Telset.id – Ting-Wei “Willy” Sun, pialang pihak ketiga dan “fixer” yang didakwa bersama salah satu pendiri Super Micro, Yih-Shyan “Wally” Liaw, serta manajer penjualan Ruei-Tsang “Steven” Chang, mengaku bersalah atas tuduhan berkonspirasi mengalihkan chip AI Nvidia secara ilegal ke China. Pengakuan bersalah ini menjadi perkembangan terbaru dalam upaya penegakan hukum Amerika Serikat terhadap ekspor chip AI yang dilarang.
Menurut Bloomberg, pengakuan bersalah Sun merupakan bagian dari kesepakatan dengan jaksa penuntut, meski rincian kemungkinan pengaturan kerja sama tersebut belum diungkap. Sun juga dijadwalkan menerima vonis pada 8 September 2027 setelah menyampaikan pengakuannya. Kasus terhadap ketiga individu ini terungkap pada awal tahun setelah ditemukan bahwa mereka mengalihkan server Super Micro yang berisi chip Nvidia ke China.
Ketiganya dilaporkan mengirim server tersebut ke sebuah perusahaan di Asia Tenggara, yang kemudian memalsukan dokumen dan membuat server palsu untuk para pemeriksa. Para pekerja dilaporkan menggunakan pengering rambut untuk melepas nomor seri pada server asli agar bisa dipindahkan ke cangkang server palsu demi melengkapi ilusi tersebut, sementara server asli dikirim ke China.
Modus Pengalihan Server dan Dampaknya
Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa ketiganya menggunakan korporasi yang berbasis di Thailand untuk menerima server tersebut, yang kemudian dikirim ke Alibaba, meski raksasa teknologi China itu membantah menerima perangkat keras Nvidia yang dilarang. Super Micro juga membantah mengetahui adanya operasi tersebut, meski telah meraup penjualan senilai $2,5 miliar sejak operasi itu dimulai pada 2024.
Meski demikian, para pemegang saham perusahaan tersebut menggugat Super Micro, menuduhnya menyembunyikan ketergantungan pada penjualan ilegal ke China. Liaw, di sisi lain, mengaku tidak bersalah atas tuduhan tersebut dan dibebaskan dengan jaminan $5 juta. Salah satu pendiri Super Micro itu dijadwalkan menghadapi persidangan pada 2 November mendatang, sementara rekan konspirator ketiga, Chang, masih buron.

Otoritas Taiwan juga tengah membangun kasus mereka sendiri terkait pengiriman chip AI ilegal ke China, dengan para penyidik menggerebek sejumlah kantor Super Micro dan rumah enam individu. Perusahaan tersebut membantah bahwa lokasinya digerebek, dan menegaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan polisi serta memberikan akses ke workstation dan gadget para karyawan yang sedang diselidiki.
Super Micro juga menyatakan telah berkolaborasi dengan otoritas Amerika Serikat dan Taiwan terkait investigasi penyelundupan tersebut, dan bahkan telah memecat sejumlah karyawan setelah menyelesaikan investigasi internalnya sendiri. Tak lama setelah itu, Taiwan mendakwa sembilan orang lainnya yang terlibat dalam penyelundupan ilegal GPU Nvidia B300.
Baca Juga:
Penegakan Hukum Ekspor Chip AI
Pengakuan bersalah Sun menjadi perkembangan terbaru dalam upaya keras Amerika Serikat menindak ekspor chip AI ilegal. Langkah ini terjadi tak lama setelah seorang CEO teknologi ditangkap di California karena menyelundupkan server AI Nvidia senilai $300 juta ke China.

Kasus-kasus ini menunjukkan seberapa serius Gedung Putih melindungi keunggulan perangkat kerasnya atas Beijing dalam perlombaan AI, bahkan ketika pengembangan AI menghadapi tantangannya sendiri di dalam negeri. Penindakan terhadap penyelundupan chip ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk mempertahankan posisi Amerika Serikat di sektor teknologi.
Bagi pelaku industri, rangkaian kasus ini menjadi pengingat bahwa rantai pasok chip AI kini berada di bawah pengawasan ketat. Penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku langsung, tetapi juga perusahaan yang terlibat dalam alur distribusi, termasuk melalui Super Intelligence Force yang dibentuk pemerintah Amerika Serikat.
Sejumlah pihak menilai pendekatan ini juga berkaitan dengan kebijakan yang lebih besar, seperti yang terlihat pada langkah Rebranding AI yang diinisiasi Washington. Sementara itu, dinamika industri teknologi global terus bergerak, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan seperti yang tergambar dari fenomena Ledakan Supernova yang menjadi perhatian para peneliti.
Pengakuan bersalah Sun menegaskan bahwa upaya pengalihan chip AI secara ilegal menghadapi konsekuensi hukum yang nyata. Dengan jadwal vonis pada 2027 dan persidangan Liaw pada November, kasus ini masih akan berlanjut dan menjadi perhatian bagi pelaku industri chip global.





Komentar
Belum ada komentar.