📑 Daftar Isi

Elias Torres dan Andrew Bialecki dalam kesepakatan akuisisi Agency oleh Klaviyo

Klaviyo Akuisisi Agency, Startup AI Customer Success

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Klaviyo resmi mengakuisisi Agency, startup AI customer success berdiri 2023
  • Agency telah mengumpulkan dana $32 juta dari Sequoia, Menlo Ventures, Felicis
  • Elias Torres bergabung sebagai chief product officer Klaviyo
  • Tim Agency berjumlah 25 orang akan memimpin pengembangan agen AI Composer dan Customer Agent
  • Klaviyo menargetkan 200.000 bisnis untuk produk agen AI mereka
  • Torres dan Bialecki memiliki sejarah kerja sama sejak 2010 di Performable
  • Klaviyo IPO September 2023 dengan valuasi $9,2 miliar
  • Klaviyo bersaing dengan Decagon dan Sierra di pasar agen AI

Telset.id – Klaviyo, platform otomasi pemasaran e-commerce yang tercatat di bursa saham, resmi mengakuisisi Agency, startup AI customer success berusia tiga tahun yang didirikan oleh serial entrepreneur Elias Torres. Nilai transaksi tidak diungkapkan secara resmi.

Sebelum diakuisisi, Agency yang berdiri pada 2023 telah mengumpulkan dana sebesar $32 juta dari sejumlah investor ternama, termasuk Sequoia, Menlo Ventures, dan Felicis. Kesepakatan ini menandai langkah strategis Klaviyo untuk mempercepat pengembangan agen AI mereka di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Torres akan bergabung dengan Klaviyo sebagai chief product officer. Ia akan memimpin tim Agency yang berjumlah 25 orang untuk mempercepat pengembangan dan ekspansi agen AI Klaviyo: Composer, yang membangun kampanye pemasaran, dan Customer Agent, yang menangani dukungan pasca-penjualan seperti pengembalian barang dan pelacakan pesanan.

Keputusan akuisisi ini tidak lepas dari hubungan panjang antara Torres dan salah satu pendiri Klaviyo, Andrew Bialecki. Keduanya pernah bekerja sama di Performable pada 2010, ketika Torres merekrut Bialecki sebagai salah satu insinyur pertama startup tersebut. Bialecki kemudian mendirikan Klaviyo setelah meninggalkan Performable, dan pada 2015, Torres terlibat sebagai angel investor di putaran pendanaan awal perusahaan.

Bagi Torres, bergabung dengan Klaviyo membawa kariernya kembali ke titik awal. Ia bukan orang asing dalam dunia merger dan akuisisi, setelah sebelumnya ikut mendirikan Performable yang diakuisisi HubSpot pada 2011, serta Drift di mana ia menjabat sebagai CTO selama delapan tahun hingga perusahaan tersebut terjual senilai $1,2 miliar ke Vista Equity pada 2021.

Strategi Klaviyo Memperkuat Posisi di Pasar AI

Klaviyo menargetkan untuk membawa kombinasi produk Agency dengan agen AI mereka ke 200.000 bisnis, dan berharap dapat menjangkau jutaan lebih dalam beberapa tahun ke depan. Bialecki menyatakan bahwa misi mereka adalah menyediakan agen untuk bisnis yang dapat diberikan kepada pelanggan mereka.

“Elias dan tim membangun produk hebat dengan Agency,” ujar Bialecki kepada TechCrunch. “Kami akan menggabungkannya dengan produk agen kami dan mencoba membawanya ke 200.000 bisnis – dan mudah-mudahan ke jutaan lebih dalam beberapa tahun ke depan.”

Klaviyo sendiri menyelesaikan IPO yang cukup bergengsi pada September 2023 dengan valuasi $9,2 miliar. Meskipun harga saham perusahaan sempat tertekan seiring dengan perusahaan SaaS lainnya, Torres dan Bialecki yakin bahwa data pelanggan Klaviyo selama bertahun-tahun memberikan keunggulan bagi agen AI mereka dibandingkan kompetitor seperti Decagon dan Sierra.

“Elias dan saya sepakat pada misi bagaimana kami menyediakan agen untuk bisnis yang bisa mereka berikan kepada pelanggan mereka,” kata Bialecki. “Ini revolusi Big Tech berikutnya: agen. Mari kita kumpulkan band ini kembali, dan mari kita bangun.”

Torres mengenang masa-masa awal bekerja dengan Bialecki. “Dia menyerapnya dalam waktu singkat,” kenang Torres tentang pengalaman mereka bekerja bersama. Bialecki sendiri memulai Klaviyo dengan cara bootstrapping sebelum akhirnya menarik modal eksternal pertama pada 2015.

Akuisisi startup oleh perusahaan teknologi besar bukanlah hal baru di industri ini. Beberapa perusahaan teknologi global telah melakukan langkah serupa untuk memperkuat kapabilitas mereka. Misalnya, akuisisi startup oleh Samsung untuk mendukung transisi ke 5G, atau langkah Apple yang mengakuisisi startup asal Denmark untuk memperbanyak fitur Memoji.

Dalam konteks yang lebih luas, tren akuisisi startup teknologi juga terlihat di berbagai sektor. Nokia mengakuisisi SpaceTime Insight untuk memperkuat bidang IoT, sementara Broadcom melakukan akuisisi senilai besar untuk memperluas portofolio mereka.

Dengan bergabungnya Torres dan timnya, Klaviyo berharap dapat mempercepat inovasi di bidang agen AI untuk pemasaran dan layanan pelanggan. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap kompetitif di pasar yang semakin dipengaruhi oleh teknologi kecerdasan buatan.

Kombinasi pengalaman Torres dalam membangun startup AI dan data pelanggan Klaviyo yang sudah mapan diharapkan dapat menghasilkan produk yang lebih baik bagi para pengguna platform. Hal ini juga menandai kembalinya kolaborasi antara dua tokoh yang pernah bekerja sama di awal karier mereka di industri teknologi.

Kesepakatan ini menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan teknologi besar terus berinvestasi dalam pengembangan agen AI, yang dipandang sebagai salah satu tren utama dalam industri teknologi saat ini. Klaviyo tampaknya serius untuk memimpin dalam kategori ini dengan menggabungkan kekuatan internal dan talenta eksternal.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.