Fortinet: Ada Dua Tipe Serangan yang Ancam Keamanan Cyber

keamanan cyber

Telset.id, Jakarta – Seiring dengan terus berkembangnya teknologi informasi (IT) saat ini, pasti berbanding lurus dengan rentannya keamanan cyber yang dialami berbagai lapisan masyarakat di belahan dunia.

Ancaman pada keamanan cyber sendiri semakin ke sini semakin “canggih”. Para hacker memutar otak agar bisa memperdaya korbannya demi mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan seperti data penting misalnya. Hal inilah yang dilihat oleh salah satu perusahaan yang bergerak dalam solusi keamanan cyber yakni Fortinet.

“Tahun ini (2016) Fortinet melihat kencangnya era digitalisasi yang berdampak pada resiko yang saat ini seakan sudah tidak ada batasannya,” ucap Edwin Lim, Direktur Regional Fortinet untuk Indonesia dan Malaysia saat ditemui di Jakarta, Kamis (01/12/2016).

[Baca juga: Ini Tipe Password yang Paling Sering Dihack]

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini melihat serangan yang mengancam keamanan cyber tersebut semakin kuat dari sebelumnya. Kenapa? Karena saat ini serangan cyber sudah memiliki dua cara atau dua tipe serangan yang tentunya bisa membahayakan.

Serangan pertama adalah para hacker akan menargetkan atau menyerang sebuah organisasi, perusahaan atau suatu kelompok kecil. Jika dirasa semua keinginannya sudah terpenuhi, mereka akan melanjutkannya ke kelompok atau perusahaan yang lebih besar lagi.

Sedangkan untuk serangan kedua, para hacker ini melakukan serangan secara random atau acak kepada siapapun. Setelah itu, jika ada korban yang terperangkap serangan ini, mereka akan terus menargetkannya secara bertahap hingga tujuan dari para hacker ini tercapai.

[Baca juga: Hackerville, Surganya Para Hacker di Dunia]

Dari dua tipe serangan tersebut, banyak cara yang dilakukan para hacker untuk bisa menjebak calon korbannya. Salah satunya menurut Edwin adalah lewat Business Email Compromise (BEC). Pada teknik ini, para hacker akan mengirimkan email yang biasanya berisi link atau invoice secara acak.

Kemudian para hacker tersebut tinggal menunggu sambil memonitor apakah ada akun email yang mengakses link atau mengunduh invoice tersebut atau tidak. Jika ada, selanjutnya yang tinggal dilakukan oleh para hacker adalah mencuri data-data penting dari korbannya.

[Baca juga: Awas! Hacker Tanam Malware Lewat Facebook dan LinkedIn]

Teknik lainnya yang digunakan para hacker dalam upaya serangan cyber adalah dengan menyisipkan ransomware pada layanan-layanan yang biasanya diakses oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu, sempat terdengar kabar jika ada ransomware berbahaya bernama Locky yang hadir di Facebook dan LinkedIn. Nah menurut Edwin, teknik menggunakan ransomware khususnya Locky ini menjadi yang tertinggi padahal ransomware tersebut baru muncul pada pertengahan tahun ini.

Jika melihat dari dua tipe serangan yang memiliki berbagai teknik ini, bisa dipastikan bahwa para hacker  ini memang bisa membahayakan semua orang lewat serangan cyber-nya. Jadi mulai dari sekarang, waspada dan mulai berhati-hatilah. (FHP/HBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here