Home NEWS INTERNET Wanita Ini Tuntut Apple Gegara Aplikasi Judi di App Store

Wanita Ini Tuntut Apple Gegara Aplikasi Judi di App Store

Telset.id, Jakarta – Apple tidak mengizinkan aplikasi perjudian eksis di App Store. Namun, tampaknya beberapa aplikasi yang menampilkan mekanisme judi masih nongol di App Store.

Seorang wanita bernama Karen Workman pun memutuskan untuk mengajukan gugatan terhadap Apple. Menurut laporan Ubergizmo, semua berawal ketika ia mengunduh aplikasi bernama Jackpot Mania

Seperti dikutip Telset.id, Senin (26/10/2020), Workman mengunduh aplikasi judi Jackpot Mania di App Store dan mulai menggunakan pembelian dalam aplikasi pada 2017. Ia menggunakannya untuk membeli koin permainan.

Koin itu memungkinkannya untuk terus bermain dan berkesempatan umemenangkan koin gratis sehingga bisa menikmati permainan dalam jangka waktu  lebih lama. Namun, tahukah yang lantas terjadi?

{Baca juga: Apple Longgarkan Aturan Pembayaran Dalam Aplikasi}

Selama setengah tahun, Workman mengeluarkan uang sebanyak USD 3.000 atau lebih kurang Rp 44 juta. Ia menuduh Apple mempromosikan, mengaktifkan, dan mendapatkan keuntungan dari aplikasi ilegal.

“Apple bukanlah partisipan kecil atau insidental dalam game perjudian ilegal. Apple adalah promotor utama dan fasilitator. Apple mempertahankan kontrol diktator atas aplikasi di App Store,” tegas Workman.

Gugatan tersebut bertujuan untuk meminta pengembalian uang dari semua uang yang dibayarkan melalui permainan perjudian ilegal, biaya pengacara, serta sederet kerugian yang dialami oleh Workman.

Sebelumnya, sejumlah perusahaan, termasuk Epic Games, Spotify, dan Basecamp memutuskan untuk berkoalisi guna melawan kebijakan Apple terkait App Store.

Mereka bersatu membentuk koalisi untuk keadilan aplikasi. Spotify dkk protes soal kebijakan Apple terkait pembagian hasil di App Store.

Spotify dan lainnya sepakat untuk melayangkan keberatan supaya Apple bersedia untuk mengubah kebijakan. Mereka memaksa Tim Cook cs bersikap lebih adil. Kalau tidak, mereka akan menggugat.

Permasalahan inti yang mereka ajukan adalah keputusan Apple mengambil komisi 30 persen dari penjualan aplikasi atau pembelian dalam aplikasi di App Store. Mereka benar-benar kesal.

{Baca juga: Spotify, Epic Games dkk Bersatu Melawan Apple}

Apalagi, saat ini tidak ada cara alternatif untuk mendistribusikan aplikasi ke perangkat iOS selain via App Store. Jadi mau tak mau, para pengembang seperti Spotify harus mematuhi aturan dan ketentuan Apple.

Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa kontrol ketat Apple atas App Store telah memberikan jaminan kualitas bagi pengguna. Artinya, aplikasi di App Store terjamin secara keamanan.

Namun, di lain sisi, para pengembang menyatakan bahwa peraturan tersebut terlalu membatasi dan melanggara regulasi anti-persaingan. Apple belum berkomentar mengenai protes Spotify dkk. (SN/MF)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version