Aneh, Google Glass Versi Baru Pakai Baterai AA

Telset.id, Jakarta – Meski gagal saat pertama kali diperkenalkan, namun Google tak patah arang untuk kembali mengembangkan Google Glass menjadi lebih baik. Salah satu perubahan yang terungkap dalam paten Google adalah digunakannya baterai AA pada Google Glass versi baru.

Setelah sempat gagal, Google diketahui sedang meneruskan proyek Google Glass barunya dengan codename Project Aura. Entah ada kaitannya atau tidak, belum lama ini sebuah paten Google memperlihatkan beberapa pengembangan yang dilakukan Google pada kacamata pintarnya itu.

[BACA JUGA: Google Siapkan Project Aura untuk New Google Glass]

Pada paten tersebut terungkap kemungkinan Google Glass akan menggunakan baterai AA. Selain baterai, paten ini juga mengungkap sejumlah perubahan besar dari sisi desain, yang nampaknya akan berpengaruh pada cara pemakaiannya.

Google Glass nantinya akan memiliki control panel yang dipasangkan di gagang kacamata. Menurut keterangan paten tersebut, panel ini merupakan touchpad yang akan menjadi lokasi dari sirkuit elektronik dan sumber daya.

Sementara pada bagian ujung gagang kacamata pintar ini juga akan menjadi tempat untuk komponen lain, seperti prosesor, perangkat komunikasi, chip Bluetooth dan lainnya.

Google Glass paten baterai AA

Mungkin perubahan yang agak menarik (atau bisa dibilang “aneh”) pada Google Glass adalah kemampuannya untuk menghubungkan baterai dari berbagai tipe, mulai dari AAA, AA, atau bahkan baterai 9-volt. Baterai ini bisa dilepas dan diisi ulang dengan mudah.

Dengan begitu, Anda tak perlu mencari colokan listrik untuk mengisi ulang baterai. Tapi tentu saja Anda juga harus menyiapkan beberapa set baterai setiap akan bepergian.

[BACA JUGA: Begini Wujud New Google Glass Enterprise Edition]

Tapi dari semua perubahan ini, konsep menggunakan touchpad untuk mengendalikan perangkat menjadi salah satu yang paling menarik. Pasalnya, Google Glass agak sulit untuk mengontrol ketika pertama kali dirilis. Jadi akan menjadi lebih menarik jika bisa melihat kacamata pintar ini memiliki lebih banyak kontrol gerakan.

Dari semua perubahan pada Google Glass ini, penggunaan baterai AA dianggap menjadi sedikit aneh atau bisa dibilang bukan sebuah langkah maju bagi raksasa teknologi sekaliber Google.

[BACA JUGA: Google Glass 2 Punya Varian Tanpa Kaca]

Ya, disaat perangkat modern sudah memakai teknologi baterai yang canggih, kenapa Google malah balik lagi ke cara “tradisional” dengan mengonta-ganti baterai? Banyak yang berharap Google akan lebih fokus pada pengembangan teknologi baterai yang lebih canggih.[HBS]

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -