Dalam membandingkan POCO C85 dan Samsung Galaxy A07 4G, kita melihat pertarungan antara 'gaya' dan 'substansi'. POCO C85 mencoba memikat mata dengan layar 6.9 inci berkecepatan 120 Hz, namun resolusi HD+ pada layar sebesar itu menghasilkan densitas piksel yang menyedihkan, yaitu 254 ppi. Sebaliknya, Samsung A07 tetap pada resolusi HD+ namun di ukuran 6.7 inci yang sedikit lebih padat. Secara desain, Samsung lebih unggul dalam portabilitas dengan bobot 184g dibandingkan POCO yang mencapai 211g, yang mungkin akan membuat pergelangan tangan Anda pegal saat digunakan berlama-lama.
Sektor performa adalah tempat di mana POCO C85 benar-benar tertinggal. Menggunakan Helio G81 Ultra (12nm), POCO hanya mencetak skor Antutu 262.000, yang sangat medioker untuk tahun 2026. Samsung A07 dengan Helio G99 (6nm) mencatat skor 416.900, selisih performa yang cukup signifikan untuk multitasking. Penggunaan eMMC 5.1 pada kedua perangkat adalah sebuah lelucon teknologi di tahun 2026, namun setidaknya Samsung memberikan efisiensi termal yang lebih baik berkat fabrikasi 6nm-nya.
Untuk urusan daya, POCO C85 memang unggul dengan 6000 mAh, namun pengisian 33W-nya akan terasa sangat lambat untuk mengisi kapasitas sebesar itu. Samsung dengan 5000 mAh dan 25W charging adalah standar yang bisa diterima, meski tetap tidak impresif. Keunggulan POCO pada NFC dan RAM 6GB sedikit teredam oleh fakta bahwa RAM tersebut masih bertipe LPDDR4X yang lambat, dan chipsetnya kemungkinan besar akan kesulitan mengolah UI HyperOS 2.X dengan mulus.
Dari sisi software, Samsung memberikan komitmen update keamanan selama 3 tahun, satu tahun lebih lama dari POCO. Ini krusial untuk menjaga keamanan data di masa depan. Kamera keduanya menggunakan sensor utama 50MP yang identik (Samsung S5KJN1), namun hasil akhirnya tetap bergantung pada pemrosesan ISP chipset. Tanpa dukungan AI yang mumpuni, jangan berharap banyak pada kualitas foto keduanya di kondisi minim cahaya.
Sebagai kesimpulan, jika Anda memilih POCO, Anda membeli spesifikasi angka di atas kertas (layar 120Hz, baterai 6000 mAh). Namun jika Anda memilih Samsung, Anda membeli pengalaman penggunaan yang lebih stabil dan dukungan jangka panjang yang lebih masuk akal. Saran saya: jangan tergiur dengan angka 120Hz jika chipsetnya tidak mampu mengejar 'kecepatan' tersebut.
Kelebihan dan Kekurangan
POCO C85
✅ Kelebihan
- Baterai jumbo 6000 mAh yang sangat awet
- Layar 120 Hz memberikan pengalaman scrolling yang mulus
- Kapasitas penyimpanan lebih lega (128 GB)
- Sudah dilengkapi NFC untuk kemudahan transaksi
❌ Kekurangan
- Performa chipset Helio G81 Ultra sangat tertinggal (Skor Antutu hanya 262k)
- Masih menggunakan tipe penyimpanan eMMC 5.1 yang lambat
- Resolusi layar HD+ di ukuran 6.9 inci membuat kerapatan piksel rendah (254 ppi)
- Material plastik terasa murah
Samsung Galaxy A07 4G
✅ Kelebihan
- Performa jauh lebih stabil berkat Helio G99 (Skor Antutu 416k)
- Efisiensi daya lebih baik dengan fabrikasi 6nm
- Desain lebih ringkas dan ringan (184g)
- Dukungan update keamanan lebih panjang (3 tahun)
❌ Kekurangan
- Tidak memiliki NFC
- RAM hanya 4 GB, terasa sesak untuk standar 2026
- Storage internal hanya 64 GB
- Tidak ada sensor sidik jari (sangat aneh untuk standar masa kini)
Rekomendasi
Samsung Galaxy A07 4G
Meskipun kalah di fitur 'kemewahan' seperti NFC dan kapasitas baterai, Samsung Galaxy A07 4G menang telak di otak pemrosesan. Helio G99 memberikan performa 59% lebih tinggi (416k vs 262k) dibanding POCO C85. Bagi pengguna yang mementingkan kelancaran sistem jangka panjang, performa dan dukungan software Samsung jauh lebih berharga daripada layar 120Hz yang dipaksakan pada chipset lemah.
Skor: 78/100

