Forpheus, Robot Pelatih Tenis Meja Pertama di Dunia

Telset.id, Jakarta – Teknologi robotika, otomatisasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah berkembang selama lebih dari 10 tahun terakhir, dan saat ini teknologi tersebut bukan lagi sekedar kisah fiksi ilmiah semata.

Dibalik semakin meningkatnya teknologi robotika, otomatisasi dan kecerdasan buatan, terdapat terobosan besar dalam perkembangan teknologi sensing dan control.

Omron salah satu perusahaan robotik menciptakan robot dengan teknologi AI pertama di dunia yang bisa menjadi robot pelatih untuk olah raga tenis meja.

Don Teng, Managing Director, PT Omron Electronics mengatakan, Omron menghadirkan generasi terbaru robot Forpheus yang terkenal pada ajang Consumer Electronics Show 2018 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Diciptakan pertama kali pada tahun 2014, Forpheus adalah robot tutor tenis meja pertama di dunia dengan kemampuan machine learning untuk membaca kemampuan bermain tenis meja manusia sebagai lawan main.

Dengan memanfaatkan teknologi machine learning, robot Forpheus bisa menyesuaikan ritme permainannya dan memberikan tips agar lawan dapat meningkatkan performa permainannya.

“Selain kemampuannya bermain dan “mengajarkan” teknik bermain tenis meja, Forpheus merupakan bukti nyata bagaimana Omron berhasil mewujudkan keselarasan di mana mesin pada akhirnya mampu memaksimalkan kemampuan manusia,” ujar Don Teng.

Pada intinya, filosofi Omron untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas manusia terdiri atas tiga tahap, yang dimulai dari masa lalu hingga masa depan. Pada tahap pertama, pekerjaan yang tidak perlu dilakukan oleh manusia telah digantikan oleh mesin.

Berita Terkait:  Rompi Bionik Ini Berikan Tenaga Ekstra ke Pengguna

Sejarah Omron mencerminkan hal ini dengan memperkenalkan otomatisasi pabrik, gerbang tiket otomatis dan penemuan lainnya.

Pada tahap kedua, terciptalah “kolaborasi” antara manusia dan mesin, seperti pada alur produksi di mana manusia dan robot bekerja sama, masing-masing melakukan pekerjaan yang paling sesuai untuk meningkatkan produktivitas.

Tahap ketiga adalah keselarasan antara manusia dan mesin. Karena mesin menjadi bagian yang lebih integral dari masyarakat, manusia akan menikmati dukungan mesin dalam berbagai aspek kehidupan yang akan meningkatkan kemampuan manusia. (MS/HBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here