📑 Daftar Isi

Wing Commander III: Heart of the Tiger: 30th Anniversary Edition dari arsip EA

EA Temukan Vault 20.000 Aset, Wing Commander Kembali di Steam

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • EA menemukan vault berisi hampir 20.000 aset media fisik di Redwood Shores pada 2022
  • Digitalisasi mulai 2024, 6.000 aset dan 2.500 jam rekaman telah diproses
  • Wing Commander III: Heart of the Tiger: 30th Anniversary Edition dibangun dari master tape asli
  • Privateer 2: The Darkening: 30th Anniversary Edition hadir berkat bantuan Steve Hilliker
  • Koleksi Wing Commander dan Road Rash: 30th Anniversary Edition tersedia di Steam

Telset.id – Electronic Arts (EA) mengungkap penemuan arsip media fisik rahasia berisi hampir 20.000 aset di kampus Redwood Shores. Temuan ini menjadi titik awal bagi upaya digitalisasi yang kini memungkinkan sejumlah judul klasik, termasuk seri Wing Commander dan Road Rash, hadir kembali di Steam untuk dimainkan di sistem modern.

Penemuan tersebut bermula dari Jim Vessella, Senior Producer di EA Partner teams, yang menemukan ruang penyimpanan berisi berbagai format media lama seperti Betacam, VHS, D1, Film Reels, hingga CD-ROM. Vessella menemukannya pada 2022 dan menghabiskan enam bulan di luar jam kerjanya untuk membongkar isi ruangan tersebut.

Ia kemudian dibantu Greg Roensch yang terlibat dalam inisiatif EA Story, proyek pelestarian milik perusahaan. Bersama-sama, keduanya menata ulang ruangan secara kronologis. Dari situ, EA menjelaskan bagaimana upaya pengarsipan ini berkembang menjadi remaster sejumlah judul klasik.

Dari Arsip Menjadi Remaster

Vessella, yang sebelumnya terlibat dalam Command & Conquer Remastered Collection pada 2019, menyusun proposal untuk mendigitalkan ruangan tersebut setelah penataan selesai. Proses digitalisasi dimulai pada 2024. Dua tahun kemudian, tim proyek telah mendigitalkan 6.000 aset media dan 2.500 jam rekaman sejarah, termasuk Master Source tapes untuk waralaba Wing Commander dan Road Rash.

Hasilnya, tim dapat membangun Wing Commander III: Heart of the Tiger: 30th Anniversary Edition menggunakan master tape asli tersebut. Namun, upaya ini tidak berhenti pada penyisipan rekaman baru ke dalam game. Vessella juga menghubungi komunitas Wing Commander untuk membantu agar game dapat dimainkan di sistem modern.

Kolaborasi itu melibatkan Matt Wells (Mash) yang membangun Enhancement Patch untuk versi Kilrathi Saga yang dirilis pada 1996, Owen “ODVS” Davies yang memberi saran kepada tim EA soal restorasi full-motion video (FMV) untuk sejumlah tape yang rusak, serta Ben “LOAF” Lesnick yang menyesuaikan game untuk memperbaiki masalah insta-kill missile spam di Wing Commander IV.

Wing Commander III

EA juga merilis Privateer 2: The Darkening: 30th Anniversary Edition berkat bantuan Steve Hilliker, Cinematics Director original game tersebut. Seorang anggota komunitas melaporkan pernah melihat video Hilliker yang menyebut masih menyimpan sebagian master footage game di Digi 8. Tim kemudian menghubungi sang sutradara, yang menemukan seluruh koleksi di lotengnya.

Tim lantas menugaskan Hilliker untuk mendigitalkan tape dan membuat “Director’s Cut” dari sinematik game. Matt kembali terlibat dengan membuat Enhancement Patch untuk Privateer 2, menghadirkan sejumlah peningkatan quality-of-life pada game original.

Selain itu, banyak pekerjaan juga dilakukan pada Wing Commander original dan sekuelnya Wing Commander II, plus judul retro Road Rash. Meski sebagian puritan mungkin mempertanyakan “peningkatan” yang membuat judul-judul ini bisa dimainkan di sistem modern, gabungan upaya Electronic Arts, karyawannya, GOG, dan komunitas luas telah menghidupkan kembali game-game tersebut.

Koleksi Wing Commander lengkap dan Road Rash: 30th Anniversary Edition kini tersedia di Steam. Ini memungkinkan pemain mengenang judul favorit dari era 1990-an, bahkan memperkenalkan seperti apa gaming 30 tahun lalu kepada anak-anak mereka.

Rilis Retro di Tengah Perdebatan Media Fisik

Peluncuran judul retro ini dan upaya pelestarian di baliknya menjadi langkah yang menyegarkan setelah Sony mengumumkan akan meninggalkan game fisik pada 2028. Meski pustaka game online seperti Steam sering lebih praktis bagi gamer, hal itu juga memunculkan isu kepemilikan. GOG sempat menyindir Steam setelah platform tersebut menambahkan banner yang menegaskan bahwa pembeli tidak memiliki game yang dibeli di sana.

Terlepas dari langkah Sony menjauh dari media fisik, sejumlah perusahaan game lain justru menyatakan dukungan terhadapnya. Nintendo menyebut penggemar menyukai game fisik, sementara Microsoft memperkenalkan fitur Xbox Disc to Digital yang memberi gamer yang terbaik dari kedua dunia. GOG bahkan mempertimbangkan menghidupkan kembali rilis game fisik, meski mengakui masih harus memikirkan sejumlah hal sebelum mulai mencetak media game fisik. Langkah serupa dalam industri game tampak pada pengumuman Engine Atomfall Versi Baru untuk Alien Deathstorm.

Di sisi lain, industri game juga terus berupaya menjaga ekosistemnya, termasuk melalui Anti-Cheat Arc Raiders yang memperkuat penindakan terhadap pelaku curang. Sementara itu, proyek pelestarian seperti yang dilakukan EA menunjukkan bahwa arsip fisik memiliki nilai yang tidak selalu bisa digantikan oleh pustaka digital.

EA archive

Upaya EA ini menegaskan bahwa di balik perdebatan soal kepemilikan dan masa depan media fisik, aset arsip yang tersimpan rapi tetap menjadi fondasi bagi pelestarian warisan game. Ketersediaan koleksi Wing Commander dan Road Rash: 30th Anniversary Edition di Steam menjadi hasil konkret dari proses yang dimulai dari sebuah ruangan penyimpanan pada 2022.

[ META_DESCRIPTION]
EA menemukan vault berisi hampir 20.000 aset media fisik, mendigitalkan 6.000 aset, dan menghadirkan Wing Commander serta Road Rash di Steam.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.