NASA Temukan Sumber Air Melimpah di Permukaan Bulan

Sumber Air Bulan

Telset.id, Jakarta – Ilmuwan NASA menemukan sumber air melimpah di Bulan, lebih banyak ketimbang perkiraan sebelumnya. Penemuan penting itu sangat membantu memicu eksplorasi luar angkasa.

Menurut ilmuwan NASA, sumber air yang ditemukan di daerah di luar kutub dingin tanpa Matahari di Bulan, kemungkinan terperangkap dalam “manik-manik kaca” seukuran ujung pensil di dalam tanah.

Penemuan penting bahwa sumber air mungkin didistribusikan ke seluruh permukaan Bulan dan tidak terbatas kepada es di kutub, meningkatkan kemungkinan dapat diakses sebagai sumber daya manusia.

“Sumber air di Bulan terdeteksi dalam satu meter kubik tanah yang diterangi Matahari, cukup untuk mengisi botol 12 ons,” kata Casey Honniball dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt.

{Baca juga: Nokia akan Bangun BTS 4G di Bulan, Buat Apa?}

Menurutnya, seperti dikutip Telset dari New York Post, Rabu (28/10/2020), sumber air di Bulan mungkin berasal dari kombinasi molekul hidrogen di cincin Matahari yang bercampur oksigen di tanah tepung Bulan.

Penemuan menakjubkan tersebut dibuat oleh laboratorium ruang angkasa yang berubah menjadi jet Boeing 747SP, yang dikenal sebagai SOFIA atau Observatorium Sratosfer untuk Astronomi Inframerah.

Sekadar informasi, pesawat luar angkasa pengumpul data biasanya bekerja melacak bintang. Namun demikian, operator memutuskan untuk menggunakannya dengan tujuan memeriksa Bulan mulai 2018.

8 Negara Tandatangani Pakta Pimpinan Eksplorasi Bulan

Delapan negara menandatangani pakta pimpinan untuk misi eksplorasi Bulan. Delapan negara itu meliputi AS, Australia, Kanada, Italia, Jepang, Luksemburg, Uni Emirat Arab, dan Inggris.

Dalam aturan baru NASA disebutkan, astronot tidak boleh berkelahi dan membuang sampah sembarangan, serta masuk tanpa izin di kawah Bulan bersejarah seperti Pangkalan Ketenangan Apollo 11.

{Baca juga: 8 Negara Tandatangani Pakta Pimpinan Eksplorasi Bulan}

Badan antariksa AS merilis pedoman program pendaratan Artemis di Bulan berdasarkan Perjanjian Luar Angkasa 1967 dan perjanjian lain. Delapan negara pun menandatangani pakta Perjanjian Artemis.

“Penting untuk tidak hanya melakukan perjalanan ke Bulan bersama astronot. Kita juga perlu membawa nilai-nilai,” kata penjabat kepala hubungan internasional dan antarlembaga NASA, Mike Gold. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here