Pabrik asal China Siap Garap iPhone Terbaru, Foxconn Waswas

Pabrik iPhone Foxconn China

Telset.id, Jakarta – Foxconn, yang selama ini menjadi pabrik perakit iPhone pesanan Apple, sekarang punya pesaing asal China. Perusahaan asal Taiwan itu pun membentuk satuan tugas guna menangkal ancaman.

Pendiri Foxconn, Terry Gou, secara pribadi memimpin satuan tugas itu. Sebab, Luxshare, nama pesaing Foxconn, siap menjadi pabrik pertama berkantor pusat di China daratan yang merakit iPhone terbaru.

Dikutip Telset dari New York Post, Rabu (28/10/2020), satuan tugas Gou secara khusus memeriksa apakah Luxshare, yang selama ini membuat AirPods, mendapat dukungan kuat dari pemerintah China.

“Pertumbuhan Luxshare akan meningkat,” kata seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada Reuters. Kendati demikian, ia mengaku tidak tahu seberapa cepat Luxshare bakal bertumbuh.

{Baca juga: Raksasa Teknologi Terjebak Dalam Krisis AS-China-Corona}

Luxshare pada Juli 2020 telah mengakuisisi dua pabrik kecil milik perakit iPhone. Kesepakatan tersebut akan membantu Luxshare meraup 30 persen produksi iPhone dalam waktu lima tahun ke depan.

Seorang sumber menyebut Luxshare sebagai “lawan yang tangguh”. Ia mengatakan bahwa Foxconn telah melakukan penelitian ekstensif di Luxshare, yang bertujuan untuk “mengalahkan sang rival berat.

Reuters juga melaporkan bahwa Luxshare secara aktif “mengacaukan” Foxconn. Luxshare menawarkan uang tunai USD 75.000 atau Rp 1,1 miliar sebagai subsidi relokasi bagi karyawan senior Foxconn pindah ke China.

Foxconn jadi “Korban” Konflik China dan India

Konflik antara India dan China membuat perusahaan terkenal seperti Foxconn selaku pemasok Apple dan merek asing lain mengalami masalah operasional. Semua gara-gara India menahan impor China.

Menurut petugas Bea Cukai, pengiriman impor dari China masih ditahan di pelabuhan India. Pengiriman tersebut membutuhkan izin tambahan, yang merupakan indikasi ada peningkatan ketegangan antara India dan China.

Sekadar informasi, di perbatasan Indo-China telah terjadi serangkaian bentrokan antara militer India dan China sampai muncul korban jiwa. Hal itu otomatis memunculkan sentimen anti-China.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Terbaru}

Meskipun ada peningkatan inspeksi untuk pengiriman impor, Dell berhasil melakukan pengiriman pada minggu lalu. Namun, 130 pengiriman masih macet di pelabuhan India, termasuk beberapa bagian server dan komputer desktop.

Namun, langkah-langkah tersebut hanya diterapkan sementara oleh pemerintah India. “Kami tidak dapat terus memeriksa 100 persen pengiriman. Pengiriman perusahaan non-China yang terdampak akan diprioritaskan,” kata pejabat India.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here