Ingin Jadi “Orang Penting”, Banyak Selebriti Beli Follower

Telset.id, Jakarta – Bukan rahasia lagi jika banyak pemilik akun media sosial di seluruh dunia, acapkali ‘membeli follower‘ untuk menunjukkan banyak pengikutnya. Begitupun dengan para selebriti yang sering membeli follower untuk meningkatkan gengsi mereka dan juga “harga jual” di ranah media sosial.

Melansir dari laman Gizmodo, The New York Times melakukan penelusuran ke beberapa akun media sosial selebriti papan atas Amerika dan mendapati hasil yang cukup mencengangkan, dimana 15 persen dari follower mereka di Twitter merupakan akun bot.

Beberapa artis seperti John Leguizamo, Ray Lewis, hingga salah satu pemimpin perusahaan teknologi, Michael Dell dikabarkan melakukan hal tersebut. Ketiganya memiliki Twitter bot yang sama, yakni Devumi. Bahkan, salah satu anggota dewan Twitter, Martha Lane Fox juga memiliki akun pengikut palsu tersebut.

[Baca juga: Unggah Video di Twitter Bakal Lebih Praktis]

Menurut laporan, Devumi sendiri merupakan Twitter bot yang paling laku di seluruh dunia. Bahkan kabarnya, beberapa politisi yang sedang berkampanye atau melakukan ‘pencitraan’ pun menggunakan Devumi untuk mengerek popularitas mereka.

Sebenarnya, ada beberapa alasan mengapa para selebriti pada akhirnya membeli akun palsu tersebut.

Menurut CEO Moz, Rand Fishkin — sebuah perusahaan SEO — dengan banyaknya jumlah follower atau jumlah retweet, orang-orang akan menganggap selebriti atau influencer tersebut sebagai orang penting karena cuitannya dibaca oleh banyak orang.

“Orang-orang mungkin cenderung mem-follow selebriti tersebut atau membagikan apa yang diunggahnya,” ujar Fishkin.

Selain itu, Times juga menyatakan bahwa hal ini juga dilakukan para YouTuber untuk mendapatkan monetisasi dari video mereka. Pasalnya, semakin banyak postingan sebuah akun yang dilihat atau dikomentari oleh pengikutnya, semakin besar daya tarik mereka di mata para vendor yang ingin bekerja sama dengan mereka.

[Baca juga: Perbaiki Algoritma, Tampilan Foto di Twitter Makin Kece]

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk membeli follower, nampaknya Anda harus berfikir berjuta-juta kali terlebih dahulu. Pasalnya menurut Times, follower ini sebenarnya tidak menambah ‘engagement‘ antara pemilik akun dan pengikut. Bahkan, ada resiko jika Anda akan ditipu oleh mereka.

Pasalnya, pada saat membeli follower, pada awalnya Anda akan mendapatkan beberapa bot yang berkualitas tinggi. Namun setelah beberapa saat, Anda akan menerima follower bot yang berkualitas biasa saja, bahkan ada yang berkualitas rendah.

Hingga saat ini, Twitter pun sudah melakukan beberapa cara untuk mencegah para follower bot ini ada di platform mereka. Namun sayang, hingga saat ini masih ada jutaan follower bot yang terdapat di media sosial berbasis microblogging tersebut. [NC/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here