
Samsung Galaxy A57 5G
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Note 60 Pro
- Layar AMOLED 6.78 inci 144Hz dengan peak brightness 4500 nits dan PWM dimming 2304Hz โ spesifikasi layar yang jauh melampaui kelas harganya, sangat nyaman untuk gaming dan konsumsi konten HDR
- Baterai 6500 mAh (atau 6000 mAh tergantung varian) dengan fast charging 90W yang mengisi 50% dalam 16 menit, plus wireless charging 30W dan reverse wireless 5W โ kombinasi yang langka bahkan di flagship
- Chipset Snapdragon 7s Gen 4 (4nm) dengan skor AnTuTu total ~996.010 dan skor SoC 594.400 โ performa solid untuk kelas menengah, efisien untuk gaming sehari-hari
- Build quality premium: frame aluminium + back aluminium + Gorilla Glass 7i, dengan bobot hanya 201.7g dan ketebalan 7.4mm
- Fitur lengkap: NFC, eSIM, stereo speaker, FM radio, sensor heart rate & SpO2, Bypass Charging untuk gaming โ jarang ditemukan di satu perangkat
- Harga jauh lebih kompetitif dibanding Samsung di kelas yang sama
- USB Type-C 2.0 โ transfer data lambat, tidak ada USB 3.x di 2026 ini terasa ketinggalan
- Kamera ultrawide hanya 8 MP dan tidak ada lensa telephoto/macro โ fleksibilitas fotografi terbatas
- Selfie camera 13 MP tergolong standar, kalah resolusi dari Samsung (12 MP tapi sensor lebih baik)
- Hanya 3 major Android updates โ Samsung menawarkan 6 tahun, gap dukungan software sangat signifikan
- Tidak ada rating IP resmi โ tidak tahan air/debu, kontras dengan IP68 Samsung
- Tidak ada slot microSD โ meski storage internal 128GB/256GB, ekspansi tidak mungkin
- XOS 16 masih sering dikritik karena bloatware dan iklan sistem
Samsung Galaxy A57 5G
- Dukungan software terbaik di kelasnya: 6 tahun update OS + 6 tahun security patch โ nilai jual jangka panjang yang tidak dimiliki Infinix
- Rating IP68 โ tahan air dan debu, standar flagship yang jarang ada di kelas menengah
- Layar AMOLED 6.7 inci 120Hz dengan Gorilla Glass Victus+ dan HDR10+, brightness HBM 1200 nits
- Chipset Exynos 1680 (4nm) dengan skor AnTuTu total ~1.360.038 dan skor SoC 870.571 โ performa CPU/GPU jauh lebih tinggi dari Snapdragon 7s Gen 4
- Kamera utama 50 MP f/1.8 dengan OIS + ultrawide 8 MP + macro 5 MP, plus fitur Pro Video Mode, Night Mode, dan 2x2 OCL
- Konektivitas lengkap: Bluetooth 6.0, WiFi 6, NFC, MST (Samsung Pay), eSIM, dan dukungan band 5G yang sangat luas
- Bobot hanya 179g dan ketebalan 6.9mm โ lebih ringan dan tipis dari Infinix
- RAM LPDDR5X dan storage UFS 3.1 โ kecepatan baca/tulis lebih tinggi
- Baterai hanya 5000 mAh dengan fast charging 45W โ jauh kalah dari Infinix (6500 mAh + 90W)
- Tidak ada wireless charging sama sekali
- Tidak ada sensor heart rate, SpO2, atau FM radio
- Harga Rp 7.299.000 untuk 8GB/128GB โ jauh lebih mahal dari Infinix dengan spesifikasi baterai dan charging yang lebih rendah
- Tidak ada audio jack (sama seperti Infinix)
- Refresh rate 120Hz vs 144Hz Infinix โ minor, tapi tetap kalah di atas kertas
- Tidak ada slot microSD
Rekomendasi
Meskipun Infinix Note 60 Pro menang telak di departemen baterai (6500 mAh + 90W + wireless charging) dan layar (144Hz, 4500 nits peak), Samsung Galaxy A57 5G unggul secara fundamental di area yang paling menentukan kepuasan jangka panjang: performa chipset (Exynos 1680 dengan skor AnTuTu 1.360.038 vs 996.010 โ selisih ~36%), dukungan software 6 tahun vs 3 tahun, rating IP68, dan ekosistem konektivitas yang lebih matang (Bluetooth 6.0, MST, WiFi 6, band 5G lengkap). Untuk pengguna yang membeli smartphone untuk dipakai 3-4 tahun ke depan, investasi Rp 7.299.000 di Samsung jauh lebih rasional dibanding Infinix yang meski lebih murah, akan kehilangan update OS di tahun ke-4. Kemenangan Samsung adalah kemenangan jangka panjang, bukan sekadar spesifikasi di atas kertas.







