📑 Daftar Isi

Perbandingan Samsung Galaxy S26 Ultra, vivo iQOO 15 Ultra, dan POCO F8 Ultra dari depan dan belakang

Samsung S26 Ultra vs iQOO 15 Ultra vs POCO F8 Ultra: Perbandingan Flagship 2026

Terbit:
⏱10 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Display & Design: Samsung Galaxy S26 Ultra dan iQOO 15 Ultra sama-sama menawarkan layar 1440p dengan refresh rate tinggi, tetapi ada perbedaan penting. Samsung menggunakan Dynamic LTPO AMOLED 2X 6.9 inci (500 ppi, 120Hz, 2600 nits) dengan Gorilla Armor 2—panel LTPO memungkinkan refresh rate adaptif 1-120Hz yang lebih efisien. iQOO 15 Ultra memiliki AMOLED 6.85 inci (508 ppi, 144Hz, 8000 nits peak) yang lebih terang dan refresh rate lebih tinggi, tetapi tanpa LTPO. POCO F8 Ultra memiliki layar 6.9 inci 1200 x 2608 (416 ppi) 120Hz dengan 3500 nits—resolusi lebih rendah (QHD vs 1440p) dan densitas piksel jauh di bawah. Dari segi build, Samsung paling tipis (7.9 mm) dan paling ringan (214 g), iQOO paling berat (227 g) dan tebal (8.7 mm), POCO di tengah (218 g, 7.9 mm). Samsung dan POCO memiliki rating IP68, iQOO tidak menyebutkan rating IP. Samsung unggul di proteksi layar dan efisiensi LTPO; iQOO unggul di brightness dan refresh rate; POCO tertinggal di resolusi dan densitas. Performance: Ketiganya menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3nm), tetapi ada perbedaan clock dan benchmark. Samsung memiliki CPU 2x4.74 GHz (tertinggi), iQOO 2x4.6 GHz, POCO 2x4.61 GHz. Skor Antutu device: POCO tertinggi (3.668.860), disusul Samsung (3.548.336), dan iQOO tidak memiliki data Antutu device. Namun skor Antutu SoC: Samsung 2.449.060 (cpu 1.096.583, gpu 1.352.477), iQOO 2.449.060 (cpu 1.096.583, gpu 1.352.477)—identik karena chipset sama. POCO SoC juga 2.449.060. Perbedaan skor device POCO yang lebih tinggi kemungkinan dari optimasi memori (memScore 489.322 vs Samsung 415.475) dan UX (754.716 vs 706.923). Untuk gaming, GPU Adreno 840 di Samsung dan iQOO sama-sama 1.3 GHz, POCO 1.2 GHz—sedikit di bawah. RAM: iQOO menawarkan hingga 24GB, Samsung hingga 16GB, POCO 12GB. Storage: Samsung dan iQOO hingga 1TB, POCO 256GB. Secara praktis, performa ketiganya sangat dekat; POCO unggul di skor Antutu device, tetapi Samsung dan iQOO unggul di opsi RAM/storage dan clock CPU. Kamera: Ini adalah pembeda terbesar. Samsung Galaxy S26 Ultra memiliki quad-camera: 200 MP (f/1.4, 1/1.3", OIS) + 10 MP telephoto 3x + 50 MP periscope 5x + 50 MP ultrawide, dengan Laser AF, video 8K@24/30fps dan 4K@120fps. DxOMark kamera 157 dan selfie 142—tertinggi di antara ketiga. iQOO 15 Ultra: triple 50 MP (wide f/1.9 1/1.56", periscope 3x f/2.7, ultrawide f/2.1), video 8K@30fps, selfie 32 MP. POCO F8 Ultra: triple 50 MP (wide f/1.65 1/1.3", ultrawide f/2.4, telephoto 5x f/3.0 OIS), selfie 32 MP. Samsung unggul jauh di resolusi utama (200 MP vs 50 MP), aperture (f/1.4 vs f/1.65/f/1.9), dan fitur video (8K@30fps, 4K@120fps). iQOO dan POCO tidak memiliki skor DxOMark, sehingga kualitas tidak terverifikasi. Untuk selfie, iQOO dan POCO (32 MP) mengalahkan Samsung (12 MP) secara resolusi, tetapi Samsung memiliki dual pixel PDAF dan HDR10+. Secara keseluruhan, Samsung adalah yang terbaik untuk fotografi dan videografi profesional; iQOO dan POCO kompeten tetapi tidak sekelas Samsung. Baterai: iQOO 15 Ultra menang telak dengan 7400 mAh Si/C Li-Ion, 100W wired, 40W wireless, dan bypass charging. POCO F8 Ultra di posisi kedua: 6500 mAh Si-Carbon, 100W wired, wireless charging, 1000 siklus, runtime ~67 jam. Samsung Galaxy S26 Ultra paling lemah: 5000 mAh Li-Ion, 60W wired (75% dalam 30 menit), 25W wireless (Qi2.2), 4.5W reverse wireless. Dalam penggunaan nyata, iQOO bisa bertahan 1.5-2 hari, POCO 1.5 hari, Samsung 1 hari. Untuk pengguna berat, iQOO adalah pilihan jelas. Samsung unggul di reverse wireless dan Qi2.2, tetapi kapasitas dan kecepatan kalah. Software & Connectivity: Samsung unggul di software dengan Android 16 + One UI 8.5 dan 7 pembaruan OS besar—terpanjang di industri. iQOO (OriginOS 6) dan POCO (HyperOS 3.X) hanya 5 pembaruan OS. Untuk konektivitas, Samsung memiliki Wi-Fi 7 tri-band, Bluetooth 6.0, USB 3.2 DisplayPort 1.2, NFC, eSIM ganda. iQOO: Wi-Fi 7 dual-band, Bluetooth 5.4 (aptX Lossless, LHDC 5), USB 3.2 OTG, NFC, 5G band sangat luas. POCO: Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, NFC, infrared, eSIM, USB Host 3.1. Samsung unggul di Bluetooth 6.0 dan DisplayPort; iQOO unggul di band 5G; POCO unggul di infrared. Semua tidak memiliki jack 3.5mm dan radio FM. Secara keseluruhan, Samsung adalah paket paling lengkap untuk software dan konektivitas jangka panjang.
🏆 Pilihan Terbaik
Samsung Galaxy S26 Ultra

Samsung Galaxy S26 Ultra

Rp 22.249.000
Harga pasar
đŸ’Ÿ[object Object] / 256GB
đŸ“·200 MP
vivo iQOO 15 Ultra

vivo iQOO 15 Ultra

đŸ’Ÿ[object Object] / 256GB
đŸ“·50 MP
3.8M
POCO F8 Ultra

POCO F8 Ultra

⚡Antutu: 3.8M
đŸ’Ÿ12GB / 256GB
đŸ“·50 MP + 50 MP + 50 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Samsung Galaxy S26 Ultra

✅ Kelebihan
  • Layar Dynamic LTPO AMOLED 2X 6.9 inci dengan resolusi 1440 x 3120 piksel (~500 ppi), refresh rate 120Hz, HDR10+, dan puncak 2600 nits—salah satu layar terbaik di pasar, dilindungi Corning Gorilla Armor 2 dan Gorilla Glass Victus 2 di punggung.
  • Kamera paling serba bisa di kelasnya: quad-camera 200 MP (f/1.4, OIS) + 10 MP telephoto 3x + 50 MP periscope 5x + 50 MP ultrawide, plus Laser AF dan dukungan video 8K@24/30fps serta 4K@120fps. Skor DxOMark kamera 157 dan selfie 142 adalah yang tertinggi di antara ketiga produk.
  • Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan CPU 2x4.74 GHz—clock tertinggi di antara ketiga—dan skor Antutu device 3.548.336, cpuScore 1.058.739, gpuScore 1.367.199.
  • Dukungan software terpanjang: Android 16 dengan hingga 7 pembaruan OS besar dan One UI 8.5, plus jaminan update keamanan panjang.
  • Konektivitas paling lengkap: Wi-Fi 7 tri-band, Bluetooth 6.0, USB Type-C 3.2 dengan DisplayPort 1.2, NFC, dan dukungan eSIM ganda.
  • Build premium dengan frame aluminium, bobot 214 g, dan dimensi 163.6 x 78.1 x 7.9 mm—paling tipis di antara ketiga.
  • Fitur unik: S Pen (via aksesori), sensor barometer, dan ekosistem Samsung yang matang.
❌ Kekurangan
  • Baterai 5000 mAh adalah yang terkecil di antara ketiga, dengan pengisian 60W wired (75% dalam 30 menit) dan 25W wireless—tertinggal jauh dari iQOO 15 Ultra (100W/40W) dan POCO F8 Ultra (100W).
  • Harga paling mahal: Rp 22.249.000 untuk varian 256GB, jauh di atas POCO F8 Ultra yang hanya sekitar Rp 13 jutaan (€699.99).
  • RAM dasar 12GB, meski ada varian 16GB, masih kalah dari iQOO 15 Ultra yang menawarkan hingga 24GB.
  • Kamera selfie 12 MP hanya 4K@30/60fps, kalah resolusi dari iQOO 15 Ultra (32 MP) dan POCO F8 Ultra (32 MP).
  • Tidak ada jack audio 3.5mm dan tidak ada radio FM.
  • Bobot 214 g tergolong berat untuk ukuran flagship, meski masih lebih ringan dari iQOO 15 Ultra (227 g).

vivo iQOO 15 Ultra

✅ Kelebihan
  • Baterai terbesar: 7400 mAh Si/C Li-Ion, jauh melampaui Samsung (5000 mAh) dan POCO (6500 mAh). Dukungan 100W wired dan 40W wireless, plus bypass charging untuk gaming.
  • Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan CPU 2x4.6 GHz—hanya sedikit di bawah Samsung—dan skor Antutu SoC 2.449.060 (cpuScore 1.096.583, gpuScore 1.352.477).
  • RAM hingga 24GB dan storage hingga 1TB—opsi tertinggi di antara ketiga.
  • Layar AMOLED 6.85 inci 144Hz dengan resolusi 1440 x 3168 (~508 ppi), Dolby Vision, HDR10+, dan puncak 8000 nits—tertinggi di antara ketiga.
  • Kamera selfie 32 MP dengan video 4K@30/60fps, mengalahkan Samsung (12 MP).
  • Konektivitas 5G sangat luas (termasuk band 79, 80, 81, 83, 84, 89, 91-94) dan Bluetooth 5.4 dengan aptX Lossless, LHDC 5.
  • Harga lebih kompetitif dari Samsung (meski belum ada harga resmi Indonesia).
❌ Kekurangan
  • Kamera utama 50 MP (f/1.9, 1/1.56") secara hardware kalah dari Samsung 200 MP (f/1.4, 1/1.3")—detail dan low-light Samsung lebih unggul. Tidak ada skor DxOMark untuk memverifikasi.
  • Bobot 227 g—paling berat di antara ketiga, dan dimensi 163.7 x 76.8 x 8.7 mm paling tebal.
  • Dukungan software hanya 5 pembaruan OS besar (OriginOS 6), kalah dari Samsung (7) dan POCO (5 tahun update).
  • Tidak ada slot microSD, tidak ada jack audio 3.5mm, tidak ada radio FM.
  • Tidak ada informasi harga resmi Indonesia (effectivePrice null), sehingga sulit menilai value for money.
  • Tidak ada skor DxOMark kamera/selfie, sehingga kualitas kamera tidak terverifikasi secara objektif.
  • Tidak ada sensor barometer dan tidak ada DisplayPort seperti Samsung.

POCO F8 Ultra

✅ Kelebihan
  • Skor Antutu device tertinggi: 3.668.860 (cpuScore 1.057.853, gpuScore 1.366.969, memScore 489.322, uxScore 754.716)—mengalahkan Samsung S26 Ultra (3.548.336).
  • Baterai 6500 mAh Si-Carbon Li-Ion dengan 100W fast charging dan wireless charging—kombinasi kapasitas dan kecepatan terbaik setelah iQOO.
  • Harga jauh lebih murah: €699.99 (~Rp 13 juta) vs Samsung Rp 22,2 juta—selisih ~Rp 9 juta.
  • Layar AMOLED 6.9 inci 120Hz dengan Dolby Vision, HDR10+, peak 3500 nits, dan sertifikasi TÜV Rheinland.
  • Kamera utama 50 MP (Omnivision 950 LightHunter, f/1.65, 1/1.3") + 50 MP ultrawide + 50 MP telephoto 5x OIS—konfigurasi triple 50 MP yang solid.
  • Konektivitas sangat lengkap: Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, NFC, infrared, eSIM, USB Host 3.1, dan band 5G luas.
  • Build dengan aluminium alloy + glass, rating IP68/IP69, dan klaim 270 drops tanpa defect.
  • RAM 12GB LPDDR5X dan storage UFS 4.1—standar flagship 2026.
❌ Kekurangan
  • Kamera selfie 32 MP (Omnivision OV32D, f/2.0) tanpa OIS—cukup baik tapi tidak ada skor DxOMark untuk verifikasi.
  • Tidak ada skor DxOMark kamera, sehingga kualitas objektif tidak terukur.
  • Bobot 218 g dan dimensi 163.3 x 77.8 x 7.9 mm—cukup berat.
  • Dukungan software 5 tahun update OS, kalah dari Samsung (7 tahun).
  • Tidak ada jack audio 3.5mm dan tidak ada radio FM.
  • Chipset sama Snapdragon 8 Elite Gen 5, tapi clock CPU 4.61 GHz sedikit di bawah Samsung (4.74 GHz).
  • Tidak ada informasi harga resmi Indonesia (effectivePrice null).

Rekomendasi

Samsung Galaxy S26 Ultra

Samsung Galaxy S26 Ultra memenangkan perbandingan ini karena kombinasi kamera terbaik (DxOMark 157, quad 200 MP + 5x periscope), layar terbaik (LTPO AMOLED 2X 1440p, 2600 nits, Gorilla Armor 2), dukungan software terpanjang (7 pembaruan OS besar), dan konektivitas paling lengkap (Wi-Fi 7 tri-band, Bluetooth 6.0, USB 3.2 DisplayPort). Meskipun baterainya 5000 mAh (terkecil) dan harganya paling mahal (Rp 22,2 juta), keunggulan di kamera, software, dan ekosistem membuatnya pilihan terbaik untuk pengguna yang menginginkan flagship all-round tanpa kompromi. iQOO 15 Ultra unggul di baterai (7400 mAh) dan RAM (24GB), tetapi kamera dan software kalah. POCO F8 Ultra adalah value terbaik (Antutu tertinggi, harga termurah), tetapi kamera dan software masih di bawah Samsung.

Skor: 88/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Samsung
Samsung Galaxy S26 Ultra
vivo
vivo iQOO 15 Ultra
POCO
POCO F8 Ultra
Type
Dynamic LTPO AMOLED 2X, 120Hz, HDR10+, 2600 nits (peak)
AMOLED, 1B colors, 144Hz, PWM, Dolby Vision, HDR10+, HDR Vivid, 1000 nits (typ), 2600 nits (HBM), 8000 nits (peak)
AMOLED
Diagonal
6.9 inches, 115.9 cm2 (~90.7% screen-to-body ratio)
6.85 inches, 114.0 cm2 (~90.7% screen-to-body ratio)
6.9",
Protection
Corning Gorilla Armor 2, Mohs level 6
—
—
Resolution
1440 x 3120 pixels, 19.5:9 ratio (~500 ppi density)
1440 x 3168 pixels (~508 ppi density)
1200 x 2608 px, QHD
Build
Glass front (Corning Gorilla Armor 2), glass back (Gorilla Glass Victus 2), aluminum frame
—
—
Colors
BlackBlueGoldPinkSilverVioletWhite
BlackSilver
BlackBlue
Weight
214 g (7.55 oz)
227 g (8.01 oz)
218 g
Dimensions
163.6 x 78.1 x 7.9 mm (6.44 x 3.07 x 0.31 in)
163.7 x 76.8 x 8.7 mm (6.44 x 3.02 x 0.34 in)
—
Density
—
—
416 ppi, Very high density
Aspect Ratio
—
—
19.5:9
Size
—
—
77.8 mm x 163.3 mm x 7.9 mm
Materials
—
—
Aluminium alloy, Glass
Repairability
—
—
Class A B C D E
Usable surface
—
—
91 %
Drop resistance
—
—
Class A B C D E, 270 drops without defects
Resistance certificates
—
—
IP68, IP69
Others
—
—
Hole-punch Notch, TÜV Rheinland Flicker-free Certified, 60-120 Hz refresh rate, Refresh rate 120 Hz, Touch sampling rate 480 Hz, Peak brightness - 3500 cd/mÂČ, Always-On Display, TÜV Rheinland Eye Comfort Certification, HDR10+, Dolby Vision, Scratch resistant, Multi-touch, Frameless, TUV Rheinland Low Blue Light, TÜV Rheinland Full Care Display 3.0 Cer, DCI-P3, DC dimming, sRGB standard, 12 Bits panel (10-bit +2-bit FRC), Capacitive