8 Negara Tandatangani Pakta Pimpinan Eksplorasi Bulan

Telset.id, Jakarta – Delapan negara menandatangani pakta pimpinan untuk misi eksplorasi Bulan. Delapan negara itu meliputi AS, Australia, Kanada, Italia, Jepang, Luksemburg, Uni Emirat Arab, dan Inggris.

Dalam aturan baru NASA disebutkan, astronot tidak boleh berkelahi dan membuang sampah sembarangan, serta masuk tanpa izin di kawah Bulan bersejarah seperti Pangkalan Ketenangan Apollo 11.

Badan antariksa AS merilis pedoman program pendaratan Artemis di Bulan berdasarkan Perjanjian Luar Angkasa 1967 dan perjanjian lain. Delapan negara pun menandatangani pakta Perjanjian Artemis.

{Baca juga: Riset Terbaru: Bulan Punya Tingkat Radiasi Berbahaya}

Dikutip Telset.id dari New York Post, administrator NASA, Jim Bridenstine, berharap negara-negara lain segera bergabung dalam upaya mengembalikan astronot ke Bulan pada 2024.

Kesepakata itu berpotensi menjadi koalisi terbesar untuk program penerbangan luar angkasa manusia dalam sejarah. Bridenstine berharap cara tersebut akan membuka jalan bagi ekspedisi Mars, jadi bukan sekedar eksplorasi bulan.

“Penting untuk tidak hanya melakukan perjalanan ke Bulan bersama astronot. Kita juga perlu membawa nilai-nilai,” kata penjabat kepala hubungan internasional dan antarlembaga NASA, Mike Gold.

Sekadar informasi, AS adalah satu-satunya negara yang berhasil menempatkan manusia di Bulan. Total, AS mengirim 12 orang ke Bulan, mulai 1969 hingga 1972. Sejauh ini, Rusia belum berhasil mencapainya.

{Baca juga: NASA Punya Misi Baru ke Bulan, Namanya Artemis}

Misi NASA ke bulan, yang dipanggil Artemis ini juga menjadi bentuk penghormatan 50 tahun Misi Apollo, yang berhasil membawa Niel Armstrong menginjakan kaki ke bulan.

NASA memiliki alasan tersendiri mengapa memilih nama Artemis untuk misi terbaru. Untuk diketahui, Artemis merupakan bagian dari dewi dalam sejarah mitologi Yunani yang merupakan saudara kembar dari Apollo dan Selene. [SN/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here