Raja ponsel

Nokia Ancam Gusur Samsung Tiga Tahun Lagi

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Nokia sepertinya menjadikan ajangĀ Mobile World Congress (MWC) 2018 di Barcelona sebagai momentum ā€œcomebackā€-nya mereka kembali menguasai pasar ponsel dunia. Ambisi itu mereka wujudkan dengan meluncurkan lima smartphone baru di event ā€˜pesta gadgetā€˜ tersebut.

Kelima perangkat baru tersebut adalah Nokia 8110 4G, Nokia 1, Nokia 6 (2018), Nokia 7 Plus, dan andalan baru mereka yang akan bersaing di segmenĀ high-end, Nokia 8 Sirocco.

Namun yang paling menarik bagi konsumen yang menggemari ā€œThe Matrixā€ adalah kembalinya Nokia 8110. Ponsel ikonik yang di Indonesia dikenal dengan sebutan ā€˜Nokia Pisang’ ini dibangkitkan kembali (reborn) untuk membidik pasar entry-level yang ingin beralih ke smartphone.

[Baca juga:Ā 4 Alasan Nokia 7 Plus jadi Smartphone Mid-end Terbaik]

Dilansir dari CNET, dengan diluncurkannya banyak perangkat dalam satu waktu di tahun ini, semakin menegaskan bahwa Nokia memiliki ambisi besar yang ingin mereka capai di masa depan.

Menurut CEO HMD Global, Florian Seiche, ambisi Nokia saat ini adalah ingin menjadi salah satu vendor besar seperti saat brandĀ Nokia menjadi ā€œraja ponselā€ di tahun 2000-an.

ā€œAmbisi kami adalah menjadi salah satu pemain terdepan, yang berarti menempati posisi lima besar atau lebih baik dalam tiga sampai 5 tahun ke depan,ā€ ujar Seiche.

Saat ini menurut Seiche, Nokia telah menempati posisi lima besar di 15 negara secara global. Namun untuk merengkuh ambisi mereka, Seiche mengakui saat ini masih cukup sulit. Pasalnya, masih bercokol beberapa brand besar yang harus mereka taklukkan, seperti Samsung, Apple, dan juga Huawei.

[Baca juga:Ā Nokia 8 Sirocco, Versi Premium dari Nokia 8]

Sehingga untuk dapat mencapai target masuk lima besar, HMD Global selaku pemegang merek Nokia pun akan fokus di beberapa pasar potensial, dimana ponsel Nokia telah mendapatkan perhatian di sana.

Ada beberapa negara yang disebut sebagai ā€˜kantong’ yang paling potensial untuk digarap, seperti Indonesia, Eropa, India dan juga Rusia. Dia menyebutkan akan membawa berbagai seriĀ smartphone di pasar tersebut.

ā€œMomentum sekarang yang kita ciptakan adalah hadir untuk menarik perhatian dari calon pelanggan atau negara yang akan kita datangi,ā€ ujarnya. (FHP/HBS)