📑 Daftar Isi

Ilustrasi robot AI sebagai representasi asisten kecerdasan buatan yang menerima interaksi sopan dari pengguna

7 dari 10 Warga Inggris Bersikap Sopan ke Asisten AI, 12% Minta Maaf

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Survei fonio.ai: 7 dari 10 panggilan ke asisten AI menyertakan kata "please" atau "thank you"
  • 55% penelepon ucapkan terima kasih, 52% menyapa AI dengan hello atau good morning
  • 12% meminta maaf ke AI, 13% berpamitan, 7% beri salam perpisahan lebih panjang
  • 2% responden menanyakan kabar asisten AI layaknya manusia
  • Survei Future PLC Februari 2026: 70% bersikap sopan, 12% demi antisipasi pemberontakan robot

Telset.id – Sebuah survei oleh fonio.ai menemukan bahwa mayoritas warga Inggris menerapkan etika percakapan kepada asisten AI, termasuk mengucapkan “tolong”, “terima kasih”, hingga meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan sopan santun tradisional ikut terbawa ke dalam interaksi manusia dengan teknologi suara, meski AI tidak membutuhkan perlakuan tersebut.

Survei tersebut mencatat 7 dari 10 panggilan ke asisten AI menyertakan kata “please” atau “thank you”. Lebih dari separuh atau 55% penelepon mengucapkan terima kasih kepada AI setidaknya sekali selama percakapan berlangsung. Data ini memperlihatkan bahwa pengguna tidak memperlakukan asisten AI semata sebagai alat, melainkan lawan bicara yang diperlakukan dengan tata krama layaknya manusia.

Selain ucapan terima kasih, survei menemukan 52% responden menyapa asisten AI mereka dengan “hello”, “hi”, atau “good morning”. Angka ini mengindikasikan bahwa etika percakapan konvensional tetap dipertahankan ketika pengguna berinteraksi dengan perangkat berbasis kecerdasan buatan. Kebiasaan menyapa ini menjadi salah satu indikator bagaimana teknologi suara telah menyatu dengan rutinitas sehari-hari.

Permintaan Maaf hingga Salam Perpisahan untuk AI

Temuan yang lebih menarik datang dari kelompok pengguna yang melangkah lebih jauh dalam bersikap sopan. Sekitar satu dari delapan responden atau 12% mengaku meminta maaf kepada asisten AI mereka. Sementara itu, 13% mengucapkan selamat tinggal sebelum mengakhiri percakapan, dan 7% lainnya memberikan salam perpisahan yang lebih panjang seperti “have a good day” atau “take care”.

Yang tak kalah mengejutkan, 2% responden mengaku menanyakan kabar asisten AI mereka. Perilaku ini menunjukkan bahwa sebagian pengguna memperlakukan interaksi dengan AI layaknya percakapan dengan manusia sungguhan, lengkap dengan pertanyaan basa-basi yang biasanya muncul dalam obrolan sehari-hari. Kebiasaan tersebut muncul secara alami tanpa instruksi khusus dari penyedia layanan.

Fenomena ini sejalan dengan kekhawatiran yang muncul di kalangan pekerja terkait perkembangan otomasi dan kecerdasan buatan. Sebagian kalangan mulai mempertanyakan sejauh mana manusia akan bergantung pada teknologi, sebagaimana dibahas dalam artikel tentang Khawatir Digantikan Robot.

Daniel Keinrath, Co-Founder fonio.ai, menilai kebiasaan tersebut sebagai cerminan karakter khas warga Inggris yang tetap menjaga tata krama bahkan ketika berhadapan dengan mesin. Menurutnya, meski pengguna sadar tengah berbicara dengan AI, mereka tetap membawa sopan santun yang biasa digunakan dalam percakapan dengan orang lain. Ucapan “please”, permintaan maaf, hingga doa untuk hari yang baik dinilai sebagai kebiasaan kecil yang menunjukkan betapa alami teknologi suara menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Ada sesuatu yang sangat khas Inggris dalam mengucapkan terima kasih kepada mesin yang telah membantu Anda. Bahkan ketika orang tahu mereka sedang berbicara dengan AI, mereka tetap membawa sopan santun yang sama seperti saat berbicara dengan orang lain,” ujar Keinrath seperti dikutip dalam keterangannya. “Entah itu mengucapkan please, meminta maaf, atau mendoakan asisten AI mereka hari yang baik, kebiasaan kecil ini menunjukkan betapa alaminya teknologi suara menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. AI mungkin tidak membutuhkan sopan santun, tapi bukan berarti kita akan berhenti menggunakannya.”

A person angrily looking at their phone next to an image of Anthropic's Claude AI bot on a phone screen.

Survei Lanjutan dan Kekhawatiran Soal Kebiasaan Beretika ke AI

Data fonio.ai ini diperkuat oleh survei terpisah yang dilakukan Future PLC, perusahaan pemilik TechRadar Pro, pada Februari 2026. Survei terhadap lebih dari 1.000 orang tersebut menemukan sekitar 70% responden bersikap sopan kepada AI saat berinteraksi. Sebanyak 12% di antaranya mengaku bersikap sopan demi berjaga-jaga jika terjadi pemberontakan robot. Angka tersebut memperlihatkan bahwa kesopanan kepada AI tidak selalu murni soal etika, tetapi juga dipengaruhi kekhawatiran terhadap perkembangan teknologi di masa depan.

Menariknya, kebiasaan mengucapkan terima kasih kepada AI pernah disorot dari sisi lain. CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyebut bahwa ucapan “thank you” dapat menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan, dengan biaya listrik yang mencapai “tens of millions of dollars”. Pernyataan itu menunjukkan bahwa interaksi sopan dengan AI, sekecil apa pun, tetap memiliki konsekuensi teknis dan ekonomis di balik layanan yang digunakan pengguna.

Di sisi lain, perilaku pengguna terhadap AI juga menjadi perhatian penyedia layanan. Anthropic, misalnya, sempat melarang “needless abusive or cruel behavior” atau perilaku kasar dan kejam yang tidak perlu terhadap Claude. Kebijakan tersebut menandakan bahwa interaksi manusia dengan AI kini mulai diatur tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal etika dan batasan perilaku. Persoalan verifikasi informasi yang diberikan AI juga menjadi sorotan, sebagaimana diulas dalam konteks Ujaran Kebencian yang melibatkan moderasi konten oleh platform teknologi.

Business woman, office and hands with tablet at night with digital finance consultant with deadline at desk. Planning, market research and tech with helpdesk, accounting advice and web consultation

Survei fonio.ai sendiri tidak merinci lebih jauh metode pengambilan sampel maupun jumlah responden yang terlibat. Namun, temuan bahwa 7 dari 10 panggilan menyertakan kata “please” atau “thank you” menjadi salah satu indikator kuat bahwa pengguna di Inggris memperlakukan asisten AI dengan cara yang mirip ketika mereka berkomunikasi dengan manusia. Angka 55% yang mengucapkan terima kasih setidaknya sekali, 52% yang menyapa, 12% yang meminta maaf, 13% yang berpamitan, dan 7% yang memberikan salam perpisahan lebih panjang membentuk gambaran yang konsisten soal kebiasaan beretika ini.

Kebiasaan menanyakan kabar kepada AI oleh 2% responden menjadi temuan paling mencolok. Perilaku ini menunjukkan bahwa batas antara percakapan manusia dengan mesin semakin kabur bagi sebagian pengguna. Meski AI tidak memiliki perasaan dan tidak membutuhkan sopan santun, pengguna tetap menampilkan perilaku sosial yang biasa muncul dalam interaksi antarmanusia. Fenomena ini memperlihatkan bahwa teknologi suara tidak hanya mengubah cara orang mengakses informasi, tetapi juga cara mereka memproyeksikan kebiasaan sosial ke dalam perangkat yang mereka gunakan.

Dari sisi industri, temuan survei ini menjadi sinyal bahwa adopsi asisten AI berbasis suara semakin luas dan menyentuh kebiasaan sehari-hari pengguna. Perusahaan pengembang teknologi suara dapat membaca data ini sebagai indikasi bahwa pengguna menerima kehadiran AI dalam rutinitas mereka, bahkan hingga taraf memperlakukannya seperti lawan bicara manusia. Sebagaimana tren pengembangan perangkat keras dan komponen pendukungnya yang terus bergerak, misalnya dalam pembahasan Produksi 3D DRAM, interaksi manusia dengan AI pun menjadi bagian dari lanskap teknologi yang terus berkembang.

Woman kissing her AI virtual companion and chatting: digital relationships with AI.

Survei fonio.ai dan Future PLC sama-sama menunjukkan bahwa kesopanan kepada AI bukan lagi fenomena langka. Angka 70% pengguna yang bersikap sopan, baik dalam survei fonio.ai maupun Future PLC, menegaskan bahwa perilaku ini telah menjadi kebiasaan yang tersebar luas di kalangan pengguna asisten AI di Inggris. Ucapan “please”, “thank you”, sapaan, permintaan maaf, hingga pertanyaan soal kabar menjadi bagian dari cara pengguna berinteraksi dengan teknologi yang semakin akrab dalam kehidupan mereka.

[ META_DESCRIPTION]
Survei fonio.ai ungkap 7 dari 10 warga Inggris bersikap sopan ke asisten AI, mulai dari ucapan terima kasih hingga meminta maaf.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.