šŸ“‘ Daftar Isi

Kioxia XL1 Tantang Dominasi DRAM di Server AI dengan CXL

Kioxia XL1 Tantang Dominasi DRAM di Server AI dengan CXL

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Kioxia tengah mengembangkan produk flash memory yang dirancang membantu pusat data mengurangi ketergantungan pada DRAM yang mahal, seiring beban kerja AI yang menuntut kapasitas memori semakin besar. Produsen memori asal Jepang ini berencana menggabungkan teknologi NAND yang lebih cepat dengan antarmuka baru untuk sistem AI yang membutuhkan volume data besar dan mudah diakses. Pendekatannya mencakup SSD PCIe 6.0 dan teknologi ekspansi memori CXL, meski perusahaan tidak mengklaim produk-produk ini akan sepenuhnya menggantikan DRAM.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa produsen memori mulai mencari cara menambah kapasitas tanpa harus menaikkan jumlah DRAM secara setara. Kioxia menilai memindahkan sebagian beban kerja ke penyimpanan flash dapat meredakan kelangkaan kapasitas dan kenaikan biaya yang saat ini menekan rantai pasok memori global.

XL1 Series dan Peran CXL di Antara DRAM dan Storage

Perkembangan paling menonjol dari Kioxia adalah XL1 Series, modul ekspansi memori kompatibel CXL yang dibangun di atas teknologi XL FLASH untuk latensi lebih rendah. Modul ini menggunakan antarmuka CXL dengan kecepatan akses memori yang dialirkan melalui link PCIe. CXL memungkinkan perangkat memori terhubung lebih dekat dengan prosesor, sehingga menciptakan kapasitas tambahan tanpa mengharuskan setiap byte tetap berada di DRAM.

Kioxia menyatakan kombinasi NAND berkecepatan tinggi dengan modul pengontrol CXL mampu menekan latensi baca data hingga kurang dari sepersepuluh produk NAND konvensional. Perusahaan memosisikan XL1 untuk mengisi ruang performa dan biaya di antara DRAM konvensional dan perangkat penyimpanan SSD biasa.

Kioxia menyebut mengganti sebagian DRAM pada sebuah sistem dengan modul CXL dapat menggandakan kapasitas memori sekaligus meningkatkan performa hingga 30 persen. Pembedaan ini penting karena NAND flash secara inheren tetap lebih lambat daripada DRAM, sehingga penggantian menyeluruh berpotensi menimbulkan penalti performa bagi aplikasi yang sensitif terhadap latensi.

Kioxia's CXL module is currently undergoing client reviews.

Unit evaluasi dijadwalkan dikirim ke mitra teknologi pada Agustus 2026, memberi calon pelanggan kesempatan menilai teknologi ini. Kioxia juga berencana membahas teknologi tersebut di FMS 2026 di Santa Clara, California, melalui presentasi, sesi teknis, dan demonstrasi langsung. Strategi keseluruhannya berfokus melengkapi DRAM yang ada, bukan menghilangkannya dari konfigurasi memori server AI.

GP1, CM10, dan NX1 untuk Infrastruktur AI

Kioxia kini memamerkan GP1 Series PCIe 6.0 NVMe SSD yang dirancang untuk operasi input dan output sangat tinggi di lingkungan infrastruktur AI. Drive ini mendukung komunikasi langsung antara GPU dan penyimpanan, berpotensi mengurangi perpindahan data melalui jalur sistem konvensional selama beban kerja komputasi intensif.

PCIe 6.0 bisa menarik perhatian tersendiri karena menawarkan bandwidth antarmuka yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya yang banyak digunakan pada SSD pusat data. Perusahaan juga memamerkan CM10 Series enterprise SSD dan NX1 Series data center drive yang mendukung pendinginan cair.

Kioxia's new 10M IOPS PCIe 6.0 SSD

CM10 Series mengandalkan teknologi BiCS FLASH generasi kesepuluh milik Kioxia, sementara NX1 Series memakai desain E1.S dengan konektivitas PCIe 5.0. Produk-produk ini secara spesifik menyasar lingkungan pusat data, tempat peningkatan performa dan manajemen termal yang lebih baik semakin menentukan keputusan arsitektur penyimpanan.

A data center with racks of servers and lots of lights glowing

Secara keseluruhan, portofolio ini menunjukkan bagaimana Kioxia memosisikan flash memory bukan sekadar sebagai media penyimpanan, melainkan sebagai lapisan memori tambahan bagi server AI. Namun perusahaan tetap menegaskan bahwa NAND flash tidak sepenuhnya menggantikan DRAM, terutama untuk aplikasi yang sangat bergantung pada latensi rendah.

Bagi pasar memori global, arah pengembangan ini menjadi alternatif yang layak dicermati ketika biaya DRAM terus menjadi faktor pembatas dalam pembangunan infrastruktur AI. Kioxia memilih jalur suplemen ketimbang substitusi penuh, sebuah pendekatan yang secara eksplisit disebut perusahaan dalam strateginya.

[ISIAN_META_DESCRIPTION]
Kioxia kembangkan XL1 Series berbasis CXL dan SSD PCIe 6.0 untuk kurangi ketergantungan pusat data pada DRAM mahal di beban kerja AI.

[ISIAN_FOCUS_KEYWORD]
Kioxia XL1

[ISIAN_SEO_TITLE]
Kioxia XL1 Tantang Dominasi DRAM Server AI via CXL

[ISIAN_FEATURED_IMAGE_ALT]
Modul memori CXL Kioxia XL1 Series untuk ekspansi memori server AI

[ISIAN_FEATURED_IMAGE_CAPTION]
Modul ekspansi memori CXL Kioxia XL1 Series yang diposisikan di antara DRAM dan SSD.

[ISIAN_FEATURED_IMAGE_DESCRIPTION]
Gambar menampilkan modul memori CXL Kioxia XL1 Series yang dibangun di atas teknologi XL FLASH. Modul ini dirancang menambah kapasitas memori server AI melalui antarmuka CXL dengan latensi baca kurang dari sepersepuluh NAND konvensional.

[ISIAN_SUMMARY]
• Kioxia kembangkan flash memory untuk kurangi ketergantungan pusat data pada DRAM
• XL1 Series pakai CXL dan XL FLASH, latensi baca di bawah sepersepuluh NAND biasa
• Ganti sebagian DRAM dengan CXL bisa gandakan kapasitas, performa naik 30 persen
• GP1 PCIe 6.0, CM10 BiCS FLASH gen-10, NX1 E1.S PCIe 5.0 dengan pendinginan cair
• Unit evaluasi dikirim Agustus 2026, dibahas di FMS 2026 Santa Clara

[ISIAN_RELEVANCE]
Kalau kamu follower tren industri memori dan infrastruktur AI, langkah Kioxia ini menunjukkan arah baru kapasitas server tanpa bergantung penuh pada DRAM.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.