📑 Daftar Isi

A Tesla Cybercab passes Austin Police Department officers on horses on 2nd street outside ACL Live.

Cybercab Tesla Gagal Meyakinkan Investor, Saham Berisiko

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Tesla mengumumkan "Cybercab rides" dibuka untuk publik di Austin pada 4 September tanpa livestream dan undangan media
  • Peluncuran dinilai minim detail, investor menyebutnya sebagai kekecewaan besar
  • Armada Cybercab masih kecil dan terbatas di area geofenced Austin
  • NHTSA membuka penyelidikan atas sertifikasi keselamatan Cybercab
  • Tesla berencana belanja modal di atas 25 miliar dolar AS dengan kapasitas pinjaman hingga 30 miliar dolar AS
  • Waymo melayani sepuluh wilayah metropolitan dengan 500 ribu perjalanan berbayar per minggu
  • Bears of Wall Street mempertahankan rating jual dengan valuasi 78 persen di bawah harga pasar

Telset.id – Peluncuran layanan Cybercab Tesla di jalanan Austin, Texas, gagal memenuhi ekspektasi investor. Perusahaan hanya mengumumkan melalui platform X milik Elon Musk bahwa “Cybercab rides” akan “open to public” pada 4 September, tanpa livestream, tanpa undangan media, dan tanpa penjelasan rinci mengenai rencana ekspansi armada robotaxi tersebut.

Ketiadaan detail itu memicu kekecewaan di kalangan investor. Co-founder Future Fund Advisors, Gary Black, menyebut “Cybercab event was largely a bust” dan menilai peluncuran tersebut minim informasi sehingga sejumlah pertanyaan penting tetap tidak terjawab. Kekecewaan ini kembali mencuatkan kekhawatiran atas kemampuan Tesla mengejar kompetisi yang semakin ketat di sektor robotaxi.

Armada Cybercab Tesla saat ini masih sangat kecil dan terbatas pada area geofenced di Austin. Ekspansi ke negara bagian lain berpotensi menghadapi hambatan regulasi yang berat. Pada tahap pengujian dan pengumpulan data awal di New York City, Tesla bahkan harus memasang setir dan mempekerjakan pengemudi manusia untuk Cybercab, yang secara efektif mengubahnya menjadi kendaraan listrik Tesla biasa yang sempit.

Investor kini menilai Tesla dengan lebih kritis. Sekelompok asset manager dan trader yang menyebut diri mereka “Bears of Wall Street” mempertahankan “rating of Sell for Tesla” dalam unggahan di Seeking Alpha. Penilaian itu didasarkan pada “mounting risks” seperti “negative free cash flow, surging [capital expenditures] above $25 billion, intensifying competition, and regulatory audits delaying robotaxi expansion.”

Cybercab merupakan salah satu dari tiga pilar yang menjadi taruhan Musk bagi masa depan Tesla, bersama robot humanoid Optimus dan AI. Namun hampir dua tahun setelah Musk pertama kali memperkenalkan robotaxi tersebut ke publik, belum ada kemajuan signifikan yang dapat diukur, sehingga investor menuntut lebih banyak bukti.

Tekanan Regulasi dan Beban Belanja Modal

Tekanan terhadap Tesla semakin besar karena regulator mulai mengajukan pertanyaan sulit. National Highway Traffic Safety Administration membuka penyelidikan terhadap sertifikasi keselamatan Cybercab. Penyelidikan federal ini muncul tepat setelah peluncuran yang seharusnya menjadi katalis positif bagi perusahaan.

Di sisi keuangan, Tesla berencana membelanjakan lebih dari 25 miliar dolar AS tahun ini dan menanggung utang tambahan, dengan “borrowing capacity” hingga 30 miliar dolar AS, demi tetap relevan di persaingan AI yang bergerak cepat. CFO Tesla, Vaibhav Taneja, kepada investor pada Juli menyatakan bahwa “Capex will grow for the next two or three years as we expand our Robotaxi fleet, expand our production capacity for Optimus, make investments for semiconductor fab, install solar manufacturing capacity, and AI compute infrastructure, in addition to all the other expansions we’ll do for other manufacturing for automotive.”

Sementara itu, Waymo terus meninggalkan Tesla jauh di belakang. Waymo melayani sepuluh wilayah metropolitan di Amerika Serikat dan menyediakan setengah juta perjalanan berbayar per minggu. Di saat yang sama, bisnis inti Tesla dalam menjual mobil terus menyusut. Meski angka pengiriman telah pulih sebagian dari kinerja buruk sepanjang 2025, angkanya masih harus menempuh jalan panjang untuk kembali ke level sebelumnya.

A Tesla Cybercab passes Austin Police Department officers on horses on 2nd street outside ACL Live.

Ada pula bayang-bayang kemungkinan merger dengan SpaceX milik Musk yang tampak semakin mungkin terjadi, setidaknya dalam jangka panjang. Langkah itu dinilai sangat berisiko karena dapat membebani Tesla dengan utang yang lebih besar lagi. “All of those risks make us believe that Tesla remains greatly overvalued even after the volatility of the last two months,” argumen Bears of Wall Street, yang menilai saham perusahaan berada di “around 78 percent below the current market price.”

Katalis yang Tak Terukur

Bears of Wall Street menyimpulkan bahwa “The Cybercab launch was the catalyst that was supposed to justify Tesla’s valuation, and it delivered almost nothing that investors could measure.” Mereka menambahkan, “Instead of a fleet expansion plan, the company got a federal investigation, while its main competitor keeps adding cities.”

Peluncuran Cybercab seharusnya menjadi momen pembuktian bagi valuasi Tesla yang tinggi. Namun tanpa rencana ekspansi armada yang jelas, tanpa data operasional yang bisa diukur, dan dengan penyelidikan federal yang berjalan, investor tidak mendapatkan dasar untuk mempercayai narasi robotaxi tersebut. Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa sebagian Cybercab yang diuji justru masih memiliki setir, bertentangan dengan janji inti produk.

Bagi pasar, peluncuran 4 September di Austin menjadi penanda bahwa ambisi robotaxi Tesla belum sejalan dengan realitas operasional dan regulasi di lapangan. Selama armada tetap kecil, terbatas pada area geofenced, dan ekspansi menghadapi audit regulasi, pertanyaan investor mengenai kapan robotaxi benar-benar berkontribusi terhadap pendapatan Tesla masih belum terjawab.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.