
Oppo Reno14
Kelebihan dan Kekurangan
Oppo Reno14
- Layar AMOLED 6.59 inci 1.5K (1256 x 2760 piksel, ~460 ppi) dengan refresh rate 120Hz, HDR10+, dan PWM dimming 3840Hz โ jauh lebih tajam dan nyaman di mata dibanding Reno15 F
- Chipset MediaTek Dimensity 8350 (4nm TSMC) dengan skor AnTuTu SoC 807.642 โ performa CPU/GPU hampir 2.2x lebih tinggi dari Reno15 F
- Kamera telephoto 50 MP dengan OIS dan 3.5x optical zoom โ satu-satunya di kelas ini yang punya telefoto sungguhan
- Rekaman video 4K@60fps untuk kamera belakang dan depan, plus gyro-EIS di kedua sisi
- Build premium: frame aluminium + Gorilla Glass 7i di depan dan belakang, bobot hanya 187g dan tebal 7.3mm
- Konektivitas lengkap: Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.4 dengan aptX HD & LHDC 5, eSIM support, dan USB OTG
- Harga lebih murah (Rp7.999.000) untuk varian 256GB dengan RAM hingga 16GB tersedia
- Baterai 6000 mAh โ kalah 1000 mAh dari Reno15 F yang punya 7000 mAh
- Tidak ada slot microSD untuk ekspansi storage
- Tidak ada jack audio 3.5mm (tapi ini sudah standar di kelasnya)
- USB Type-C 2.0 โ transfer data lambat, tidak ada USB 3.x
- Rilis Mei 2025, sudah setahun lebih di pasar โ bukan produk terbaru
- Tidak tersedia data DxOMark untuk validasi kualitas kamera secara objektif
Oppo Reno15 F
- Baterai jumbo 7000 mAh (Si/C Li-Ion) โ kapasitas terbesar di kelasnya, tahan 2 hari pemakaian normal
- Layar lebih terang: 1400 nits HBM vs 1200 nits di Reno14 โ lebih nyaman di bawah sinar matahari
- Android 16 + ColorOS 16 โ software lebih baru, update support lebih panjang
- Harga lebih murah (Rp6.599.000) โ selisih Rp1.4 juta dari Reno14
- Ada slot microSDXC untuk ekspansi storage hingga 1TB+
- Kamera selfie 50 MP ultrawide 100ยฐ โ lebih luas untuk grup selfie
- Ring LED flash (varian Afterglow Pink) โ fitur unik untuk portrait
- Wi-Fi bands lebih lengkap (termasuk 4G Band 42, 48, 71 dan 5G Band 48, 71) โ kompatibilitas jaringan global lebih baik
- Chipset Snapdragon 6 Gen 1 (4nm Samsung) dengan skor AnTuTu SoC hanya 367.251 โ performa CPU/GPU jauh di bawah Reno14, bahkan GPU score cuma 89.318 (vs 374.783 di Reno14)
- Layar hanya FHD+ (1080 x 2372, ~397 ppi) โ jauh lebih rendah dari Reno14 yang 1.5K ~460 ppi
- Tidak ada kamera telephoto โ hanya wide + ultrawide + macro 2MP yang praktis tidak berguna
- Build tanpa frame aluminium โ hanya glass front + glass back, bobot 195g dan tebal 8.1mm (lebih berat & tebal dari Reno14)
- Wi-Fi hanya 802.11 a/b/g/n/ac (tanpa Wi-Fi 6/6E) โ kecepatan dan efisiensi jaringan lebih rendah
- Bluetooth 5.1 (vs 5.4 di Reno14) โ tanpa LHDC 5, codec audio lebih terbatas
- Rekaman video selfie maksimal 4K@30fps (vs 4K@60fps di Reno14)
- Tidak ada eSIM support โ hanya dual nano-SIM fisik
- Tidak tersedia data DxOMark maupun AnTuTu Device untuk validasi performa real-world
Rekomendasi
Oppo Reno14 menang telak di hampir semua parameter penting. Chipset Dimensity 8350-nya mencetak skor AnTuTu SoC 807.642 โ 2.2x lebih tinggi dari Snapdragon 6 Gen 1 di Reno15 F (367.251). Layarnya 1.5K ~460 ppi dengan HDR10+ dan PWM 3840Hz, jauh lebih superior dari FHD+ ~397 ppi milik Reno15 F. Kamera Reno14 punya telephoto 50 MP OIS 3.5x optical zoom yang tidak dimiliki Reno15 F, plus video 4K@60fps di kedua sisi. Build-nya premium dengan frame aluminium dan Gorilla Glass 7i. Satu-satunya keunggulan signifikan Reno15 F adalah baterai 7000 mAh (vs 6000 mAh) dan software Android 16 (vs Android 15). Tapi dengan selisih harga hanya Rp1.4 juta, Reno14 memberikan value jauh lebih baik: performa 2x lebih kencang, layar lebih tajam, kamera lebih fleksibel, dan build lebih premium. Reno15 F hanya masuk akal jika prioritas mutlak adalah daya tahan baterai ekstrem dan software terbaru dengan budget ketat.







