📑 Daftar Isi

Perbandingan Oppo A6x vs Realme C100x menampilkan kedua smartphone dari depan dan belakang dengan spesifikasi utama

Oppo A6x vs Realme C100x: Duel HP 3 Jutaan 2026

Terbit:
âąī¸11 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Perbandingan Oppo A6x vs Realme C100x di segmen Rp3,4-3,8 jutaan pada September 2026 menghadirkan ironi menarik: produk yang lebih murah justru menang di satu parameter (baterai), tapi kalah telak di hampir semua aspek fundamental lainnya. Mari kita bedah satu per satu. Dari sisi Display & Design, keduanya memakai IPS LCD 120Hz dengan resolusi 720 x 1570 — sebuah keputusan yang cukup mengecewakan di 2026, karena 1080p sudah seharusnya jadi standar di harga ini. Oppo A6x punya layar 6.75 inci dengan 256 ppi dan peak brightness 1125 nits, sementara Realme C100x sedikit lebih besar di 6.8 inci (254 ppi) tapi hanya 900 nits HBM. Selisih 225 nits ini signifikan — di bawah sinar matahari langsung, layar Oppo A6x jauh lebih mudah dibaca. Realme C100x menang di proteksi layar dengan ArmorShell glass Mohs level 5, sementara Oppo A6x tidak menyebutkan proteksi spesifik. Bodi keduanya plastik semua (frame + back), dengan Oppo A6x sedikit lebih ringan (212g vs 219g) meski keduanya sama-sama tebal 8.6mm. Rasio screen-to-body Realme sedikit lebih baik (86.8% vs 85.2%) berkat bezel lebih tipis. Di sektor Performance, ini bukan pertandingan — ini pembantaian. Oppo A6x ditenagai MediaTek Dimensity 6300 (6nm TSMC) dengan skor Antutu SoC 264.289 (CPU 218.143 + GPU 46.146), GPU Mali-G57 MC2. Realme C100x memakai Unisoc T7250 (12nm) — chipset yang bahkan tidak memiliki skor Antutu publik di database, yang biasanya berarti performanya terlalu rendah untuk layak di-benchmark secara kompetitif. CPU-nya hanya Cortex-A75 1.8GHz + A55 1.6GHz, dengan GPU Mali-G57 MP1 (single core!). Implikasi praktisnya: Oppo A6x bisa menjalankan game seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile di setting medium dengan frame stabil, sementara Realme C100x akan struggle bahkan di setting low. Untuk multitasking dan aplikasi sehari-hari, selisih responsivitas terasa jelas. Proses manufaktur 12nm vs 6nm juga berarti Unisoc T7250 jauh lebih boros daya — ironis karena Realme C100x punya baterai lebih besar. Baterai adalah satu-satunya area di mana Realme C100x benar-benar menang. Kapasitas 8000 mAh Si/C Li-Ion vs 6500 mAh Oppo A6x — selisih 1500 mAh atau 23% lebih besar. Ditambah fast charging 45W (45W PPS, 13.5W PD) yang jelas spesifikasinya, sementara Oppo A6x hanya menyebut "wired" tanpa watt — kemungkinan besar 10-18W saja. Realme C100x juga mendukung reverse wired charging. Tapi ada catatan penting: chipset 12nm Unisoc T7250 yang boros daya akan menggerus keunggulan 1500 mAh tersebut. Dalam skenario pemakaian berat (gaming, hotspot), Realme C100x mungkin hanya unggul 15-20% dalam daya tahan, bukan 23% sesuai kapasitas. Untuk pemakaian ringan (chat, browsing, video), barulah keunggulan 8000 mAh terasa penuh — bisa 2-3 hari tanpa charging. Connectivity adalah titik di mana Realme C100x benar-benar terjungkal. Tidak ada 5G sama sekali — hanya GSM/HSPA/LTE. Di September 2026, ini keputusan yang sulit dimaafkan untuk device yang dijual di harga Rp3,4 jutaan. Operator di Indonesia (Telkomsel, Indosat, XL) sudah agresif menggelar 5G di kota-kota besar, dan membeli HP tanpa 5G di 2026 berarti kamu membeli device yang sudah usang untuk 3-4 tahun ke depan. Oppo A6x mendukung 5G lengkap (SA/NSA) dengan band 1,2,3,5,7,8,12,20,26,28,38,40,41,48,66,71,77,78 — sangat luas. Bluetooth juga: Oppo A6x pakai 5.4 + aptX HD, Realme C100x hanya 5.2 tanpa aptX HD. WiFi keduanya sama (802.11 a/b/g/n/ac dual-band), USB Type-C 2.0 + OTG, NFC market-dependent. Untuk navigasi, Oppo A6x mendukung QZSS (Jepang) sementara Realme C100x mendukung BDS (China) — keduanya setara secara praktis. Software dan Kamera juga condong ke Oppo A6x, meski dengan catatan. Oppo A6x menjalankan Android 15 + ColorOS 15, sementara Realme C100x menjalankan Android 16 polos (kemungkinan Realme UI versi ringan). Android 16 lebih baru, tapi ColorOS 15 memiliki ekosistem fitur yang lebih matang dan kebijakan update yang lebih jelas dari Oppo. Untuk kamera, keduanya nyaris identik di atas kertas: 50 MP f/1.8 wide + auxiliary lens (tidak ada ultrawide/telephoto), selfie 5 MP f/2.2. Bedanya, Oppo A6x bisa rekam video 1080p@30/60fps di kamera belakang dan 1080p@30fps di depan, sementara Realme C100x hanya 1080p@30fps belakang dan 720p@30fps depan — kualitas video selfie Realme C100x benar-benar buruk. Tidak ada DxOMark score untuk keduanya, yang biasanya berarti kamera kelas entry yang tidak layak diuji secara profesional. Untuk foto siang hari, keduanya bisa diandalkan; untuk low light, keduanya akan struggle. Kesimpulan akhir: Oppo A6x adalah pemenang jelas dengan skor 78/100. Ia menang di performa (2-3x lebih cepat), konektivitas (5G vs LTE), layar (1125 nits vs 900 nits), Bluetooth (5.4 + aptX HD vs 5.2), dan fleksibilitas penyimpanan (varian 8GB RAM). Realme C100x hanya menang di baterai (8000 mAh vs 6500 mAh) dan fast charging (45W vs tidak jelas), plus harga lebih murah Rp400.000 dan Android 16. Tapi mengorbankan 5G dan performa chipset hanya demi baterai lebih besar dan hemat Rp400.000 adalah trade-off yang buruk di 2026. Realme C100x cocok hanya untuk pengguna yang benar-benar tidak butuh 5G (misalnya di area pedesaan dengan coverage 5G minim) dan mengutamakan daya tahan baterai di atas segalanya. Untuk 90% pengguna lain, Oppo A6x adalah pilihan yang jauh lebih bijak dan future-proof.
🏆 Pilihan Terbaik
Oppo A6x

Oppo A6x

Rp 3.799.000
Harga pasar
💾[object Object] / 128GB
📷50 MP
Realme C100x

Realme C100x

Rp 3.399.000
Harga pasar
💾[object Object] / 128GB
📷50 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Oppo A6x

✅ Kelebihan
  • Layar IPS LCD 120Hz dengan peak brightness 1125 nits — jauh lebih terang dari rival, nyaman dipakai di bawah matahari langsung
  • Chipset MediaTek Dimensity 6300 (6nm) dengan skor SoC Antutu 264.289 — CPU 218.143 dan GPU 46.146, performa kelas menengah sejati
  • Dukungan 5G lengkap (sub-6 GHz, SA/NSA) dengan band yang luas — siap pakai sampai beberapa tahun ke depan
  • Bluetooth 5.4 + aptX HD, standar konektivitas paling baru di kelasnya
  • Dukungan microSDXC terpisah (bukan hybrid) dan tersedia varian RAM hingga 8GB/256GB
  • Baterai 6.500 mAh dengan reverse wired charging 5W — bisa jadi powerbank darurat
  • Software ColorOS 15 berbasis Android 15 dengan update kebijakan yang jelas
  • Bodi 8.6mm tipis dengan bobot 212g — relatif seimbang untuk baterai jumbo
❌ Kekurangan
  • Resolusi layar hanya 720 x 1570 (256 ppi) — teks terlihat kurang tajam dibanding kompetitor sekelas
  • Kamera selfie 5 MP dengan video 1080p@30fps — kualitas foto selfie rendah cahaya sangat terbatas
  • Kamera utama hanya 50 MP + lensa auxiliary (tidak ada ultrawide atau telephoto) — fleksibilitas fotografi minim
  • Tidak ada informasi fast charging yang jelas — hanya disebut wired, tanpa watt spesifik (kemungkinan 10-18W)
  • Chipset Dimensity 6300 kalah dari beberapa rival di kelas harga Rp3,7 jutaan yang sudah pakai SoC lebih baru
  • Bobot 212g terasa berat untuk penggunaan satu tangan dalam waktu lama

Realme C100x

✅ Kelebihan
  • Baterai Si/C Li-Ion 8000 mAh — kapasitas terbesar di kelasnya, tahan 2-3 hari pemakaian normal
  • Fast charging 45W wired (45W PPS, 13.5W PD) — pengisian jauh lebih cepat dari Oppo A6x
  • Layar 6.8 inci dengan rasio screen-to-body 86.8% — area tampilan lebih luas
  • Proteksi layar ArmorShell glass dengan rating Mohs level 5 — lebih tahan gores
  • Harga lebih murah Rp400.000 (Rp3.399.000 vs Rp3.799.000)
  • Software Android 16 — versi OS paling baru di antara keduanya
  • Desain warna Golden Coast dan Deepblue Tides terlihat premium untuk kelas entry
❌ Kekurangan
  • TIDAK ADA dukungan 5G sama sekali — hanya LTE. Ini fatal untuk device yang dirilis 2026
  • Chipset Unisoc T7250 (12nm) — proses manufaktur lawas, efisiensi daya buruk, performa CPU/GPU jauh di bawah Dimensity 6300
  • GPU Mali-G57 MP1 (single core) — gaming berat hampir mustahil
  • Peak brightness hanya 900 nits (HBM) — kalah 225 nits dari Oppo A6x
  • Resolusi layar 720 x 1570 (254 ppi) — bahkan lebih rendah dari Oppo A6x
  • Bluetooth 5.2 tanpa aptX HD — konektivitas audio tertinggal
  • Tidak ada informasi varian RAM 8GB — maksimal hanya 6GB
  • Selfie camera 5 MP dengan video 720p@30fps — kualitas video selfie sangat rendah
  • Bobot 219g — lebih berat dari Oppo A6x meski tanpa 5G
  • Tidak ada skor Antutu SoC yang tersedia — indikasi performa tidak dioptimalkan

Rekomendasi

Oppo A6x

Oppo A6x unggul telak di hampir semua parameter krusial. Chipset Dimensity 6300 (6nm) dengan skor SoC Antutu 264.289 mengalahkan Unisoc T7250 (12nm) yang bahkan tidak punya skor benchmark publik — selisih performa CPU/GPU bisa 2-3x lipat. Dukungan 5G lengkap dengan band luas membuat Oppo A6x relevan hingga 2029+, sementara Realme C100x hanya LTE yang sudah mulai ditinggalkan operator di banyak negara. Layar Oppo A6x juga lebih terang (1125 nits vs 900 nits) dan Bluetooth 5.4 + aptX HD lebih future-proof. Meskipun Realme C100x menang di kapasitas baterai (8000 mAh vs 6500 mAh) dan fast charging (45W vs tidak jelas), keunggulan tersebut tidak cukup mengompensasi keterbatasan fundamental: tidak ada 5G, chipset 12nm yang boros daya, dan GPU single-core. Untuk harga selisih Rp400.000, Oppo A6x memberikan nilai jangka panjang yang jauh lebih baik. Realme C100x hanya cocok untuk pengguna yang benar-benar butuh baterai 2-3 hari dan tidak peduli 5G sama sekali — segmen yang semakin sempit di 2026.

Skor: 78/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Oppo
Oppo A6x
Realme
Realme C100x
Type
IPS LCD, 120Hz, 1125 nits (peak)
IPS LCD, 120Hz, 900 nits (HBM)
Diagonal
6.75 inches, 111.4 cm2 (~85.2% screen-to-body ratio)
6.8 inches, 113.0 cm2 (~86.8% screen-to-body ratio)
Resolution
720 x 1570 pixels, 19.5:9 ratio (~256 ppi density)
720 x 1570 pixels, 19.5:9 ratio (~254 ppi density)
Build
Glass front, plastic frame, plastic back
Glass front, plastic frame, plastic back
Colors
PlumPurpleViolet
—
Weight
212 g (7.48 oz)
219 g (7.72 oz)
Dimensions
166.6 x 78.5 x 8.6 mm (6.56 x 3.09 x 0.34 in)
166.5 x 78.2 x 8.6 mm (6.56 x 3.08 x 0.34 in)
Protection
—
ArmorShell glass, Mohs level 5