Selain Lebih Kencang, Kenali Kelebihan 5G Dibanding Jaringan 4G

Telset.id – Para tech enthusiast Indonesia sebentar lagi akan segera menikmati kencangnya jaringan internet 5G. Memangnya, apa sih jaringan 5G itu? Lalu, apa saja kelebihan 5G dibandingkan jaringan 4G yang masih bisa kita rasakan sampai sekarang?

Pengguna smartphone di Indonesia telah lama menikmati jaringan seluler 4G, tepatnya sejak tahun 2014 silam. Selama itu juga, pengembangan smartphone, aplikasi, perangkat IoT (Internet of Things), dan lain sebagainya berkembang secara cepat.

Tepat 7 tahun setelahnya, masyarakat Indonesia pun kembali harus bersiap menghadapi teknologi jaringan yang baru. Para pengguna gadget di Indonesia sebentar lagi dapat merasakan teknologi jaringan generasi kelima yang digelar pertama kali oleh Telkomsel.

Telkomsel diketahui telah melakukan uji layak operasi atau ULO internet 5G menggunakan frekuensi radio 2,3 GHz untuk data plane dan pita frekuensi radio 1,8 GHz untuk control plane.

Setelah sukses melalui ULO, operator plat merah ini pun langsung berencana untuk meluncurkan layanan 5G secara komersial pada 27 Mei 2021.

{Baca juga: Telkomsel Siap Luncurkan Layanan 5G Komersial 27 Mei 2021}

Nantinya untuk fase awal, layanan 5G komersial akan digelar di beberapa lokasi di Jakarta dan Tangerang, yakni Bumi Serpong Damai (BSD), Alam Sutera, Pantai Indah Kapuk (PIK), Pondok Indah, Kelapa Gading, Widya Chandra, dan SCBD.

Apa itu Teknologi 5G? 

Teknologi 5G Indonesia

Secara singkat, jaringan 5G adalah teknologi jaringan seluler yang memiliki kelebihan dalam hal kecepatan dan kapasitas data yang lebih tinggi daripada 4G. Jaringan ini juga memberikan latensi atau waktu akses layanan data yang jauh lebih rendah.

Jika berbicara soal jaringan 5G, tentu erat kaitannya dengan kecepatan. Secara teori, 5G mampu menghadirkan peak data rate hingga 20 Gbps atau 20 kali lebih cepat daripada 4G.

5G juga memiliki latensi yang amat sangat rendah, tepatnya 1 ms. Jauh lebih rendah daripada jaringan generasi sebelumnya. Oleh karenanya, 5G juga erat dikaitkan dengan akses instan atau pemanfaatan jaringan secara real-time.

5G pun dirancang untuk mengakomodasi connection density lebih banyak daripada 4G. Jaringan generasi kelima ini mampu menangani 1 juta perangkat/km2 atau 10 kali lebih banyak dari 4G.

Namun demikian, selain hal-hal tadi, 5G sebenarnya memiliki arti yang lebih luas lagi. Dari berbagai literatur yang tim Telset kumpulkan, 5G adalah teknologi jaringan nirkabel generasi kelima yang dapat mengubah cara hidup masyarakat pada umumnya.

Menurut para ahli, teknologi ini memiliki potensi yang sangat besar untuk membuka gelombang produk teknologi, platform, atau use case jenis baru di masa mendatang.

Oleh karenanya, perusahaan operator telekomunikasi dunia berlomba-lomba untuk menggelar jaringan 5G di negara di mana mereka beroperasi. Negara-negara pun bersaing untuk menerapkan teknologi jaringan ini agar berfungsi secara penuh dan bermanfaat bagi warganya.

{Baca juga: Siap-siap! Hari Ini Layanan 5G Telkomsel Mulai “On” di 6 Lokasi Ini}

Hal yang sama pun dilakukan oleh Telkomsel dan operator telekomunikasi di Indonesia lainnya yang berlomba-lomba untuk mengembangkan jaringan 5G di Tanah Air, mulai dari melakukan uji coba jaringan hingga mengembangkan ekosistemnya.

Dilansir Telset dari CNN, Senin (24/5/2021), ini karena manfaat teknologi 5G yang sangat luas. Jaringan generasi kelima ini diharapkan dapat mendorong teknologi baru yang transformatif, tidak hanya untuk konsumen saja, tetapi juga untuk bisnis maupun infrastruktur.

Selain itu, 5G disebut juga sebagai teknologi jaringan mobile pertama yang memberikan manfaat lebih besar bagi industri dan sektor konsumen, tentu saja dibandingkan dengan 4G.

Kelebihan 5G Dibandingkan 4G

Kelebihan 5G dibanding 4G
Foto: Synopsys

Sebagian besar informasi kelebihan seputar 5G yang diketahui masyarakat secara luas biasanya berkaitan dengan kecepatan. Namun sebenarnya, ada kelebihan lainnya dari jaringan 5G yang mungkin belum banyak Anda ketahui.

Di bawah ini, tim Telset telah merangkum beberapa kelebihan dari jaringan 5G dibanding 4G. Penasaran apa saja? Berikut daftarnya:

1. Kecepatan Lebih Tinggi

Dibanding 4G, kelebihan 5G paling utama adalah kecepatan yang jauh lebih tinggi. Kecepatan transmisi datanya bisa mencapai 15 atau 20 Gbps.

Ketika jaringan 5G sudah resmi dikomersialkan di Indonesia, masyarakat dapat dengan mudah mengunduh, file, program, aplikasi, atau game berukuran besar secara langsung tanpa menunggu waktu yang lama.

Streaming video berkualitas 4K, game melalui platform Google Stadia, hingga penyimpanan via sistem cloud juga jauh lebih cepat daripada menggunakan koneksi 4G.

Jaringan 5G pun ke depannya akan memengaruhi proses komputasi di perangkat pintar. Dengan kecepatan transmisi data yang cepat, proses komputasi dapat dilakukan di sistem cloud alih-alih menggunakan prosesor dan memori penyimpanan berkapasitas besar.

2. Latensi Rendah

Kelebihan 5G lainnya dibanding 4G adalah latensi yang super rendah. Mungkin beberapa dari Anda bertanya-tanya, apa sih memangnya latensi itu?

Latensi adalah waktu yang berlalu sejak pengguna memberikan perintah pada perangkat sampai tindakan terjadi. Dalam 5G, latensi akan sepuluh kali lebih rendah daripada 4G, sehingga segala tindakan dapat dilakukan secara real-time.

Lantas, apa gunanya latensi rendah yang disediakan oleh 5G? Tentu saja ada banyak kegunaan yang tidak hanya untuk konsumen saja, tetapi juga untuk bisnis maupun infrastruktur.

Berkat latensi yang rendah, mesin pabrik di industri, logistik, hingga transportasi, bisa dikontrol dari jarak jauh. Di bidang kesehatan, operasi pembedahan juga dapat dilakukan walau dokter berada di tempat yang berbeda.

Peredaran mobil otonom pun diprediksi bakal lebih banyak dengan hadirnya layanan jaringan 5G.

3. Bandwidth Besar

Kelebihan 5G dibanding 4G yang selanjutnya adalah bandwidth yang lebih besar. Makin besar bandwidth, itu artinya makin banyak perangkat yang terhubung dalam sekali waktu.

Anda pernah mengalami susah terhubung ke jaringan internet 4G padahal bar sinyal penuh, ketika berada di stadion atau sebuah konser besar? Itu terjadi karena bandwidth yang didukung oleh layanan 4G sudah melebihi muatannya.

Berbeda dengan 5G, layanan ini dapat menghubungkan perangkat dengan skala hingga 1 juta perangkat/km2. Semua perangkat yang terhubung akan memiliki akses ke koneksi internet tanpa terganggu.

Tak cuma mampu menangani smartphone saja, layanan ini pun mendukung perangkat IoT, seperti mobil otonom, smart home, dan lain sebagainya, dalam sekali waktu secara real-time.

{Baca juga: 12 HP 5G Terbaru yang Dijual Secara Resmi di Indonesia}

4. Network Slicing

Mengutip halaman resmi IoT World Congress, 5G juga memungkinkan untuk mengimplementasikan jaringan virtual atau network slicing. Para ahli jaringan dapat membuat subnet untuk menyediakan konektivitas yang lebih disesuaikan untuk kebutuhan yang spesifik atau khusus.

Pembuatan subnet akan memberikan karakteristik spesifik, karena jaringan dapat diprogram untuk keadaan-keadaan yang butuh prioritas koneksi internet tanpa terpengaruh kelebihan beban jaringan seluler.

5. Hemat Energi

Kelebihan dari layanan 5G lainnya dibanding 4G adalah hemat energi. Layanan ini menggunakan daya yang lebih sedikit daripada 4G, karena dapat dengan cepat beralih ke penggunaan low-energy saat radio seluler tidak digunakan.

Selain itu, kecepatan transmisi data yang super cepat membuat penggunaan teknologi 5G dapat menghemat energi.

Dijelaskan oleh GSMA pada The Mobile Economy 2018, jaringan 5G bisa mengurangi konsumsi energi sebanyak 10% dibanding dengan 4G.

Lain hal, menurut studi yang dilakukan Nokia dan Telefónica, jaringan 5G lebih hemat energi sampai 90% dibandingkan 4G. Riset yang dilakukan kedua perusahaan dilakukan selama tiga bulan dan berfokus pada konsumsi daya RAN (Radio Access Network) di jaringan Telefónica.

Kekurangan dari 5G

Kelebihan teknologi 5G dibanding 4G Indonesia
Foto: CNET

Tak cuma kelebihan saja, jaringan internet 5G juga tak luput dari kekurangan. Menurut Kaspersky, 5G membutuhkan beberapa peningkatan signifikan dalam hal keamanan untuk menghindari risiko peretasan.

Keamanan 5G sangatlah krusial, karena menempatkan konsumen, pemerintah, dan bisnis dalam risiko yang cukup tinggi. Berikut beberapa di antaranya.

1. Bandwidth Membebani Sistem Keamanan

Menurut Kaspersky, bandwidth besar yang disediakan jaringan 5G dapat merusak keamanan siber yang sudah ada. Tim ahli keamanan siber pun dituntut untuk segera membuat metode terbaru untuk menghentikan ancaman yang baru pula.

2. Masih Banyak Perangkat IoT Minim Keamanan

Selanjutnya, masih banyak perangkat IoT yang kurang dalam sisi keamanan. Tidak semua produsen memprioritaskan keamanan siber, seperti yang terlihat pada banyak perangkat pintar kelas bawah.

5G berarti lebih banyak utilitas dan potensi untuk IoT. Karena semakin banyak perangkat yang terhubung, miliaran perangkat dengan keamanan yang bervariasi berarti miliaran juga kemungkinan titik pelanggaran.

Apalagi, ketika perangkat IoT tersebut tidak dilengkapi dengan sistem enkripsi yang baik. Ketika peretas menargetkan perangkat IoT sebagai sasaran utama, enkripsi yang lemah bisa menjadi jalan masuknya.

Ketika peretas mendapatkan informasi yang mereka inginkan di jaringan, seperti OS, jenis perangkat, dan lain sebagainya, mereka bisa merencanakan serangan siber lainnya secara lebih presisi.

{Baca juga: Cara Mengaktifkan Jaringan 5G di Smartphone Oppo}

3. Daya Jangkau yang Minim

Kekurangan teknologi jaringan 5G adalah daya tembus gelombang frekuensi yang minim. Frekuensi 5G sangat mudah terganggu oleh penghalan solid atau fisik, seperti tembok, beton, menara, pohon, dan lain sebagainya.

Memang, jaringan 5G punya bandwidth yang besar. Namun imbasnya, jangkauan dari layanan ini berkurang dan hanya cocok untuk orang-orang yang melakukan perjalanan jarak pendek saja.

4. Akses Hanya untuk Perkotaan

Dikutip dari Electronic Communications Network, jaringan 5G kemungkinan besar akan ditargetkan pada perkotaan dengan dengan populasi yang besar, bukan di kawasan pedesaan.

Seperti yang sudah diketahui, daerah terpencil masih sulit untuk merasakan segala bentuk konektivitas seluler. Wajar bila memprediksi jika jaringan 5G juga akan dihadirkan dan diperluas di kota-kota besar dengan ekosistem 5G yang lebih lengkap.

Demikian informasi mengenai teknologi 5G yang sebentar lagi akan segera bisa dirasakan oleh masyarakat di Indonesia. nda sebagai pembaca pun mendapatkan insight soal kelebihan 5G dari jaringan 4G serta kekurangannya.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda para pembaca yang sudah tak sabar menjajal ngebutnya internetan menggunakan layanan internet generasi kelima ini. (MF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -