๐Ÿ“‘ Daftar Isi

Perbandingan Tecno Camon 50 Pro, Samsung Galaxy A57, dan Poco X8 Pro tampak depan dan belakang

Perbandingan Tecno Camon 50 Pro vs Samsung A57 vs Poco X8 Pro

Terbit:
โฑ๏ธ11 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Dalam perbandingan tiga smartphone kelas menengah atas yang rilis di 2026 ini, perbedaan filosofi desain sangat terlihat. Tecno Camon 50 Pro hadir dengan layar AMOLED 6.78 inci 144Hz โ€” refresh rate tertinggi di kelasnya โ€” dan densitas 429 ppi, tapi harus puas dengan chipset Dimensity 7400 Ultimate yang secara performa tertinggal jauh. Samsung Galaxy A57 mengandalkan layar Super AMOLED+ 6.7 inci dengan peak brightness 1900 nits dan proteksi Gorilla Glass Victus+ di depan-belakang, menjadikannya yang paling premium secara build quality. Sementara Poco X8 Pro menawarkan layar 6.59 inci dengan spesifikasi tercanggih: 68B colors, Dolby Vision, HDR10+, 3840Hz PWM dimming, dan peak brightness 3500 nits โ€” angka yang biasanya hanya ditemukan di flagship. Dari segi dimensi, Samsung A57 adalah yang paling tipis (6.9mm) dan ringan (179g), sedangkan Poco X8 Pro paling tebal (8.4mm) dan berat (201.5g) โ€” trade-off dari baterai jumbo dan sistem pendingin yang lebih besar. Untuk performa, perbandingan Antutu sangat kontras. Poco X8 Pro dengan Dimensity 8500 Ultra mencetak Antutu SoC 1.235.811 (CPU 608.427 + GPU 627.384), Samsung A57 dengan Exynos 1680 mencetak 870.571 (CPU 499.218 + GPU 371.353), dan Tecno Camon 50 Pro dengan Dimensity 7400 Ultimate hanya 488.465 (CPU 338.268 + GPU 150.197). Artinya, Poco X8 Pro memiliki performa CPU 1.8x lebih cepat dari Tecno dan 1.2x dari Samsung, serta GPU 4.2x lebih cepat dari Tecno dan 1.7x dari Samsung. Untuk gaming, Poco X8 Pro dengan Mali-G720 MC8 dapat menjalankan game berat seperti Genshin Impact pada setting tinggi dengan frame rate stabil, sementara Tecno Camon 50 Pro hanya cocok untuk gaming casual. Samsung A57 dengan Xclipse 550 (berbasis AMD RDNA) berada di tengah, mampu menangani game menengah dengan baik. Baterai menjadi arena di mana Tecno dan Poco bersaing ketat. Keduanya memiliki kapasitas 6500 mAh, tapi Poco X8 Pro menggunakan teknologi Silicon-Carbon yang lebih efisien dan mendukung charging 100W (100% dalam 48 menit) plus 27W reverse wired. Tecno hanya 45W wired, dan Samsung A57 dengan 5000 mAh + 45W adalah yang paling lemah dalam kapasitas. Untuk daya tahan, dengan chipset yang lebih efisien (4nm) dan layar LTPO-like pada Poco, kemungkinan Poco X8 Pro unggul tipis dalam screen-on time meskipun kapasitasnya sama dengan Tecno. Samsung A57 dengan 5000 mAh akan tertinggal sekitar 15-20% dalam daya tahan dibanding dua rivalnya. Kamera adalah area di mana Tecno Camon 50 Pro justru unggul secara hardware. Dengan triple camera 50 MP wide (OIS) + 50 MP telephoto (OIS, 3x optical) + 8 MP ultrawide, Tecno menawarkan fleksibilitas zoom optik yang tidak dimiliki Poco X8 Pro (hanya dual camera) dan Samsung A57 (50 MP + 12 MP ultrawide + 5 MP macro, tanpa telephoto). Untuk selfie, Samsung A57 menang dengan 12 MP + 10-bit HDR + 4K video, disusul Poco X8 Pro 20 MP (1080p only) dan Tecno 50 MP (tapi video capability tidak jelas). Untuk video, Poco X8 Pro unggul dengan 4K@60fps dan 1080p@960fps slow-motion, sementara Samsung A57 4K@30fps dan Tecno kemungkinan 4K@30fps. Sayangnya, tidak ada data DxOMark untuk ketiga produk ini, sehingga penilaian kamera harus berdasarkan spesifikasi hardware dan fitur software. Software dan konektivitas menunjukkan keunggulan Samsung yang jelas. Galaxy A57 menjanjikan 6 major Android upgrades (hingga Android 22) โ€” dua kali lipat dari Tecno (3 upgrades) dan kemungkinan 2x dari Poco (biasanya 3-4 upgrades untuk seri X). One UI 8.5 juga lebih matang dan bersih dibanding HyperOS 3 yang masih memiliki iklan. Untuk konektivitas, Samsung A57 mendukung Wi-Fi 6E, Bluetooth 6.0, eSIM, dan navigasi multi-band paling lengkap. Poco X8 Pro mendukung Wi-Fi 6, Bluetooth 6.0 dengan codec audio paling lengkap (aptX HD, LHDC 5, Auracast), dan navigasi multi-band (GPS L1+L5, NavIC). Tecno Camon 50 Pro paling tertinggal dengan Wi-Fi standar tidak jelas (kemungkinan Wi-Fi 5), Bluetooth versi tidak spesifik, dan navigasi hanya GPS. Kesimpulannya, Poco X8 Pro adalah pemenang overall dengan skor 88/100 berkat dominasi di performa, layar, charging, dan baterai. Samsung A57 (skor 82/100) adalah pilihan terbaik untuk mereka yang mengutamakan software support jangka panjang, build quality premium, dan ekosistem Samsung. Tecno Camon 50 Pro (skor 75/100) adalah pilihan value terbaik untuk fotografi zoom dan pengguna yang menginginkan layar 144Hz dengan harga paling terjangkau (Rp5,7 jutaan). Namun, perlu dicatat bahwa harga Samsung A57 dan Poco X8 Pro tidak tercantum dalam data, sehingga perbandingan value secara absolut tidak dapat dilakukan secara pasti. Jika Poco X8 Pro dijual di bawah Rp7 jutaan, maka ia adalah pembelian no-brainer. Jika Samsung A57 dijual di bawah Rp6,5 jutaan, maka software support 6 tahunnya bisa menjadi game-changer.
Tecno Camon 50 Pro

Tecno Camon 50 Pro

Rp 5.699.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 256GB
๐Ÿ“ท50 MP
Samsung Galaxy A57

Samsung Galaxy A57

๐Ÿ’พ[object Object] / 128GB
๐Ÿ“ท50 MP
๐Ÿ† Pilihan Terbaik
Xiaomi Poco X8 Pro

Xiaomi Poco X8 Pro

๐Ÿ’พ[object Object] / 256GB
๐Ÿ“ท50 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Tecno Camon 50 Pro

โœ… Kelebihan
  • Layar AMOLED 6.78 inci dengan refresh rate 144Hz โ€” tertinggi di kelasnya, cocok untuk gaming dan scrolling ultra-halus
  • Kamera telephoto 50 MP dengan OIS dan 3x optical zoom โ€” fitur yang langka di harga Rp5,7 jutaan
  • Baterai jumbo 6500 mAh, kapasitas terbesar di antara ketiga produk
  • Densitas piksel tertinggi kedua (429 ppi) dengan resolusi 1208 x 2644 piksel
  • Harga paling bersaing: Rp5.699.000 dengan konfigurasi 256GB
  • Dukungan 5G SA/NSA lengkap, NFC, dan FM radio (yang sudah jarang ditemukan)
  • Layar 144Hz memberikan keunggulan kompetitif untuk gaming mobile
โŒ Kekurangan
  • Chipset Mediatek Dimensity 7400 Ultimate adalah yang terlemah di antara ketiga produk โ€” Antutu SoC hanya 488.465
  • GPU Mali-G615 MC2 hanya cocok untuk gaming casual, bukan gaming berat
  • USB Type-C 2.0 tanpa kecepatan transfer data tinggi
  • Tidak ada informasi Gorilla Glass atau proteksi layar yang jelas โ€” mengkhawatirkan untuk durability
  • Dukungan update software hanya 3 major Android upgrades โ€” paling sedikit di antara ketiga produk
  • Berat tidak tercantum, tapi dimensi 7.8mm cukup tebal
  • Wi-Fi standar tidak jelas (hanya tertulis 'Yes') โ€” kemungkinan tidak mendukung Wi-Fi 6
  • Tidak ada gyro sensor untuk pengalaman gaming VR/AR yang optimal
  • Kamera ultrawide hanya 8 MP โ€” kualitas mediocre
  • Tidak ada informasi DxOMark untuk validasi kualitas kamera

Samsung Galaxy A57

โœ… Kelebihan
  • Build quality premium: Gorilla Glass Victus+ depan-belakang + frame aluminium โ€” paling tahan banting di kelasnya
  • Dukungan software terpanjang: 6 major Android upgrades + One UI 8.5 โ€” nilai jual jangka panjang
  • Layar Super AMOLED+ dengan HDR10+ dan peak brightness 1900 nits โ€” paling terang di antara ketiga produk
  • Chipset Exynos 1680 dengan Antutu total 1.360.038 โ€” performa keseluruhan terbaik
  • GPU Xclipse 550 (berbasis AMD RDNA) โ€” performa grafis terbaik di antara ketiga produk (371.353 poin GPU)
  • Dimensi paling tipis: 6.9mm dan paling ringan: 179g โ€” ergonomis untuk penggunaan sehari-hari
  • Konektivitas paling lengkap: Wi-Fi 6E, Bluetooth 6.0, eSIM support, navigasi multi-band (GPS/GALILEO/GLONASS/BDS/QZSS)
  • Kamera selfie 12 MP dengan 10-bit HDR dan 4K video โ€” kualitas selfie terbaik
  • Gyro sensor tersedia โ€” penting untuk gaming dan stabilisasi
  • Dukungan eSIM dan dual eSIM โ€” fleksibilitas operator
  • Layar dengan proteksi Mohs level 5 โ€” tahan goresan
โŒ Kekurangan
  • Baterai 5000 mAh โ€” terkecil di antara ketiga produk, meski charging 45W
  • Harga kemungkinan paling mahal (tidak tercantum, tapi positioning Samsung A-series biasanya premium)
  • Kamera ultrawide 12 MP dan macro 5 MP โ€” macro hanya 5 MP, kurang berguna
  • Tidak ada telephoto lens โ€” zoom hanya digital, kalah dari Tecno
  • Penyimpanan dasar 128GB โ€” paling kecil, dan tidak ada slot microSD
  • GPU Xclipse 550 masih di bawah Mali-G720 MC8 milik Poco dalam benchmark GPU (371K vs 627K)
  • Tidak ada FM radio
  • Refresh rate 120Hz โ€” kalah dari Tecno 144Hz
  • Densitas piksel 385 ppi โ€” terendah di antara ketiga produk
  • NFC market/region dependent โ€” tidak semua unit dapat NFC

Xiaomi Poco X8 Pro

โœ… Kelebihan
  • Chipset Mediatek Dimensity 8500 Ultra โ€” Antutu SoC 1.235.811, CPU score 608.427, GPU score 627.384 โ€” performa terbaik secara keseluruhan
  • GPU Mali-G720 MC8 โ€” performa grafis terbaik di antara ketiga produk, cocok untuk gaming berat
  • Layar AMOLED 6.59 inci dengan 68B colors, Dolby Vision, HDR10+, 3840Hz PWM dimming, dan peak brightness 3500 nits โ€” spesifikasi layar terbaik
  • Resolusi 1268 x 2756 piksel dengan densitas 460 ppi โ€” tertinggi di antara ketiga produk
  • Charging 100W wired โ€” tercepat, 100% dalam 48 menit, plus 27W reverse wired
  • Baterai Si/C 6500 mAh โ€” kapasitas terbesar bersama Tecno, dengan teknologi Silicon-Carbon
  • Kamera utama 50 MP f/1.5 dengan OIS โ€” aperture terbesar (f/1.5) untuk low-light
  • Video 4K@60fps dan 1080p@960fps slow-motion โ€” kemampuan video terbaik
  • Bluetooth 6.0 dengan aptX HD, LHDC 5, Auracast, ASHA โ€” codec audio paling lengkap
  • Navigasi multi-band: GPS L1+L5, BDS B1I+B1c+B2a, GALILEO E1+E5a, QZSS, NavIC โ€” paling akurat
  • Gorilla Glass 7i + Mohs level 5 โ€” proteksi layar terbaik
  • Speaker stereo dengan Dolby Atmos
  • Wi-Fi 6 dual-band
โŒ Kekurangan
  • Berat 201.5g โ€” paling berat di antara ketiga produk, kurang nyaman untuk penggunaan lama
  • Dimensi 8.4mm โ€” paling tebal di antara ketiga produk
  • Tidak ada telephoto lens โ€” hanya dual camera (wide + ultrawide)
  • Kamera ultrawide hanya 8 MP โ€” sama mediocre dengan Tecno
  • Tidak ada slot microSD
  • HyperOS 3 masih memiliki iklan dan bloatware (khas Xiaomi)
  • Dukungan update software tidak disebutkan secara eksplisit (kemungkinan 3-4 tahun)
  • Tidak ada gyro sensor? (tercantum gyro, tapi perlu verifikasi)
  • Refresh rate 120Hz โ€” kalah dari Tecno 144Hz
  • Tidak ada FM radio
  • NFC market/region dependent
  • USB Type-C 2.0 โ€” bukan USB 3.x

Rekomendasi

Xiaomi Poco X8 Pro

Poco X8 Pro menang telak dalam hal performa (Dimensity 8500 Ultra dengan Antutu SoC 1.235.811 โ€” 2.5x lebih tinggi dari Tecno dan 1.4x dari Samsung), layar (460 ppi, 3500 nits peak, Dolby Vision, 3840Hz PWM), charging tercepat (100W, 48 menit full), dan baterai 6500 mAh Si/C. Kombinasi ini menjadikannya pilihan terbaik untuk power user, gamer, dan content creator yang membutuhkan performa dan layar berkualitas. Meskipun Samsung menang dalam software support (6 tahun) dan build quality (Victus+), dan Tecno menang dalam harga dan telephoto, Poco X8 Pro menawarkan value terbaik secara keseluruhan. Kekurangan berat 201.5g dan tidak ada telephoto adalah trade-off yang acceptable mengingat keunggulan di hampir semua aspek teknis lainnya.

Skor: 88/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Tecno
Tecno Camon 50 Pro
Samsung
Samsung Galaxy A57
Xiaomi
Xiaomi Poco X8 Pro
Type
AMOLED, 144Hz
Super AMOLED+, 120Hz, HDR10+, 1200 nits (HBM), 1900 nits (peak)
AMOLED, 68B colors, 120Hz, 3840Hz PWM, Dolby Vision, HDR10+, 2000 nits (HBM), 3500 nits (peak)
Diagonal
6.78 inches, 112.1 cm2 (~89.6% screen-to-body ratio)
6.7 inches, 110.2 cm2 (~88.8% screen-to-body ratio)
6.59 inches, 106.4 cm2 (~89.8% screen-to-body ratio)
Resolution
1208 x 2644 pixels, 19.5:9 ratio (~429 ppi density)
1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~385 ppi density)
1268 x 2756 pixels, 19.5:9 ratio (~460 ppi density)
Colors
BlackGreenPurpleTitanium
GrayNavy
BlackGreenMintWhite
Weight
-
179 g (6.31 oz)
201.5 g (7.13 oz)
Dimensions
162.4 x 77 x 7.8 mm (6.39 x 3.03 x 0.31 in)
161.5 x 76.8 x 6.9 mm (6.36 x 3.02 x 0.27 in)
157.5 x 75.2 x 8.4 mm (6.20 x 2.96 x 0.33 in)
Protection
โ€”
Corning Gorilla Glass Victus+, Mohs level 5
Corning Gorilla Glass 7i, Mohs level 5
Build
โ€”
Glass front (Gorilla Glass Victus+), aluminum frame, glass back (Gorilla Glass Victus+)
Glass front (Gorilla Glass 7i), aluminum frame