Kelebihan dan Kekurangan
Xiaomi 17
- Baterai 7000 mAh Si-Carbon Li-Ion dengan fast charging 100W dan wireless charging, daya tahan ~64 jam — juara kelas berat
- Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3nm) dengan skor Antutu 4.027.702, performa gaming dan multitasking gila-gilaan
- Layar AMOLED LTPO 6.31 inci QHD+ (1200x2656 px, 462 ppi) dengan refresh rate 1-120Hz, peak brightness 3500 cd/m², dan PWM 2160Hz — nyaman di mata
- Kamera utama 50MP (Omnivision 950 LightHunter) dengan aperture f/1.69, sensor 1/1.3", OIS, dan dukungan 8K video serta slow motion 1920fps
- Konektivitas lengkap: WiFi 7, Bluetooth 5.4 LE, NFC, Infrared, USB Host 3.1, dan dual-band 5G yang sangat luas
- Desain premium dengan material aluminium alloy, keramik, titanium, dan sertifikasi IP68/IP69 — tahan banting
- Tidak ada slot microSD — penyimpanan 512GB sudah cukup, tapi power user mungkin protes
- Tidak ada audio jack 3.5mm — sudah jadi tren, tapi masih menyebalkan bagi pengguna wired headset
- Bobot 191 gram terbilang ringan untuk ukuran baterai sebesar itu, tapi masih terasa padat di saku
- Kamera ultrawide 50MP (OV50M) dengan aperture f/2.4 dan pixel size 0.61µm — kurang optimal di kondisi low-light
- Software update hanya 5 tahun OS + 5 tahun security — cukup baik, tapi kalah dari Samsung atau Google yang menawarkan 7 tahun
Huawei Mate 80 Pro
- Kamera utama 50MP dengan aperture variabel f/1.4-4.0 — fleksibilitas luar biasa untuk berbagai kondisi cahaya
- Kamera telephoto 48MP dengan OIS dan 4x optical zoom (100x digital zoom) — zoom quality solid
- Layar OLED 6.75 inci QHD+ (1280x2832 px, 460 ppi) dengan LTPO 1-120Hz dan dual edge design — imersif dan premium
- Baterai 5750 mAh Li-Polymer dengan fast charging 100W dan wireless charging 80W — pengisian nirkabel tercepat di kelasnya
- Bluetooth 6.0 — generasi terbaru, lebih hemat daya dan latency lebih rendah
- Sertifikasi IP68/IP69 dan material aluminium alloy + Kunlun Glass gen2 — durabilitas tinggi
- Chipset Kirin 9030 (5nm) dengan skor Antutu ~1.700.000 — performa kalah telak dari Snapdragon 8 Elite Gen 5 (4 juta+), terutama di gaming berat
- Tidak ada layanan Google (GMS) — HarmonyOS 6.0 masih menggunakan HMS, aplikasi Google harus sideload dan tidak selalu stabil
- Software update tidak jelas — HarmonyOS 6.0 tidak transparan soal kebijakan update jangka panjang
- Konektivitas 5G terbatas — band 5G yang didukung lebih sedikit dibanding Xiaomi 17, dan ada keterbatasan di pasar global
- Bobot 219 gram — lebih berat dari Xiaomi 17 (191g), membuatnya kurang nyaman untuk penggunaan satu tangan
- Tidak ada informasi soal fast charging cycle life — Xiaomi sudah menyebut 1000 cycles, Huawei diam seribu bahasa
Rekomendasi
Xiaomi 17 unggul di hampir semua lini yang penting bagi pengguna mainstream dan power user: performa chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 (skor Antutu 4.027.702 vs ~1.700.000) memberikan pengalaman gaming dan multitasking yang jauh lebih mulus; baterai 7000 mAh dengan daya tahan ~64 jam dan fast charging 100W mengalahkan kapasitas 5750 mAh Mate 80 Pro; layar AMOLED LTPO 6.31 inci dengan peak brightness 3500 cd/m² dan PWM 2160Hz lebih unggul untuk kenyamanan mata; konektivitas lengkap dengan WiFi 7, Bluetooth 5.4, dan dukungan 5G global yang lebih luas; serta dukungan software Android 16 dengan update 5 tahun yang jelas. Huawei Mate 80 Pro memang unggul di kamera dengan aperture variabel dan zoom 100x, serta Bluetooth 6.0, tetapi kekurangan layanan Google dan performa chipset yang tertinggal membuatnya kurang kompetitif untuk pasar global pada Mei 2026. Skor: 88/100 untuk Xiaomi 17 vs 72/100 untuk Huawei Mate 80 Pro.






