berargumen bahwa pemisahan paksa bisa merugikan bisnis intinya. Bagaimanapun, dengan pangsa pasar lebih dari 50% di AS, Chrome tetap menjadi raja tanpa mahkota alternatif yang jelas.

Jika tawaran ini diterima—meski peluangnya kecil—Perplexity akan langsung menjadi pemain utama di kancah browser dan AI. Sebaliknya, penolakan Google bisa memicu perang baru di industri teknologi, di mana perusahaan-perusahaan AI semakin agresif menantang dominasi pemain mapan.

Apapun hasilnya, satu hal yang pasti: pertarungan untuk menguasai gerbang internet kita baru saja memasuki babak baru yang lebih panas dari sebelumnya.

Red Magic Astra Resmi Meluncur: Tablet Gaming dengan Performa Elite

0

Telset.id – Setelah menunggu lama, Red Magic Astra akhirnya resmi meluncur di pasar global. Tablet gaming premium ini sebelumnya hanya tersedia dalam periode pre-order yang cukup panjang. Kini, para gamer di Amerika Serikat, Eropa, dan wilayah lainnya bisa langsung membelinya. Lalu, apa saja yang ditawarkan tablet seharga 499 Euro ini?

Red Magic Astra pertama kali diperkenalkan ke pasar global awal bulan lalu. Perangkat ini membawa spesifikasi yang benar-benar ditujukan untuk pengalaman gaming kelas atas. Layarnya berukuran 9,06 inci dengan panel OLED yang menawarkan resolusi 2400 x 1504 piksel. Yang lebih mengesankan, refresh rate-nya mencapai 165Hz dengan dukungan PWM dimming 5280Hz dan sertifikasi TÜV Rheinland untuk mengurangi blue light dan flicker.

Dapur Pacu Elite untuk Gaming Tanpa Kompromi

Di balik bodinya, Red Magic Astra ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite yang dipadukan dengan RAM hingga 25GB dan penyimpanan UFS 4.1 Pro berkapasitas 1TB. Kombinasi ini menjanjikan performa gaming yang mulus bahkan untuk game-game berat sekalipun. Seperti yang pernah kami bahas dalam artikel sebelumnya, chipset ini memang dirancang khusus untuk perangkat gaming high-end.

Tablet ini menjalankan sistem operasi Android 15 dengan antarmuka kustom RedMagic OS 10.5 yang dilengkapi Cube Game Engine. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan berbagai aspek performa sesuai kebutuhan gaming mereka. Untuk daya tahan, Red Magic Astra mengandalkan baterai berkapasitas besar 8.200mAh dengan dukungan pengisian cepat 80W. Yang menarik, tablet ini juga memiliki fitur bypass charging yang menjaga suhu tetap stabil selama sesi gaming marathon.

Spesifikasi Audio dan Konektivitas Premium

Untuk pengalaman audio, Red Magic Astra dilengkapi dengan konfigurasi stereo speaker ganda yang mendukung spatial audio. Ini akan memberikan pengalaman gaming yang lebih imersif, terutama untuk game-game dengan desain audio 3D. Dari sisi konektivitas, tablet ini sudah mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dan port USB Type-C 3.2 Gen 2. Keamanan dijamin melalui sensor sidik jari samping yang cepat dan akurat.

Red Magic Astra tersedia dalam tiga varian konfigurasi dengan harga yang bervariasi:

  • 12GB RAM + 256GB penyimpanan: $549/€499/£439
  • 16GB RAM + 512GB penyimpanan: $699/€649/£559
  • 24GB RAM + 1TB penyimpanan: $899/€849/£739

Tablet gaming ini hadir dalam dua pilihan warna: Eclipse Black dan Starfrost Silver. Dengan spesifikasi seperti ini, Red Magic Astra jelas ingin bersaing ketat dengan produk-produk gaming premium lainnya di pasaran.

Bagi Anda yang mencari tablet gaming dengan performa elite dan fitur lengkap, Red Magic Astra patut dipertimbangkan. Apalagi dengan dukungan chipset Snapdragon 8 Elite yang juga digunakan di smartphone gaming flagship Red Magic, pengalaman gaming di perangkat ini dijamin akan sangat memuaskan.

Cara Setting Projector di Ruang Kerja Kecil untuk WFH dan Hiburan

0

Telset.id – Projector kini bukan lagi sekadar alat presentasi di ruang rapat atau bioskop. Dengan tren work from home (WFH) yang terus berkembang, proyektor menjadi solusi cerdas untuk ruang kerja terbatas sekaligus hiburan setelah jam kantor. Bayangkan, dinding kosong di sudut ruangan bisa berubah menjadi layar raksasa untuk rapat Zoom atau maraton film favorit.

Namun, memilih dan memasang proyektor di ruang kecil tidak semudah kelihatannya. Faktor seperti jarak proyeksi, pencahayaan, hingga manajemen kabel bisa membuat pengalaman WFH atau menonton jadi tidak nyaman. Berikut panduan lengkap dari Telset.id untuk memaksimalkan proyektor di ruang kerja minimalis.

1. Memilih Proyektor yang Tepat untuk Ruang Sempit

Sebelum membeli, pertimbangkan tiga faktor kunci:

  • Jarak Proyeksi & Kecerahan: Proyektor short-throw atau ultra-short-throw bisa memproyeksikan gambar besar dari jarak dekat (1-2 meter). Pilih yang memiliki minimal 2.000 lumens agar gambar tetap jelas meski ruangan terang.
  • Resolusi & Konektivitas: 1080p adalah standar minimal untuk kerja dan hiburan. Pastikan ada port HDMI atau dukungan wireless seperti Miracast/AirPlay agar mudah terhubung dengan laptop atau smartphone.
  • Kebisingan & Pendinginan: Kipas yang berisik akan mengganggu konsentrasi. Cek desain ventilasi untuk menghindari overheating di ruang sempit.

Proyektor short-throw di meja kerja kecil

2. Trik Penempatan untuk Kualitas Gambar Optimal

Lokasi proyektor menentukan kenyamanan penggunaan sehari-hari:

  • Atur Pencahayaan: Gunakan tirai blackout jika ruangan terlalu terang. Hindari meletakkan proyektor berlawanan dengan jendela untuk mengurangi silau.
  • Ketinggian Layar: Posisikan layar setinggi mata atau sedikit di atasnya. Layar terlalu tinggi/rendah menyebabkan leher cepat pegal.
  • Ventilasi: Jangan sembunyikan proyektor di rak tertutup. Beri jarak minimal 15 cm di sekitar ventilasi udara.

3. Layar vs Dinding: Mana Lebih Baik?

Keduanya punya kelebihan berbeda:

  • Layar Proyektor: Memberikan warna lebih akurat dan kontras tinggi. Cocok untuk presentasi profesional atau menonton film serius. Beberapa model portabel bisa dilipat setelah digunakan.
  • Dinding Polos: Solusi praktis tanpa biaya tambahan. Pastikan permukaan rata, berwarna putih atau abu-abu muda, dan bebas tekstur. Hindari dinding bertekstur atau warna krem yang bisa mengubah gradasi warna.

Perbandingan proyeksi di layar vs dinding

4. Koneksi Tanpa Ribet: Kabel vs Nirkabel

Proyektor modern menawarkan berbagai opsi:

  • Kabel (HDMI/USB-C): Lebih stabil untuk rapat penting atau gaming. Gunakan pengatur kabel agar tidak berantakan di lantai.
  • Nirkabel (Chromecast/AirPlay): Solusi terbaik untuk ruang rapi. Pastikan sinyal Wi-Fi kuat dan proyektor serta perangkat terhubung ke jaringan yang sama.

Jika screen mirroring gagal, coba restart proyektor dan perangkat, atau perbarui firmware proyektor. Masalah koneksi sering teratasi dengan update sederhana.

Koneksi nirkabel proyektor ke laptop dan smartphone

5. Tips Tambahan untuk Pengalaman Terbaik

  • Audio: Speaker bawaan proyektor biasanya kurang powerful. Tambahkan soundbar mini atau speaker Bluetooth seperti yang digunakan di Garmin Approach R50 untuk kualitas suara lebih baik.
  • Pemeliharaan: Bersihkan lensa dengan kain microfiber dan debu di ventilasi secara berkala. Overheating memperpendek umur proyektor.
  • Dual Fungsi: Atur pencahayaan berbeda untuk mode kerja (cahaya cukup) dan hiburan (redupkan lampu). Beberapa proyektor memiliki preset gambar yang bisa disesuaikan.

Dengan setup yang tepat, proyektor bisa menjadi investasi cerdas untuk ruang kerja kecil. Tidak hanya menghemat tempat, tetapi juga meningkatkan produktivitas WFH dan kualitas hiburan setelah jam kerja. Tertarik mencoba?

Telkomsel, Nuon, dan Bango Bawa Microsoft PC Game Pass ke Indonesia

0

Telset.id – Telkomsel, Nuon Digital Indonesia, dan Bango resmi berkolaborasi menghadirkan Microsoft PC Game Pass bagi gamer Indonesia melalui layanan IndiHome Add-On. Kemitraan ini memungkinkan pelanggan mengakses ratusan game PC premium dengan harga terjangkau dan proses aktivasi yang mudah.

Dengan biaya langganan Rp63.063 per bulan (belum termasuk PPN), pengguna bisa menikmati game-game terbaru dari Xbox Game Studios, Bethesda Softworks, Activision Blizzard, serta keanggotaan EA Play. Layanan ini juga menyertakan bonus eksklusif dari Riot Games seperti skin dan mata uang dalam game.

Kemudahan Akses dan Promo Menarik

Pelanggan dapat mengaktifkan PC Game Pass melalui laman IndiHome Add-On, dengan biaya otomatis terintegrasi ke tagihan bulanan. Setelah transaksi, kode aktivasi akan dikirim untuk digunakan di aplikasi Xbox di Windows.

Bagi 500 pelanggan pertama, tersedia promo “First-Month-Free” yang berlaku mulai 14 Agustus 2025. “Kami ingin memastikan gamer Indonesia bisa merasakan pengalaman premium tanpa hambatan,” ujar Lesley Simpson, VP Digital Lifestyle Telkomsel.

Dukungan Teknologi Bango

Kolaborasi ini memanfaatkan teknologi Digital Vending Machine® (DVM™) dari Bango untuk memproses pembayaran dan distribusi kode secara otomatis. “Solusi kami memungkinkan operator memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan retensi pelanggan,” jelas Paul Larbey, CEO Bango.

Nuon juga menyediakan alternatif pembelian melalui platform UPOINT.ID dengan berbagai metode pembayaran digital. “Ini bagian dari komitmen kami memperluas akses gaming berkualitas,” tambah Aris Sudewo, CEO Nuon Digital Indonesia.

Layanan ini menghadirkan deretan game populer seperti Call of Duty, Valorant, dan Football Manager 2024, memperkuat tren gaming berlangganan di Indonesia. Untuk perangkat pendukung, gamer bisa mempertimbangkan Xbox Ally yang baru diluncurkan Microsoft dan ASUS.

Gemini AI di Galaxy Z Flip7: Sahabat Konten Olahraga yang Kreatif

0

Telset.id – Jika Anda berpikir smartphone lipat hanya untuk gaya, Galaxy Z Flip7 dengan Gemini AI siap mengubah persepsi itu. Perangkat ini bukan sekadar gadget, melainkan partner kreatif yang memudahkan pembuatan konten olahraga, khususnya padel, dengan sentuhan teknologi canggih.

Dalam peluncurannya di Jakarta, 14 Agustus 2025, Samsung memperkenalkan Galaxy Z Flip7 sebagai solusi bagi para pecinta olahraga yang ingin mengekspresikan gaya hidup aktif mereka melalui konten digital. Dengan kombinasi desain foldable yang ramping, layar FlexWindow yang lebih luas, dan kecerdasan buatan Gemini AI, perangkat ini dirancang untuk memudahkan setiap tahap pembuatan konten—dari persiapan hingga editing.

Gemini AI: Asisten Cerdas di Layar Depan

FlexWindow berukuran 4,1 inci pada Galaxy Z Flip7 tidak hanya menampilkan notifikasi, tetapi juga menjadi pintu gerbang ke Gemini AI. Pengguna bisa langsung bertanya tentang ide konten, rekomendasi outfit, atau bahkan teknik pemanasan yang tepat sebelum berolahraga. Cukup berikan prompt seperti, “Gemini, bagaimana melakukan stretching yang benar?”, dan AI akan memberikan saran real-time.

Seperti yang diungkapkan Cindy Gulla, content creator yang kerap membagikan momen olahraganya, “Dengan Gemini Live Camera, aku tinggal arahkan kamera ke outfit atau raket Padel, lalu bertanya mana yang paling cocok. Ini bikin persiapan jadi lebih efisien!”

Rekam Momen dengan Fleksibilitas Tanpa Batas

Fitur FlexCam memungkinkan pengguna merekam video dari berbagai sudut tanpa perlu memegang perangkat. Gemini AI bahkan bisa memberikan rekomendasi angle estetik untuk konten olahraga. Misalnya, dengan prompt “Saran framing untuk merekam smash padel dari sudut rendah”, pengguna bisa mendapatkan ide kreatif dalam hitungan detik.

Tak hanya itu, durabilitas Galaxy Z Flip7 didukung Armor FlexHinge dan Corning Gorilla Glass Victus 2, membuatnya tahan banting di lapangan padel yang kasar. Dengan ketahanan hingga 500.000 kali lipatan, perangkat ini siap menemani aktivitas intens selama bertahun-tahun.

Editing Cepat dengan Galaxy AI

Setelah merekam, proses editing menjadi lebih mudah berkat fitur seperti Audio Eraser untuk menghilangkan noise, Generative Edit untuk memperbaiki foto, dan Auto Trim yang secara otomatis memilih bagian video terbaik. Bahkan, Gemini AI bisa membantu membuat caption yang engaging untuk media sosial.

Dengan baterai 4.300mAh yang tahan lama, Galaxy Z Flip7 memastikan Anda tidak kehabisan daya di tengah sesi pembuatan konten. Seperti yang diakui Cindy, “Baterainya tahan seharian, jadi aku bisa bikin konten maksimal meski main padel malam hari.”

Galaxy Z Flip7 tersedia dalam pilihan warna Blue Shadow, Jetblack, Coral-red, dan Mint (eksklusif online), dengan harga mulai Rp17.999.000. Periode promo 15 Agustus-15 September 2025 juga menawarkan trade-in senilai Rp2 juta dan cashback bank Rp1 juta.

Dengan segala keunggulannya, Galaxy Z Flip7 bukan sekadar smartphone—ia adalah teman kreatif yang siap mengubah setiap momen olahraga Anda menjadi konten inspiratif.

Smartphone AI untuk Traveler: Apa yang Bikin HONOR 400 Berbeda?

0

Telset.id – Perjalanan panjang sering kali mengajarkan satu hal: kita butuh lebih dari sekadar perangkat pintar—kita butuh perangkat yang mengerti kita. Dan itulah kesan pertama saya setelah membawa HONOR 400 menjelajahi dua kota lintas negara, Singapura dan Johor Bahru. Bukan hanya karena kameranya, bukan pula semata-mata karena daya tahan baterainya, tapi karena kemampuannya membaca kebutuhan pengguna dengan kecerdasan yang terasa personal.

Di era di mana AI sudah menjadi buzzword di hampir setiap peluncuran smartphone, HONOR 400 berhasil membuktikan bahwa integrasi AI bukan sekadar pelengkap, tapi bisa menjadi inti pengalaman.

AI yang Bekerja Senyap, Namun Cerdas

Pagi hari di Singapura, saya memotret keramaian stasiun MRT saat golden hour. Lalu lintas manusia padat, pencahayaan tidak stabil, dan saya hanya punya waktu sekilas untuk mengabadikannya. Saya angkat HONOR 400, bidik, dan… klik. Hasilnya mengejutkan.

AI Eraser 2.0 otomatis mendeteksi orang yang melintas di latar belakang dan menawarkan opsi untuk menghapusnya. Tidak perlu saya retouch di Photoshop. Semua dilakukan langsung, cepat, dan rapi.

AI Eraser 2.0 di Honor 400
AI Eraser 2.0 di Honor 400

Beberapa langkah kemudian, saya coba mengambil foto dari kaca gedung bertingkat. Refleksi yang biasanya merusak komposisi, dengan tenang diatasi oleh AI Remove Reflection. AI tidak hanya menjadi fitur tambahan, tapi benar-benar mendampingi proses kreatif saya secara aktif, seperti asisten pribadi yang tahu kapan harus membantu.

Bahkan ketika saya ingin memotret gedung-gedung ikonik namun terhalang oleh sudut pandang yang sempit, AI Outpainting hadir bak kanvas tak berbatas. Ia secara otomatis “memperluas” sisi-sisi foto, menambahkan detail yang konsisten dengan latar, sehingga frame tampak utuh tanpa harus mengorbankan bagian penting. Hasilnya? Foto bisa dipakai langsung sebagai wallpaper tanpa repot cropping atau editing manual.

Begitu juga saat memotret suasana jalanan di Johor Bahru. Saya aktifkan HD Moving Photo—fitur yang merekam tiga detik momen sebelum dan sesudah foto diambil. Hembusan angin, gerak lampu neon, atau sekilas senyum orang yang melintas, semuanya terekam menjadi potongan momen hidup yang memberi kedalaman pada kenangan. Foto tak lagi statis, tapi punya cerita yang terus bergerak.

MagicOS 9.0: Sistem Operasi yang Mengerti Ritme Traveler

Saat berpindah ke Johor Bahru, saya mulai menyadari bahwa bukan hanya kameranya yang cerdas, tapi sistem operasinya pun terasa ‘hidup’.

Fitur Magic Portal di MagicOS 9.0, misalnya, memungkinkan saya untuk langsung menyeret teks dari artikel dan mengirimkannya ke WhatsApp atau Google Maps hanya dengan lingkaran jari. Tidak perlu copy-paste. Tidak perlu buka banyak tab. Interaksi menjadi natural, intuitif, dan efisien.

AI subtitle, translate, dan notes di Honor 400
AI subtitle, translate, dan notes di Honor 400

Fitur lain yang saya rasakan manfaatnya secara nyata adalah AI Subtitles dan AI Live Translate. Saat sedang ngobrol dengan sopir taksi online asal Malaysia yang berbahasa campur-campur, saya aktifkan AI Translation dan secara real-time, suara mereka diterjemahkan menjadi teks dalam bahasa Indonesia. Bukan hanya membantu komunikasi, tapi memberi rasa percaya diri ketika berinteraksi lintas budaya.

Bagi saya yang sering mencatat wawancara di jalan, AI Notes di HONOR 400 adalah hadiah. Saya bisa merekam suara, lalu AI merangkum, merapikan, bahkan memberi highlight poin-poin penting secara otomatis. Sesuatu yang biasanya saya lakukan berjam-jam, kini selesai dalam hitungan menit.

Smartphone AI yang Tidak Ribet Dipakai

Satu hal yang kerap terlupakan dalam pembahasan teknologi adalah: kenyamanan pakai harian. Fitur boleh canggih, tapi jika sulit digunakan atau boros daya, tetap tidak layak dibawa jauh.

HONOR 400 berhasil menyeimbangkan semuanya. Dengan baterai 6.000mAh, saya bisa menjelajah seharian penuh tanpa panik kehabisan daya. Pengisian cepat 66W juga membantu saat waktu charging hanya tersedia selama sarapan.

Layar AMOLED-nya yang terang (hingga 5.000 nits) memungkinkan saya tetap membaca navigasi meski di tengah terik siang. UI MagicOS 9.0 juga terasa ringan dan tidak mengganggu fokus saat harus multitasking antara Maps, Kamera, dan WhatsApp secara bersamaan.

Ini bukan smartphone yang memaksa pengguna beradaptasi. Ini smartphone yang beradaptasi dengan pengguna.

Jadi, Apa yang Membuat HONOR 400 Berbeda?

Jawabannya bukan hanya soal spesifikasi. Tapi soal pendekatan.

HONOR 400 tidak mencoba menjadi “yang paling pintar”, tapi “yang paling memahami”. Dengan kecerdasan buatan yang kontekstual, desain fitur yang human-centric, dan sistem operasi yang menjembatani produktivitas dan ekspresi visual, HONOR 400 adalah smartphone AI yang diciptakan untuk mereka yang bergerak, mengeksplorasi, dan ingin bebas mencipta di mana saja.

Bagi traveler, digital nomad, atau siapa pun yang hidup dari mobilitas dan ide, HONOR 400 bukan hanya perangkat. Ia adalah mitra.

Sam Altman dan OpenAI Siap Hadapi Neuralink dengan Startup BCI Baru

0

Telset.id – CEO OpenAI Sam Altman dikabarkan sedang mempersiapkan perusahaan baru di bidang antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) untuk bersaing langsung dengan Neuralink milik Elon Musk. Menurut laporan Financial Times, OpenAI berencana berinvestasi besar di Merge Labs, startup BCI yang menargetkan valuasi US$850 juta.

Merge Labs didirikan bersama oleh Altman dan Alex Bania, CEO sekaligus salah satu pendiri World, perusahaan kontroversial yang mengembangkan teknologi pemindaian mata berbasis kripto. Meski akan tercatat sebagai salah satu pendiri, Altman tidak akan menginvestasikan dana pribadinya ke Merge Labs.

Langkah OpenAI ini terbilang mengejutkan, namun masuk akal mengingat Merge Labs berencana memanfaatkan kemajuan AI untuk mengembangkan BCI yang lebih baik—tujuan yang juga diusung Neuralink. Meski detail proyek ini masih minim, Altman diketahui telah lama tertarik dengan teknologi BCI. Pada 2017, ia bahkan menulis di blog pribadinya bahwa manusia mungkin akan “berintegrasi” dengan mesin pada 2025.

Persaingan Panjang Altman vs. Musk

Perseteruan antara Altman dan Musk telah berlangsung sejak lama. Musk, yang sempat menjadi bagian dari dewan OpenAI, keluar pada 2018 setelah berselisih dengan Altman mengenai arah perusahaan. Musk kemudian mendirikan xAI pada 2023 dan menggugat OpenAI, menuduh perusahaan tersebut meninggalkan misi nirlaba awalnya.

Neuralink, yang didirikan Musk pada 2016, saat ini memimpin pasar BCI dengan valuasi mencapai US$9 miliar. Namun, dengan dukungan OpenAI, Merge Labs berpotensi menjadi pesaing serius. Seperti Starfish Neuroscience dan perusahaan BCI lainnya, Merge Labs akan berfokus pada pengembangan teknologi yang memadukan AI dan neurosains.

Kedua tokoh teknologi ini tampaknya tetap konsisten dengan visi mereka tentang masa depan manusia dan mesin. Sementara Neuralink telah mencapai kemajuan signifikan, termasuk uji coba pada manusia, Merge Labs masih dalam tahap awal. Namun, dengan sumber daya OpenAI, startup ini bisa menjadi ancaman serius bagi dominasi Neuralink.