
Samsung Galaxy A37 5G
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Note Edge
- Layar AMOLED 6.78 inci dengan refresh rate 120Hz dan peak brightness 4500 nits โ salah satu yang tertinggi di kelasnya, sangat nyaman untuk outdoor
- Baterai jumbo 6500 mAh dengan fast charging 45W (50% dalam 27 menit) plus bypass charging untuk gaming
- Chipset MediaTek Dimensity 7100 (6nm) dengan skor AnTuTu total 750.153 โ sedikit lebih tinggi dari Samsung A37 5G
- Harga lebih kompetitif dengan spesifikasi layar dan baterai yang lebih unggul
- Desain tipis 7.2mm dan ringan 190g meski membawa baterai 6500 mAh
- Dukungan 3 major Android upgrades + Android 16 out of the box
- Stereo speaker, NFC, dan FM radio masih tersedia
- Material bodi masih plastik di semua sisi (front glass, plastic back, plastic frame) โ tidak ada perlindungan IP rating resmi
- Kamera utama hanya single 50MP tanpa ultrawide atau telephoto โ kurang fleksibel untuk fotografi serius
- Kamera selfie 13MP dan video maksimal hanya 1440p@30fps โ tertinggal dari kompetitor yang sudah 4K
- USB Type-C 2.0 dan tidak ada slot microSD
- Tidak ada eSIM, tidak ada WiFi 6 (hanya WiFi 5/ac)
- Samsung A37 5G menawarkan software support 6 tahun vs hanya 3 tahun di Infinix
Samsung Galaxy A37 5G
- Software support terbaik di kelasnya: 6 tahun update OS + 6 tahun security patch โ jauh melampaui Infinix
- Triple camera (50MP OIS + 8MP ultrawide + 5MP macro) dengan OIS, 4K video, dan fitur AI lengkap
- Sertifikasi IP68 โ tahan air dan debu, sesuatu yang tidak dimiliki Infinix Note Edge
- Layar AMOLED 6.7 inci dengan Gorilla Glass Victus+ dan HDR10+
- Chipset Exynos 1480 (4nm) dengan skor SoC AnTuTu 583.238 โ GPU Xclipse 530 jauh lebih kuat (221.241 vs 85.426)
- Konektivitas lengkap: WiFi 6, eSIM, MST, Bluetooth 5.4 dengan aptX Adaptive dan LDAC
- RAM LPDDR5X dan storage UFS 3.1 โ jauh lebih cepat dari standar Infinix
- Baterai hanya 5000 mAh vs 6500 mAh di Infinix โ daya tahan jelas kalah
- Harga jauh lebih mahal (Rp6.599.000) dibanding Infinix Note Edge yang positioning-nya lebih agresif
- Bobot lebih berat 196g dan bodi tetap plastik meski ada Gorilla Glass Victus+
- Fast charging 45W tapi kapasitas baterai lebih kecil โ kombinasi kurang ideal untuk power user
- Tidak ada FM radio dan tidak ada audio jack
- Refresh rate 120Hz tapi densitas piksel hanya 385 ppi vs 429 ppi Infinix โ layar Infinix lebih tajam
Rekomendasi
Meskipun harga Samsung Galaxy A37 5G lebih mahal (Rp6.599.000) dibanding Infinix Note Edge, Samsung menawarkan paket yang jauh lebih seimbang dan tahan lama. Kombinasi Exynos 1480 (4nm) dengan GPU Xclipse 530 (skor GPU 221.241 vs 85.426 milik Infinix) membuat A37 5G jauh lebih unggul untuk gaming dan tugas grafis berat. Ditambah lagi, dukungan software 6 tahun (vs 3 tahun Infinix), sertifikasi IP68, triple camera dengan OIS dan 4K video, WiFi 6, eSIM, serta RAM LPDDR5X + UFS 3.1 menjadikannya pilihan yang jauh lebih future-proof. Infinix Note Edge memang menang di baterai (6500 mAh) dan kecerahan layar (4500 nits peak), tapi untuk pengguna yang mencari smartphone jangka panjang dengan ekosistem lengkap, Samsung A37 5G adalah pilihan yang lebih rasional. Kecuali Anda benar-benar butuh baterai jumbo dan budget ketat, Samsung adalah pemenangnya.



