Dalam pertarungan antara Tecno Pova 7 5G dan Infinix Hot 60 Pro+, kita melihat dua filosofi desain yang berseberangan. Tecno memprioritaskan fungsi dan performa dengan menanamkan Dimensity 7300 Ultra (4nm) yang mencetak skor Antutu 710.000, sementara Infinix terjebak dalam estetika dengan Helio G200 yang hanya mencapai 465.122 poin. Perbedaan performa hampir 53% ini membuat Infinix terasa seperti ponsel yang 'cantik tapi lambat', terutama saat menjalankan aplikasi berat atau multitasking modern.
Sektor layar menjadi ironi tersendiri. Infinix Hot 60 Pro+ memanjakan mata dengan panel AMOLED QHD 144Hz dan kecerahan puncak 4500 nits yang impresif, jauh melampaui LCD IPS pada Tecno Pova 7 5G yang hanya memiliki kecerahan 900 nits. Namun, kecantikan layar Infinix tertahan oleh keterbatasan chipsetnya dalam memproses frame rate tinggi secara konsisten. Tecno, meski layarnya lebih 'kuno', memberikan kenyamanan lewat baterai 6000 mAh yang lebih awet dibandingkan 5160 mAh milik Infinix.
Konektivitas dan fitur tambahan juga menunjukkan perbedaan arah. Infinix menawarkan sertifikasi IP65 yang membuat ponselnya tahan cipratan air, namun mereka justru menghilangkan slot microSD dan jack audio. Di sisi lain, Tecno tetap mempertahankan slot ekspansi memori dan memberikan fitur wireless charging 30W, sebuah kemewahan yang jarang ditemukan pada segmen harga menengah. Ini adalah bukti bahwa Tecno memahami kebutuhan pengguna praktis, sementara Infinix mencoba mengejar gaya hidup premium.
Dalam hal fotografi, Infinix Hot 60 Pro+ unggul secara teknis berkat penggunaan sensor Sony IMX882 (f/1.6) yang lebih andal untuk kondisi minim cahaya dibanding setup kamera Tecno yang masih misterius sensornya. Namun, absennya gyroscope pada Tecno Pova 7 5G adalah kesalahan fatal bagi mereka yang gemar bermain game shooter atau membutuhkan stabilisasi video yang mumpuni. Pada akhirnya, jika Anda mencari performa murni dan daya tahan baterai, Tecno adalah pemenangnya. Namun, jika Anda hanya ingin ponsel yang terlihat mewah di atas meja kafe, Infinix adalah pilihan yang tidak bisa didebat.
465K
Infinix Hot 60 Pro+
Rp 2.999.000
Harga pasar
⚡Antutu: 465K
💾8GB / 256GB
📷50 MP + 0.8 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Tecno Pova 7 5G
✅ Kelebihan
- Performa chipset Dimensity 7300 Ultra jauh lebih kencang (Antutu 710k)
- Kapasitas baterai jumbo 6000 mAh
- Dukungan pengisian daya wireless 30W yang jarang ada di kelasnya
- Layar 144Hz yang sangat responsif
❌ Kekurangan
- Masih menggunakan panel LCD IPS, terlihat ketinggalan zaman
- Absennya sensor Gyroscope (penting untuk stabilisasi kamera dan gaming)
- Resolusi layar hanya FHD+
- Material bodi polikarbonat terasa kurang premium
Infinix Hot 60 Pro+
✅ Kelebihan
- Layar AMOLED QHD 144Hz dengan peak brightness 4500 nits yang memukau
- Desain sangat tipis (6.0 mm) dan ringan (155g)
- Penyimpanan internal 256GB dengan teknologi UFS 2.2
- Sertifikasi IP65 untuk ketahanan debu dan air
- Sensor kamera Sony IMX882 dengan aperture f/1.6
❌ Kekurangan
- Performa chipset Helio G200 sangat lemah (Antutu hanya 465k)
- Tidak ada slot microSD untuk ekspansi storage
- Baterai lebih kecil (5160 mAh) dibanding kompetitor
Rekomendasi
Tecno Pova 7 5G
Meskipun Infinix menang telak di sektor layar dan desain, Tecno Pova 7 5G adalah 'smartphone' yang sesungguhnya karena performa chipset yang jauh lebih superior (selisih skor Antutu ~245.000 poin). Untuk penggunaan jangka panjang, chipset Dimensity 7300 Ultra adalah investasi yang lebih masuk akal dibanding Helio G200 yang sudah terasa 'berdebu' di tahun 2026.
Skor: 82/100

