Apple Longgarkan Aturan Pembayaran Dalam Aplikasi

Pembayaran Dalam Aplikasi

Telset.id, Jakarta  – Apple belum lama ini menerbitkan revisi beberapa pedoman ulasan App Store, yang melonggarkan sejumlah pembatasan layanan game streaming, kelas online, dan pembelian dalam aplikasi.

Apple membuat perubahan setelah kritik dari pengembang atas praktik Apple App Store. Microsoft dan Alphabet juga menolak untuk meluncurkan platform game streaming di iPhone karena aturan ketat Apple.

{Baca juga: Microsoft Resah Lihat Kelakuan App Store Terhadap Developer}

Apple telah lama melarang katalog aplikasi dalam aplikasi. Namun, Apple menyebut bahwa hal tersebut akan memungkinkan perusahaan-perusahaan game streaming untuk membuat aplikasi katalog.

Kendati demikian, setiap game streaming dalam katalog masih harus dibuat menjadi aplikasi mandiri dan menggunakan sistem pembayaran dalam aplikasi milik Apple. Alphabet dan Microsoft belum komentar.

Perubahan aturan lain yang ada di App Store, seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Senin (14/9/2020), termasuk mengizinkan kelas virtual tatap muka dibayar di luar sistem pembayaran Apple.

Perubahan itu terjadi setelah New York Times melaporkan bahwa ClassPass, aplikasi yang telah membantu pengguna membuat janji temu langsung di tempat kebugaran, menjadi tunduk kepada Apple.

{Baca juga: Apple Putus dengan Epic Games, Fortnite Hilang dari App Store}

Aturan baru juga memungkinkan aplikasi bisnis seperti database profesional melewati sistem pembayaran Apple saat menjual ke organisasi meski masih butuh sistem pembayaran untuk individu.

Sebelumnya, Microsoft disebutkan merasa resah melihat perubahan kebijakan pada toko aplikasi Apple, App Store. Apple baru-baru ini memang mengumumkan beberapa perubahan aturan di App Store yang cukup mengkhawatirkan developer.

Perubahan kebijakan di App Store pada dasarnya akan memungkinkan kehadiran layanan game streaming ke platform. Akan tetapi, seperti dilansir Ubergizmo, ada batasan di App Store yang akan membuatnya jauh lebih sulit bagi developer.

Microsoft tampaknya kurang senang dengan hal tersebut. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Microsoft menyebut kebijakan App Store juga akan jadi pengalaman buruk bagi pelanggan.

Gamer ingin langsung memilih dan memainkan permainan dari katalog pilihan, seperti halnya ketika mengakses film atau lagu. Mereka tidak dipaksa untuk mengunduh lebih dari 100 aplikasi untuk memainkan game individu dari cloud.

“Kami berkomitmen untuk menempatkan gamer sebagai pusat dari semuanya. Kami selalu berkomitmen memberikan pengalaman yang hebat dan menarik kepada mereka,” demikian kata juru bicara Microsoft lewat pernyataan. [SN/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here