Perusahaan Misterius Kumpulkan Ribuan Data Wajah dari Facebook

Terrogence

Telset, Jakarta – Facebook telah mendapat kecaman terkait pembajakan informasi pribadi dari puluhan juta pengguna mereka oleh sebuah firma konsultan politik Cambridge Analytica. Apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan dengan data pengguna facebook ternyata menakutkan.

Selama lima tahun terakhir, sebuah perusahaan pengawasan yang didirikan oleh mantan perwira intelijen Israel bernama Terrogence,  telah menggunakan situs jejaring sosial termasuk Facebook dan YouTube untuk membangun basis data pengenalan wajah.

Basis data ini berisi wajah ribuan tersangka terorisme, yang dipanen dari sebanyak 35.000 video dan foto. Terrogence dan induk perusahaannya yang bernama Verint, menyediakan teknologi intelijen kepada pemerintah AS, termasuk NSA dan Angkatan Laut.

Kedua perusahaan ini mimiliki akses  informasi tentang persenjataan dan taktik teroris yang dikumpulkan oleh perusahaan melalui media sosial. Sehingga sangat mungkin, pemerintah AS juga memiliki akses ke database ini.

“Terrogence secara aktif memonitor dan mengumpulkan profil dan gambar wajah para teroris, penjahat dan individu lain yang diyakini menjadi ancaman terhadap keamanan penerbangan, imigrasi dan keamanan nasional,” dalam sebuah pernyataan yang dimuat di web perusahaan.

Database bernama Face-Int ini akan meyimpan profil ribuan tersangka yang diambil dari berbagai sumber, misalnya seperti YouTube, Facebook, dan forum terbuka dan tertutup online di seluruh dunia.

Perusahaan ini menyatakan bahwa Terrogence mengkhususkan diri dalam operasi entitas virtual dalam ruang online, yang mengakses platform media sosial secara sah dan bertindak secara alami.

Perusahaan ini memperoleh kepercayaan, membentuk koneksi, dan akhirnya mengumpulkan intelijen berharga. Dengan kata lain, perusahaan ini memata-matai melalui profil palsu.

Awal bulan ini, Verint meluncurkan produk pengenalan wajah tambahan yang disebut FaceDetect. Layanan ini tidak hanya dapat mengidentifikasi individu, tetapi juga memungkinkan operator untuk secara instan menambahkan tersangka dalam daftar yang ingin dilihat.

Seorang mantan staf Terrogence mengklaim pernah terlibat dalam penyelidikan sebuah kelompok politik dan sosial melalui media sosial. Hal itu menunjukkan bahwa penelitian Terrogence mungkin tidak terbatas pada intelijen yang berkaitan dengan terorisme saja.

Perusahaan berbasis data semacam ini tentunya dapat membantu pemerintah AS menjaga kemanan. Misalnya, membantu pihak berwenang mengidentifikasi tersangka, mendeteksi teroris yang menyamar, atau melacak orang hilang secara lebih efisien dan akurat.

Baca juga: Mengenal Cambridge Analytica dan Sepak Terjangnya

Namun, Terrogence juga harus menjadi pengingat agar lebih berhati-hati membagikan informasi pribadi di media sosial.

Ada banyak organisasi yang ada di luar sana mengambil keuntungan dari kekayaan data Facebook, semacam Terrogence. Bahkan, baru-baru ini sesuatu yang mirip sedang dibangun di Tiongkok. [SN/HBS]

Sumber :

mashable.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here