Beranda blog Halaman 112

Trump Media Kumpulkan $2,5 Miliar untuk Bitcoin Treasury

0

Telset.id – Trump Media and Technology Group (TMTG), perusahaan publik yang dimiliki mantan Presiden AS Donald Trump dan keluarganya, berhasil mengumpulkan dana sebesar $2,5 miliar untuk membangun “bitcoin treasury”. Langkah ini menandai ekspansi besar-besaran TMTG ke pasar kripto.

Pada Senin (27/5/2024), TMTG sempat membantah laporan Financial Times tentang rencana akumulasi bitcoin. Namun, sehari kemudian, perusahaan mengonfirmasi kesepakatan penjualan saham senilai $1,5 miliar dan utang tambahan $1 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk membeli bitcoin dalam jumlah besar.

“Kami memandang bitcoin sebagai instrumen puncak kebebasan finansial. Sekarang, Trump Media akan memegang kripto sebagai bagian penting dari aset kami,” ujar CEO TMTG Devin Nunes dalam pernyataan resmi.

Strategi Bisnis Keluarga Trump di Dunia Kripto

Langkah TMTG ini merupakan bagian dari strategi keluarga Trump yang agresif di industri kripto. Sejak awal tahun, Donald Trump dan istrinya Melania meluncurkan koin kripto pribadi yang menambah nilai kekayaan mereka secara signifikan.

TMTG juga telah meluncurkan divisi fintech Truth.Fi bekerja sama dengan Crypto.com untuk menawarkan produk investasi kripto. Sementara itu, putra Trump, Eric Trump dan Donald Trump Jr., mendirikan perusahaan pertambangan bitcoin bernama American Bitcoin yang berencana go public.

“Jika melihat sejarah bisnis Donald Trump, ia membawa pemasaran dan audiens siap pakai sebagai nilai tukar,” kata Austin Campbell, profesor di NYU Stern School of Business.

Persaingan dengan Perusahaan Bitcoin Lain

TMTG kini bersaing dengan perusahaan serupa yang mengumpulkan bitcoin sebagai aset utama. MicroStrategy, pelopor strategi ini, telah mengakumulasi bitcoin senilai $63 miliar.

“MicroStrategy adalah perusahaan publik pertama yang mengakuisisi bitcoin besar-besaran. Sahamnya menjadi yang terbaik performanya sejak saat itu,” jelas Bill Papanastasiou dari KBW.

Keberhasilan TMTG dan American Bitcoin akan bergantung pada kemampuan keluarga Trump mempertahankan daya tarik merek mereka di mata publik dan investor.

Vivo X200 Ultra vs Xiaomi 15 Ultra vs Oppo Find X8 Ultra: Uji Kamera Flagship 2025

Telset.id – Di tengah persaingan ketat smartphone flagship 2025, tiga raksasa asal Tiongkok—Vivo, Xiaomi, dan Oppo—menghadirkan varian Ultra dengan klaim kamera terbaik. Namun, mana yang benar-benar unggul dalam menangkap momen? Kami menguji langsung Vivo X200 Ultra, Xiaomi 15 Ultra, dan Oppo Find X8 Ultra dalam berbagai kondisi pemotretan.

Perbedaan pendekatan ketiga vendor ini sudah terlihat dari konfigurasi kamera. Xiaomi dan Oppo mengandalkan empat lensa bawaan, sementara Vivo memilih tiga lensa utama plus modul kamera eksternal seharga $233. Untuk uji yang adil, kami fokus pada kemampuan kamera bawaan tanpa aksesori tambahan.

Telephoto: Pertarungan Zoom Optik vs Digital

Di segmen telephoto, Xiaomi 15 Ultra dan Oppo Find X8 Ultra membawa dua lensa telephoto, sedangkan Vivo X200 Ultra mengandalkan satu lensa 200MP dengan focal length 85mm yang mengandalkan crop digital untuk zoom lebih jauh. Pada pengujian low-light, Vivo memang sedikit tertinggal karena aperture dan sensor yang lebih kecil.

Perbandingan hasil zoom telephoto Vivo X200 Ultra vs Xiaomi 15 Ultra vs Oppo Find X8 Ultra

Namun hasilnya cukup mengejutkan. Pada focal length 135mm, meski menggunakan crop digital, Vivo justru menghasilkan gambar paling tajam dengan keseimbangan brightness yang baik. “Xiaomi masih bermasalah dengan area shadow yang terlalu gelap, sementara Oppo meski menggunakan lensa native, sharpness-nya justru sedikit di bawah Vivo,” jelas tim penguji kami.

Main Camera: Keunggulan Native 35mm Vivo

Vivo mengambil pendekatan unik dengan lensa utama 35mm f/1.7, berbeda dengan pesaingnya yang menggunakan 23mm yang bisa di-crop ke 28mm atau 35mm. Ini memberi keuntungan signifikan saat memotret di focal length 35mm—Vivo menggunakan seluruh area sensor, sementara yang lain harus crop.

Perbandingan hasil main camera Vivo X200 Ultra vs Xiaomi 15 Ultra vs Oppo Find X8 Ultra

Pada golden hour, keunggulan Vivo semakin terlihat. “Warna yang dihasilkan sangat natural, mendekati apa yang mata manusia lihat,” catat penguji. Xiaomi cenderung over-exposed dengan dynamic range yang kurang baik, sementara Oppo meski lebih natural masih bermasalah dengan flare.

Ultra-Wide: Pertarungan 14mm vs 15mm

Vivo menawarkan sudut pandang sedikit lebih lebar (14mm vs 15mm pesaing). Meski hanya beda 1mm, perbedaan sudut pandang cukup signifikan seperti terlihat pada foto bangunan. Namun dalam hal detail, ketiganya berimbang dengan aperture dan resolusi yang setara.

Perbandingan hasil ultra-wide Vivo X200 Ultra vs Xiaomi 15 Ultra vs Oppo Find X8 Ultra

Di kondisi low-light, performa ketiganya kurang memuaskan. Xiaomi yang mengandalkan crop digital mengalami penurunan kualitas gambar, sementara Vivo bermasalah dengan white balance yang terlalu dingin dan filter oversaturasi yang membuat gambar terlihat “kotor”.

Lalu mana yang terbaik? Jawabannya tergantung kebutuhan Anda. Vivo unggul di fotografi low-light dan natural color, Oppo paling balanced untuk berbagai kondisi, sementara Xiaomi menawarkan detail dan bokeh yang memukau meski kadang terlalu agresif dalam processing.

Seperti dibahas dalam review kamera Realme 9 Pro+, spesifikasi di atas kertas tak selalu mencerminkan hasil akhir. Ketiga flagship ini membuktikan bahwa pilihan kamera smartphone kini lebih tentang gaya dan preferensi pribadi daripada sekadar angka megapixel.

Dian Siswarini Resmi Jadi Dirut Telkom, XLSmart Beri Ucapan Selamat

0

Telset.id – Dian Siswarini resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Penunjukan ini disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 27 Mei 2025. Dian menggantikan Ririek Adriansyah dan akan memimpin Telkom dengan jajaran direksi baru.

XLSmart, perusahaan telekomunikasi di bawah XL Axiata, menyambut baik penunjukan Dian Siswarini. Reza Mirza, Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSmart, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Dian. “Kami menyampaikan selamat atas penunjukan Ibu Dian Siswarini sebagai Direktur Utama Telkom. Kami bangga atas pencapaian beliau dan mendoakan kesuksesan dalam mengemban amanah baru ini,” ujarnya kepada Telset.id.

Dian Siswarini sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO XL Axiata sejak April 2025. Namun, ia mengundurkan diri pada 3 Desember 2024 setelah proses merger XL Axiata dan Smartfren. Kepergiannya dari XL Axiata disambut dengan penghormatan emosional dari karyawan, termasuk lampu flash ponsel dan pemberian bunga sebagai tanda terima kasih atas dedikasinya.

Karier Dian di XL Axiata dimulai sejak 1996. Ia memegang berbagai posisi strategis, termasuk Network Services Director pada 2007 dan Chief Digital Services Officer pada 2011. Pada 2014, Dian diangkat sebagai Wakil Presiden Direktur sebelum akhirnya memimpin perusahaan sebagai CEO. Prestasinya dalam membangun jaringan dan layanan digital XL Axiata menjadi fondasi kuat bagi langkahnya di Telkom.

Selain Dian, berikut susunan lengkap Direksi Telkom 2025:

  • Direktur Utama Telkom: Dian Siswarini
  • Wakil Direktur Utama: Muhammad Awaluddin
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
  • Direktur Enterprise & Business Service: Verenita Yosephine
  • Direktur Network: Nanang Hendarno
  • Direktur Strategic Business Development & Portofolio: Seno Soemadji
  • Direktur Human Capital Management: Henry Christiadi
  • Direktur IT Digital: Faizal Rochmad Djoemadi
  • Direktur Wholesale & International Service: Honesti Basyir

Dian Siswarini dikenal sebagai sosok inspiratif, terutama bagi perempuan di industri telekomunikasi. Ia pernah dinobatkan sebagai “The Most Inspiring CEO” dalam Indonesia Green Retail Award (IGRA) 2015. Kini, tantangan barunya adalah memimpin Telkom, salah satu BUMN terbesar di Indonesia.

Dampak Revolusi AI di Industri Telekomunikasi: Analisis Mendalam

Telset.id – Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar wacana futuristik. Dalam diskusi panel di ajang Selular Award 2025 bertema “Capitalizing On The AI Revolution”, para pelaku industri telekomunikasi dan teknologi mengungkap bagaimana AI telah mengubah lanskap bisnis mereka secara fundamental. Dari efisiensi operasional hingga transformasi layanan pelanggan, revolusi AI ternyata sudah berjalan lebih cepat dari yang kita duga.

Acara yang dimoderatori oleh Uday Rayana, CEO sekaligus Editor in Chief Selular Media Network, menghadirkan deretan pakar seperti Feby Sallyanto (XLSmart for Business), Ronni Nurmal (Ericsson Indonesia), Trihan Marsudi (Telkomsel), LIOLIO (Lion Parcel), dan Aqsath R Naradhipa (NoLimit Indonesia). Mereka sepakat: AI bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan di era digital.

AI sebagai Game Changer Industri

Ronni Nurmal dari Ericsson Indonesia menegaskan, AI telah menjadi tulang punggung transformasi di perusahaannya. “Kami memanfaatkan AI baik untuk operasional maupun bisnis. Lonjakan penggunaan teknologi ini belakangan ini benar-benar terasa,” ujarnya. Pernyataan ini sejalan dengan tren global di mana Agentic AI mulai mengubah paradigma industri.

Feby Sallyanto dari XLSmart for Business membeberkan enam dampak nyata adopsi AI:

  • Efisiensi tim penjualan meningkat 40%
  • Strategi marketing lebih terukur berbasis data
  • Produktivitas karyawan meroket
  • Penguatan produk enterprise fiber
  • Keputusan jaringan berbasis AI
  • Optimalisasi SDM

“Tanpa AI, mustahil mencapai skala bisnis kami sekarang,” tegas Feby.

Dari Jaringan hingga Layanan Pelanggan

Trihan Marsudi dari Telkomsel memberikan contoh konkret: “Dengan 150 juta pelanggan, pemantauan manual sudah tidak feasible. AI membantu kami mendeteksi gangguan jaringan 80% lebih cepat dan melakukan perbaikan proaktif.” Ini membuktikan bahwa pemanfaatan AI di infrastruktur kritis memang membawa perubahan signifikan.

Aju Widya Sari, Direktur Kecerdasan Artifisial Kominfo, menambahkan bahwa revolusi AI akan menyentuh berbagai sektor:

  • Kesehatan: Diagnosa berbasis AI, pengembangan obat, telemedicine personalisasi
  • Pertanian: Prediksi cuaca, otomatisasi irigasi, optimasi panen

“Pertanyaannya bukan lagi ‘apakah akan pakai AI’, tapi ‘seberapa maksimal kita bisa memanfaatkannya’,” tegas Aju. Namun ia juga mengingatkan pentingnya regulasi untuk mencegah penyalahgunaan data seperti yang dilakukan Meta di Eropa.

Diskusi ini menggarisbawahi satu hal: revolusi AI sudah di depan mata. Perusahaan yang gagal beradaptasi akan tertinggal. Tapi seperti pisau bermata dua, teknologi ini perlu dikelola dengan bijak agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Synology Luncurkan Solusi Manajemen Data Terbaru di COMPUTEX 2025

0

Telset.id – Synology memperkenalkan rangkaian solusi manajemen data terbarunya di ajang COMPUTEX 2025, Taipei, Taiwan. Produk-produk ini mencakup penyimpanan enterprise, perlindungan data, pengawasan video, hingga cloud pribadi untuk kebutuhan personal dan bisnis.

Philip Wong, Chairman dan CEO Synology, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan ekosistem manajemen data yang andal. “Kami merancang solusi yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga mengutamakan keamanan, keandalan, dan privasi data,” ujarnya dalam konferensi pers.

PAS7700: Penyimpanan All-Flash NVMe Berkinerja Tinggi

Synology meluncurkan PAS7700, perangkat penyimpanan flagship dengan arsitektur dual-controller aktif-aktif. Desain NVMe end-to-end memungkinkan kinerja hingga 2 juta IOPS dan latensi di bawah satu milidetik, tiga kali lebih cepat dari generasi sebelumnya.

Perangkat ini dilengkapi dengan kapabilitas replikasi data 3-2-1-1 untuk memastikan keamanan dan integritas data. PAS7700 ditujukan untuk beban kerja kritis yang membutuhkan kelangsungan layanan tanpa gangguan.

Content image for article: Synology Luncurkan Solusi Manajemen Data Terbaru di COMPUTEX 2025

DP7200: Perlindungan Data Terpadu

Seri ActiveProtect diperluas dengan kehadiran DP7200, solusi backup mandiri untuk cabang atau kantor pusat. Fitur immutability dan isolasi jaringan bawaan memberikan perlindungan ekstra terhadap ancaman siber.

DP7200 memastikan salinan data yang aman dan dapat dipulihkan selalu tersedia. Solusi ini sejalan dengan tren peningkatan kebutuhan kedaulatan data di berbagai sektor.

C2 Surveillance: Sistem VMS Berbasis Cloud

Synology memperkenalkan C2 Surveillance, sistem manajemen video berbasis cloud yang mendukung skalabilitas lintas lokasi. Solusi ini dirancang untuk implementasi cepat tanpa NVR, dengan fitur perekaman edge lokal dan mode failover offline.

C2 Surveillance terintegrasi dengan Windows AD dan mendukung pengaturan izin berbasis peran. Sistem ini melengkapi ekosistem pengawasan video Synology yang sudah mencakup kamera IP, NVR, dan analitik AI.

ChatPlus dan Synology Meet untuk Produktivitas

Dua aplikasi baru, ChatPlus dan Synology Meet, hadir untuk mendukung kolaborasi tim. ChatPlus menawarkan komunikasi aman dengan manajemen kanal tingkat lanjut, sementara Synology Meet menyediakan konferensi video kelas enterprise.

Kedua aplikasi berjalan di infrastruktur cloud pribadi Synology, memberikan kepemilikan data penuh dan privasi yang terlindungi. Solusi ini bersaing dengan platform digital terpadu lainnya di pasar.

Lini Seri 25 dan BeeStation Plus

Synology memperluas lini Seri 25 dengan DS725+, DS425+, DS1525+, DS1825+, dan RS2825RP+. Perangkat ini dirancang untuk performa stabil dengan hard drive Synology yang telah melalui 7.000 jam pengujian.

Untuk kebutuhan personal, BeeStation Plus menawarkan cloud pribadi dengan backup otomatis iCloud Photo Library dan integrasi Plex Media Server. Produk ini juga mendukung pemantauan keamanan saat dipasangkan dengan kamera Synology CC400W.

Produk-produk terbaru Synology sudah tersedia di Indonesia melalui mitra resmi. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di laman Synology Seri 25 dan BeeStation.

Apple Siapkan Produk Smart Home Baru dengan Lengan Robotik

Telset.id – Setelah gagal mencuri perhatian dengan HomePod, Apple rupanya belum menyerah di pasar smart home. Bocoran terbaru dari Mark Gurman mengungkap rencana raksasa Cupertino meluncurkan serangkaian perangkat rumah pintar inovatif akhir 2025 hingga awal 2026. Yang paling mengejutkan: sebuah perangkat mirip iPad dengan lengan robotik!

Anda mungkin bertanya-tanya, untuk apa lengan robotik di perangkat smart home? Sayangnya, laporan Bloomberg ini masih menyimpan banyak misteri. Namun, ini menunjukkan Apple sedang bereksperimen dengan konsep yang jauh melampaui speaker cerdas biasa. Seperti dikutip Telset dari sumber terpercaya, prototipe ini merupakan bagian dari strategi besar Apple membangun ekosistem HomeKit yang lebih mandiri.

Dua Varian dengan Nasib Berbeda

Selain versi premium dengan lengan robotik, Apple juga menyiapkan model lebih terjangkau bernama kode J490. Perangkat ini sempat ditunda rilisnya karena masalah kompatibilitas dengan Siri, seperti diungkap dalam laporan sebelumnya di Telset. Jika semua berjalan lancar, versi dasar ini bisa meluncur akhir tahun 2025.

Kegagalan HomePod pertama (2018) menjadi pelajaran berharga bagi Apple. Speaker premium itu dinilai terlalu mahal dengan fungsionalitas terbatas. Kini, seperti diungkap dalam artikel Telset, Apple tampaknya mengambil pendekatan berbeda: berinovasi pada hardware sambil terus menyempurnakan Siri sebagai tulang punggung software.

Masa Depan Smart Home ala Apple

Lengan robotik pada perangkat ini membuka spekulasi menarik. Mungkinkah Apple sedang mengembangkan asisten fisik untuk rumah? Atau mungkin sistem keamanan canggih seperti yang diisyaratkan dalam proyek smart doorbell mereka? Yang jelas, ini menunjukkan ambisi Apple menciptakan perangkat yang tak sekadar merespons perintah suara.

Bocoran ini juga menguatkan rumor tentang tabletop device yang sedang dikembangkan Apple. Dengan kombinasi perangkat baru ini, ekosistem smart home Apple mungkin akhirnya bisa bersaing dengan Google Nest atau Amazon Alexa – tentu jika harganya tak terlalu “Apple-like”.

Pertanyaan besarnya: apakah konsumen siap menerima konsep smart home yang lebih “fisik” dari Apple? Setelah kegagalan HomePod dan pembatalan AirPower, tekanan ada di pundak Tim Cook untuk membuktikan bahwa inovasi mereka bukan sekadar gimmick. Satu hal yang pasti: pertarungan di pasar smart home akan semakin panas!

5 Fitur Unggulan Realme GT 7 Series yang Wajib Diketahui, Ada Baterai Jumbo 7000 mAh

Telset.id – Jika Anda mengira smartphone flagship 2025 hanya soal chipset kencang dan kamera jernih, realme GT 7 Series siap mengubah persepsi itu. Peluncuran global di Paris kemarin memperlihatkan lima fitur unggulan Realme GT 7 Series yang benar-benar revolusioner—bukan sekadar upgrade biasa.

Kolaborasi dengan Aston Martin Formula Oneâ„¢ Team dan Google Gemini menjadi bukti ambisi realme menciptakan perangkat yang bukan hanya powerful, tapi juga cerdas. Mari kita bedah satu per satu keunggulan yang membuat seri ini layak disebut “Flagship Killer 2025”.

1. Baterai 7000mAh dengan Pengisian 120W: Monster Daya Tahan

Fitur Realme GT 7 Series

Realme GT 7 membawa baterai Titan 7000mAh—kapasitas terbesar di kelas flagship saat ini. Yang lebih mencengangkan, teknologi 120W Ultra Charge-nya mampu mengisi 50% baterai hanya dalam 14 menit. Bandingkan dengan rival yang butuh 30 menit untuk pencapaian serupa.

“Ini bukan sekadar soal kapasitas besar, tapi bagaimana kami mengoptimasi efisiensi,” jelas juru bicara realme dalam peluncurannya. Smart Bypass Technology menjadi kuncinya, mengurangi panas berlebih dan memperpanjang usia baterai hingga 1600 siklus pengisian.

Tak heran jika realme GT 7 Series disebut sebagai pemilik baterai monster pertama yang meraih sertifikasi bintang 5 dari TÜV Rheinland.

2. Chipset Dimensity 9400e: Kekuatan di Balik Layar

Menjadi smartphone pertama yang menggunakan MediaTek Dimensity 9400e, realme GT 7 memecahkan rekor skor AnTuTu hingga 2,2 juta poin. Prosesor 4nm ini bukan hanya tentang angka benchmark, tapi bagaimana realme mengoptimalkannya untuk penggunaan sehari-hari.

Uji coba kami menunjukkan, performa gaming berat seperti Genshin Impact bisa berjalan di 120fps stabil tanpa thermal throttling. Rahasianya? Kombinasi chipset mutakhir dengan panel belakang IceSense Graphene yang memiliki konduktivitas termal 24x lebih baik dari fiberglass.

3. AI Planner: Asisten Virtual yang Benar-Benar “Ngerti”

Fitur unggulan Realme GT 7 Series ini mungkin yang paling personal. Dengan dua ketukan, AI Planner mampu menganalisis konten di layar—mulai dari email, chat, hingga media sosial—lalu secara otomatis membuat jadwal dan pengingat.

Coba bayangkan: Anda menerima tiket pesawat via WhatsApp, AI Planner langsung menambahkan jadwal keberangkatan di kalender plus reminder untuk check-in online 24 jam sebelumnya. Teknologi ini hasil kolaborasi dengan Google Gemini, membawa kecerdasan buatan ke level baru.

4. Kamera AI Travel Snap: Fotografer Profesional di Saku

Sensor Sony IMX906 dengan 4K Underwater Mode memungkinkan Anda mengambil foto bawah air tanpa casing khusus. Fitur AI Glare Removal-nya secara cerdas mengurangi silau berlebihan, sementara Night Vision Video bisa merekam di kondisi minim cahaya dengan noise minimal.

Yang menarik, sistem kamera ini terintegrasi dengan AI Planner. Saat mengambil foto tiket konser misalnya, smartphone akan otomatis menambahkan tanggal acara ke kalender. Inovasi yang membuat realme GT 7 dan GT 7T berbeda dari rival sekelas.

5. Desain Aerodinamis ala Aston Martin F1â„¢

Khusus untuk Dream Edition, realme berkolaborasi dengan tim balap ternama. Hasilnya? Desain dua sayap aerodinamis yang tidak sekadar estetika, tapi juga membantu pendinginan optimal. Warna Racing Green ikonik dan badge “Silver Wings” membuatnya layak disebut smartphone paling elegan tahun ini.

Diluncurkan bersamaan di Indonesia pada 3 Juni 2025, realme GT 7 Series bukan sekadar smartphone biasa. Ini adalah pernyataan: bahwa flagship killer masa depan harus powerful, cerdas, dan penuh karakter. Tunggu apa lagi? Segera catat tanggal peluncurannya dan saksikan bagaimana realme menggebrak pasar lagi.

HUAWEI Watch Fit 4 Series Resmi Hadir di Indonesia dengan Bonus Menarik

Telset.id – Ingin memiliki smartwatch canggih sekaligus mendapatkan bonus menarik? Huawei memberikan penawaran spesial untuk Anda yang membeli HUAWEI Watch Fit 4 Series mulai hari ini. Selain fitur kesehatan dan desain ramping yang sudah diulas di artikel sebelumnya, pembeli berkesempatan mendapatkan HUAWEI FreeBuds SE 2 dan 3 bulan langganan Huawei Health+ senilai total Rp643.000 secara gratis!

Promo Menarik di Berbagai Platform

Promo ini berlaku untuk pembelian melalui platform e-commerce favorit seperti HUAWEI Store, Shopee, TikTok, Tokopedia, Blibli, Lazada, Eraspace, dan DatascripMall.ID. Bagi yang sudah mengklaim voucher early bird Rp50.000, Anda bisa langsung menukarkannya mulai hari ini. Tak hanya online, promo ini juga bisa dinikmati di toko ritel offline seperti HUAWEI Authorized Experience Store, Erafone, Urban Republic, Blibli Store, Digiplus, dan mitra lainnya.

Bagi pembeli yang telah membayar deposit sebelumnya (Rp189.900 untuk HUAWEI WATCH FIT 4 atau Rp349.900 untuk versi Pro), ada bonus tambahan berupa HUAWEI Sports Kettle senilai Rp199.000. Jadi, total hadiah yang bisa didapatkan mencapai Rp842.000!

Diskon Eksklusif di Super Brand Day

Jangan lewatkan Super Brand Day di TikTok Shop & Tokopedia pada 10–12 Juni dengan diskon eksklusif hingga 50%, cashback Rp50.000, gratis ongkir, dan cicilan 0% hingga 3 bulan via Paylater. Ini adalah kesempatan terbaik untuk memiliki HUAWEI Watch Fit 4 Series dengan harga lebih terjangkau.

Produk Huawei lainnya seperti HUAWEI Mate X6 dan Pura 70 Ultra juga patut dipertimbangkan jika Anda mencari perangkat premium. Namun, bagi yang mengutamakan kesehatan dan gaya hidup aktif, HUAWEI Watch Fit 4 Series dengan bonus gratis ini jelas menjadi pilihan terbaik.

Segera kunjungi toko online atau offline terdekat sebelum promo berakhir. Jangan sampai kehabisan!

OPPO Gelar Nobar Final UEFA Champions League 2025 di Jakarta dan Bali

Telset.id – Bagi Anda pecinta sepak bola, inilah momen yang tak boleh dilewatkan. OPPO Indonesia resmi menggelar acara nonton bareng (nobar) final UEFA Champions League 2025 di dua lokasi strategis: OPPO Gallery Gandaria City, Jakarta dan OPPO Experience Store, Discovery Mall Bali pada 31 Mei 2025 pukul 22.00 WIB.

Acara ini bukan sekadar nobar biasa. OPPO menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dengan teknologi terbarunya, sekaligus menjadi wujud nyata dari komitmen merek terhadap semangat global “Make Your Moment”. “Kami ingin menciptakan ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan passion mereka melalui sepak bola,” ujar Patrick Owen, Chief Marketing Officer OPPO Indonesia.

Lebih dari Sekadar Nobar

Kolaborasi OPPO dengan UEFA Champions League ini dirancang untuk membawa semangat sepak bola Eropa lebih dekat ke penggemar Indonesia. Acara akan dimeriahkan oleh kehadiran Hamka Hamzah, legenda sepak bola tanah air, serta dipandu oleh Kartika Berliana dan Riphan Pradipta.

Yang menarik, pengunjung bisa mengikuti berbagai aktivitas interaktif dan berkesempatan memenangkan hadiah eksklusif seperti jersey resmi PSG dan Inter Milan, hingga smartphone terbaru OPPO. “Sepak bola memiliki kekuatan menyatukan orang dari berbagai latar belakang,” tambah Owen.

Teknologi dan Pengalaman Imersif

OPPO memanfaatkan teknologi terbarunya untuk menciptakan pengalaman menonton yang berbeda. Kedua lokasi acara – OPPO Gallery Jakarta dan OPPO Experience Store Bali – dikenal sebagai tempat yang menyajikan pengalaman teknologi mutakhir bagi pengunjung.

Bagi yang penasaran dengan produk-produk terbaru OPPO, acara ini juga menjadi kesempatan tepat untuk mencoba langsung berbagai inovasi terbaru mereka. Seperti yang pernah kami ulas dalam artikel sebelumnya, OPPO terus berinovasi menghadirkan perangkat dengan teknologi canggih.

Acara ini gratis terbuka untuk umum dan diharapkan bisa menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk merayakan final UEFA Champions League dalam atmosfer yang hangat dan penuh antusiasme. Jadi, siapkan jersey favorit Anda dan bergabunglah dalam kemeriahan ini!

Realme GT 7 dan GT 7T Resmi Meluncur Global dengan Baterai 7.000mAh

Telset.id – Jika Anda mengira smartphone flagship 2025 hanya tentang chipset tercepat, Realme GT 7 dan GT 7T siap mengubah persepsi itu. Dua raksasa baru ini tak hanya membawa performa gahar, tapi juga baterai monster 7.000mAh dan teknologi pendingin revolusioner yang membuat kompetitor ketar-ketir.

Setelah teaser panjang yang memancing rasa penasaran, Realme akhirnya meluncurkan varian global GT 7 dan GT 7T. Keduanya hadir dengan chipset MediaTek Dimensity teranyar, kapasitas baterai terbesar di kelasnya, dan pengisian daya supercepat 120W. Tapi apa yang membuat duo ini berbeda dari varian China? Mari kita kupas tuntas.

Realme GT 7: Flagship dengan Sentuhan Global

Varian global GT 7 mengalami beberapa penyesuaian spesifikasi dibanding saudaranya di China. Alih-alih Dimensity 9300+, perangkat ini mengusung Dimensity 9400e yang dioptimalkan untuk pasar internasional. Layarnya tetap memukau: panel AMOLED 6,8 inci FHD+ dengan refresh rate 120Hz, meski sedikit lebih rendah dari versi China yang mencapai 144Hz.

Realme GT 7 dengan desain premium dan teknologi IceSence

Di sektor memori, GT 7 global bisa dikonfigurasi hingga 16GB RAM dan 512GB penyimpanan. Namun kejutan terbesar ada di kamera. Realme menyematkan trio kamera yang lebih mumpuni: lensa tele 50MP dengan zoom optik 2x, sensor utama 50MP IMX906 (1/1.56″) dengan OIS, dan lensa ultrawide 8MP. Untuk selfie, terdapat upgrade ke sensor 32MP di bagian depan.

Teknologi unggulan yang patut disorot adalah sistem pendingin IceSence. Menggunakan material graphene, Realme mengklaim solusi ini lebih efektif daripada heatsink tembaga tradisional, mampu menurunkan suhu chipset hingga 6°C. Fitur ini sangat krusial untuk menjaga performa saat gaming marathon atau editing video berat.

GT 7T: Versi Lebih Terjangkau dengan Baterai Sama Gahar

Bagi yang menginginkan performa tinggi dengan harga lebih bersahabat, GT 7T menjadi pilihan menarik. Perangkat ini mengusung chipset Dimensity 8400-Max yang dikustomisasi, dipadukan dengan konfigurasi RAM hingga 12GB dan penyimpanan 512GB.

Realme GT 7T dengan pilihan warna cerah dan bodi ramping

Di sektor kamera, GT 7T memiliki setup dual camera: sensor utama 50MP IMX896 dan lensa ultrawide 8MP. Meski lebih sederhana dari GT 7, kualitas fotonya tetap dijamin memuaskan untuk kebutuhan sehari-hari. Yang menggembirakan, GT 7T tetap membawa baterai raksasa 7.000mAh dengan dukungan 120W fast charging – persis seperti varian flagship-nya.

Kedua perangkat menjalankan Realme UI 6.0 berbasis Android 15, dengan janji update sistem selama 4 tahun dan patch keamanan selama 6 tahun. Mereka juga sama-sama memiliki sertifikasi IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air, plus konektivitas mutakhir seperti Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4.

Dream Edition: Sentuhan Mewah dari Dunia Balap

Bagi kolektor dan penggemar F1, Realme menyiapkan varian spesial GT 7 Dream Edition hasil kolaborasi dengan Aston Martin Aramco F1 Team. Edisi terbatas ini hadir dengan warna Racing Green ikonik, lencana sayap perak yang diukir, serta paket eksklusif berisi casing khusus dan pin SIM berbentuk mobil balap.

Realme GT 7 Dream Edition dengan desain kolaborasi Aston Martin F1

Dari segi harga, GT 7 dibanderol mulai €749,99 untuk varian 12GB/256GB, sedangkan GT 7T lebih terjangkau dengan harga awal €649,99 untuk konfigurasi yang sama. Varian Dream Edition tentu akan memiliki premium price yang belum diumumkan secara resmi.

Dengan kombinasi antara performa tinggi, baterai tahan lama, dan desain yang eye-catching, Realme GT 7 dan GT 7T siap menjadi penantang serius di pasar smartphone global. Kedua perangkat ini membuktikan bahwa flagship killer tak harus mengorbankan daya tahan untuk mengejar performa.

Menkomdigi Meutya Hafid Enggan Bicara Soal Kasus Korupsi PDNS

0

Telset.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid enggan memberikan keterangan terkait perkembangan kasus dugaan korupsi Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang menyeret mantan Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan dan sejumlah pihak lainnya. Sikap ini disampaikan saat ia ditemui usai peluncuran Microsoft AI Tour di Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Meutya terlihat menghindari wawancara dengan wartawan, bahkan sempat mengatakan, “Nggak enak saya,” sambil berjalan menjauh. Pertanyaan mengenai nasib proyek Pusat Data Nasional (PDN) 1 yang rencananya beroperasi 1 Juni 2025 juga tidak dijawab secara rinci. “Makasih ya,” ujarnya singkat.

Kasus korupsi PDNS sendiri sedang dalam penyidikan oleh Kejaksaan Agung Jakarta Pusat (Kejari Jakpus). Sebelumnya, pihak kejaksaan telah menetapkan lima tersangka, termasuk Semuel Abrijani Pangerapan dan Bambang Dwi Anggono, mantan pejabat Kominfo. Mereka diduga terlibat dalam penerimaan suap senilai Rp 11 miliar dari PT LintasArta.

Kajari Jakarta Pusat Safrianto Zuriat Putra menyatakan kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. “Perhitungan sementara menunjukkan kerugian dalam jumlah besar, tetapi angka pasti masih dalam proses verifikasi,” jelasnya dalam jumpa pers Kamis (22/5).

Proyek PDN 1 sendiri semula ditargetkan beroperasi Agustus 2024, namun tertunda akibat serangan siber ransomware yang melumpuhkan PDNS 2. Pemerintah kemudian melakukan penataan ulang proyek, termasuk peningkatan keamanan. Namun, kasus korupsi ini kembali menimbulkan pertanyaan tentang transparansi pengelolaan proyek strategis nasional.

Sebelumnya, Kominfo telah mengaku memperkuat pengawasan internal menyusul terungkapnya kasus ini. Langkah ini diharapkan mencegah terulangnya praktik serupa di masa depan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait perkembangan kasus ini, simak terus laporan eksklusif di Telset.id.

Microsoft Resmikan Data Center Pertama di Indonesia, Siap Bekali 1 Juta Talenta AI

0

Telset.id – Microsoft secara resmi meluncurkan data center pertama di Indonesia pada Selasa (27/5/2025). Fasilitas yang dinamakan Indonesia Central Cloud Region ini merupakan bagian dari investasi senilai USD 1,7 miliar (Rp 27,6 triliun) untuk pengembangan infrastruktur cloud dan AI di Tanah Air.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, menyatakan bahwa kehadiran data center ini akan mempercepat transformasi digital nasional. “Indonesia memiliki talenta luar biasa dan semangat inovasi yang kuat. Dengan AI, kita bisa memaksimalkan potensi ini untuk pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya dalam acara peresmian di Jakarta.

Komitmen Microsoft ini sejalan dengan rencana awal yang telah diumumkan CEO Satya Nadella saat berkunjung ke Indonesia tahun lalu. Seperti dilaporkan sebelumnya di Telset, proyek ini merupakan realisasi dari strategi ekspansi cloud Microsoft di Asia Tenggara.

Kolaborasi dengan Pemerintah

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Meutya Hafid mengapresiasi investasi ini yang diprediksi akan menyumbang USD 2,5 miliar (Rp 41 triliun) bagi perekonomian Indonesia dalam empat tahun ke depan. “Kerja sama ini mencakup program pelatihan AI untuk satu juta talenta lokal,” jelas Meutya.

Program bernama elevAIte Indonesia tersebut akan fokus pada lima pilar utama:

  • Peningkatan kapasitas AI di lembaga pemerintah
  • Integrasi AI di industri strategis
  • Pengembangan kurikulum AI di pendidikan
  • Pelatihan komunitas
  • Demokratisasi akses AI untuk individu

Kehadiran data center Microsoft di Indonesia menandai babak baru perkembangan teknologi di Tanah Air. Sebelumnya, seperti dilaporkan Telset, perusahaan sempat menunda proyek ini karena pertimbangan regulasi dan infrastruktur.

Dengan operasional data center lokal, Microsoft menjanjikan latensi lebih rendah dan keamanan data yang lebih baik bagi pelanggan di Indonesia. Langkah ini juga sejalan dengan tren global perusahaan teknologi yang gencar membangun pusat data di kawasan strategis, termasuk proyek data center bawah laut yang pernah diuji Microsoft.