Telset.id β General Motors (GM) resmi mengubah arah strategi infotainment-nya dengan kembali mendukung CarPlay dan Android Auto. Dukungan kedua platform tersebut akan hadir pertama kali pada Chevrolet Silverado 2027 dan GMC Sierra 2027, sebelum menyusul ke model lain di tahap berikutnya.
Keputusan ini menjadi pembalikan dari komitmen GM sebelumnya yang menyatakan akan meninggalkan CarPlay dan Android Auto. Tiga tahun lalu, GM mengumumkan akan menghapus kedua platform tersebut dari kendaraan listriknya dan menggantinya dengan sistem infotainment khusus yang menggunakan Gemini. Rencana serupa juga disiapkan untuk kendaraan berbahan bakar bensin.
Perubahan ini berangkat dari masukan pelanggan. GM menyebut pengguna menyukai CarPlay dan Android Auto karena sifatnya yang berpusat pada pengguna. Melalui antarmuka baru, GM mengklaim telah mengintegrasikan pengalaman tersebut lebih dalam dibandingkan sebelumnya pada jajaran pikap light-duty mereka.
Pendekatan yang dipilih GM adalah tampilan splitscreen. Alih-alih membiarkan CarPlay atau Android Auto mengambil alih seluruh layar, kedua platform kini bisa ditampilkan berdampingan dengan informasi kendaraan. Solusi ini menjawab salah satu kekhawatiran utama yang membuat sejumlah pabrikan enggan melepas kendali atas layar infotainment mereka.
Solusi Splitscreen di Layar 60 Inci
Pikap anyar GM memiliki total area layar mencapai 60 inci, termasuk layar khusus di depan yang memungkinkan penumpang kursi depan menonton video. Ruang seluas itu dimanfaatkan GM untuk menghadirkan CarPlay dan Android Auto dalam tampilan splitscreen.
Dengan format tersebut, pengemudi tetap bisa mengakses fungsi CarPlay dan Android Auto sambil melihat instrumen kendaraan. Pengemudi tidak harus bergantian berpindah layar, yang menurut GM dapat membantu mengurangi gangguan saat berkendara.

GM menyatakan telah bekerja sama dengan Apple dan Google untuk merancang pendekatan ini. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya GM menyatukan antarmuka pengguna ponsel dengan sistem kendaraan dalam satu tampilan yang kohesif.
Mike Wahlstrom, executive director of software product management GM, menjelaskan alasan di balik keputusan ini. Ia menyebut GM menjadi salah satu produsen mobil pertama yang menghadirkan Apple CarPlay dan Android Auto ke kendaraan berbahan bakar bensin mereka. Kini, dengan UI baru, GM mengintegrasikan pengalaman itu lebih dalam dari sebelumnya pada pikap light-duty.
βOrang-orang sangat menyukai CarPlay dan Android Auto karena keduanya begitu berpusat pada pengguna. Kami mendengar dari pelanggan bahwa mereka menginginkan kesederhanaan yang sama sambil tetap memiliki akses cepat ke semua yang bisa dilakukan kendaraan mereka. UI generasi berikutnya menyatukan hal-hal itu secara kohesif,β kata Wahlstrom dalam sesi Q&A.
Keputusan GM sebelumnya untuk meninggalkan CarPlay dan Android Auto didorong beberapa alasan. Salah satunya adalah potensi monetisasi sistem infotainment melalui langganan. Namun, persoalan yang disebut paling mendesak adalah kecenderungan CarPlay dan Android Auto mengambil alih seluruh tampilan layar.
Kondisi tersebut menjadi masalah bagi banyak pabrikan mobil, terutama ketika sistem infotainment juga digunakan untuk menampilkan instrumen kendaraan seperti yang umum terjadi pada EV. Format splitscreen yang kini diperkenalkan GM disebut sebagai jalan keluar dari persoalan itu.
Baca Juga:
Belum Ada Kepastian untuk Kendaraan Listrik
Meski kembali menghadirkan CarPlay dan Android Auto di pikap bensin, GM belum memberikan kepastian soal kendaraan listrik. Sesi Q&A GM mengenai UI yang direvamp tidak menyinggung EV sama sekali. GM juga belum menyatakan apakah mereka akan membawa CarPlay kembali ke jajaran EV mereka.
Meski demikian, sistem infotainment GM masih bisa bekerja dengan sejumlah aplikasi ponsel. Kendaraan listrik GM yang tidak memiliki CarPlay tetap dapat mengakses Apple Music. Hal ini menunjukkan bahwa keterbatasan akses aplikasi di EV GM tidak sepenuhnya menutup pintu bagi layanan berbasis ponsel.
Langkah GM ini memperlihatkan bahwa preferensi pengguna menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan sistem infotainment. Setelah sempat berencana menggantikan CarPlay dan Android Auto sepenuhnya, GM kini memilih jalur tengah dengan menyatukan keduanya ke dalam tampilan kendaraan.
Bagi pasar otomotif, keputusan ini menandai bahwa adopsi platform pihak ketiga masih sulit ditinggalkan sepenuhnya. GM menyebut fitur baru ini akan tersedia pada model lain setelah debut di Chevrolet Silverado 2027 dan GMC Sierra 2027. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal pasti untuk model-model berikutnya.
Perkembangan ini juga menjadi sinyal bahwa integrasi perangkat mobile dan kendaraan terus bergerak ke arah yang lebih mulus. Sejumlah inovasi lain di ranah perangkat dan keamanan digital turut menunjukkan tren serupa, seperti langkah Update Keamanan iOS yang merespons ancaman berbasis AI, serta pengembangan Sistem AI Google untuk deteksi kanker payudara.
Untuk saat ini, pengguna yang menantikan CarPlay dan Android Auto di kendaraan GM dapat melihatnya lebih dulu di dua model pikap yang disebut. GM belum mengungkap detail harga maupun ketersediaan di pasar di luar Amerika Serikat.





Komentar
Belum ada komentar.