Kapsul Ini Bantu Atasi Komplikasi Serangan Jantung

Komplikasi Serangan Jantung

Telset.id, Jakarta – Para peneliti di Universitas Rice telah mengembangkan cara yang berpotensi bisa mengatasi komplikasi serangan jantung melalui penggunaan kapsul berisi sel induk.

Kalian harus tahu bahwa seseorang yang berhasil selamat dan pulih dari komplikasi serangan jantung tidak berarti akan benar-benar keluar dari ancaman. Sebab, serangan jantung dapat mengakibatkan kerusakan.

Serangan jantung dapat menimbulkan lebih banyak komplikasi atau serangan jantung tambahan pada kemudian hari. Namun, para peneliti “lebih dekat” untuk menyelesaikan masalah mengerikan tersebut.

{Baca juga: Lagi, Apple Watch Berhasil Selamatkan Nyawa Petani 92 Tahun}

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Minggu (30/8/2020), para peneliti di Universitas Rice mengembangkan cara untuk memperbaiki jaringan jantung dan mengurangi jaringan parut.

Mereka menggunakan kapsul berisi sel induk. Sel punca telah diselidiki untuk digunakan dalam situasi seperti itu. Karena asing bagi tubuh, hal tersebut membuat sistem kekebalan tubuh menolaknya.

Menggunakan kapsul dan membungkus sel induk di dalamnya, para peneliti di Universitas Rice berharap “perisai” temuan terbaru itu akan membantu melindungi sel induk saat sedang melakukan tugas.

{Baca juga: Apple Watch Atasi Jantung Akut Pasien Manula}

“Awalnya, para peneliti berharap sel punca akan menjadi sel jantung. Tampaknya tidak demikian. Sebaliknya, sel melepaskan faktor penyembuhan yang memungkinkan perbaikan,” kata Ravi Ghanta, penulis studi.

Memanfaatkan pendekatan terapi terlindung tersebut, para peneliti di Universitas Rice bertujuan untuk meningkatkan manfaat dengan membuat mereka tetap hidup lebih lama dan dalam jumlah lebih banyak.

Sekarang, para peneliti sedang menguji sistem yang dapat mengatasi komplikasi serangan jantung itu di tubuh tikus. Mereka menemukan bahwa tikus yang menerima sel induk “berpelindung” bisa sembuh sebanyak 2,5 kali lebih banyak.

Masih berkaitan dengan jantung, sebelumnya peneliti asal Jepang berhasil melakukan implan otot jantung dewasa yang ditanam di tubuh seorang pasien.

Hal tersebut bisa jadi kesempatan besar untuk mengurangi kebutuhan transplantasi jantung.

Asal tahu saja, permintaan transplantasi organ lebih tinggi daripada pasokan yang ada. Sebab, dalam beberapa kasus, seperti transplantasi jantung, pasien memerlukan seseorang yang baru saja meninggal dunia sebagai donor.

Hal tersebut bertentangan dengan kasus transplantasi ginjal. Untuk kasus transplantasi ginjal, orang yang hidup dapat menyumbangkan satu ginjal. Asal tahu saja, seseorang masih dapat hidup meski hanya mempunyai satu ginjal.

{Baca juga: Dokter di Jepang Temukan Solusi untuk Transplantasi Jantung Manusia}

Menurut Yoshiki Sawa, salah seorang profesor yang ikut dalam operasi transplantasi ini, proses implan berjalan dengan lancar, dan pasien telah dipindahkan ke bangsal umum. Kendati demikian, para peneliti tetap diminta untuk mengawasi perkembangan kesehatan sang pasien setidaknya selama setahun.

“Saya berharap bahwa transplantasi akan menjadi teknologi medis yang akan menyelamatkan sebanyak mungkin orang, karena saya telah melihat banyak nyawa yang tidak bisa saya selamatkan,” katanya. (SN/MF)

SOURCEUbergizmo
Previous articleLG PuriCare, Masker Canggih untuk Covid-19 dengan Kipas Angin
Next articleWaduh, Update Windows 10 Bisa Rusak SSD Laptop Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here