Alibaba dan Marriot Bikin Sistem Check in Pemindai Wajah

Telset.id, JakartaAlibaba dan Hotel Marriot International di China membuat sistem baru untuk check in dengan identifikasi wajah para tamu hotel. Namun sistem ini masih dalam tahap ujicoba di dua cabang hotel bintang lima internasional tersebut.

Menurut Reuters, Kamis (12/7/2018), teknologi ini akan membantu memangkas antrean dan waktu check in hotel akan di bawah satu menit. Ini cukup memangkas waktu karena normalnya konsumen perlu sekitar tiga menit untuk check in melalui counter resespionis.

Perusahaan pimpinan Jack Ma itu mengatakan para tamu perlu memindai idantitas (ID) mereka, memasukkan rincian informasi dan berfoto di sebuah mesin otomatis. Perangkat canggih itu kemudian akan memberikan kartu kunci kamar setelah memverifikasi identitas dan informasi pemesanan kamar.

Percobaan pertama akan dilakukan pada tamu di dua hotel Marriot, yakni di kota Hangzhou dan Sanya, Provinsi Hainan.

Baca juga: Alibaba Perkenalkan Teknologi AI untuk Restoran

China sedang memperluas penggunaan teknologi pengenal wajah di segala aspek, termasuk memesan makanan. September tahun lalu, KFC membuat sistem Smile to Pay pada gerai mereka di Hangzhou.

Negara ekonomi nomer satu dunia tersebut juga mendukung sistem pengawasan domestik, yang menuai kekhawatiran dari para aktivis HAM mengenai campur tangan di kehidupan pribadi.

Sebelumnya, Divisi pemasaran digital Alibaba Group, Alimama, meluncurkan alat copywriting menggunakan teknologi kecerdasan buatan alias AI (artificial intelligence). AI Copywriter menggunakan teknologi Deep Learning dan Natural Language Processing untuk mempelajari berbagai contoh tulisan dari situs e-dagang Alibaba, Tmall, dan Taobao.

Hal itu memungkinkan perusahaan dan pengiklan untuk mendapatkan berbagai contoh teks pemasaran untuk produk mereka. Caranya hanya dengan memasukkan tautan dan mengklik tombol Produce Smart Copy.

Baca juga: Alibaba Ciptakan AI Copywriter, Apa Kelebihannya?

“Semua konten yang dihasilkan oleh AI Copywriter adalah hasil dari penerapan model Deep Learning yang mengacu kepada berbagai konten berkualitas buatan manusia,” ujar Christina Lu, General Manager Alimama, dilansir CNBC.

“Kreativitas manusia menjadi landasan bagi teknologi ini karena mesin tidak akan mampu menggantikan kreativitas seseorang,” sambungnya.

Sumber:  Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here