Spotify, Epic Games dkk Bersatu Melawan Apple

Spotify Epic Games Apple App Store

Telset.id, Jakarta – Sejumlah perusahaan, termasuk Epic Games, Spotify, dan Basecamp memutuskan untuk berkoalisi guna melawan kebijakan Apple terkait App Store.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Senin (28/9/2020), mereka bersatu membentuk koalisi untuk keadilan aplikasi. Spotify dkk protes soal kebijakan Apple terkait pembagian hasil di App Store.

Spotify dan lainnya sepakat untuk melayangkan keberatan supaya Apple bersedia untuk mengubah kebijakan. Mereka memaksa Tim Cook cs bersikap lebih adil. Kalau tidak, mereka akan menggugat.

Permasalahan inti yang mereka ajukan adalah keputusan Apple mengambil komisi 30 persen dari penjualan aplikasi atau pembelian dalam aplikasi di App Store. Mereka benar-benar kesal.

{Baca juga: Nah Lho! App Store Terancam Dilarang Total di China}

Apalagi, saat ini tidak ada cara alternatif untuk mendistribusikan aplikasi ke perangkat iOS selain via App Store. Jadi mau tak mau, para pengembang seperti Spotify harus mematuhi aturan dan ketentuan Apple.

Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa kontrol ketat Apple atas App Store telah memberikan jaminan kualitas bagi pengguna. Artinya, aplikasi di App Store terjamin secara keamanan.

Namun, di lain sisi, para pengembang menyatakan bahwa peraturan tersebut terlalu membatasi dan melanggara regulasi anti-persaingan. Apple belum berkomentar mengenai protes Spotify dkk.

Sebelumnya, Microsoft mengungkapkan rasa resahnya melihat perubahan kebijakan pada toko aplikasi Apple, App Store. Keresahan ini menyusul pengumuman beberapa perubahan aturan di App Store yang cukup mengkhawatirkan developer.

Perubahan kebijakan di App Store pada dasarnya akan memungkinkan kehadiran layanan game streaming ke platform. Akan tetapi, ada batasan di App Store yang akan membuatnya jauh lebih sulit bagi developer.

{Baca juga: Microsoft Resah Lihat Kelakuan App Store Terhadap Developer}

Microsoft tampaknya kurang senang dengan hal tersebut. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Microsoft menyebut kebijakan App Store juga akan jadi pengalaman buruk bagi pelanggan.

Gamer ingin langsung memilih dan memainkan permainan dari katalog pilihan, seperti halnya ketika mengakses film atau lagu. Mereka tidak dipaksa untuk mengunduh lebih dari 100 aplikasi untuk memainkan game individu dari cloud.

“Kami berkomitmen untuk menempatkan gamer sebagai pusat dari semuanya. Kami selalu berkomitmen memberikan pengalaman yang hebat dan menarik kepada mereka,” demikian kata juru bicara Microsoft lewat pernyataan. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here