TikTok Mau Dicaplok Oracle, ByteDance Minta Restu China

ByteDance TikTok Oracle

Telset.id, Jakarta – ByteDance minta restu kepada pejabat China sebelum menandatangani kesepakatan dengan Oracle dan Walmart terkait TikTok. Perusahaan telah mengajukan permohonan izin ekspor teknologi ke biro perdagangan kota Beijing.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset.id, ByeDance perlu menutup kesepakatan yang bertujuan mencegah pemerintahan Presiden Donald Trump melarang aplikasi video pendek populer TikTok di Amerika Serikat.

Pangajuan permohonan muncul setelah China merevisi aturan ekspor teknologi pada bulan lalu dengan cara memberi Beijing lebih banyak pengaruh atas proposal apa pun untuk menjual sebagian atau seluruh operasional TikTok ke perusahaan asal AS.

{Baca juga: AS dan China Masih Bertikai Pasca Akuisisi TikTok}

Gao Feng, juru bicara kementerian perdagangan China, mengatakan bahwa permohonan ByteDance telah diterima dan akan ditangani sesuai prosedur dan peraturan yang relevan. Persetujuan untuk ekspor teknologi membutuhkan waktu hingga 30 hari.

ByteDance mengajukan permohonan ketika media pemerintah China mengkaji usulan kemitraan dengan Oracle dan Walmart sebagai hadiah kepada Presiden Trump dan AS. Pertanyaan pun muncul, yakni apakah usulan tersebut akan banar-benar disetujui?

ByteDance berlomba untuk membuat kesepakatan dengan Oracle dan Walmart setelah Trump mengancam akan melarang TikTok di AS karena kekhawatiran bahwa data pengguna dapat dibagikan ke pemerintah China. TikTok membantahnya.

TikTok meminta hakim federal untuk memblokir perintah Departemen Perdagangan AS yang dapat memaksa Apple dan Google untuk menghapus aplikasi dari Play Store dan App Store.  Trump memberikan “restu” untuk kesepakatan akuisisi TikTok.

Sebelumnya, TikTok sendiri mengeluhkan kebijakan pemblokiran aplikasi oleh Presiden Donald Trump dkk. TikTok dan perusahaan induk ByteDance merasa telah menjadi sasaran karena alasan politik.

{Baca juga: TikTok Keluhkan Pemblokiran Aplikasi oleh Trump dkk}

Menurut laporan New York Post, TikTok dan ByteDance mengajukan keluhan ke pengadilan federal Washington. Mereka mengajukan sejumlah alasan.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat telah mengeluarkan perintah tegas untuk memblokir unduhan lebih lanjut aplikasi TikTok dari toko aplikasi Play Store dan App Store milik Google dan Apple. [SN/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here