πŸ“‘ Daftar Isi

Tampilan layar pembaruan Windows 11 pada perangkat modern

Update Juni Windows 11: Mode Low-Latency dan 206 Patch

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Microsoft rilis update Patch Tuesday Juni 2026 (KB5094126) untuk Windows 11
  • Fitur utama: mode low-latency untuk mempercepat navigasi Start Menu, Action Center, dan Search
  • CPU langsung naik ke kecepatan maksimum saat membuka elemen sistem
  • Perbaikan kecepatan unduh Windows Store dan pencarian yang lebih responsif
  • Fitur baru: multi-app camera, Shared Audio, rename user folder, monitoring NPU
  • 206 kerentanan keamanan diperbaiki, termasuk satu critical dengan skor 9.8
  • Mode low-latency tidak aktif secara otomatis untuk semua pengguna

Telset.id – Microsoft merilis pembaruan Patch Tuesday untuk Windows 11 pada Juni 2026 yang membawa peningkatan signifikan, termasuk mode low-latency baru, fitur tambahan, serta perbaikan terhadap ratusan celah keamanan. Update ini dianggap sebagai salah satu yang terberat dalam beberapa tahun terakhir.

Pembaruan yang teridentifikasi sebagai KB5094126 (OS Builds 26200.8655 dan 26100.8655) ini hadir di tengah upaya Microsoft untuk mengembalikan reputasi sistem operasi andalannya. Windows 11 dinilai kurang diminati oleh para penggemar teknologi dalam beberapa tahun terakhir. Kini, raksasa Redmond tersebut mulai meninggalkan tombol Copilot dan fokus mengirimkan peningkatan pada pengalaman pengguna (UX) serta performa di area sistem yang lama terbengkalai.

Mode Low-Latency untuk Navigasi Lebih Mulus

Fitur utama dalam pembaruan ini adalah profil low-latency. Fitur ini dirancang untuk mengatasi waktu muat yang lambat pada elemen shell sistem inti seperti Start Menu, Action Center, dan Search, serta saat meluncurkan aplikasi. Mekanismenya sederhana: saat pengguna mengklik untuk membuka elemen sistem atau aplikasi, CPU akan langsung melompat ke kecepatan clock maksimumnya selama satu hingga tiga detik, lalu kembali turun. Hal ini memberikan ruang performa yang cukup untuk mempercepat proses peluncuran. Sebelumnya, CPU perlu menaikkan kecepatan secara bertahap seiring bertambahnya beban, yang justru dapat memperlambat proses.

Meskipun disertakan dalam pembaruan keamanan Juni, fitur ini tidak akan langsung aktif untuk semua pengguna. Untuk memeriksanya, pengguna dapat melihat tampilan langsung kecepatan CPU di Task Manager atau alat pihak ketiga seperti HWiNFO64. Jika fitur aktif, akan terlihat lonjakan singkat aktivitas CPU saat membuka elemen sistem.

Microsoft telah melakukan perbaikan pada Start Menu selama beberapa bulan terakhir. Profil low-latency ini menjadi puncak dari peningkatan tersebut. Pembaruan Juni juga memberikan peningkatan nyata pada kecepatan peluncuran aplikasi. Ke depannya, Microsoft berencana menghadirkan kemampuan untuk menghapus dan menambahkan setiap bagian dari Start Menu. Bahkan, pengguna bisa mematikan semua bagian sehingga saat Start Menu terbuka, hanya akan terlihat pemberitahuan bertuliskan, β€œAll Start sections are turned off.”

Perbaikan Bug dan Fitur Baru

Selain mode low-latency, pembaruan ini juga memperbaiki sejumlah masalah lain yang sering dikeluhkan pengguna. Proses unduh dari Windows Store kini terasa lebih cepat. Windows Search juga menjadi lebih responsif karena akan mulai menampilkan hasil setelah dua karakter dimasukkan.

Beberapa fitur baru turut diperkenalkan. Dukungan multi-app camera memungkinkan pengguna berada dalam panggilan Zoom dan mengambil selfie secara bersamaan. Fitur Shared Audio memungkinkan Windows menyiarkan audio ke dua headphone atau earbud yang mendukung Bluetooth LE. Pengguna juga kini dapat menamai folder pengguna sesuai keinginan saat menyiapkan instalasi Windows baru. Selain itu, terdapat alat pemantauan NPU baru di Task Manager bagi pengguna yang memiliki PC dengan chip AI khusus.

Peningkatan performa dan fitur baru ini menjadi angin segar, terutama bagi pengguna yang sering mengalami masalah seperti aplikasi tidak responsif. Untuk situasi darurat, Anda bisa menyimak panduan Cara Force Quit aplikasi frozen di Windows 11.

Tambalan Keamanan Masif

Perubahan terbesar yang tidak terlihat oleh pengguna adalah perbaikan keamanan. Microsoft telah menambal 206 kerentanan keamanan, banyak di antaranya dinilai kritis atau parah. Ancaman tersebut mencakup eskalasi hak istimewa, eksekusi kode jarak jauh, pengungkapan informasi, dan spoofing.

Satu perbaikan untuk CVE-2026-45657 sangat kritis karena merupakan kerentanan eksekusi kode jarak jauh di tingkat kernel dengan skor ancaman 9,8. Microsoft menyatakan dalam posting blog pada Mei bahwa AI telah mempercepat penemuan kerentanan. Peneliti keamanan, baik white hat maupun black hat, kini dapat melakukan penetration testing dalam skala yang tidak manusiawi, sehingga Microsoft harus terus berada di depan dalam perlombaan ini.

Pembaruan Juni ini menjadi bukti bahwa Microsoft mulai serius membenahi Windows 11. Fokus perusahaan pada peningkatan UX dan performa, serta komitmen pada keamanan, diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan pengguna. Langkah ini juga sejalan dengan strategi jangka panjang Microsoft, seperti yang terlihat pada Microsoft Build 2026 yang berfokus pada AI Agent. Selain itu, upaya optimalisasi untuk pengembang juga terus dilakukan, misalnya melalui WSL Containers.

Close up image of Windows update Screen on a windows 11 device

Meskipun masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, pembaruan ini memberikan harapan bahwa Windows 11 bisa menjadi sistem operasi yang lebih baik dan lebih andal untuk digunakan sehari-hari.

Komentar

Belum ada komentar.