Dalam perbandingan teknis Mei 2026 ini, Galaxy S25 FE dan A57 5G menyasar segmen yang sangat berbeda. Dari sisi performa, Exynos 2400 pada S25 FE menghancurkan Exynos 1680 milik A57 dengan skor AnTuTu 1.600.000 berbanding 1.120.000. Perbedaan ini bukan sekadar angka di atas kertas; S25 FE menggunakan arsitektur Deca-Core dengan clock speed mencapai 3.21 GHz, menjadikannya jauh lebih relevan untuk gaming berat dan pemrosesan AI dibandingkan A57 yang hanya Octa-Core 2.9 GHz.
Sektor kamera menjadi pembeda paling krusial. S25 FE dibekali konfigurasi lensa telephoto 8MP dengan 3x optical zoom dan kemampuan rekam 8K, sebuah fitur yang absen di A57. A57 terjebak dalam konfigurasi 'triple camera' standar dengan makro 5MP yang seringkali hanya menjadi pajangan. Selain itu, S25 FE menggunakan sensor GN3 1/1.57" yang memberikan performa low-light lebih unggul dibanding sensor standar pada A57.
Display kedua perangkat sebenarnya setara di angka 6.7 inci FHD+ dengan kecerahan puncak 1900 nits. Namun, S25 FE unggul dalam efisiensi berkat teknologi Dynamic AMOLED 2X dengan refresh rate adaptif 1-120 Hz, sedangkan A57 meski 120Hz, tidak memiliki fleksibilitas adaptif yang sama. Ini berimplikasi langsung pada manajemen daya, di mana S25 FE lebih cerdas dalam menghemat baterai saat menampilkan konten statis.
Konektivitas menjadi tamparan keras bagi A57. Dengan port USB 3.2, S25 FE menawarkan kecepatan transfer data yang jauh lebih cepat dibandingkan port USB 2.0 pada A57. Ditambah dengan dukungan WiFi 6E dan navigasi GPS L1+L5, S25 FE jelas diposisikan sebagai perangkat yang lebih 'pro'. A57 mungkin memiliki RAM 12GB yang menggiurkan, namun percuma jika bottleneck pada kecepatan transfer data dan chipset yang lebih lemah menghambat alur kerja Anda.
Secara software, Samsung memberikan dukungan yang sangat royal. A57 menang tipis dengan janji 6 tahun OS update, sementara S25 FE mendapatkan 4 tahun OS dan 7 tahun security update. Pilihan ini bergantung pada apakah Anda lebih mementingkan umur panjang sistem operasi atau performa hardware yang tidak akan 'ngos-ngosan' dalam 3 tahun ke depan. Jika Anda menginginkan performa jangka panjang, S25 FE adalah pemenangnya.
1.1M
Samsung Galaxy A57 5G
Rp 8.299.000
Harga pasar
⚡Antutu: 1.1M
💾12GB / 256GB
📷50 MP + 8 MP + 5 MP
🏆 Pilihan Terbaik
1.6M
Samsung Galaxy S25 FE
Rp 8.999.000
Harga pasar
⚡Antutu: 1.6M
💾8GB / 128GB
📷50 MP + 13 MP + 8 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy A57 5G
✅ Kelebihan
- RAM besar 12GB LPDDR5X untuk multitasking lancar
- Dukungan update software sangat panjang (6 tahun OS & Security)
- Material bodi lebih ringan (179g) dan tipis (6.9mm)
- Lebih terjangkau dengan kapasitas storage 256GB
❌ Kekurangan
- Chipset Exynos 1680 kalah jauh di performa benchmark (1,12jt vs 1,6jt)
- Tidak memiliki lensa telephoto
- Konektivitas masih menggunakan USB 2.0 (lambat untuk transfer data)
- Bluetooth 6.0 terkesan overkill untuk kelas menengah
Samsung Galaxy S25 FE
✅ Kelebihan
- Performa jauh lebih kencang dengan Exynos 2400 (skor AnTuTu 1,6 juta)
- Sistem kamera lebih lengkap dengan lensa telephoto 8MP (3x Optical Zoom)
- Konektivitas superior dengan USB 3.2 dan WiFi 6E
- Dynamic AMOLED 2X dengan refresh rate adaptif (1-120Hz)
❌ Kekurangan
- RAM hanya 8GB, terasa pelit untuk ponsel di kelas harga ini
- Storage internal hanya 128GB, sangat terbatas untuk standar 2026
- Lebih berat dan lebih tebal dibanding A57 5G
- Harga lebih mahal dengan kapasitas penyimpanan lebih kecil
Rekomendasi
Samsung Galaxy S25 FE
Meskipun RAM dan storage lebih kecil, Exynos 2400 dan keberadaan lensa telephoto memberikan nilai 'flagship' yang tidak bisa dikejar A57. A57 hanyalah ponsel 'aman' untuk penggunaan harian, sedangkan S25 FE adalah alat kerja dan kreasi yang jauh lebih kapabel.
Skor: 88/100




