Mengenal Fotografi Komputasi, Teknologi Kamera Baru di Oppo Reno6

Telset.id, Jakarta – Bagusnya hasil konten foto atau video yang ditangkap kamera smartphone bukan cuma soal besar-besaran megapiksel saja. Dalam menghasilkan foto atau video terbaik, kemampuan olah digital dari sistem kamera ponsel atau disebut sebagai fotografi komputasi juga dibutuhkan.

Hal ini pun diamini oleh Profesor Marc Levoy dari Departemen Ilmu Komputer di Universitas Stanford. Dalam ceramah teknisnya, ia mengatakan bahwa perkembangan pada fotografi smartphone bukan soal megapiksel, melainkan sebuah konsep yang disebut fotografi komputasi.

“Konsep fotografi komputasi menyebabkan pertumbuhan pesat pada fotografi smartphone,” katanya.

{Baca juga: Intip Hasil Foto dari Kamera Oppo Reno6, Bokehnya Mantap!}

Anda tentu pernah melihat sebuah smartphone dengan satu atau dua kamera belakang saja, tapi menghasilkan foto maupun video yang bagus di segala kondisi pengambilan gambar.

Alasannya bukan karena ponsel tersebut mengusung sensor kamera utama yang superior, melainkan berkat teknologi fotografi komputasi yang telah dikembangkan sedemikian rupa agar menghasilkan konten terbaik.

Oppo Kenalkan Fotografi Komputasi Lewat “Bokeh Flare Portrait”

Teknologi Kamera Fotografi komputasi Oppo Reno6

Di pertengahan tahun 2021, Oppo bersiap untuk meluncurkan smartphone baru di Indonesia dengan nama Oppo Reno6. HP terbaru Oppo ini mengandalkan sektor kamera sebagai salah satu daya tarik utamanya.

Bukan cuma meningkatkan sisi hardware saja, Oppo membawa pembaruan pada sektor software untuk memberikan hasil konten foto maupun video dengan kualitas yang lebih baik.

Oppo menerapkan teknik fotografi komputasi pada sistem kamera Oppo Reno6 dengan menghadirkan fitur Bokeh Flare Portrait untuk menghasilkan video yang lebih sinematik nan memukau.

{Baca juga: Hands-on Oppo Reno6 Indonesia, Menarik dengan Reno Glow Terbaru}

Fitur ini sebenarnya peningkatan dari fitur Night Flare Portrait yang hadir di seri Oppo Reno5. Fitur tersebut didukung oleh algoritma Low Light HDR dan algoritma bokeh yang akan menghasilkan efek lampu yang artistik pada bagian latar belakang subjek foto.

Fitur Bokeh Flare Portrait kini tak lagi berguna untuk mengambil foto yang kece saja, tapi juga bisa digunakan untuk mengambil perekaman video.

“Oppo berhasil memperkenalkan komputasional yang tidak hanya berfungsi dalam fotografi namun ke ranah videografi. Reno6, menjadikan seri smartphone pertama yang mencapai bokeh sinematik menggunakan teknik fotografi komputasi,” klaim PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto.

Cara Kerja Bokeh Flare Portrait Video

Teknologi Kamera Fotografi komputasi Oppo Reno6
Desain Oppo Reno6 di Indonesia (Foto: Oppo Indonesia)

Fitur Bokeh Flare Portrait Video di Oppo Reno6 dinilai mampu menghasilkan video bokeh flare yang sinematik, tanpa perlu menggunakan peralatan ataupun mengerahkan tim profesional.

“Semuanya hanya dapat dilakukan dengan klik satu tombol,” kata Aryo.

Lantas, bagaimana cara kerja dari fitur kamera Oppo Reno6 ini? Fitur Bokeh Flare Portrait Video menggunakan teknologi AI Deep Learning untuk melakukan segmentasi subjek manusia dengan akurat dan real-time.

Setelah segmentasi, dilakukan rendering pengoptimalan tingkat piksel untuk subjek dan gambar latar belakang. Pada gambar subjek, AI akan melakukan pemrosesan warna dan kecerahan di tingkat piksel untuk mempertahankan warna asli setelah dioptimalkan.

{Baca juga: Mengenal Bokeh Flare Portrait, Fitur Kamera Baru di Oppo Reno6}

Pada saat yang sama, teknik fotografi komputasi akan melakukan pemburaman latar belakang, meningkatkan saturasi, dan menyesuaikan warna pada lingkaran cahaya pada gambar latar belakang.

Aryo mengatakan, teknologi fotografi komputasi membuat kamera Oppo Reno6 memiliki kemampuan untuk mendekati jenis efek bokeh yang dicapai dengan lensa kamera dengan bukaan lensa besar.

Malah, sistem kamera pun memiliki kemampuan untuk memberikan efek cahaya pada latar belakang berdasarkan pergerakan kamera dan perubahan kedalaman.

“Oppo menciptakan fitur di mana setiap orang dapat merekam video yang jernih bahkan dalam situasi pencahayaan yang tidak memungkinkan dilakukan sebuah perangkat smartphone,” pungkas Aryo. (MF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0