Telset.id – Blizzard Entertainment memastikan tidak akan memodernisasi class di World of Warcraft: Forever. Keputusan ini diambil agar tetap selaras dengan pengalaman “Classic”, meski sejumlah class akan mendapat tambahan “engaging depth” karena dinilai terlalu sederhana.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh tim WoW: Forever dalam wawancara dengan TechRadar Gaming. Blizzard ingin menyajikan pengalaman “Classic Plus” yang dibangun di atas empat pilar desain, yaitu Nurture and Protect Social Experiences, Approachable and Familiar, World as the Main Character, serta Journey before destination. Keempat pilar itu menjadi acuan tim agar tetap setia pada “core design, pacing, and tone” game yang sudah lama terbentuk.
Dengan kerangka tersebut, Blizzard memilih untuk “to err on the side of simpler classes, but with engaging depth”. Perusahaan menjelaskan bahwa “some classes in the Classic era were too simple, so those have gained a few mechanics.” Artinya, alih-alih merombak total, tim hanya menambah sejumlah mekanisme pada class yang dianggap kurang menarik untuk dimainkan.
Seberapa jauh perubahan itu akan berdampak? Blizzard memberi gambaran lewat versi beta. Menurut tim, “the level of mechanical complexity found in the beta classes is indicative of our intentions.” Tingkat kompleksitas mekanik pada class di beta disebut sebagai cerminan dari arah yang ingin mereka tempuh.
Fokus pada Combat Speed dan Desain Encounter
Blizzard juga menyinggung soal kompleksitas pertarungan antar class. Tim menyatakan menyukai pacing dan combat speed dari WoW original, dan semua perubahan pada class maupun konten raid “need to still serve that” sekaligus “adding things to freshen up the vanilla experience”.
Untuk urusan encounter, tim desain disebut banyak memainkan konten dungeon dan raid Classic “to truly get an understanding of how the Classic game felt”. Dari situ mereka menemukan bahwa encounter yang sangat approachable serta sistem yang mendorong pemain menjelajah dunia, berpetualang, bersiap, dan kembali siap menghadapi tantangan adalah formula yang ingin dipertahankan.
Namun soal mekanik spesifik, Blizzard tetap ingin memberi ruang kreatif. “We want to empower the team to be creative and surprise the player, but we always want everything we do to point back to our core pillars,” ujar tim. Semua perubahan diarahkan agar tetap konsisten dengan pilar desain utama.
Tim juga menyoroti adanya class atau spec yang memiliki “wild power swings” dan kadang gameplay yang kurang menarik. Kondisi itu, menurut Blizzard, “something we want to improve upon without drastically speeding up the game or making it overly complex or unapproachable.”
Baca Juga:
Respec Mahal dan Jadwal Balance yang Agresif
Soal specialization dan multi-spec, WoW: Forever sudah memiliki Dual Specialization yang bisa dipelajari di level 40 dengan biaya tertentu. Namun Blizzard menegaskan “no plans to go past that” alias tidak ada rencana melampaui sistem tersebut.
Blizzard juga tidak ingin respec menjadi murah. “We do not want to have cheap respecs,” kata tim. Re-spec pertama setiap jam memang untuk sementara dibuat murah di beta. Namun saat game resmi live, harga re-spec akan naik cepat dan hanya turun sekali per minggu. Tujuannya agar keputusan talent pemain tetap bermakna. Meski begitu, ada kemungkinan peningkatan utilitas re-spec untuk Legacy talents di masa depan.
Di sisi lain, Blizzard berencana menghadirkan “a lot of class changes in beta” dengan jadwal pembaruan yang cukup ambisius. Perubahan akan dibatch agar terjadi bersamaan, bukan menetes sedikit-sedikit. Tim memperkirakan perubahan balance akan sering terjadi pada enam bulan pertama karena mereka bisa mengumpulkan data performa class. “Initially, we plan this to be once per week,” ujar Blizzard.
Kendati demikian, target utamanya tetap membuat “very few design changes once the game goes live” pada 4 November. Artinya, sebagian besar penyesuaian desain besar akan dipadatkan di masa beta sebelum game benar-benar dirilis.
Keputusan Blizzard untuk tidak memodernisasi class ini menegaskan posisi WoW: Forever sebagai pengalaman yang berdiri di atas fondasi vanilla, bukan sekadar kelanjutan dari retail. Bagi pemain yang mengikuti perkembangan game ini, arah desainnya kini semakin jelas: sederhana, approachable, tetapi tetap punya kedalaman mekanik yang membuat tiap pilihan talent terasa berarti.
Sebagai informasi tambahan, Blizzard juga tengah menyiapkan sejumlah elemen lain di WoW: Forever, termasuk keputusan kontroversial seperti absennya Summoning Stones dan kehadiran race baru Skyborne. Sebelumnya, tim juga sudah angkat bicara soal alasan di balik pilihan desain tersebut.

Dengan jadwal rilis yang tinggal menghitung bulan, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana perubahan class di beta akan diterjemahkan ke versi final. Blizzard sendiri menyebut tingkat kompleksitas di beta sebagai indikasi niat mereka, sehingga versi live diprediksi tidak akan jauh berbeda dari apa yang sudah diuji pemain.
Untuk para penggemar game lain, deretan judul yang tengah jadi perbincangan juga tidak kalah menarik. Misalnya saja pembahasan seputar Mamba Forever Edition yang sempat jadi sorotan, atau kabar duka Chadwick Boseman yang masih dikenang banyak orang.
[ META_DESCRIPTION]
Blizzard memastikan class WoW: Forever tidak dimodernisasi, tapi sejumlah class dapat engaging depth. Simak alasan dan rencana respec serta balance-nya.





Komentar
Belum ada komentar.