📑 Daftar Isi

Perbandingan Samsung Galaxy A57 5G dan POCO X7 Pro tampak depan dan belakang

Samsung A57 5G vs POCO X7 Pro: Mana yang Layak Dibeli?

Terbit:
⏱️10 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Display & Design: Samsung Galaxy A57 5G hadir dengan layar AMOLED 6.7 inci resolusi FHD+ (1080 x 2340) dan densitas 385 ppi, refresh rate 120Hz, peak brightness 1900 nits, serta Gorilla Glass Victus+. Bobotnya 179g dan tebal 6.9mm — tipis dan ringan. POCO X7 Pro menawarkan layar AMOLED 6.67 inci resolusi QHD (1220 x 2712) dengan densitas 446 ppi, refresh rate 120Hz, touch sampling 480Hz, peak brightness 3200 nits, Dolby Vision, dan Gorilla Glass 7i. Bobotnya 195g dan tebal 8.3mm. Secara layar, POCO unggul jauh: resolusi lebih tinggi (QHD vs FHD+), densitas lebih rapat (446 vs 385 ppi), brightness hampir dua kali lipat (3200 vs 1900 nits), dan touch sampling 480Hz yang membuat gaming lebih responsif. Namun Samsung lebih tipis, ringan, dan menggunakan Gorilla Glass Victus+ yang sedikit lebih unggul dari Gorilla Glass 7i. IP68 dimiliki keduanya. Untuk konsumsi media dan gaming, layar POCO jelas lebih superior. Performance: Ini adalah perbedaan paling mencolok. Samsung Galaxy A57 5G ditenagai Exynos 1680 (4nm) dengan CPU 1x A720 2.9GHz + 4x A720 2.6GHz + 2x A520 1.95GHz, GPU Xclipse 550, RAM 12GB LPDDR5X, dan storage 256GB UFS 3.1. Skor Antutu total ~1.360.038 (CPU 499.218, GPU 371.353, MEM 195.262, UX 294.205). POCO X7 Pro ditenagai MediaTek Dimensity 8400 (4nm TSMC N4P) dengan CPU 1x Cortex-A725 3.25GHz + 3x A725 3.0GHz + 4x A725 2.1GHz, GPU Immortalis G720 MC7 1.3GHz, RAM 8GB LPDDR5X, dan storage 256GB UFS 4.0. Skor Antutu total ~1.886.600 (CPU 587.835, GPU 566.102, MEM 315.669, UX 416.994). POCO unggul ~38% di skor total, ~18% di CPU, ~52% di GPU, ~62% di MEM, dan ~42% di UX. Dalam gaming, POCO X7 Pro dapat menjalankan game berat seperti Genshin Impact pada setting tinggi dengan frame rate stabil, sementara Samsung A57 akan struggle di setting medium-high. UFS 4.0 juga membuat loading game dan aplikasi jauh lebih cepat. Meskipun Samsung memiliki RAM 12GB (vs 8GB), perbedaan performa chipset dan storage jauh lebih dominan. Baterai: Samsung Galaxy A57 5G memiliki baterai 5000mAh Li-Ion dengan fast charging 45W. POCO X7 Pro memiliki baterai 6000mAh Si-Carbon Li-Ion dengan fast charging 90W. POCO unggul 20% kapasitas dan 100% kecepatan charging. Dalam penggunaan nyata, POCO X7 Pro dapat bertahan 1.5-2 hari dengan penggunaan moderat, sementara Samsung A57 sekitar 1-1.5 hari. Charging 90W POCO dapat mengisi 0-100% dalam ~35 menit, sementara 45W Samsung membutuhkan ~60-70 menit. Tidak ada wireless charging di keduanya. Untuk pengguna berat atau traveler, POCO X7 Pro jauh lebih unggul. Kamera: Samsung Galaxy A57 5G: main 50MP f/1.8 OIS + ultra-wide 8MP f/2.2 + macro 5MP f/2.4, selfie 12MP f/2.2, video 4K, slow motion 240fps. POCO X7 Pro: main 50MP Sony IMX882 f/1.5 OIS (sensor 1/1.95", pixel binning 2x2) + ultra-wide 8MP f/2.4 + macro (via ultra-wide), selfie 20MP f/2.2, video 4K, slow motion 960fps. POCO unggul di aperture main (f/1.5 vs f/1.8) dan sensor size (1/1.95" vs tidak disebutkan), serta slow motion 960fps vs 240fps. Namun Samsung memiliki lensa macro dedicated 5MP dan selfie 12MP dengan pixel size 1.12µm (vs 0.80µm POCO) — selfie Samsung lebih baik di low-light. Untuk foto utama, POCO lebih unggul berkat sensor Sony IMX882 dan aperture lebih besar. Tidak ada data DxOMark untuk kedua perangkat, sehingga perbandingan objektif terbatas pada spesifikasi hardware. Connectivity & Software: Keduanya memiliki 5G, WiFi 6, Bluetooth 6.0, NFC, USB Type-C, OTG. Samsung unggul dengan eSIM, MST (Samsung Pay), dan dukungan codec Bluetooth lebih lengkap (aptX Adaptive, LDAC, HOGP, dll). POCO unggul dengan infrared blaster dan navigasi GNSS lebih lengkap (L1+L5, NavIC). Software: Samsung Android 16 dengan 6 tahun update OS + 6 tahun security — ini adalah keunggulan besar untuk longevity. POCO Android 16 HyperOS 3.X dengan hanya 3 tahun update OS + 4 tahun security. Samsung juga memiliki Widevine L1 (streaming HD) dan fitur Samsung ecosystem yang lebih matang. Namun HyperOS menawarkan kustomisasi lebih banyak, meskipun dengan bloatware. Untuk pengguna yang ingin perangkat awet 5+ tahun, Samsung jauh lebih baik. Untuk yang ganti HP tiap 2-3 tahun, POCO sudah cukup. Kesimpulan: POCO X7 Pro adalah pemenang jelas untuk performa, baterai, layar, dan value. Samsung Galaxy A57 5G hanya unggul di software support (6 tahun), build material (Gorilla Glass Victus+), bobot lebih ringan, eSIM, dan selfie low-light. Jika prioritas Anda adalah gaming, produktivitas berat, dan daya tahan baterai, POCO X7 Pro adalah pilihan yang jauh lebih baik. Jika Anda membutuhkan perangkat dengan update software 6 tahun dan ekosistem Samsung, A57 5G masih layak — tapi Anda membayar premium untuk itu. Di Oktober 2026, POCO X7 Pro memberikan value terbaik di segmen mid-range.
1.1M
Samsung Galaxy A57 5G

Samsung Galaxy A57 5G

⚡Antutu: 1.1M
💾12GB / 256GB
📷50 MP + 8 MP + 5 MP
🏆 Pilihan Terbaik
1.7M
POCO X7 Pro

POCO X7 Pro

⚡Antutu: 1.7M
💾8GB / 256GB
📷50 MP + 8 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Samsung Galaxy A57 5G

✅ Kelebihan
  • Dukungan software terbaik di kelasnya: 6 tahun update OS + 6 tahun security patch — ini komitmen jangka panjang yang jarang ditemui di segmen mid-range.
  • Layar AMOLED 6.7 inci dengan refresh rate 120Hz, HDR10+, dan Gorilla Glass Victus+ — kombinasi build quality dan tampilan yang premium.
  • Sertifikasi IP68 untuk ketahanan air dan debu, plus bobot hanya 179g dan ketebalan 6.9mm — tipis dan ringan untuk ukuran baterai 5000mAh.
  • Bluetooth 6.0 dengan dukungan codec lengkap (aptX Adaptive, LDAC) — konektivitas nirkabel future-proof.
  • Fitur Samsung ecosystem: MST untuk pembayaran, eSIM, dan Widevine L1 untuk streaming HD.
  • Kamera utama 50MP dengan OIS + ultra-wide 8MP + macro 5MP — fleksibel untuk berbagai skenario.
❌ Kekurangan
  • Chipset Exynos 1680 dengan skor Antutu hanya ~1.36 juta — tertinggal jauh dari kompetitor di harga yang sama.
  • GPU Xclipse 550 dengan skor GPU Antutu 371.353 — gaming berat seperti Genshin Impact atau Wuthering Waves akan struggle di setting tinggi.
  • Hanya UFS 3.1 — kecepatan baca/tulis lebih lambat dibanding UFS 4.0 milik POCO.
  • Baterai 5000mAh dengan fast charging hanya 45W — kalah jauh dari 90W milik POCO, dan kapasitas lebih kecil 1000mAh.
  • Tidak ada jack audio 3.5mm dan tidak ada slot microSD.
  • Harga Samsung biasanya premium — value for money di segmen ini dipertanyakan.
  • Refresh rate 120Hz tapi touch sampling rate tidak disebutkan — kemungkinan standar, kurang responsif untuk gaming kompetitif.

POCO X7 Pro

✅ Kelebihan
  • Chipset MediaTek Dimensity 8400 dengan skor Antutu ~1.89 juta — performa jauh lebih tinggi, bahkan mendekati flagship tahun lalu.
  • GPU Immortalis G720 MC7 dengan skor GPU Antutu 566.102 — gaming berat jauh lebih lancar.
  • Baterai 6000mAh Si-Carbon dengan fast charging 90W — kapasitas besar dan pengisian super cepat.
  • Layar AMOLED 6.67 inci resolusi 1220 x 2712 (QHD) dengan refresh rate 120Hz, touch sampling 480Hz, dan peak brightness 3200 nits — spesifikasi layar superior.
  • Penyimpanan UFS 4.0 — kecepatan baca/tulis hampir dua kali lipat UFS 3.1.
  • Kamera utama 50MP Sony IMX882 dengan OIS + ultra-wide 8MP, plus slow motion 960fps.
  • Harga jauh lebih kompetitif untuk spesifikasi yang ditawarkan — value for money luar biasa.
  • Ada infrared blaster untuk remote universal — fitur niche tapi berguna.
  • Dolby Vision dan HDR10+ di layar — konsumsi konten premium lebih baik.
❌ Kekurangan
  • Dukungan software hanya 3 tahun update OS + 4 tahun security — jauh di bawah Samsung.
  • Build material: plastic + polyurethane, meskipun ada IP68 — terasa kurang premium dibanding Gorilla Glass Victus+ Samsung.
  • Bobot 195g dan ketebalan 8.3mm — lebih berat dan tebal dari Samsung.
  • Kamera selfie 20MP dengan sensor Omnivision OV20B — aperture f/2.2, tapi sensor size 1/4" dan pixel size 0.80µm — low-light selfie kurang optimal.
  • Tidak ada eSIM — hanya dual SIM fisik.
  • HyperOS 3.X (Android 16) — bloatware masih menjadi masalah di MIUI/HyperOS.
  • Tidak ada MST untuk Samsung Pay (tapi ini fitur spesifik Samsung).

Rekomendasi

POCO X7 Pro

POCO X7 Pro menang telak dalam hal performa, baterai, layar, dan value for money. Dengan skor Antutu ~1.89 juta (vs 1.36 juta Samsung), GPU 566K (vs 371K), baterai 6000mAh + 90W charging (vs 5000mAh + 45W), layar QHD 3200 nits (vs FHD+ 1900 nits), dan UFS 4.0 (vs UFS 3.1), POCO X7 Pro memberikan pengalaman penggunaan yang jauh lebih cepat, gaming lebih lancar, dan daya tahan baterai lebih lama. Satu-satunya keunggulan signifikan Samsung adalah dukungan software 6 tahun dan build material Gorilla Glass Victus+. Namun, untuk mayoritas pengguna yang menginginkan performa dan value terbaik di Oktober 2026, POCO X7 Pro adalah pilihan yang jauh lebih rasional. Kecuali Anda adalah pengguna Samsung ecosystem hardcore atau membutuhkan update software 6 tahun, POCO X7 Pro adalah pemenangnya.

Skor: 88/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Samsung
Samsung Galaxy A57 5G
POCO
POCO X7 Pro
Type
AMOLED
AMOLED
Density
385 ppi, High Density
446 ppi, Very high density
Diagonal
6.7",
6.67",
Resolution
1080 x 2340 px, FHD+
1220 x 2712 px, QHD
Aspect Ratio
19.5:9
20:9
Size
76.8 mm x 161.5 mm x 6.9 mm
75.2 mm x 160.7 mm x 8.3 mm
Colors
BlackBlueGrayViolet
—
Weight
179 g
195 g
Materials
Plastic, Corning Gorilla Glass Victus
Plastic, Polyurethane
Usable surface
89 %
88 %
Resistance certificates
IP68
IP68
Others
Hole-punch Notch, Refresh rate 120 Hz, Peak brightness - 1900 cd/m², Always-On Display, HDR10+, Scratch resistant, Corning Gorilla Glass Victus+, Multi-touch, Frameless, Max brightness HBM - 1200 cd/m², 2.5D curved glass screen, Capacitive
Hole-punch Notch, TÜV Rheinland Flicker-free Certified, Refresh rate 120 Hz, Touch sampling rate 480 Hz, Peak brightness - 3200 cd/m², 5000000:1 contrast ratio, TÜV Rheinland Eye Comfort Certification, HDR10+, Dolby Vision, Scratch resistant, Corning Gorilla Glass 7i, Multi-touch, Frameless, TÜV Low Blue Light, Brightnes 700 cd/m² (typ), Max brightness HBM - 1400 cd/m², DCI-P3, 12 Bits panel (10-bit +2-bit FRC), Capacitive