Riset Kaspersky: 35% Netizen Asia Tenggara Punya Fake Account

Telset.id, Jakarta – Ternyata, sekitar 3 dari 10 pengguna di Asia Pasifik mengaku memiliki akun media sosial palsu atau fake account. Akun-akun tersebut tidak dilengkapi dengan nama asli, foto, maupun informasi identitas pribadi.

Temuan ini diketahui dari riset yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky terkait “Digital Reputation”. Kaspersky melakukan riset terhadap 1.240 responden di beberapa wilayah Asia Pasifik.

Menurut riset Kaspersky, Asia Tenggara menjadi wilayah dengan jumlah pengguna internet terbanyak yang memiliki fake account alias akun media sosial anonim dengan persentase mencapai 35%. Diikuti oleh Asia Selatan sebesar 28% dan Australia sebanyak 20%.

“Dari tujuan awal membangun koneksi dengan teman dan keluarga, media sosial terus berkembang dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky Asia Tenggara.

“Ini telah memainkan peran kunci dalam cara kita bersosialisasi dan mengidentifikasi satu sama lain. Tapi sekarang, kita telah sampai di persimpangan jalan di mana profil virtual individu dan perusahaan digunakan sebagai parameter untuk sebuah evaluasi atau penilaian,” jelasnya.

{Baca juga: 5 Cara Mengatasi WiFi yang Bermasalah Versi Kaspersky}

Dilihat dari platrofm yang digunakan, Facebook menjadi media sosial favorit pengguna untuk membuat akun palsu atau fake account.

Raksasa media sosial ini berada di posisi teratas dengan persentase mencapai 70%. Disusul YouTube di angka 37%, Instagram 33%, dan terakhir Twitter di persentase 25%.

Kaspersky Fake Account Media Sosial

“Penggunaan profil tanpa nama dan wajah memiliki dua persepsi. Hasil survei mengungkap bagaimana kenyataan ini memungkinkan individu untuk mengejar hasrat mereka dan memanfaatkan kebebasan berbicara, tetapi pada saat yang sama juga untuk melakukan aktivitas yang berbahaya dan merugikan,” ungkap Siang Tiong.

Kaspersky turut membagikan data mengapa masih banyak pengguna membuat dan menggunakan fake account di media sosial.

Menurut perusahaan keamanan siber ini, 49% responden mengatakan bahwa mereka menggunakan akun palsu untuk memanfaatkan kebebasan berbicara tanpa memengaruhi reputasi mereka.

Sementara 48% ingin mencurahkan kepentingan dan minat rahasia mereka tanpa diketahui oleh teman atau kolega.

Temuan berikutnya, sekitar 34% mengaku pakai fake account di media sosial untuk menentang argumen orang lain atau berita online. Lalu 30% lainnya memakai akun palsu untuk berbagi informasi tentang kesukaan dan artis favorit.

{Baca juga: Cara Pintar ala Kaspersky untuk Mencegah Ransomware Berbahaya}

Kaspersky pun mengungkapkan bahwa 22% responden ternyata gemar untuk kepoin alias stalking secara online menggunakan akun palsu di media sosial.

Lain hal, sebagian kecil pengguna sekitar 3% membuat akun anonim untuk menangkis email sampah (spam) dari akun asli, menghindari doxing, serta menjadi alternatif untuk tujuan lain seperti main game dan mencegah pihak eksternal memiliki akses ke akun email asli.

Dalam riset yang dilakukan, Kaspersky sebenarnya ingin memberitahu bahwa pengguna internet alias netizen di Asia Pasifik semakin menyadari reputasi yang mereka bangun secara online dan pentingnya reputasi tersebut bagi kehidupan nyata mereka. (MF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -