Anak-anak bermain sepak bola di lapangan hijau

US Soccer Gunakan AI untuk Pindai Jutaan Video Pemain

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • US Soccer menggunakan AI untuk memindai video dari puluhan juta atlet muda di seluruh dunia
  • COO US Soccer Dan Helfrich menyebut ini sebagai "perubahan paradigma" dalam scouting
  • AI dilatih untuk mengidentifikasi atribut seperti tingkat keterampilan, teknik, dan pergerakan pemain
  • CEO US Soccer JT Batson mengonfirmasi program percontohan untuk identifikasi pemain
  • Tantangan utama tetap pada akses ke fasilitas dan pelatihan berkualitas bagi pemain muda

Telset.id – Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer) kini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memindai video dari puluhan juta atlet muda di seluruh dunia. Langkah ini diyakini sebagai perubahan paradigma dalam proses pencarian bakat sepak bola nasional.

Chief Operating Officer US Soccer, Dan Helfrich, mengungkapkan hal tersebut dalam acara Fortune di Scottsdale, Arizona, pekan ini. Menurut Helfrich, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO raksasa konsultan Deloitte, AI memungkinkan tim scouting untuk menjangkau lebih banyak pertandingan secara bersamaan.

“Bagaimana Anda membuat para pramuka Anda — manusia Anda — pergi ke semua tempat itu? Anda tidak bisa. Dan secara otomatis, Anda mengecualikan 99,5 persen orang,” ujar Helfrich. Kombinasi AI dengan ketersediaan video yang luas, menurutnya, memungkinkan analisis terhadap jutaan atlet.

Helfrich menambahkan bahwa video yang semakin mudah diakses untuk olahraga usia muda, dipadukan dengan AI, telah mengubah cara pandang mereka. “Tiba-tiba, kami membayangkan ulang,” katanya, seperti dikutip Fortune.

A photograph featuring kids playing soccer.

Konsep ini menarik, terutama untuk olahraga global seperti sepak bola. Jika alat AI membantu atlet berbakat ditemukan oleh US Soccer ketika sebelumnya mereka terlewatkan, itu adalah hal yang tidak bisa disangkal baik. Namun, membangun jalur bakat yang kokoh untuk menyalurkan calon bintang ke program tim nasional adalah tantangan yang jauh melampaui sekadar memindai video dari seluruh web.

Pertanyaan yang muncul adalah apakah program yang digunakan US Soccer ini benar-benar akan menjadi “perubahan paradigma” atau hanya sekadar alat tambahan dalam perangkat mereka.

Program AI yang digunakan US Soccer dilaporkan dilatih untuk mengidentifikasi atribut tertentu dari permainan seorang pemain — tingkat keterampilan, teknik, pergerakan — yang diyakini organisasi tersebut cocok untuk posisi tertentu. Setelah komentar Helfrich kepada Fortune, CEO US Soccer, JT Batson, mengonfirmasi dalam podcast talkSPORT bahwa program tim nasional memang menggunakan “proyek percontohan” yang memanfaatkan AI “untuk tujuan identifikasi pemain.”

“Ini adalah sesuatu yang masih dalam tahap awal,” kata Batson. “Tapi kami bersemangat untuk belajar dan mencari tahu, Anda tahu, bagaimana kami bisa meningkatkan skala sehingga lebih banyak anak bisa benar-benar menjadi bagian dari US soccer, dan kami mendukung mereka dalam perjalanan sepak bola mereka — apakah mereka ingin bermain sepak bola untuk bersenang-senang seumur hidup atau mereka berada di jalur untuk memenangkan Piala Dunia.”

“Kami harus bisa memindai lebih banyak pemain di negara ini,” tambahnya. “Dan kami harus memastikan bahwa lebih banyak pemain menjadi bagian dari jalur kami daripada yang ada saat ini.”

Memang benar bahwa atlet muda berbakat di berbagai olahraga sering kesulitan untuk terlihat, baik oleh pelatih tim nasional, perguruan tinggi, atau profesional. Meskipun luas wilayah geografis versus anggaran waktu dan uang yang tersedia untuk rekrutmen memainkan peran, masalah jalur bakat juga terkait dengan masalah akses yang lebih mendasar. Apakah pemain muda memiliki akses ke fasilitas dan pelatihan berkualitas? Apakah keluarga mereka harus merogoh kocek dalam-dalam atau berkendara berjam-jam dari rumah?

AI mungkin membantu pramuka tim nasional menjangkau lebih banyak “wilayah digital” dalam upaya mereka mencari pemain baru. Namun, penemuan hanyalah satu bagian dari persamaan, dan algoritma yang menemukan bakat segar bukanlah yang membuat pemain muda potensial berada di lapangan sejak awal.

Pendekatan US Soccer ini menunjukkan bagaimana teknologi AI mulai merambah ke berbagai aspek olahraga, termasuk dalam hal pencarian bakat. Meski potensinya besar, masih ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan untuk memastikan bahwa proses ini benar-benar efektif dan inklusif.

Untuk konteks lain di dunia sepak bola, Anda bisa menyimak Paket Streaming VideoMax yang menyiarkan konten olahraga. Sementara itu, bagi yang tertarik dengan aspek kompetisi, ada informasi tentang Kompetisi Mini Soccer LOOP yang telah bergulir.

Implikasi dari penggunaan AI dalam scouting ini masih perlu diuji lebih lanjut. Apakah ini akan menjadi solusi untuk masalah kesenjangan akses dalam olahraga, atau justru menciptakan tantangan baru? Yang jelas, US Soccer telah mengambil langkah berani untuk memanfaatkan teknologi dalam upaya memperkuat tim nasional mereka di masa depan.

Komentar

Belum ada komentar.